NAUGHTY EMPRESS

NAUGHTY EMPRESS
IBU MERTUA


__ADS_3

"Jadi ini nona yang telah dipilih oleh putra ku?".


Xin xin menaikan sedikit kepalanya dan menatap permaisuri alias ibu mertuanya,ya,permaisuri lah berbicara.


Apa dirinya tak menyukaimu?. Batin Xin Xin.


"Lancang sekali kau menatap permaisuri dengan tatapan tajam". Ujar kasim Yu,tangan kanan kaisar alias kasim kesukaan kaisar.


"Aku menatap ibu mertuaku bukan sebagai permaisuri maupun ibu negara,apa ada yang salah saat menantu menatap ibu mertuanya?". Balas Xin Xin sambil sebentar melirik kearah kasim Yu.


Hao Chun ? dirinya hanya diam sambil sedikit tersenyum kecil,kucing kecil liarnya sudah tumbuh menjadi kucing berlidah dua,pandai bersilat lidah.


"Mata seorang wanita dapat membunuh seribu pria dalam sekali tatap,pesona yang dimiliki seorang wanita juga terlihat dari matanya,mata mu tajam dan memikat,mungkin atau saja sudah, bisa dipastikan dirimu akan menjadi bagian penting dalam sebuah organisasi mungkin?".


"Suatu organisasi memiliki pemimpin haruslah yang teliti dan cerdik,kekuatan fisik tak perlu dipergunakan terlalu berlebihan,namun otak dan daya tarik bisa digunakan untuk membunuh dalam sekali tarian maut". Balas Xin Xin.


"Umm seperti pemikiran suatu organisasi yang terkenal,pemikiran yang bijak dan kekuatan yang cukup akan layak menjadi pemimpin yang bijak,apa kau sudah memilikinya?". Tanya Permaisuri Hao dengan tegas.


"Pemimpin mungkin harus memiliki kekuatan yang besar,namun jika akal yang tak memadai maka sama saja menghancurkan suatu kerajaan,bukan begitu,ibu mertua?".


"Hahah..oh ayolah anakku,kau membawa seorang istri atau seorang ketua organisasi pembunuh,lidahnya yang tajam dan pemikiran yang luas,memang cocok berada disebelahmu untuk memimpin negara,namun jika hanya pikiran tanpa kekuatan juga sia sia,bukan begitu menantu?".


Xin Xin tersenyum miring.


"Tentu kau sangat benar,akan tetapi kekuatan ku tak begitu besar,akankah seseorang mau melengser posisi ku jika aku lemah dalam hal pertarungan?". Ujar Xin Xin sambil menatap permaisuri dan menaikan sebelah alisnya,seakan menggoda ibu mertuanya.


Permaisuri yang memang terlahir sebagai anggota jendral dan sudah diakui,bahkan dirinya menjadi jendral wanita pertama di daratan china.


Permaisuri merasa tertantang akan menantunya,bukan bagaiman,dirinya tak terlalu menyukai wanita lemah yang hanya bisa merias diri dan menggunakan jalur menjijikan hanya demi mendapatkan posisi.


"Bukankah lebih baik kita sedikit menguji jika menantuku berkehendak".


"Ibu mertua sudah meminta,apakah menantu bisa menolak,bukankah tidak sopan jika sebagai menantu menolak". Balas Xin xin.

__ADS_1


"Umm,Baik..karena kita juga sudah mengetahui sifat dari ibu negara kita ini,aku akan meresmikan tiga pertandingan,apa kalian setuju". Ujar Kaisar Hao sambil memandang istri serta 'Calon menantu'.


Tak perlu heran,Kaisar Hao sudah bisa memastikan ini akan terjadi,bahkan dulu saat dirinya mengangkat selir,tubuhnya hampir semua lebam karena dijadikan samsak tinju,hanya untuk meredakan sakit hati dari istri tercintanya itu.


Bukannya lemah,tapi dirinya sebagai Kaisar harus sedikit mengalah kepada sang pujaan hati,untuk mendapat restu,itupun dirinya mengangkat selir karena mentri nya yang memaksa.


"Baik,Aku terima".


"Akupun menerima tantangan dari mertua ku ".


"Baiklah,seperti biasa,tiga tradisi kita:



Adu dalam hal sastra,menari,melukis,memainkan alat musik,dan juga menyulam,untuk membuktikan keindahan dalam istana.


Dalam hal strategi,strategi ini tentunya strategi dalam peperangan,dalam hal ini kecerdikan dan ketelitian akan diuji.


Persenjataan,Tentunya dalam hal kekuatan fisik,bermain pedang,panah maupun benda tajam lainnya,melatih ketajaman mata dalam mengalahkan musuh,dan mengandalkan kekuatan otot untuk menangkas serangan musuh.



"Diterima".


"Diterima".


