NAUGHTY EMPRESS

NAUGHTY EMPRESS
MEMLERJELAS 1


__ADS_3

Perayaan masih berlanjut, kini selir Bai Mei ingin memberikan sedikit pertunjukan, puisi.


Selir Bai Mei memberikan pengetahuannya dalam bidang puisi, di tengah panggung menyiarkan pusinya dengan halus.


Berharap sang suami menatap nya namun sayang, itu tidak terjadi, bahkan sang tokoh utama yang dinanti akan menatap dan memuji bahkan tak melirik sedikitpun, hanya beberapa nona dan tuan muda yang mendengar, dan para tetua yang memberikan tepuk tangan.


Namun tak se meriah saat Xin Xin tampil. Selir Bai Mei pun menjadi sedikit malu, dia berharap pesta ini akan menjadi jalannya untuk mencari sekutu, namun nas tak ada yang memperhatikannya setelah Xin Xin tampil.


Kembali duduk di tempatnya, Xin Xin tersenyum tipis, melirik selir Bai Mei yang juga menatap dirinya dengan tatapan penuh kebencian, Xin Xin hanya menatap malas dan bodo amat.


Memberikan senyum manis namun dengan wajah mengejek.


'ingin bersaing dengan dirinya, kau harus melewati 1000 bahkan lebih,waktu untuk berhasil'. Batin Xin Xin mengejek.


Perayaan berjalan mulus tanpa ada yang sadar bahwa pembunuhan telah terjadi.


Xin Xin bergegas akan kembali ke kediamannya u tuk beristirahat, namun sebelumnya dirinya menyapa dan memberi ucapan kepada pangeran kedua dan juga kedua mertuanya, lalu memberi kan senyum manis namun dengan kode mata yang jelas untuk ibu mertuanya yang tercinta.


"Au, Putri Mahkota kita sangat berbakat ternyata, yang tua ini bahkan tidak menyangka akan bakat terpendam yang dimiliki oleh menantu pertama". Ujar Permaisuri.


" Yang muda ini tentu belajar dari para tetua terdahulu, bukan kah sebuah bakat harus diturunkan kepada anak cucu kota kelak? bukan begitu ibu mertua? ". Balas Xin Xin.


" Aiyoo, anak menantu ku ternyata sudah dewasa, baiklah.. karena kau sudah membuat yang tua ini bahagia, kau boleh mengambil pedang kembar es tersebut".


"Really?"


"of course"


"Oh ayolah, percakapan antara ibu dan anak ini tak akan berhenti sampai sini, tapi ini sudah waktunya beristirahat, jadi kau permaisuri mari kembali kekamar untuk beristirahat, dan kau anak ku kembali ke kediamannya mu untuk beristirahat. Besok kita harus mengantar para tamu keluar gerbang untuk mengantar kepergian mareka". Sela Kaisar, diantara percakapan Xin Xin dan permaisuri.


" Kalau begitu selamat malam ayah, ibu,. Selamat malam pangeran kedua". Sapa Xin Xin lalu pergi dari aula setelah mendapat balasan dari ketiga tokoh utama.


Hao Chun? oh tentu saja tidak. Dirinya saja berbeda kediaman, dan juga si rubah sedang menggoyangkan ekornya di sebelah sang suami.


hei bedakan rubah satu itu dengan Yi Fang oke. walaupun Yi Fang seekor siluman rubah ekor sembilan namun dirinya lebih bermartabat, tidak dengan yang sebelah.


Berjalan menuju kediamannya dengan para sayang setannya, siapa lagi kalau bukan Enam pelayanan kesayangannya.

__ADS_1


Xiao Bi dan Yi Fang berjalan bersebelahan di kanan dan kiir Xin Xin memegang lampu jalan, sedangkan sisanya mengekor.


Diperjalanan pulang, tepat saat ingin berjalan di belokan menuju ke kediaman Phoenix, Xin Xin di cegat oleh Sang Liang yang wajahnya begitu merah.


Alis Xin Xin terangkat sebelah kanan, seakan bertanya.


Ohh dirinya lupa sang pujaan berada di belakangnya.


"Sisi Huangli kemari".


" Ada apa Putri? ". Tanya Sisi.


" Calon mu sesuai menungu disini, apalagi yang kau tanyakan.. aiyoo pelayan kecilku akan pergi secepatnya dari sisiku, aku akan merindukan mu Sisi". Xin Xin mengkode yang lain untuk pergi meninggalkan Sisi dengan sang Tuan muda Sang Liang.


...............


Sesampainya dikamar, Xin Xin terkejut bukan main saat mendapati Ning Mei berada dikamarnya.


"Ning Mei, lama tidak berjumpa. Bagaimana kabar mu? apa kau sehat? kau tidak membuli adik senior mu kan di organisasi? ". Beribu pertanyaan Xin Xin keluarkan.


" Apa kau mau membunuh gadis kecil itu dengan ribuan pertanyaan mu? sungguh konyol". Xiao Bi menyela.


