
Selesai dengan pertengkaran pagi,xin xin keluar kamar dengan wajah yang ditekuk.
Bagaimana tidak,tadi pagi..salah tadi siang dirinya main dimandikan saja oleh Pria bajingan alias suaminya itu dengan tanpa persetujuannya.
Hah..apalagi setelah mandi dirinya harus mandi ualang karna melayani suaminya yang kelebihan hormon.
Sakit,semua bagian tubuhnya sakit.
Terutama pinggangnya,dirinya seakan akan berubah menjadi oelayan dan mengepel seluruh kediaman sendiri,rasnaya tubuhnya remuk semua.
"Apa masih sakit?". Tanya Hao chun yang duduk didepannya.
Xin xin hanya diam,tak membalas dirinya masih kesal.
Xin xin dan Hao chun sekarang akan jembali menuju kerajaan Hao dan menjakani pengikatan kedua ,dengan meminta restu kedua orang tuannya,orang tua Hao chun tentunya.Alias raja dan permaisuri kerajaan Hao.
Perjalanan yang memang lama membuat Xin Xin kesal setengah mati.
Belum lagi sakit yang tubuhnya terima.
Didalam kereta Xin xin hanya memakan kue bulan yang tersaji,tanpa melihat Hao chun sedikitpun,muka bantal yang terus saja hinggap diwajah Xin Xin membuat Hao Chun menghela nafas pelan.
Ya dirinya sadar itu salahnya,tapi mau bagaimana lagi mareka telah resmi,tak mungkin dirinya menidurkan adiknya sediri sedangkan sekarang dirinya sudah punya sangkar. pikir sendiri apa maksudnya😙
Beranjak sedikit dan duduk disebelah istri kecilnya yang sedari tadi tak pernah dudukd engan benar,xin xins ering bahkan setiap menit selalu memajukan sedikit badanya.
Mungkin untuk meringankan sakit pada pinggangnya.
Hao Chun duduk disebelah xin xin dan mengulurkan tangannya kearah pinggang xin xin dan sedikit memijatnya.
Xin xin hanya membiarkannya,dirinya pun merasakan sedikit pijatan pada pinggangnya,enak.
"A..a.aa ya lebih bawah dikit,dan sedikit keras". Ujar xin xin tanpa sadar.
Hai chun hanya tersenyum tipis dan mengikuti intruksi dari istri nya itu.
"Ahhh ini lebih baik dari sebelumnya". Ujar xin xin lega setelah beberapa menit dipijat Hao Chun.
perjalanan menuju kerajaan hou benar-benar membuat cincin menjadi lelah dan tentunya bosan. sudah hampir 3 hari mereka terus berjalan terus menuju ke dalam hutan perbatasan antara lima kerajaan.
" hah, Kapan perjalanan ini akan berakhir? Aku benar-benar sudah lelah, Aku ingin pergi jalan-jalan, Aku ingin pergi makan tanghulu, Aku ingin makan apel madu,dan juga ayam bakar dengan bumbu pedas,dan juga buah kering yang renyah..apalagi tidur dikasur empuk dengan pijatan tubuh...ohhhh dewa,aku ingin itu cepat terjadiiiii". Keluh kesah Xin xin sepanjang jalan.
Belum lagi semua nama makanan yang bahkan belum diciptakan di jaman itu semua di sebut oleh xin xin karena bosan.
Jika saja dikehidupannya dulu,setidaknya ada persegi empat kesayangannya yang membantu menghilangkan kebosanan,tapi disini?
__ADS_1
Abaikan saja,lupakan apa yang xin xin bicarakan tadi.
Tinggal sisa empat hari tiga malam.
Hah dirinya harus kuat untuk menghadapi lamanya hari dengan membosankan,apalagi Hao Chun atau 'suaminya' itu jarang berada dalam kereta,bahkan dirinya juga lebih banyak memilih menungang kuda dari pada dalam kereta.
Jika kalian pikir itu enak maka kalian salah,rasanya berada dalam kereta kuda sangatlah tak enak dan menyiksa.
Apalagi karena jalanan yang begitu tak rata,akar akar pohon yang membuat guncangan dan juga kerikil maupun batu yang selalu ada membuat Xin Xin menjadi geram karena merasa diombang ambing didalam kereta.
"Cukup,berhenti disini dan buat tenda peristirahatan". Ujar Hao Chun yang pastinya menjadi pemimpin.
Xin Xin hanya memandang malas kearah suaminya itu,datar. Wajahnya tak pernah lebih baik selain datar.
Tapi saat meminta jatah maka wajahnya akan berubah layaknya anak kecil berumur lima tahun yang meminta dibelikan es krim.
"Apa kau lelah?" Tanya Hao Chun pada Xin Xin yang sedari menghela nafas.
Xin Xin melirik Hao Chun sebentar.
"Aku bosan"
"Apa kau mau makan?".
"Aku bosan".
