
Xin Xin dibangunkan pagi pagi sekali..bahkan mentari belum menunjukan sinarnya sedikitpun.
Dengan malas dan enggan Xin Xin bangun dari peraduannya,kasur.
Awali pagi dengan mandi air hangat,ingat. Untung saja airnya hangat kalau tidak,lebih baik Xin Xin batal nikah aja..enak bae ko pagi pagi kasik air dingin..mikir bro.
ok abaikan.
Setelah mandi dengan luluran,segala macam..mulai dari lulur satu ke yang lain,air yang penuh dengan aroma mawar bercampur aroma kayu dan sedikit rempah.
Lengkap sudah pagi Xin Xin,apalagi saat mengenakan pakaian pernikahan berlapis lapis ditambah hiasan kepala yang seakan akan Xin Xin ingin menjadi penjual perhiasan.
Ingin mengamuk tapi tak bisa,para pelayannya kini malah lebih ganas,helo disini tuan siapa pelayan siapa? kenapa malah Xin Xin merasa dirinya ditindas.
Selesai berhias segala macam,bentuk dan rupa,Xin Xin yang kini mengenakan pakaian pernikahan ala kerajaan dan hiasan kepala berbentuk phoenix besar sudah membuat Xin Xin menjadi kaku.
Ayolah itu mas asli,bukan kw. Beratnya jangan ditanya,putar kepala dikit,krek..mati ditempat saking beratnya becanda gaes.
Tapi jujur hiasan kepala ini benar benar berat,ditambah pakaian yang Xin Xin kenakan berlapis lapis dan tentunya lapisan luar yang dipenuhi hiasan.
Lelah? sama gw juga.
Xin Xin yang telah siap dan tentunya ada kakak dan ayahnya yang sudah siap didepan pintu kediaman nya..
Tradisi dalam keluarga mareka yakni,dimana jika anak gadis dalam keluarga mareka menikah,maka mareka saudara maupun ayah mereka akan menggendong putrinya maupun saudarinya hingga menaiki tandu pengantin didepan kediaman keluarga besar. Depan rumah gaes.
Xin Xin melihat ayahnya dan kakaknya yang tersenyum kecil tersirat dalam mata kedua pria gagah beda umur itu kebahagiaan dan juga rasa sedih..senang karena satu satunya gadis dikeluarga karena akan menikah,,lalu sedih karena Xin Xin mereka akan pergi.
Xin Xin hampir menangis disini,dirinya membayangkan kehidupannya kedepannya,tanpa ayah dan kakaknya di sebelahnya.
Xin Xin berjalan dengan anggun nan pelan menuju kedua pria yang sangat dirinya sayangi itu. Setelah sampai,ayahnya segera menggendong Xin Xin ala bridal style,dan kakaknya diam disebelah ayahnya yang sedang menggendong Xin Xin.
Xin Xin megalungkan tangannya dileher sang ayah,mencium aroma kayu cendana.
Wangi...itu yang ada dalam pikiran Xin xin. Berjalan dan terus berjalan hingga didepan ke di mana li.
Sudah banyak orang yang ingin melihat calon permaisuri kerajaan inti,kerajaan Hao.
Xin Xin masih menyembunyikan wajahnya,hingga sebuah tepukan pelan di bahunya,Xin Xin melihat,kakaknya.
__ADS_1
Kakaknya mengulurkan tangannya lalu disambut dengan Xin Xin. Xin Xin dibawa kedalam tandu tanpa menyentuh tanah,karena anak gadis yang menikah tak boleh menginjak kan kakinya di tanah saat akan meninggalkan kediaman aslinya.
Katanya sih pamali,takut anak gadis itu nanti akan kembali ke kediaman nya semula,cerai.
Xin Xin didudukan dalam tandu berukuran sedang,huanzeng melihat adiknya sebentar lalu tersenyum sebelum menutup penutup tandu.
Dari arah depan jendral Li beserta Huanzeng yang menggunakan kuda putih dengan iringan pengantin,dibelakang mereka ada delapan orang yang membawa tandu dengan Xin Xin didalamnya,dari dalam tandu Xin Xin mengintip dari celah celah tandu.
Semua orang berdesak desakan,seakan ingin mengambil sembako geratis.Xin Xin kembali merenung,Menikah? hah sungguh lucu,kehidupan kecilnya akan berakhir saat sampai di kerajaan wei,ya kerajaan wei..karna bagaimanapun Xin Xin adalah anggota kerajaan wei,dan tentunya pihak kerajaan akan ikut ambil dalam perjalanan.