Kaisar mengisyaratkan tangannya untuk memberi tau sesuatu kepada kasim Yu,Kasim Yu yang mengerti segera menundukan sedikit badanya.


Entah aoa yang kaisar bisikan kepada Kasim Yu,namuns etelah selesai,kasim Yu hanya menampakan senyum kecil sebelum memberi tau sesuatu.


"Pertandingan akan diadakan dua hari kedepan,untuk putra mahkota dan putri mahkota dipersilahkan untuk kembali ke kediaman Naga untuk beristirahat,dan untuk putri mahkota kediaman mu akan segera dibersihkan bersebelahan dengan kediaman Naga". ujar Kasim Yu panjang lebar.


"Titah diterima,terima kasih kaisar dna permaisuri,Aku dan Xiǎo xīn akan kembali kekediaman Naga". Ujar Hao Chun sambil memberi penghormatan berbarengan dengan Xin Xin.

__ADS_1


Berjalan keluar Aula,Xin Xin ikut bersama Hao Chun ke kediamannya,yakni kediaman Naga,dan nantinya yang dirinya tau kediamannya akan diberi nama kediaman phoenix,Alisa simbol dari dirinya yakni pendamping Naga,atau keturunan Kaisar yang akan menaiki tahta.


^°^


"Kenapa kau sangat suka bermain dengan menantu baru kita hemmmnn?".


"Kurasa dia lucu dan suka akan tantangan,apa kau lupa saat dirinya berada di kerajaan kita,kau sering memperhatikan gerak geriknya,dirinya tak suka berkumpul bersama nona nona kediaman mentri maupun putri lainnya


Dia malah memilih kelapangan untuk berlatih pedang,dan aku menyukai dirinya,hahh padahal aku akan meminta dirinya menjadi menantumu saat putra mu itu tak kunjung menikah ,dan apa yang terjadi,dirinya pulang dengan membawa menantu idaman ku,tapi tak mudah untuk duduk di kursi kebesaran ini,apalagi berada disebelah suaminya nanti yang adalah calon kaisar kedepannya.


Jadi aku akan menguji kemampuannya,bukankah itu bagus juga untuk kerajaan mu mendatang kaisar ku". Ujar Permaisuri sambil tersenyum manis.


Umm inilah yang kaisar suka dari wanita disebelahnya itu,dirinya tak mau jika ada keslaahan,walau dirinya menyukai menantunya,namun Ia tak mau jika calon menantunya akan semena mena dengan kekuasaan nya kelak,menduduki kursi kekaisaran tak lah mudah seperti anggapan dan pemikiran orang diluar,banyak nya persaingan untuk merebut kursi yang diimpi impikan semua orang.


Namun,karena banyak diimpikan,maka akan banyak juga darah dan nyawa yang terbuang hanya untuk membantu satu orang duduk diatas singgasana.


"Bauk lah terserah saja padamu, tapi ingat untuk batasan, aku sendiri yang akan membuat persyaratan agar tak ada yang terluka,dan kau lihat putra mu itu,sepertinya dirinya sudah tergila gila dengan istrinya". Ujar kaisar Hao.


"Bukankah kalian sama,kau dulu pun begitu".


"Iya permaisuri ku,aku pun dulu sama seperti putra mu sekarang,mengejar gadis yang sama sekali tak mirip seperti gadis lainnya,berkeliaran kehutan untuk berburu,berlatih pedang dan memanah,bahkan menghidangkan teh saja kau masih salah dulu saat aku datang ke kediaman mu untuk melamar". Bisa Kaisar.


Permaisuri yang mendengar langsung saja mendelikan mata nya kearah kaisar yang berada disebelahnya lalu memukul dada suaminya itu.


"Aoa kau tak bisa melupakan kejadian itu? kau selalu saja mengingatkan aku akan kejadian memalukan saat aku berada dikediaman ku dulu". Ujar permaisuri sedikit marah .


"Ehmmm kaisar,permaisuri,aku mohon maaf ,tapi kita masih berada di aula untuk membahas tentang bencana yang membuat warga harus mengungsi kedesa sebelah". Sela Kasim Yu.


Kaisar dan permaisuri langsung menatap kedepan dimana para utusan rakyat beserta mentri berkumpul sambil menundukkan wajahnya.


"Uhmmm,,Kasim silahkan melanjutkan keluh kesah rakyat". Deham Kaisar,lalu kembali seprti semua,wajahnya menjadi datar dan berkharisma.


"Jangan hanya melihat dari luar saat seseorang berbicara jahat,karena saat lidahnya mengeluarkan racun,bisa jadi racun itu yang malah membantumu untuk sehat,karna pada dasarnya,racun bisa disembuhkan bukan hanya dengan obat saja,namun racun juga bisa menyembuhkan racun lainnya"

__ADS_1


...IRA^°^...


__ADS_2