NAUGHTY EMPRESS

NAUGHTY EMPRESS
Kekesalan xin xin


__ADS_3

Malam ini xin xin terus berpikir didalam kamar yang disediakan oleh pihak kerajaan.


Kelompok mareka telah pulang kembali kekerajaan tadi sore. Tepat saat itu pula harumi dan rombongannya pergi dan mengucapkan terima kasih.


Harumi dan xin xin tentunya berpelukan sebentar untuk melepas persahaban mareka yang dipisahkan jarak.


Hah..xin xin mendesah. Ia ingin sekali kembali kekediamannya dikerajaan wei dan hidup tenang dengan orang tua dan kakaknya.


Tapi ia seperti memiliki firasat bahwa ketenangan nya akan berakhir. Xin xin takut untuk tidur. Xin xin takut ia akan mendapatkan mimpi aneh itu lagi.


Dimana didalam mimpi itu pastinya ia akan menangis sambil memangku kepala seorang pemuda ,namun sayang wajah pemuda itu selalu buram.


Xin xin pusing dengan apa yang ia alami. Lama kelamaan xin xin akhirnya tertidur sendiri.


Pagi harinya. Xin xin bangun dengan mata bengkak seakan menangis semalaman.


"Astaga... apa yang kau lakukan kemarin malam hah..kenapa matamu bisa bengkak seperti ini??". Tanya huangzhen yang keheranan.


"Kenapa matamu bisa seperti itu hah??". Tanya li jang wan.


"Entahlah aku pun tak tau..tapi intinya aku tak bisa tidur nyenyak kemarin malam". Jelas xin xin kepada yang lain.


"Hmm baik lah ayo kita pergi meruang makan kerajaann... Kaisar Hao mengundang kita untuk makan pagi bersama". Jelas Huangzhen.


Xin xin tanpa minat berjalan mengikuti kakak dan ayahnya. Setelah beberapa saat mareka sampai didepan pintu kayu yang diukir sedemikian rupa.


Xin xin diam disebelah kakaknya. Lalu kasim yang berada disebelah pintu mengumumkan keberadaan mareka.

__ADS_1


Xin xin menatap tajam kearah kasim yang berdiri tepat disebelah pintu dan tepat disebalh kanannya.


"Arghhh emang ya orang jaman dulu kagak ada ahlak..udah liat ada gue disebelah kagak bisa apa teriak disebelah lain..mesti banget ditelingan gue". Batin xin xin.


Sedangkan kasim. Hanya bisa menunduk saat merasakan tatapan tajam milik xin xin.


Tanpa basa basi xin xin masuk dan tanpa salam apa pun langsung duduk dibangku yang kosong.


"Hah sungguh kelakuan nona muda yang patut ditiru". Sindir Hao fei. Putri pertama kerajaan Hao.


Terkenal akan kecantikannya namun sombong. Selalu merasa dirinya yang tercantik dan terhebat.


Xin xin hanya melirik tajam lalu kembali menatap kearah meja makan didepannya dan mengambil satu kue kacang hijau dan memakannya.


"Ohh iya 'dia' kan memang tak memiliki seorang "mama" yang bisa mengajarkan sopan santun seorang gadis bangsawan dan apalagi ibunya yang hanya bisa diam tak berkutik". Hina Hao fei lagi.


Senyap...sunyi..


Suasana mendadak sepi..sangat sangat sepi. Seakan tak ada manusia disana. Hawa dingin dan pembunuh mengelilingi satu ruangan.


Bahkan sang raja kita Raja Haongli pun hanya bisa terdiam dan menunduk sama seperti yang lain.


Brakk!!


Meja makan yang terbuat dari kayu jati pilihan yang pastinya sangat kuat dan berkualitas tinggi. Kini terukir sebuat retakan yang disebabkan oleh tangan kecil dan halus milik xin xin.


Cangki emas berisi air yang awalnya ingin diminum kini hancur dalam genggaman xin xin.

__ADS_1


Beberapa pangeran dan putri kerajaan Wei maupun Hao kini menegug ludah mareka.


Keringat dingin telah membasahi tubuh mareka. Apalagi saat hawa  pembunuh semakin kuat.


Xin xin menolehkan kepalanya kearah Hao fei dan dengan wajah santai disertai senyuman kecil membuatnya terlihat biasa saja. Tapi hawa yang dikeluarkan xin xin berbeda 1000× lipat dari wajahnya.


Xin xin mengambil pisau pengupas buat dan memainkannya dengan tangan kanannya. Terkadang melemparnya keatas dan kembali menangkapnya hanya dengan dua jari.


Lalu wajah xin xin menjadi datar dan langsung melempar pisau dari tangannya kearah Putri Hao fei.


"Arhhgghh".


TAK!!


Semua menatap nanar kearah Hao fey. Dimana kini sanggul rambutnya terlepas karena pisau yang xin xin lempar. Sedangkan pisau itu??.


Pisau itu menancap dipintu utama ruangan tersebut. Semua bernafas pelan. Bahkan suara nafas mareka tak bisa didengar.


Xin xin dengan acuhnya makan makanannya dengan cepat. Setelahnya xin xin mengambil satu buah apel dan langsung mengigit nya dan pergi dari ruangan makan teesebut.


Membiarkan semua orang disana diam membatu. Xin xin berjalan dengan santai. Seakan tak pernah terjadi apa apa.


Setelah sampai didepan pintu. Xin xin mencabut pisau yang tertancap disana dan kembali melemparnya.


Dan hap!!


Pisau tersebut menancap dimangkuk buah dan pas tertancap dibuat semangka.

__ADS_1


Xin xin melambai kan tangan kanannya dan pergi dari sana.


__ADS_2