"Aku bosan".
Hah...Hao Chun mendesah.
"Bagaiman jika mandi didekat air terjun,aku dengar disana pemandangannya sangat indah dan ya aku dengar ada be berapa jelmaan yang sering terlihat disana". Tawar Hao Chun.
Xin Xin melirik Hao Chun sebentar lalu berpikir.
Jelmaan? apa itu air terjun tempatnya bertemu dengan para..hmmm ya..begitulah.Kalian pasti tau
Xin Xin mengangguk sebentar,Hao Chun tersenyum kecil,lalu menggandeng tangan Xin Xin dan berjalan mengarah air terjun yang tadi sempat diberi tau oleh salah satu bawahan Hao Chun.
Tak butuh berjalan lama,suara air terjun sudah jelas terdengar,berjalan sedikit menuju rambatan rumput yang sedikit meninggi,dibalik semak semak sudah terlihat air terjun yang sangat indah.
Dan benar saja,itu tempat dimana dirinya bertemu dengan teman teman daru Xiao bi.
"Masih sama". Gumam Xin Xin.
"Apa?". Tanya Hao Chun .
__ADS_1
Xin Xin melirik suaminya,tersenyum kecil sambil menggeleng pelan,lalu berjalan kearah air terjun.
Sedikit mengangkat roknya dan merendam kaki nya di air yang mengalir kecil dari sela sela batu.
"Apa kau suka?".
"Ya,disini sejuk dan indah".
"Bagus lah kau suka".
Sepi,setelah itu mendadak suasana menjadi sedikit sunyi dan canggung.Tak ada kelanjutan dalam pembicaraan mereka yanh masih canggung.
"Apa kau bahagia?". Tanya Hao Chun.
"Menurutmu?".
"Menurutku hubungan kita sedikit canggung bukan?".Balas Hao Chun
"Menurutku bukan canggung,tapi lebih ke belum terbiasa,kita hanya pernah beberapa kali bertemu,tapi rasanya seakan sudah sering bertemu. Lalu terasa seakan ada rasa sakit saat didekatmu,seperti kita sudah ditakdirkan bersama tapi hanya sementara lalu kita terpisahkan lagi oleh waktu dan ruang. Hah aneh kan?". Ujar Xin Xin panjang lebar.
"Aku juga merasakan nya,seakan kita pernah bertemu,tapi mendadak datang rasa sakit yang seakan akan menarik jantung ku langsung dari tubuh,rasanya sangat sakit". Balas Hao Chun.
Xin Xin duduk diatas batu besar dengan Hao Chun yang ikut duduk disebelahnya,Xin Xin mendekat dan menyandarkan kepalanya di lengan Hao Chun ,jangan lupa tinggi Hao Chun sangatlah tinggi,sampai dirinya hanya sebatas dada
"Apa hubungan ini bisa berjalan dengan baik?". Tanya Xin Xin .
Hao Chun juga bingung mau menjawab apa karena dirinya juga masih ada perasaan ragu.
"Entahlah,mungkin akan membaik dan mungkin juga sebaliknya,aku tak tau". Ujar Hao Chun.
Hah..Xin Xin mendesah pelan.
"Jika kau para mentri menginginkan mu menaiki selir maka ambil,tak perlu ingat akan janjimu pada ku". Ujar Xin Xin.
(Menaiki selur itu sama kayak mengangkat selir demi jabatan dna dukungan,bukan naik yang lain y).
Hao Chun melirik Xin Xin yang berada di lengan sebelah kanannya. Lalu menatap kearah air terjun dan menatap kearah langit yang sudah senja.
"Kau telah meminta ku untuk berjanji agar tidak menaiki selir,tapi kenapa sekarang kau menyuruhnya melanggar janji itu?". Tanya Hao Chun.
"Kau tau,didunia ini hal yang paling mudah di lupakan adalah janji dan hati,janji yang kau buat tak akan pernah bertahan lama dan hati...terkadang saat seseorang lebih mempercayai bukti didepan matanya tanpa memikirkan hatinya,makanya itu akan lepas begitu saja". Ujar Xin Xin.
"Tapi bukankah ada bukti berarti sudah benar mareka berbuat salah?". Tanya Hao Chun lagi.
Heh..
__ADS_1
"Kau tau,terkadang bukti bisa dipalsukan tapi hati tidak,jika hatimu ragu dan mengambil jalan yang salah,maka hancur dan kau sendiri yang akan menderita,dan jika kau terlalu mempercayai hati mu kau juga bisa mendapatka. mala petaka. Jadi intinya antara percaya lah pada hatimu,tapi lihatlah dengan benar untuk siapa hatimu agar kau tak salah". Ujar Xin Xin .
..."Memilih tak selalu benar,salah bukan berarti kau harus mundur,berjuang tapi ingat perjuangan yang lain,jika kau lelah istirahatlah sebentar untuk mempersiapkan hatimu agar lebih kuat"....