NAUGHTY EMPRESS

NAUGHTY EMPRESS
PERAYAAN


__ADS_3

Satu persatu anggota keluarga kerajaan datang,hingga yang terakhir nama snaga suami disebutkan bersebelahan dengan nama wanita baru nya.


"Putra Mahkota beserta selir kerajaan tiba". Teriak Kasim dari luar.


Xin xin diam tak melirik sedikitpun kearah suaminya yang sedang berjalan dengan tangan yang dirangkul wanita lain.


Semua yang hadir berdiri sambil membungkuk hormat saat Kaisar beserta anggota kerajaan yang lain hadir.


Xin Xin dirinya juga menunduk,hanya menunduk tanpa ikut kowtow seperti yang lain.


"Oh menantuku sudah hadir lebih awal ternyata". Ujar permaisuri.


Xin Xin melirik lalu tersenyum kecil.


"Apa ibu merindukan aku ? atau karna tantangan yang dulu kau buat dibatalkan?". Tanya Xin Xin berani.


"Kakak,kau harus sopan pada ibu permaisuri". Ujar Selir Bai Mei kepada Xin Xin dengan nada halus nan lembut.


Cocok menjadi Lotus putih sejati.


"Kakak? tapi aku tak memiliki adik sepertimu,lagi pula jika aku dihukum bukankah kau akan senang". Jawab Xin Xin tanpa berpikir panjang.


Tangannya mengepal didalam lengan baju,smabil tersenyum kecil Selir Bai Mei menunduk kecil dan sedikit terisak.


"Putri mahkota maafkan selir ini karna lancang memanggil putri kakak". Ujarnya sambil menatap dengan mata seakan ditindas.


Xin Xin yang malas dengan drama ini pun berdiri sambil menghapiri kursi selir yang tepat berada dibawahnya satu langkah.


Mendekat lalu mengurung Selir Selir Bai Mei,mendekat lalu berbisik.


"Tak perlu berulah,dan tenang aku akan mengikuti semua permainan mu yang kau rencanakan dengan ayahmu itu". Bisik Xin xin lalu kembali menuju Kursinyaa.


"Oh ayolah selir tercinta,kau tenang saja,aku tebak lagi sebentar akan ada perayaan besar dimana aku akan menjadi tersangka,lalu dipenjara dan kau bisa mengambil posisiku,kau tenang saja tapi seblum itu biarkan aku menikmati menyiksa mu dengan perlahan". Ujar Xin Xin santai seperti dirinya sudah megetahui mengenai masa yang akan datang.

__ADS_1


"Putri mahkota,hamba tau dirimu memang memiliki pangkat yang tinggi namun diriku sebagai seornag ayah juga tak akan diam saat putri ku ditindas". Amuk Mentri pertahanan,Bai Rong.


"Mentri,kau tau mengenai segala sesuatu didalam istana,tak ada yang berakhir indah didalam sangakar emas ini,namun kau tetap memasuki putrimu dan membiarkan dirinya bersaing dengan para singa emas yang bahkan bisa saja berbulu domba". Balas Xin Xin.


Pangeran Hao Yang Shen memasuki Ruang aula". Teriak kasim diluar membuat Xin Xin kembali menuju tempat duduknya dan duduk dengan tenang.


Disaat yang lain berdiri dan sedikit membungkuk hormat,Xin Xin dan anggota lainnya hanya terduduk diam.


Kaisar dengan yang lainnya tersenyum bangga,sedangkan Xin Xin hanya duduk santai sambil meminum teh mawar,teh yang dirinya buat sendiri.


"Salam ayah kaisar,salm ibu permaisuri,sama ibu selir,dan juga salam untuk saudara dan saudari ku". Salam pangeran Hao Yang Shen. Berbeda dari salam kebiasaan di istana Hao,dimana kebiasaan salam disini kowton sedangkan pangeran Hao Yang Shen hanya menundukkan sedikit kepala nya sambil meletakan telapak tangan kanan nya di dada kiri.


Kaisar bediri sambil berjalan menuju pangeran Hao Yang Shen dan memeluknya ketika sampai didepan pangeran.


"Ohh putra ku,sudah lama sekali dirimu pergi menjelajah dunia luar,sekarang kau datang kembali ke kerajaan. Tentu saja tak perlu salam kehormatan.Untuk semua mentri,perwakilan rakyat dan seluruh tamu silahkan menikmati perayaan ini.


Musik, tarian dan hidangan makanan disajikan di perayaan tersebut, semua orang berkumpul membentuk kelompok masing masing.


