NAUGHTY EMPRESS

NAUGHTY EMPRESS
LAMARAN 2


__ADS_3

Sang Liang memegang dadanya yang berdetak kencang,baru saja dirinya keluar dari kamar Putri mahkota sambil tersenyum senyun.


'Apa ini?' Batinnya.


"Ahh...ha..hahah ..huhhhh..haha dadaku sesak,rasanya seperti diriku akan terbang bersama burung". Teriak Sang Liang smabil tersneyum dan terus berbicara sendiri.


Disudut ibu kota terdapat sebuah kedai yang besar,kedai yang paling bagus dikota Gu Sha.


#Gu sha ibu kota kerajaan Hao.


Di lantai paling tinggi,dua orang pemuda sednag meminum teh nya dengan tenang,sambil memainkan permainan Go.


#Permainan Go atau catur china hitam putih.


"Bagai mana peekembangan dikerajaan?". Tanya si pemegang bidik hitam. Pemuda yang menggunakan hanfu hijau muda.


"Kau yak perlu mengetahui terlalu jauh pangeran ke dua,Dirmu hanya butuh diam dan bersantai. Ikuti semua alur permainan maka kau akan menjadi raja nya". Ujar si pemegang Bidik putih sambil menaruh biji bidik nya di atas papan.


" Dirimu menang sekali lagi. Sama seperti bidik papan catur ini,kau hanya perlu diam lalu aku yang berjalan,pada akhirnya kau akan menjadi pemenangnya dan aku mendapatkan apa yang ku butuhkan". Ujar si pemuda berhanfu kuning cerah,sipemegang hidik putih.


pangeran ke kedua tersenyum miring.


"Kau tau,aku memilihmu menjadi sekutu karna hanya kau yang laling tersakiti,tapi kenapa dirimu tak ingi. mengambil alih tahta kerajaan? bukankah aku juga harus mewaspadai jika tiba tiba kau berbelom melawan arus". Ujar pangeran kedua.


"Kau tenang saja,aku tak haus akan tahta yang aku butuhkan hanya wanitaku yang diambil disalam kerjaaan". Ujar nya,si hanfu kuning.


"Ohh kau sungguh malang,tersakiti dan wanita mu diambil oleh putra mahkota". Ejek pangeran ke dua.


"Aku akan pergi sekarang,menyiapkan pertempuran yang sesungguhnya,kau bersiaplah". Ujarnya lalu pergi meninggalkan pangerna ke dua yang masih dengan santai meminum teh nya.


Ying shen atau bisa disebut Pangeran Hao Ying Shen putra ke dua dari kerjaan Hao.


"Aku akan memainkan permainan yang kau mau,tapi diriku akan bermain bukan hanya menjadi bidak dalam papan,aku juga akan bermain sebagai pengendali". Ujar Pangeran Ying Shen. Lalu pergi kembali keistana.


Kerajaan.


Seluruh kerajaan masih dihiasin dengan hiasan yang mewah,kalau dulu dihiasi karna oenyambutan selir namun sekarnag kerajaan dihiasi untuk penyambutan pangerna ke dua yang kembali dari perjalanan jauh menuju timur.


Pergi menjelajahi daerah timur untuk melihat perkembangan dna pertanian disetiap daerah bagian luar.

__ADS_1


**


Xin xin yang berdiam diri didalam kamarnya hanya duduk santai,sesekali keluar berdiam dihalaman nya yang berisi tanaman bunga,nakun tak ada yang tau tanaman hungan yang indah diperkarnagan Putri Mahkota mareka ternyata bungan yang beracun. Ingah namun mematikan,jika ditangan yang benar maka racun akan berefek dengan benar.


Berdiam dikamar membuat jenuh Xin Xin keluar berjalan menuju halaman bunganya,duduk di bawah pohon dengan santai,smabil dilayani oleh Sisi Huangli ,Liu Liu dan Xiao Bi. Lai kembar dan Yo fang sednag pergi kemarkas untuk membantu mencari informasi mengenai pemberontakan yang dilakukan kerajaan Wei yang bahkan masih sampai sekarang.


Sisi Huangli menuangkan teh dicangkir dan memberikannya kepada Xin xin,meminum sedikit lalu menaruhnya,Xin Xin melirik Sisi Huangli diselahnya.


"Sisi,Kau tau tadi tuan muda Sang Liang kekamarku untuk membicarakn apa?". Tanya Xin Xin mencari topik.


"Sisi tidka tau,karna sisi dan saudri lainnya berada diluar". Ujar Sisi Polos.


