NAUGHTY EMPRESS

NAUGHTY EMPRESS
-


__ADS_3

Xin xin terus berjalan tanpa menghiraukan suara kuda yang semakin mendekat. Dirinya seakan lupa pada dunia nyata.


Sedangkan disisi lain Hao chun yang sedang menaiki kuda seperti kesetanan ddngan cepat selalu memacu kudanya.


Tak peduli akan prajurit dibelakangnya,dirinya hanya khawatir pada gadis incarannya.Gadis yang untuk pertama kalinya membuat dirinya digunung es bisa tersenyu..


Tapi saat dirinya sedang membicarakan masalah mengenai desa kecil dibagian kerajaannya.Tiba tiba seornag prajurit datang dan langaung memberi kabar bahwa kerajaan wei terkena serangan.


Tanpa pikir panjang dirinya langsung memacu kuda nya kearah hutan perbatasan.Bahkan waktu yang biasanya ditempuh 2 -3 hari bisa dirinya tempuh hanya dalam beberapa jam saja.


Tak lupa ada beberapa prajurit pilihan yang pastinya dikirim oleh ayahnya untuk membantu dirinya nanti.


Hao chun memacu kuda nya terus hingga dirinya hampir menambrak tubuh seorang gadis yang sudah bermandikan darah.


Xin xin?? ya itu xin xin.


"Xin xin". Panggil Hao chun tapi diabaikan.


Hao chun turun dari kudanya dan mengikuti xin xin yang entah kenapa bisa berjalan dengan cepat.


Hao chun terus berusaha mengejar xin xin dan setelah melihat gadis pujaannya dirinya pun langsung memeluknya.


Tak peduli akan kondisi dari xin xin yang kotor akan darah dan acak acakan.Hao chun merasa seperti itu bukan xin xin yang ia kenal.


"Kau kenapa hmm?". Tanya Hao chu.


Sunyi...tak ada jawaban.


Hao chun membalik tubuh xin xin dan melihat.Xin xin yang seakan hanya sebuah raga tanpa adanya jiwa.


Tatapan yang kosong tak ada kehidupan.


Hao chun memegang kedua sisi wajah xin xin.Lalu mengarahkan wajah xin xin menghadap kearahnya.


Xin xin melihat wajahnya,lalu tiba tiba cairan bening keluar dari sisi ujung matanya.


Hao chun menghapus air mata yang mengalir dari wajah xin xin. Padahal xin xin menampakan wajah lesu,tapi air matanya tak mau berhenti seakan sungai yang tak pernah kering.


"Dia..mati". Ujar xin xin serak.


"Siapa?". Tanya hao chun lagi.


"Dia...mati.karena..hah..aku". Ujar xin xin lagi.

__ADS_1


"Aku..aku..penyebab dirinya mati benar?". Ujar xin xin racau.


"Ya..aku.aku yang menyebabkan dirinya mati".


"Aku..".


"Hei..heii xin xin tatap wajahku..bukan kau yang menyebabkan dirinya mati..dengar itu kecelakaan". Ujar Hao chun padahal dirinya tak tau siapa dan kenapa xin xin bisa sampai seperti ini.


"Kau bohongggg jelas jelas ibuku mati didepanku ..dirinya mau meli dungi diriku..Seharusnya aku membunuh pemberontak itu dengan cepat..ibuku tak akan mati..dia pasti masih hidup joka aku membunuh semua pemberontak itu..aku telah membunuh semua pemberontam itu..tapi kenapa rasanya aku ingin membunuh smeua orang..aku ingin membunuh semua orang..semuannya,aku ingin membunuh diriku juga..arhhgghhhhh kenap ibuku...kenapa hahhhhhh". Ujar xin xin sambil berteriak bahkan mengamuk.


Untungnya Hao chun tak melepas pelukannya dari xin xin. Walau dirinya harus sedikit merelakan tubuhnya yang dicakar,digihit,bahkan dipukul oleh xin xin.


Xin xin menangis denga sangat keras seakan dirinya melimpahkan semua kesalahan kepadanya.


"Heii..heiii tenang y..ibumu tak akan suka jika kau begini". Ujar Hao chun menenangkan xin xin.


Xin xin terdiam lalu memandang kearah Hao chun.


Xin xin tersenyum.


"Hah..haha..hahaha..kau bilang apa tadi?? ibuku tak akan suka..AKU PENYEBAB DIRINYA MATI..BAGAIMAN MUNGKIN DIRINYA TAK SUKA..AKU PEMBUNUHNYA AKU YANG MENYEBABKAN DIRINYA MATI APA KAU PAHAM". Ujar xin xin sambil berteriak.


PLAKK.


Kakaknya menamparnya. Hah bukannya itu wajar,karena dirinya lah ibunya meninggal.


"Apa kau sudah sadar sekarang?? LI XIN XI AKU TANYA APA KAU SUDAH SADAR?". Teriak Haungzhen.


