NAUGHTY EMPRESS

NAUGHTY EMPRESS
Awal


__ADS_3

"Apa yang kau inginkan hah? ". Bentak Xin Xin, lalu mengabaikan suaminya dan menyapa kearah gazebo tempat tadi dia sejoli menjalin asmara.


Kosong


Gazebo itu kosong, kemana dia orang tadi?


Dengan wajah memerah karena emosi, Xin Xin pergi dari sana,memandang Hao Chun dengan pandangan tak suka.


Yang ditatap hanya membalas menatap dengan datar


" Apa kau puas sekarang? berkatmu mereka berdua telah pergi, sekarang aku harus kembali mencari mereka berdua ". Omel Xin Xin.


"Apa hobimu sekarang memantau kemesraan bawahanmu? aku tak tahu kau suka melihat hal seperti itu apalagi sekarang berada di taman istana luar". Ujar Hao Chun.


"Ini bukan urusanmu, untuk apa kau peduli mengenai hal yang aku lakukan Bukankah selir baru mu membutuhkan belaian ". balas Xin Xin.


tanpa membalas ucapan dari istrinya Hao Chun pergi dari hadapan Xin Xin, Xin Xin yang melihatnya hanya tersenyum miring dirinya sudah bisa menebak kalau Hao Chun akan pergi.


mengabaikan keadaan yang tadi Xin Xin kembali pergi mencari dua sejoli yang sedang dimabuk asmara untuk memberitahu sesuatu kepada Sisi Huangli, dan juga memberi pelajaran kepada si Tuan Muda Sang Liang, karena tidak beritahu dirinya mengenai masalah keluarganya yang setuju atau tidak tentang masalah lamaran kepada Sisi Huangli.


Mendadak dirinya bertemu Xiao Bi yang bersama Liu Liu, Lai Ning dan Lai Nang.


Memberi salam karena berada diluar kediaman, Xin Xin mengangguk kecil menerima salam dari tiga pelayannya.


Mengerutkan keningnya


" Dimana Yi Fang? ". Tanya Xin Xin.


" Yi Fang sedang pergi bersama Tuan Muda Nie Jiang menuju ke kediaman Anggrek". Balas Xiao Bi.


"Kediaman Anggrek? ".


" Untuk apa dia dipanggil ke kediaman pribadi milik mendiang istri sah keluarga Nie? ". Tanya Xin Xin.


" Xiao Bi menjawab, tidak tau". Balas Xiao Bi sambil menggeleng pelan karena memang tidak mengetahui dipanggilnya Yi Fang menuju kediaman pribadi keluarga NIE.

__ADS_1


"Aiss kedua Tuan Muda itu akan mengambil kedua kecantikan milikku secara bersamaan, yaang satu hilang tak ada kabar, yang satunya diculik ke kediaman sang pria, arhhggghhh, sudah lah aku mau beristirahat. Kau!! jaga ketiga saudaru itu, aku tak mau ada Tuan Muda lagi yang mengambil mareka". Tunjuk Xin Xin kepada Xiao Bi mengarah ke tiga siluman miliknya, siapa lagi kalau bukan si dua kembar dengan kakak perempuan mareka.


Xiao Bi menunduk mengiyaman, lalu pergi mengikuti Xin Xin sambil membawa lampu jalan.


^_^ ^_^ ^_^ ^_^ ^_^ ^_^ ^_^


Pagi menjelang, Xin Xin telah siap dengan pakaian kebesarannya sebagai Putri Mahkota, atau calon Ibu Suri selanjutnya.


Berjalan keluar diiringi dengan seluruh pelayannya, dengan Xiao bi yang memimpin.


Xin Xin berjalan dengan aura kepemimpinan yang begitu terpancar kuat.


Memasuki ruang aula untuk memberikan sedikit ucapan Terima kasik untuk para tamu, Xin Xin hanya menjadi penghias disana, seakan dirinya benar benar hanya sebuah pajangan.


Sang Kaisar mengucapkan ucapan Terima kasih kepada seluruh tamu disambut tepukan tangan dan salam dari semua tamu.


Lalu acaraa dilanjutkan dengan anggota kerajaan yang mengantar semua tamu hingga menuju gerbang utama untuk membawa mareka kembali ke kerajaan ataupun kediaman masing masing.


Anehnya kebanyakan dari mareka ialah hanya sebagai pengganti atau perwakilan dari setiap kerajaan, bahkan Nona maupun Tuan Muda hanya dari kalangan menengah keatas.


"Baik sekarang beritau diriku mengenai masalah kalian berdua". Dengan kedua tangannya yang terlipat rapi didada, Xin Xin kini menatap tajam kedua kecantikan miliknya.


" Itu.. mm"


"Jadi begini.. itu dia".