Xin Xin hanya diam menikmati anggur di dalam cangkir yang disajikan, Xiao Bi selalu setia menuang kembali anggur kedalam gelas kecil yang berada setia di tangan Xin Xin.


Dibawah nya disajikan beberapa bunga segar yang melakuk likuk kan badanya dengan lihai, gerakan yang mepesona dengan penari utama yang berada ditengah tengah penari mendukung lainnya.


Bak bunga yang baru mekar, kini wanita bercadar putih dengan pakaian menarinya persih berada ditengah penari lain yang berputar sambil menggerumunginya.


Tapi ada yang aneh dari penari utama itu, matanya tak lepas dari arah kaisar, seakan akan saya tarik nya mengeluap uap hanya dari mata indahnya.


Terus menatap, Xin Xin semakin curiga saat tiba puncak dari tarian, dirinya tak pernah melihat tangan penari itu, tangannya selalu disembunyikan di balik tubuh, apa ada tarian dimana tangan akan selalu disembunyikan?


Hingga tepat di puncaknya, Xin Xin tersadar, ada sekitar delapan jarum yang terselip di setiap sela sela jati penari itu, kecil dan ringan. Tak ada yang menyadari nya kecuali Xin Xin.


Xin Xin yang berada beberapa meter dari Kaisar hanya diam dengan santai, tapi dirinya mengkode permaisuri yang kini menatapnya aneh, seakan tau gelagat dari menantunya.


Xin Xin mengkode menggunakan mata dan jarinya, berusaha membuat kode itu seakan akan sedang berbicara hal lain.

__ADS_1


Mengerti per kodean dari menantu pertamanya, kini Permaisuri berdiri dari singgasananya berjalan sedikit menuju penari yang masih setia menari seakan akan penyamarannya masih terjaga.


Permaisuri berjalan dengan perlahan, mengangkat sedikit tangannya lalu menepuk nya tiga kali, semua nya menjadi hening, penari itupun mundur dari tengah tengah panggung dengan sedikit menunduk hormat.


"Hari ini salah satu putra ku telah kembali kembali dari perjalanan jauh menuju kerajaan untuk membantu putra mahkota menuju kejayaan, dengan senang hati aku akan sedikit memberi kan pertunjukan khusu untuk menyambutnya". Ujar permaisuri.


Menatap kearah Xin Xin yang baru saja meneguk segelas kecil anggur,lalu tersenyum.


" Hari ini menantuku, permaisuri selanjutnya akan mempersembahkan tarian pedang khusus untuk menyambut Pangeran ke dua dari Kerajaan Hao".Sambung permaisuri.


Xin Xin yang sedang memakan kue bulan langsung saja sedikit tersedak saat namanya langsung di panggil, menatap kearah ibu mertua nya tajam sambil bertanya dalam tatapannya.


Permaisuri hanya tersenyum kecil sambil mengangkat sedikit bahunya, permaisuri berjalan kembali menuju Kekeursi kebesarannya, dengan sebelah tangannya memanggil pelayan untuk mempersiapkan pedang serta pakaian untuk menantunya.


Dengan atahan mata, permaisuri mengkode untuk membunuh dalam diam, matanya melirik kearah penari utama sambil bergumam yang diperhatikan Xin Xin yakni gerakan bibir ibu mertua nya.


'Bunuh dalam diam'


Hah!! Xin Xin mendesah pasrah


Menuruni tangga menuju tempat pergantian pakaian, Xin Xin menggunakan pakaian yang tak terlalu terbuka seperti penari lainnya karna memang temanya adalah tarian pedang di aman sangat tokoh utama seharusnya sedikitberbeda.


Keluar menuju ke acara utama Xin Xin telah siap dengan gaunnya dan langsung saja pelayan khusus Permaisuri berjalan dengan membawa dia pedang ditangannya.


Xin Xin melihat pedang itu dengan teliti, tak mungkin permaisuri menyuruhnya membunuh secara diam menggunakan pedang ini, ini terlalu mencolok.


Setelah mengambil kedua pedang tersebut lalu menatap dengan teliti dibagian genggaman pedang terdapat dua jarum kecil.


Ohh begitu, dirinya mengerti sekarang, memegang pedang dengan begitu anggun, lalu menatap permaisiri sambil tersenyum kecil.


'Tunggu dan beri aku hadiah setelah ini' Artian tatapan Xin Xin. Permaisuri tersenyum kecil.


🥰🥰maafffff... lama up aku lagi fokus buat kelulusan, soalnya mau belik laptop biar gampang

__ADS_1


__ADS_2