Disisi lain ayahnya..Jendral besar Li. Li jang wan hanya diam melihat kedua anaknya bertengkar.


Dirinya memilih kekereta milik istrinya dna melihat tubuh istrinya yang telah melewati waktu yang panjang bersama bersama.


Melewati sekian rintangan bersama. Tapi apa sekarang istrinya hanya terdiam kaku.Tak ada nafas yang keluar.Tubuhnya yang kaku terbujur diatas karpet berbulu putih yang kini telah bercorak merah akan darah dari tubuhnya yang pernah berhenti keluar.


Disisi lain Xin xi masih diam.


"Apa kau sudah sadar xin xin? aku bertanya padamu". Ujar huangzhen kembali.


Huangzhen menaikan rambutnya yang tanpa sengaja berjatuhan kedeoan wajahnya.Dirinya juga frustasi.


Huangzhen mengusap wajahnya kasar. Setelahnya dirinya berjalan dan langsung memeluk tubuh xin xin yang sudah bergetar karena menangis.


"Apa kau sudah sadar?".

__ADS_1


Xin xin mengangguk.


"Aku sudah sadar sekarang gege". Uajar xin xi sambil memeluk tubuh kekar kakaknya dan menangis dengan sangat keras.


Dikehidupan lamaya bahkan dirinya tak pernah menagis hanya karen akehilangan seseorang.Disaat kakeknya meninggal. Dirinya bahkan tak meneteskan setetes air mata.


Kakek yang telah membesarkan dirinya,menjaga dan melatihnya sedari kecil.Dirinya bahkan tak menangis.


Tapi sekarang??


Bahkan untuk membentuk wajah datar seakan sanga susah.Mau menghentika air matanya saja sangat susah seakan air matanya tak akan pernah berhenti.


"Ini bukan salahmu. Kau dengar". Uajr Huangzhen.


Xin xin mengangguk pelan.


Sedangkan Hao chun dirknya hanya diam menyaksikan dua bersaudara itu berpelukan,dirinya hanya bisa diam tanpa berbuat apa apa.


Beberapa saat perajurit bantuan datang dan membersihkan mayat para pemberontak maupun prajurit kerajaan Wei yang gugur.


Sedangkan Enam sengakwan,mareka membersihkan tubuh mareka dari darah dan membalut beberapa luka ditubu mareka masing masing.


Xiao bi!!Dirinya hanya menatap langit yang sebentar lagi akan malam. Dirinya memikirkan xin xin.


"Bi..kau tenang saja aku yankin tuan akan baik baik saja". Hibur Liu liu yang sempat mendekati xiao bi.


"Aku berharap begitu. Tapi aku takut..kau ingàt dulu,saat hari pertama kita dilatih lalu kita semua bertemu xin xin.Xin xin bahkan langsung memeluk kita yang masih belum bisa berubah wujud.Dirinya lah yang merawat kita ber 6. Aku bahkan masih ingat nama pertama yang dirinya berikan untuk ku.'cici' Itu nama yang aneh,taoi entah kenapa aku rindu masa itu. Masa saat kita selalu ber 7". Ujar xiao bi.


"Ya aku ingat itu..dulu aku tidak disukai oleh kaum ku karena dirku yang paling bodoh,taoi berbeda dengan xin xin dirinya menerima diriku padahal aku saja belum bisa merubah diri menjadi manusia. Tapi sayang sekali..waktu berharga kita dulu direnggut hanya karena cinta buta pria ******** 'itu'. Aku bahkan berjanji lada diriku jika aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri jika dirinya muncul kembali.Ujar Liuliu penih kebencian.


"Hacimm". "Hah aku yakin ada seseorang yang sedang menghujatku sekarang". Ujar seorang pria misterius.


Haiiii para pembaca mimin...mimjn minta maaf y lama uo cerita..mau gimana lagi mimin soalny lagi UTS dan ifu butuh belajar ekstra...karena kebiasaan...biasa kita diajar apa ulangan pasti beda..paling paling ada beberapa yang kayak diajarin..


mimin paling kesel tuhh..kayak begitu..contohnya tadi pgi ulangan soalnya apa ...materi yg guru kasik neda..kesel gk sih??


Syukur aja mimin punya sobat yang markotop..bisa cekrak..cekrekkk sini..kan lumayan.


ok itu aja sihh yg mau mimin smaleinndan besok mimin psti up tapi gk bisa janji jam berapa..tapi mimin biasanya up malem soalnya itu aja waktu senggan.


Jadi jangan lupa tinggalkan jejak..Follow akun mimin itu wajib kalo enggak mimin gk up cerita selama sebulan bulan.hehe canda.


tapi benr loh harus follow..gk berat kok..masih juga gk bayar..ehh iya mimin juga nerima sumbanga koin kalian walau cuma 10 koin aja kok😂😂ayolah mimkn butuh dukungan tapi itu fk maksa y bagi yg mau aja.

__ADS_1


__ADS_2