NAUGHTY EMPRESS

NAUGHTY EMPRESS
AKHIR DARI LAMARAN


__ADS_3

" Besok pagi aku akan memberikan jawaban dari lamaranmu,aku juga masih harus memikirkannya". ujar xin xin lalu pergi meninggalkan Aula untuk kembali ke kamarnya beristirahat.


^••^^••^••^••^••^••^••^••^••^


pagi telah tiba sekarang waktunya bagi Xin xin untuk memberikan jawabannya kepada Hao chun yang melamarnya kemarin malam.


Dirinya bingung ,umurnya masih 16 tahun dan lamaran Oh Astaga Yang benar saja dan apa kemarin dijanjikan ,menjadi permaisuri?. sungguh susah dibayangkan, kalian Bayangkan saja umur 16 tahun dimasakin itu masih sebatas kelas 3 SMP mungkin atau kelas 1 SMA. Dan sekarang dirinya disuruh menikah dan menjadi pendamping seorang pemuda berumur 20 an.


" Permisi Nona nubi membawakan pakaian untuk nona kenakan hari ini ini".Ujar ning mei. Dengan beberapa pelayan pilihannya juga,yang telah siap,ada yang membawa baskom untuk cuci muka dan ada yang membawa hanfu di tangannya.


Ingin rasanya Xin Xin berteriak,ini masih pagi,dan juga dirinya belum menentukan apa jawaban yang akan diberikannya pada hao Chun.


Xin Xin berjalan dengan lesu menuju meja rias miliknya,ning mei dan pelayan lainnya menyiapkan dan menghiasi nina mereka dengan cantik.


Berita mengenai lamaran untuk keluarga besar Li bahkan sudah tersebar luas. Bahkan pihak kerajaan Wei datang hari ini untuk menjadi tamu undangan,sekaligus mencari muka.


Xin Xin yang telah bersiap diri dengan hantu hijau mida serta beberapa hiasan kecil di kepala nya. dirinya memang sengaja menyuruh agar tidak terlalu berlebihan.


Ning mei,melihat no nanya dengan kasih sayang. Seandainya nyonya ada pasti dirinya lah yang paling heboh mempersiapkan pernikahan putrinya.


"Kenapa?".Tanya Xin Xin.


Ning mei menggeleng pelan.


"Tidak ada nona,nubi hanya memikirkan sesuatu yang tak penting". Ujar ning mei menjaga hati nonanya


Xin xin selesai dihias berjalan keluar kamarnya dirinya beserta beberapa pelayan di belakang berjalan menuju Aula tempat di mana ayah serta kakaknya dan tentunya apa Hao Chun yang menunggu.


dengan wajah yang biasa tidak datar dan juga tidak tersenyum Xin xin memasuki ruangan dimana Sudah berkumpul Ayah kakaknya beserta hao cun dan beberapa menteri untuk membahas mengenai lamaran dari putra mahkota kerajaan terkuat.


Xin xin berjalan dan duduk di sebelah ayahnya seperti halnya kakaknya yang berdiri disebelah kanan ayahnya Xin Xin duduk dengan Anggun dan berwibawa matanya tak lepas memandang ke segala arah lalu berhenti saat tak sengaja bertabrakan dengan mata tajam milik hao Chun


Xin xin masih terdiam walaupun seluruh orang yang berada di dalam ruangan menatapnya Mungkin terdiam karena bingung akan menjawab apa jika ia menjawab iya maka dirinya tentunya akan menjadi permaisuri dan itu terdengar sangat menggiurkan.


Namun bagi Xin Xin itu adalah derita,karna menjadi permaisuri sama dengan menjadi sekertaris bos. Hao Chun yang menjabat menjadi raja adalah bos dan dirinya tentunya tangan kanan yang banyak memiliki tugas.


Hah jika banyak yang berpikir menjadi ratu itu enak maka orang tersebut harus berpikir ulang sebanyak 1000x.


Dirinya memang berasal dari masa depan dan belum pernah mengalami yang namanya menjadi ratu maupun permaisuri. Namun dirinya sudah m͓̽e͓̽n͓̽j͓̽a͓̽b͓̽a͓̽t͓̽ m͓̽e͓̽n͓̽j͓̽a͓̽d͓̽i͓̽ c͓̽e͓̽o͓̽ m͓̽u͓̽d͓̽a͓̽ d͓̽a͓̽n͓̽ m͓̽e͓̽n͓̽g͓̽e͓̽r͓̽t͓̽i͓̽ k͓̽e͓̽r͓̽a͓̽s͓̽n͓̽y͓̽a͓̽ d͓̽u͓̽n͓̽i͓̽a͓̽ p͓̽e͓̽r͓̽b͓̽i͓̽s͓̽n͓̽i͓̽s͓̽a͓̽n͓̽.