"Dasar pencemburu, pergi sana.. ganggu aja orang lagi mau reunian kok.. syuh syuh". Usir Xin Xin.


Inilah kebiasaan mareka, saat diluar kamar sopan santun utama namun saat di dalam kamar... hmmm y begitulah.


" Ning Mei apa kabar semua orang di organisasi, aku menghilang cukup lama, setelah menikah".


"Semua berjalan baik nona.. ehh maksud nubi Putri"


"Aisss panggil saja aku seperti yang lain.. setelah sekian lama gak ketemu ,bahasa mu jadi lebih baku"


"Oh ayolah nona, kau sekarang sudah berbeda pangkat, dulu mungkin nubi masih bisa bersikap tak sopan, tapi sekarang nona telah menikah dengan Putra Mahkota dan menjadi Permaisuri, itu berbeda". Jelas Ning Mei.


Xin Xin memutar matanya malas


"Serah lu dah".

__ADS_1


Ning Mei tersenyum kecil, nona nya tak pernah berubah.


" Oh iya Ning Mei kau harus mempersiapkan hari istimewa sebentar lagi". Ingat Xin Xin.


"Hari istimewa apa nona? ". Tanya Ning Mei penasaran.


" Kau tau Tuan Muda Sang Liang? ".


Ning Mei mengangguk


" Dia akan melamar Sisi Huangli, dan aku tak tau kapan Tuan Muda itu akan bertindak, jika dirinya terlalu lama membuat sikecil ku menunggu tak akan ku ijinkan Tuan Muda itu mengambilnya, enak saja membuat Sikecil ku menunggu". Jelas Xin Xin panjang lebar.


Ning Mei menatap nona nya kaget, Sisi Huangli akan menikah, tapi..


"Nona, ummmm apa bagimu tak aneh jika seorang Tuan Muda ingin mengambil pelayan menjadi istri, aku hanya khawatir dirinya akan dijadikan selir karna kedudukannya, apalagi pandangan tetua mengenai status nya kelak". Ning Mei menjelaskan isi hatinya.


Xin Xin melotot, dia baru menyadari kalau dirinya hidup dijaman dimana kedudukan lah yang diutamakan, benar apa Ning Mei Sisi Huangli sekarang hanya berstatus pelayan pribadinya, para orang tua tak ingat umur itu pasti tidak akan ada yang setuju, dan bahkan jika setuju pasti akan dijadikan selir rendah.


Tidak tidak ini tidak boleh terjadi, dirinya harus berbicara dengan Sang Liang walaupun dirinya Tuan Muda dari keluarga terpandnag, namun Sisi Huangli adalah sicantik dari kediamannya, tak boleh ada yang merendahkan nya. Bahkan jika diangkat menjadi selir tingkat satu pun akan sush karna statusnya sekarang.


" Ning Mei kau diam lah disini sebentar, aku akan menyuruh Xiao Bi mengantar mu kekediaman yang telah dipersiapkan". Tanpa menunggu jawaban dan mendengar teriakan Ning Mei, Xin Xin bergegas mencari dia pasangan yang dimabuk asmara tersebut.


Xin Xin menelusuri penjuru taman kediamannya, tman smg sumi bahkan melewati sedikit taman si rubah buruk rupa.


Berjalan dn terus berjalan menelusuri taman, suasana sunyi dan sepi hanya da beberapa pelayan dan prajurit yang menjaga di beberapa penjuru saja.


Banyak pelayan dan prajurit yang ingin membantu namun ditolak mentah mentah oleh Xin Xin, karna dirinya merasa dirinya lah yangenyebab kan maslah jadi dirinya juga yang harus menyelesaikannya


Bahkan Xin Xin menolak tegas dan menyuruh pelayan dan beberapa prajurit yang telah lepas jam untuk beristirahat, karna perayaan ini pasti membuat mareka kelelahan.


Saat berjalan menelusuri taman utama, Xin Xin melihat sepasang kekasih di gazebo sedang memadu kasih, saat hendak berjalan mendekat mendadak tubuh Xin Xin tertarik kebelakang, bibirnya di tutup menggunakan tangan yang cukup besar, dan kasar.


Xin Xin diseret kebelakang oleh orang yang tidak dirinya tidak ketahui, namun Xin Xin sudah menebak kalau itu seorang laki laki sari postur tangan dan dada nya.


Bersiap memasang kuda kuda untuk menyerang, mendadak laki laki itu memutar tubuh Xin Xin dan terlihat wajahnya.. dan ya laki laki itu adalah sang tercinta.


"Hao chun? "

__ADS_1


haiii gaess mimin up lagiiiiii.. jgn lupa like dan komen ya kasik hadiah dan juga vite kalian klo berminat... tpi mimin paksa jadi harus di kasik gk boleh enggak.. ok byby do'ain y besok mimin lncar contek mencontek nya 🤣


__ADS_2