Xin Xin tersenyim kecil.


"Bagaimana jika kau berpisah dari saudara mu yang lain?". Tanya Xin Xin tiba tiba.


Sisi Huangli menatap Xin Xin dengn pandangan bertanya.


"Jika Sisi harus lergi karena suatu alasan yang jelas maka Sisi siap,jika Sisidiusir dengan alasan tidak jelas maka Sisi akan memberontak". Jawab Sisi Huangli penuh keyakinan.


"Liu Liu kemari".


"Oh ayolah hanya ada kita ber empat disini sekarang,tak perlu terlalu formal,kemari duduk disini". Ujar Xin Xin.


"Sisi aku akan berbicara jujur,kau telah dilamar oleh tuan muda Sang Liang".


Sisi Huangli hanya diam menatap sedangkan Liu Liu,matanya hampir keluar skaing melototnya.


"Nona,kau serius,kau tidak sedang bercanda kan? Sisi dialamar". Liu Liu terkejut.


Xin xin mengangguki pertanyaan Liu Liu.


Xiao Bi ? dirinya hanya diam tak berkutik.


"Aku memberi kan nya izin untuk melamarmu,namun dnehan syarat kau juga harus menyetujuinya,aku tak akan membiarkan mu menikah dnegan sembarang orang". Uajr nya sambil menatap Sisi Huangli yang masih diam.Sambil Menggeggam tangan Sisi Huangli.


Tiba tiba wajah Sisi memerah matanya berkaca kaca.


Xin Xin yang melihat pun segera melepas kan tangannya dari Sisi Huangli.

__ADS_1


"Hey kenapa? apa aku salah mengambil tindakan,atau kau mau aku batalkan izin ku kepada si Sang Liang,tenang jika kau tidak suka akan ku kebiri manusia itu". Ujar Xin Xin smabil mengepalkan tangannya.


Sisi Huangli memegang kepalan tangan Xin Xin,wajahnya memerah sambil mengangguk.


Seutas senyum malu malu terbit dari bibir kecil milik Sisi,Xin Xin yang melihat hanya melongo.


"Kau...setuju?".


Sisi Huangli memgangguk pelan,wajahnya benar benar merah.


"Wahh,,benar benar kejutan yang hebat..aku pikir kau akan kabur karna aku mengijin kan bajingan itu untuk menikahimu,tapi ternyata...hah sungguh tak terduga". Desah Xin Xin.


"Baiklah,waktunya berpesta..ohh jangan lupa Adih ipar ku akan kembali setelah slpejalanan ke timur,Ayo siap siap..dan juga kau akan melihat calon mu diperta nanti". Goda Xin Xin,wajah Sisi Huangli merah padam.


"Nona". Kelur Sisi Huangli. Xin Xin tertawa lalu pergi.


..........


Acara yang ditunggu tunggu tiba,sebenarnya hanya mentri penjilat yang menunggu sednagkan Xin Xin hanya hadir untuk memamerkan wajahnya saja.


Diam diruangan yang penuh dengan mentri bersaam seluruh keluarga mareka,para putri dan nona nona bangsawan yang duduk anggun dalam satu kelompok.


Sedangkan Xin Xin duduk dikursi putri mahkota dengan santai memakan cemilan yang tersaji diatas meja.


Satu persatumentri maupun perwakilan rakyat datang dan memenuhi aula,pesta lenyambutan Putra ke dua dari kaisar Hao berlangsung begitu mewah.


Tapi jujur Xin Xin merasa ada yang janggal,yang dirinya tau di kerajaan Hao memiliki Tiga pangeran dengan empat putri. Tapi kenapa hanya putra ke 3 atau pangerna ke tiga yang dirinya tak pernah lihat.


"Xiao Bi apa kau sudah memanggil Ning Mei kemari?" Tany Xin Xin.


"Xiao Bi menjawab Putri Mahkota,Ning Mei sudah dipanggil keistana namun ada beberapa masalah di markas,karena pemberontakan yang melibatkan banyak anggota untuk mencari informasi..Banyak dari mareka juga yang luka karena penyerangan dari kelompok hitam yang belum bisa di ketahui". Jawab Xiao Bi pelan.


"Baiklah..terus awasi pergerakan dari lawan yang bahkan kita tidak tau siap tuannya".Ujar Xin Xin kesal.


"Kaisar Hao memasuki ruangan"


"Permaisuri memasuki Ruangan"


"Selir beserta Putra dan putri kerajaan Hao memasuki ruangan"

__ADS_1


Teriak kasim didelan pintu ruang aula.


__ADS_2