Bagaimanapun waktu yang dihabiskan untuk perjalanan menuju kerajaan hao tak lah singkat,maka dari itu acara dipindahkan di kerajaan wei,namun acara inti maupun pesta akan diadakan di kerajaan hao.
Semua persiapan telah selesai..altar pernikahan pun telah disiapkan,eitss jangan berpikir altar seperti orang barat dengan pendeta diitenganya y..
Altar yang memang berada ditengan namun pendeta( jujur gw ngarang,kagak tau bahasa nya apa intinya pendeta gitu doang..gw mohon maaf kalo ada kesalahan).Berasa dipinggir pengantin..
Xin Xin yang telah sampai di kerajaan wei pun digendong kembali,namun bedanya kini kakaknya yang menggendongnya,banyak orang yang berada disana,Xin Xin diajak masuk hingga kedalam istana,hingga sampai didepan pintu besar yang pastinya adalah aula.
kasim yang berada disebelah pintupun meneriaki kedatangan Xin Xin dan keluarganya,hingga pintu terbuka barulah kakaknya menurunkan Xin Xin namun bedanya Xin Xin diturunkan didalam aula.
(ngerti gk sih kan di pintu ada pembatas tuh,jadi Xin Xin ditaruh dibagian dalemnya..ngerti??
Xin Xin yang diturunkan pun menghadap sang calon suami,sebelum berbalik penutup kepala Xin Xin diturunkan oleh huanzeng. lalu Xin Xin bersiap berjalan,sendiri tentunya.
Xin Xin berjalan dan terus berjalan,kepalanya tak pernah menunduk,dirinya menatap seorang pria yang sebentar lagi akan menjadi suaminya.
merah,hanya itu yang Xin Xin lihat,semua ornamen disetiap sisi berwarna merah,bahkan pakaian hao Chun pun sama berwarna merah,hanya saja sedikit ditaburi warna emas yang membuat dirinya tambah tampan.
Bolehkan xin xin bersyukur,karna setidaknya dirinya mendapatkan pria yang tampan,sudah tampan,ada roti sobek nya,kaya pula.
Kurang apa lagi coba?
Tapi..
Tentu saja diri nya sadar diri,oh ayolah.
Jika didaftarkan semua ok.
__ADS_1
Cantik✔
Baik✔
Pengertian✔
4.Pintar dalam berbagai bidang✔
5.Body goals✔ ya bisa dibilang bagus lah walau bagian atas masih mini mini kunyuk.
Intinya semua yang ada di diri Xin Xin ok.
Hah..menghela nafas entah untuk yang keberapa kalinya,Xin Xin kini tepat berada didepan suaminya..ralat baru calon. Ya walau lagi bentar sih udah sah.
Xin Xin berjalan dan semakin mendekat namun entah mengapa hatinya mendadak gugup,ada rasa takut didalam benaknya.
Dirinya serasa ingin lari saja,namun tak bisa.
Xin Xin yang berjalan semakin depan pun semakin pelan,ada sedikit keraguan didalam hatinya,namun kakinya terus berjalan menuju altar,dimana tentunya Hao Chun telah bersiap menyambut.
Sekitar lima langkah lagi Xin Xin akan sampai, Hao Chun mengulurkan tangan kanannya,perlahan Xin Xin mengangkat tangan kirinya pelan untuk membalas uluran tangan Hao Chun .
Sampai,Xin Xin telah sampai didepan pasangan hidup an nya yang akan datang. Tangan kecilnya yang telah digenggam oleh tangan yang lebih besar dari nya.
Hari ini,hari pernikahan sekaligus hari kelahirannya,ralat hari kelahiran Xin Xin asli,bukan dirinya yang hanya jiwa penumpang.
Hah!!!
Semoga Xin Xin asli tak marah jika dirinya menggunakan identitas dan tubuhnya dalam pernikahan ini.
Ayah dan Kakak nya kini telah berada disebelah kanan altar
Menunggu untuk di beri hormat dalam upacara pernikahan .
HOLAAAA I'M BACKKKK ada yg kangen kagak
.maaf gw jarang up soalnya gw pkl atau magang...makanya susah on abis pulang solat trus langsung tidur..makanya jarang bis up..tpi tenang mimin gk bakalan php terlalu lama kok
__ADS_1