" Berhenti.. sekarang kalian satu persatu jelaskan kepada ku, kau Sisi Huangli sekarang jelaskan.. apa pihak dari pemuda mu itu sudah setuju? ". Tanya Xin Xin pada Sisi Huangli.


"Mm itu.. mmmnnn.. dia.. dia mengatakan.. akan.. akan menyelesai.. kan semuanya". Sisi Huangli menjelaskan secara terputus putus seakan tak yakin mengenai jawabnnya sendiri.


" Kau yakin? ". Xin Xin melihat tajam dengan aura pemimpinnya.. seakan sesuai mengintrogasi seorang pelaku kejahatan.


" Dan kau Yi Fang, bagaimana mengenai laki laki milikmu? ". Tanya Xin Xin pada Yi Fang.


" Ya aku belum sepenuhnya menerima Tuan Muda itu secara menyeluruh, karena aku yang masih beratatus pelayan, aku yakin keluarganya agak kurang setuju, apalagi dirinya menjanjikan posisi istri utama". Balas Yi Fang tegas.

__ADS_1


"Bagus Yi Fang ". Puji Xin Xin.


kembali kepada Sisi Huangli yang merasa cemburu atas pujian nona nya kepada saudara Sis Huangli.


Xin xin melirik dan menghela nafas berat.


"Sisi Huangli kau akan segera menikah, pernikahan tidak seindah yang dijanjikan. Kau lihat aku, aku dijanjikan tidak ada selir.. tapi pada akhirnya dimengambil seorang selir, itu baru satu belum lagi seterusnya. Kau sekarang berada diposisi rendah. Menjadi seorang pelayan lalu tiba tiba dilamar untuk menjadi istri utama tidaklah muda, apalgi calon suami ku adalah teman sekaligus tangan kanan Putra Mahkota, bagaimana jika keluarga nya menentang, dirinya harus mencari wanita yang setara dengan kedudukan nya dipandnagan masyarakat maupun posisi khusus". Jelas Xin Xin panjang lebar.


Sis Huangli terdiam. Apa yang nona nya katakan memang ada benarnya, pada jaman ini kedudukan lah yang menentukan, cinta itu tidak ada. Hanya ada kedudukan, posisi dan harta .


Saat posisi mu rendah, bahkan nyawa melayang sekalipun tak akan teringat lama, mungkin hanya keluarga kecil saja yang sedikit menangis. Sisanya? mareka tak akan peduli, apalagi hanya sebatas pelayan.


" Aku tidak apa apa hanya menjadi selir bawah". Sisi Huangli berbicara.


Xin Xin melotot tak percaya.


"Sisi kau itu seorang siluman, apa siluman mau direndahkan oleh manusia yang bahkan satu tingkat.. tidak bahkan tidak mampu menyaingi kalian para siluman dengan kekuatan milik kalian.. dan kau mau merendahkan diri hanya karena laki laki? ". Amuk Xin Xin.


Sisi menunuduk,kedua tangannya mengepal.


Xin Xin menyadari perubahan dari Sisi, namun tak dihiraukan nya.


Keluar kediaman, Xin Xin ditemani Xiao Bi pergi menuju taman, Xin Xin ingin menyejukan hati dan kepalanya. Otak nya telah panas memikirkan masalah Sisi dan si Tuan Muda Sang Liang.


Dilain tempat Sang Liang mendapatkan hukuman berdiam dan merenungkan kesalahannya diruang leluhur, setelah sebelumnya diberikan dua puluh hukuman cambuk.


Sang Liang hanya meminta mengangkat istri utama, namun setelah mendengar siapa yang ingin diambil keluarga besar beserta para tetua menghukum Sang Liang karena derajat wanita nya yang begitu rendah.


" Apa kau masih keras kepala? hukuman mu akan ditambah jika masih menginginkan wanita rendah itu menjadi istri utama. Jika kau mau kau bisa mengangkat nya menakdi selir bawah. Kenapa harus menjadi istri utama". Bujuk Nyonya utama Sang.


"Tidak akan, Niang aku sudah berjanji kepada Putri Mahkota aku akan meikahi Sisi Huangli dengan gelar istri utama, bukan menjadi selir. Bahkan walaupun selir Utama pun tak akan terlintas di kepala ku". Bantah Sang Liang.


" Kau akan menyerah seiring berjalannya waktu".Ucpa Nona Sang pelan sambil pergi kembali kekediamanya meninggalkan Sang anak yang masih dihukum diruang leluhur.


Haii pembaca mimin yang terhormat maaf y mimin lama updatenya karena selesai ulangan ternyata masih ada remidi. Jadi mimin fokus dulu.. tapi tenang aja, mimin akan tetap update tanpa henti..

__ADS_1


makasi buat semua yang udh nungguin mimin update.. tatatt


__ADS_2