t͓̽a͓̽k͓̽ a͓̽k͓̽a͓̽n͓̽ a͓̽d͓̽a͓̽ b͓̽e͓̽d͓̽a͓̽n͓̽y͓̽a͓̽ m͓̽e͓̽n͓̽j͓̽a͓̽d͓̽i͓̽ p͓̽e͓̽r͓̽m͓̽a͓̽i͓̽s͓̽u͓̽r͓̽i͓̽ m͓̽a͓̽u͓̽p͓̽u͓̽n͓̽ p͓͓̽̽e͓͓̽̽m͓͓̽̽i͓͓̽̽m͓͓̽̽p͓͓̽̽i͓͓̽̽n͓͓̽̽. k͓̽e͓̽d͓̽u͓̽a͓̽n͓̽y͓̽a͓̽ a͓̽k͓̽a͓̽ b͓̽e͓̽k͓̽e͓̽r͓̽j͓̽a͓̽ k͓̽e͓̽r͓̽a͓̽s͓̽ d͓̽a͓̽n͓̽ p͓̽a͓̽s͓̽t͓̽i͓̽n͓̽y͓̽a͓̽ d͓̽i͓̽d͓̽e͓̽k͓̽a͓̽t͓̽i͓̽ o͓̽l͓̽e͓̽h͓̽ b͓̽a͓̽n͓̽y͓̽a͓̽k͓̽ l͓̽i͓̽n͓̽t͓̽a͓̽h͓̽ m͓̽a͓̽u͓̽p͓̽u͓̽n͓̽ p͓̽e͓̽n͓̽j͓̽i͓̽l͓̽a͓̽t͓̽ u͓̽n͓̽t͓̽u͓̽k͓̽ k͓̽e͓̽d͓̽u͓̽d͓̽u͓̽k͓̽a͓̽n͓̽ d͓̽a͓̽n͓̽ k͓̽e͓̽k͓̽u͓̽a͓̽s͓̽a͓̽a͓̽n͓̽.

__ADS_1


d͓̽a͓̽n͓̽ p͓̽a͓̽s͓̽t͓̽i͓̽n͓̽y͓̽a͓̽ b͓̽a͓̽n͓̽y͓̽a͓̽k͓̽ h͓̽a͓̽m͓̽b͓̽a͓̽t͓̽a͓̽n͓̽ d͓̽a͓̽r͓̽i͓̽ m͓̽u͓̽s͓̽u͓̽h͓̽,k͓̽a͓̽r͓̽e͓̽n͓̽a͓̽ k͓̽e͓̽d͓̽u͓̽d͓̽u͓̽k͓̽a͓̽n͓̽ y͓̽a͓̽n͓̽g͓̽ t͓̽i͓̽n͓̽g͓̽g͓̽i͓̽ j͓̽u͓̽g͓̽a͓̽ m͓̽e͓̽m͓̽b͓̽u͓̽t͓̽u͓̽h͓̽k͓̽a͓̽n͓̽ p͓̽e͓̽r͓̽j͓̽u͓̽a͓̽n͓̽g͓̽a͓̽n͓̽ y͓̽a͓̽n͓̽g͓̽ k͓̽e͓̽r͓̽a͓̽s͓̽.


d͓̽i͓̽r͓̽i͓̽n͓̽y͓̽a͓̽ t͓̽a͓̽k͓̽ i͓̽n͓̽g͓̽i͓̽n͓̽ i͓̽k͓̽u͓̽t͓̽ c͓̽p͓̽u͓̽r͓̽ d͓̽a͓̽l͓̽a͓̽m͓̽ p͓̽o͓̽l͓̽i͓̽t͓̽i͓̽k͓̽,d͓̽i͓̽ k͓̽e͓̽h͓̽i͓̽d͓̽u͓̽p͓̽a͓̽n͓̽ n͓̽y͓̽a͓̽ y͓̽a͓̽n͓̽g͓̽ l͓̽a͓̽l͓̽u͓̽ d͓̽i͓̽r͓̽i͓̽n͓̽y͓̽a͓̽ p͓̽a͓̽l͓̽i͓̽n͓̽g͓̽ m͓̽e͓̽n͓̽g͓̽h͓̽i͓̽n͓̽d͓̽a͓̽r͓̽ d͓̽a͓̽r͓̽i͓̽ y͓̽a͓̽n͓̽g͓̽ n͓̽a͓̽n͓̽y͓̽a͓̽ p͓̽o͓̽l͓̽i͓̽t͓̽i͓̽k͓̽..p͓̽a͓̽l͓̽i͓̽n͓̽g͓̽ p͓̽a͓̽l͓̽i͓̽n͓̽g͓̽ d͓̽i͓̽r͓̽i͓̽n͓̽y͓̽a͓̽ a͓̽k͓̽a͓̽n͓̽ m͓̽e͓̽n͓̽y͓̽u͓̽r͓̽u͓̽h͓̽ a͓̽l͓̽e͓̽x͓̽ u͓̽n͓̽t͓̽u͓̽k͓̽ m͓̽e͓̽n͓̽g͓̽e͓̽r͓̽j͓̽a͓̽k͓̽a͓̽n͓̽ t͓̽u͓̽g͓̽a͓̽s͓̽ y͓̽a͓̽n͓̽g͓̽ b͓̽e͓̽r͓̽h͓̽u͓̽b͓̽u͓̽n͓̽g͓̽ p͓̽o͓̽l͓̽i͓̽t͓̽i͓̽k͓̽.


