
"No..no..nona aku.. aku ingin bertanya satu hal ?". Tanya salah satu budak wanita dengan kepala tertunduk.
"Tanya saja ?". Balas xin xin sambil tersenyum
"Kenapa nona mau membantu kami...... padaha nona tau kami hanya budak ?". Tanya budak wanita itu dengan agak ragu.
Xin xin tersenyum." Karena bagiku semua orang itu sama tak ada yang mesti dihormati kecuali tuhan dan orang tua maupun yang lebih tua dari diri sendiri ". Jelas xin xin.
Tiba tiba saja semua budak xin xin pun berlutut lalu menempelkan kepala mareka ditanah seperti sedang menyembah.
"Kami ingin mengabdi untuk nona". Ucap mareka secara serempak bahkan budak anak anak pun ikut menunduk.
Xin xin tercengang,ia bingung harus berbuat apa.Ohh ayolah dirinya memang di hormati tapi cara menghormatinya bukan bersujud begini.
"Mmnnn...apa kalian yakin ingin ikut bersama ku ?". Tanya xin xi lagi untuk meyakinkan.
__ADS_1
"Kami bersedia nona". Jawab salah seorang pria yang xin xin perkirakan sama umurnya dengan kakanya sekitar 20 tahun.
"Mm baik lah tapi kalian akan masuk lewat kediaman belakang saja y, soalnya......aku tadi kabur hehe". Ucap xin xin dengan nada yang dikecilkan saat akhir kalimat sambil memunjuka cengirannya.
Semua budak hanya tersenyum melihat tuan mareka yang kekanak kanakkan.
"Mmm nona aku mohon jangan tersinggung namun aku pernah mendengar rumor tentang mu,dan rumor itu mengatakan bahwa kau 'bodoh' dan 'buruk rupa' sebab kau tak pernah keluar dari kediaman milikmu". Jelas salah satu pemuda yang xin xin perkirakan umurnya sudah 20 tahun sama seprti kakaknya.
Xin xin yang mendengar hanya tersenyum. "Oh ayolah itu hanya rumor,jika aku jelek dan bodoh,kalian semua tak akan berada disini.Bersama juga tidak akan pernah.
Bukankan benar terkadang sebuah berlian yang dianggap tak berguna malah lebih mahal dari kaca yang hanya mirip semata.
"Kalian ingin ikut dengan ku tidak kekediaman ku ini sudah malam aku mau tidur besok aku harus pergi jalan jalan lagi". Jelas xin xin dengan wajah cemberut.
Semua budak xin xin mengangguk lalu saling bantu membantu untuk memanjat tembok,setelah semua sudah berada dihalaman kediaman teratai milik xin xin,semua mengikuti xin xin yang mengendap endap seperti maling lalu setelah sampai xin xin masuk kekamarnya diikuti para budak.
__ADS_1
Xin xin bingung para bawahannya mau tidur dimana,tak mungkin ia menyuruh ning mei menyiapkan kamar ditengah malam dan apa juga yang akan xin xin jawab jika ning mei bertanya dai mana saja para budak ini ia dapatkan.
"Mmnnn itu....karena sudah malam dan aku pun tak tau harus menempatkan kalian semua dimana,kalian akan tinggal didalam kamar ku saja lagi pula disini sangat luas dan pasti akan muat untuk kita semua,aku akan mempersiapkan tempat terlebih dahulu". Jelas xin xin lalu beranjk menuju lemari pakaiannya untuk mencari alas dan selimut untuk tidur para bawahan nya.
Sedangkan xin xin berbenah dibantu dari beberapa budak yang belum mendapat giliran mandi. Xin xin memang menyuruh semua budaknya untuk mandi walau harus bergantian itupun dengan air yang sudah tak terlalu hangat namun juga tak terlalu dingin.
Melihat dari pakaian semua bawahannya saja xin xin sudah menebak berapa hari bahkan minggu mareka tak pernah menyentuh air untuk membersihkan diri.
Setelah semua mandi lalu mengenakan pakaian yang xin xin beli tadi mareka keluar dan berniat membantu tuannya. Namun tuannya lebih dulu selesai dengan bantuan dari orang yang keluar lebih dulu dari pemandian tadi.
Setelah selesai xin xin menyuruh mareka semua tidur ,ia berniat ikut tidur dengan mareka semua di lantai namun mareka malah melarang dan menyuruhnya untuk tidur diranjang nya saja. Xin xin hanya patuh lalu tertidur lelap diperaduannya.
0o0o0o0o0o0
PAGI
__ADS_1
"AKRHHHHHHHHH".