NAUGHTY EMPRESS

NAUGHTY EMPRESS
Bunga teratai


__ADS_3

Xin xin berjalan dengan tenang. Wajahnya masih datar. Entah kenapa hatinya memanas. Sangat panas,apalagi disaat ia sedang kesal lalu dihina oleh bebek yang merasa dirinya seperti angsa ( Hao fei ).


Xin xin terus berjalan hingga ia sampai disebuah taman dekat sungai buatan. Dipinggir sungai buatan tersebut terdapat sebuah gazebo yang tertutup tirai putih tipis.


Xin xin berjalan menaiki gazebo yang sebenarnya tidak tinggi. Xin xin membuka jubah luarnya yang membuat xin xin terlihat seperti bidadari karena gaun yang dikenakan xin xin berwarna putih. Rambut panjang hitam milik nya ia gerai.


Xin xin menidurkan tubuhnya dengan gaya telungkap. Disela telinganya diselipkan bunga dahlia berwarna merah . Tangan kananya ia gunakan sebagai tatakan kepalanya. Sedangkan tangan kirinya mengayun ayunkan air sungai.


Tiba tiba sebuah lampion berbentuk teratai dengan lilin ditengahnya datang menghampiri lengan xin xin.


Xin xin mengambil lampion tersebut dan meniup lilin yang berada ditengah tengahnya. Bukankah aneh melihat lampion dipagi menjelang siang.


Xin xin melihat kearah sekeliling. Sepi!?. Tak ada orang. Lalu bagaimana bisa ada lampion kalau tidak ada orang yang sengaja menghanyutkannya.


Xin xin tanpa mau berpikir panjang hanya melihat lampion yang apinya telah padam itu terus. Xin xin kembali memegang lampion itu dan menghanyutkannya disungai tempat ia mendapatkan lampion itu.


Xin xin mengubah posisi tidurnya menjadi berbaring. Melihat langit langit gazebo yang terbuat dari kayu dan terukir indah.


Xin xin berpikir. Bagaimana keadaan orang tuannya dan xi xi didunia sana. Apakah mayatnya dikubur dengan mewah atau jangan jangan malah dibiarkan digedung laknat tempatnya mati.


Hah memikirkannya terus membuat xin xin pusing. Bagaimana pun xin xin menjadi rindu akan kehidupannya dulu.


Hah!!


Xin xin sekarang diam. Entah kenapa tapi sepertinya ada yang terlupakan.


Xin xin terus berpikir.


BINGGO!!


Organisasinya. Astaga. Xin xin menepuk jidat nya. Ia bahkan lupa akan usahanya sendiri.


Hah syukur saja hari ini hari terakhirnya dikerajaan hao. Setelah seminggu xin xin berdiam disini.

__ADS_1


Tunggu dulu. Batin xin xin.


Xin xin berpikir. Bagaimana jika ia juga membuka banyak bisnis. Ya seperti restoran dimana menunya akan ia padupadakan dengan masakan moderen. Toko perhiasan?. Bukannya ia juga bisa mendesain perhiasan yang lebih moderen. Lalu apa lagi ya??.


Xin xin berpikir. Pakaian?? Apakah rang jaman ini mau memakai pakaian dengan model jaman moderen. Atau ia bisa sedikit mendisain pakaian jaman kuno ini sedikit moderen.


"Ya kau memang pinyar xin xin". Puji xin xin untuk dirinya.


Tanpa disadari saat xin xin diam memikirkan usaha apa saja dan bagaimana ia membuatnya. Xin xin ternyata sedang di lihat oleh seseorang.


"Kau masih sama teernyata. Cantik dan lugu seperti dulu. La". Ujar orang yang sedang mengintip xin xin dari balik semak dengan senyum misteriusnya.


o0o


Matahari semakin tinggi. Panas sinar mentari juga semakin menyengat. Siang ini,rombongan xin xin sudah bersiap siap untuk pergi kembali kekerajaan wei.


Semua persiapan telah diangkut kedalam gerobak penyimpana. Makanan, minuman, dan beberapa helai kain dan persediaan senjata untuk diperjalanan.


Xin xin yang sekarang masih diam didalam gazebo yang tertutup tirai putih itu hanya diam terditur tanpa dosa.


Xiao bi yang juga kini sedang mencari xin xin menjadi kesal karena sedari pagi mencari namun tak kunjung ketemu.


Xiao bi pergi memisahkan dirinya dengan pelayan lainnya. Ia pergi mencari ketaman peemaisuri hao. Permaisuri yang memiliki rumor kalau dirinya memiliki dukungan dengan organisasi terkuat dikelima kerajaan.


'Death Organization'


Atau irganisasi kematian. Organisasi terbesar dan belum ada tandingannya untuk sepuluh tahun belakangan ini.


Xiao bi berjalan hingga melihat hazebi tempat xin xin berada. Karena penasaran dan juga ingin memastikan. Akhirnya xin xin pergi dan memeriksa.


Dan....


"BOOMMM!!??".

__ADS_1


"AAAGHHRRGJHH. Emak ada bom". Teriak xin xin.


Xin xin terbangun dan langsung berdiri dan berniat lari namun tangannya dicekal oleh xiao bi.


Xin xin dengan cepat berbalik dan melihat wajah xiao bi yang tanpa dosa itu tengah tercengir.


"Dasar ya elu anak pungut gak ada ahlak". Omel xin xin.


"Siapa suruh dirimu tertidur diasaat kita akan kembali keekrajaan. Apa kau lupa hri ini kita kembali". Ingat xiao bi.


1 detik


2 detik


3 detik


Plok!!


"Oh iye ye gue lupa..hehe baru inget kita pulang hari ini ". Ujar xin xin sambil menepuk jidatnya lalu tercengir.


o0o


Akhirnya rombongan xin xin meminta ijin kepada kaisar hao yang dimana tepat permaisuri hao sednag menatapnya dnegan pandangan yang..mnnn aneh??.


Rombongan xin xin akhirnya memulai perjalanan. Disaat hari telah menjelang gelap rombongan xin xin beristirahat dipinggiran hutan.


Sedangkan xin xin pergi mencari sungai berniat mandi.


hingga..o



Xin xin. Ilustrasi.

__ADS_1



Permaisuri kerajaan Hao


__ADS_2