k͓̽e͓̽h͓̽i͓̽d͓̽u͓̽p͓̽a͓̽n͓̽ p͓̽o͓̽l͓̽i͓̽t͓̽i͓̽k͓̽ s͓̽a͓̽n͓̽g͓̽a͓̽t͓̽l͓̽a͓̽h͓ kejam,d͓̽i͓̽r͓̽i͓̽n͓̽y͓̽a͓̽ a͓̽k͓̽u͓̽i͓̽ m͓̽e͓mang s͓̽e͓̽o͓̽r͓̽a͓̽n͓̽g͓̽ p͓̽e͓̽m͓̽b͓̽u͓̽n͓̽u͓̽h͓̽,n͓̽a͓̽m͓̽u͓̽n͓̽ k͓̽e͓̽h͓̽i͓̽d͓̽u͓̽p͓̽a͓̽n͓̽ p͓̽o͓̽l͓̽i͓̽t͓̽i͓̽k͓̽ l͓̽e͓̽b͓̽i͓̽h͓̽ m͓̽e͓̽n͓̽y͓̽e͓̽r͓̽a͓̽m͓̽k͓̽a͓̽n͓̽,k͓̽a͓̽r͓̽n͓̽a͓̽ k͓̽e͓̽l͓̽u͓̽a͓̽r͓̽g͓̽a͓̽ s͓̽e͓̽n͓̽d͓̽i͓̽r͓̽i͓̽ b͓̽a͓̽h͓̽k͓̽a͓̽n͓̽ a͓̽k͓̽a͓̽n͓̽ d͓͓̽̽i͓͓̽̽j͓̽a͓̽d͓̽i͓̽k͓̽a͓̽n͓̽ m͓̽u͓̽s͓̽u͓̽h͓̽ j͓̽i͓̽k͓̽a͓̽ m͓̽e͓̽n͓̽g͓̽h͓̽a͓̽m͓̽b͓̽a͓̽t͓̽ k͓̽e͓̽s͓̽u͓̽k͓̽s͓̽e͓̽s͓̽a͓̽n͓̽.


x͓̽i͓̽n͓̽ x͓͓̽̽i͓͓̽̽n͓̽ d͓̽i͓̽a͓̽m͓̽ d͓̽e͓̽n͓̽g͓̽a͓̽n͓̽ s͓̽e͓̽r͓̽i͓̽b͓̽u͓̽ b͓̽a͓̽h͓̽a͓̽s͓̽a͓̽,o͓̽t͓̽a͓̽k͓̽n͓̽y͓̽a͓̽ h͓̽a͓̽n͓̽y͓̽a͓̽ m͓̽e͓̽m͓̽i͓̽k͓̽i͓̽r͓̽k͓̽a͓̽n͓̽ b͓̽e͓̽t͓̽a͓̽p͓̽a͓̽ k͓̽e͓̽j͓̽a͓̽m͓̽n͓̽y͓̽a͓̽ k͓̽e͓̽h͓̽i͓̽d͓̽u͓̽p͓̽a͓̽n͓̽ n͓̽y͓̽a͓̽ y͓̽a͓̽n͓̽g͓̽ l͓̽a͓̽l͓̽u͓̽.


Ehhmm


de͓̽h͓̽a͓̽m͓̽a͓̽n͓̽ h͓Ha͓̽o͓̽ c͓̽h͓̽u͓̽n͓̽ m͓̽e͓̽m͓̽b͓̽awa Xin Xin kembali sadar. Dirinya menatap Hao Chun yang berada di depannya dengan pandangan yang rumit.


"Apa seorang permaisuri dibiarkan mengambil alih politik dan strategi dalam perang?". Ucap Xin Xin setelah sekian lama membisu.


Semua yang berada disana menatap Xin Xin aneh dan ngeri. Bagaimana bisa seorang nona muda mempertanyakan pertanyaan yang sudah pasti jawabanya.Tidak.


"Tentu saja boleh". Ujar Hao Chun tanpa pikir panjang dan dengan tenang.


"PUTRA MAHKOTA". Teriak semua orang yang berada di aula.Aula yang berisi kan raja beserta antek anteknya yang lain.


Semua menatap kearah putra mahkota dengan terjut,bagaimana bisa seorang wanita ikut campur dalam masalah politik dan strategi dalam perang.


Putra mahkota atau Hao Chun masih diam dengan mata masih menatap kearah Xin Xin yang juga masih mengunci tatapan Hao Chun


"Jadi hadiah lamaran apa saja yang kau bawa'calon ku'". Ujar Xin Xin sambil terus tersenyum.


Kini giliran Hao Chun yang tersenyum,hanya senyuman kecil yang tak sampai membuat garis diwajahnya.


"Tentu saja barang yang sangat kau sukai.Hanfu pernikahan,perhiasan,alat rias,wewangian,dan beberapa set pedang dengan ukiran indah tentunya". Ujar Hao Chun santai.


Semua kembali melebarkan matanya.Senjata? yang benar saja,adakah seorang calon suami yang memberikan mahar pedang untuk calon istrinya?


Oh salah sudah ada,putra mahkota mareka yang dengan santai nya mengucapkan kata kata seakan akan itu hal biasa.


Xin Xin mengangguk puas lalu,semua berjalan sesuai rencana. Pernikahan akan diadakan dua bulan setelah perayaan naga api. Lebih tepatnya,saat Xin Xin berumur 17 tahun.


Yap saat perayaan ulang tahun Xin xin. Dirinya memang berniat merayakan hari ulang tahun nona Xin Xin asli bersamaan dengan pernikahan nya.


Xin Xin dari masa depan berbeda bulan perayaan dengan Xin Xin asli,Xin Xin zaman kuno.


Jika Xin Xin asli bulan kedua selepas perayaan naga api.Februari.

__ADS_1


Maka dirimu Xin Xin dari masa depan lahir pada bulan ke enam,juni.


Ya anggap saja Xin Xin merubah hari lahir ditambah membalas jasa karna jiwanya bisa singgah dalam raga Xin Xin kuno.


Semuanya berjalan seiring waktu, banyak yang datang ke kediaman jendral besar Li. Ada yang sebatas mengantar hadiah,ada juga yang sekedar memberikan basa basi.


Dan sudah dipastikan Xin Xin tak ikut dalam perkumpulan tamu karna tentu saja dirinya malas mendengar beberapa penjilat yang berusaha menjalin hubungan dengan keluarganya.


Hah.. sekali lagi,hembusan kasar keluar dari mulut kecil itu lagi.


Xin Xin. entah sudah berapa kali dirinya menghembuskan nafas kesal,sejak pagi kediamannya selalu dikunjungi oleh penjilat.


Bosan? Jangan tanya lagi


Kesal? Apalagi itu


Lelah? Sudah pasti


Hei walaupun dirinya akan menikah namun tanggung jawabnya akan berbagai usaha dan organisasinya tetap berjalan.


Ya atau lagi sebentar akan jatuh ke tangan ning mei. Ya pelayan kecilnya itu. Dirinya sudah yakin akan perpindahan tangan atau pindah nya saham ke tangan pelayan kecilnya itu.


Namun tentu saja satu orang dari setiap kelompok dalam organisasinya berhak ikut dalam urusan saham nya.


Walau mereka menolak,namun Xin Xin menyuruh mereka untuk menganggap itu hadiah pernikahan nya..ya sama seperti kehidupannya dulu.


Dimana dirinya memang pemegang saham terbesar,namun tentu saja dirinya tak sendiri,masih ada bawahan bawahan yang memegang saham nya walau terbagi.


Saat ini pun sama,walau Xin Xin pemegang segala jenis usaha dan organisasi. namun dirimu akan berpindah ketempat baru,dimana tugasnya juga akan berbeda.


Maka dari itu dirinya akan membagi semua tugas pada ketua setiap anggota dalam organisasi dan untuk pemegang terbesar kedua atau wali nya tentu saja ning mei.


Xin Xin sengaja tak menjadikan ning mei termasuk maharnya,karena bagaiman pun ning mei harus membantu nya di wilayah WEI.


.


.


.


HOLA..LAMA GK KETEMU..HUAAA MAAF MIMIN GK UP LAMA BANGET..

__ADS_1


soalnya mimin juga lagi sibuk,pagi sampek sore pkl..trus malemnya lanjut kerja..jadi capek banget..makanya lama banget gk up.. maaf banget y..


__ADS_2