NAUGHTY EMPRESS

NAUGHTY EMPRESS
Melawan liuliu


__ADS_3

Pagi yang cerah


Xin xin bangun dari tidurnya,kali ini dirinya terbangun dengan ceria,ya setidaknya dirinya harus nampak ceria dimata keluarga dan bawahannya.


Xin xin membersihkan dirinya dibantu enam sengkawan.


Hari ini xin xin telah bersiap untuk membawa enam sengkawan menuju markasnya dan menjadikan mareka semua anggota.


Setelah bersiap,xin xin keluar dibarengi xiao bi saja,karena ning mei yang masih di markas utama.


Xin xin beejalan menuju ruang makan disana semua keluarga nya ada termasuk sepupunya ya keluarga sepupunya juga ada.


Xin xin berjalan dnegan malas dan duduk dikursinya.


Sepi,tak ada yang mau berbicara,makanan telah tersaji,dan semua makan dalam diam.


Xin xin yang berniat membaikan suasana hatinya menjadi tambah suram,entah lah dirinya tak suka pada tatapan keluarga jaunya itu.


Xin xin menggigit ujung sumpitnya lalu mengeluarkannya dari mulutnya dan langsung menaruhnya dengan keras diatas meja.


Cukup !! Sabar juga ada batasnya.


Xin xin menoleh kearah keluarga pamannya itu, mendadak semua menunduk. Apa wajahnya semenyeramkan itu?.


"Apa?" Ujar xin xin dingin sambil terus menatap semua keluarga jauhnya itu.


Diam,semuanya diam.


Huangzhen yang disebelahnya menepuk pundak xin xin pelan,merasakan tepukan dipundak,xin xin menoleh dan melihat wajah kakaknya yang juga sedikit berkeringat.


Apa ada yang salah dengan keluarganya?


Atau hanya dirinya saja yang merasa cuaca saat ini sangat sejuk?


"Itu,ketiga anak laki laki dari keluarga paman mu ini ingin kau mengajari mareka sedikit teknih penyeranganmu, bela diri".Ujar huangzhen mewakili para orang tua yang kini bernafas lega.


Xin xin kembali menatap mareka semua dan mareka semua kembali tegang,layaknya patung tak beenafas dan bergerak.


"Kenapa aku?" Tanya xin xin.


Semenit sudah tak ada jawaban.Merasa kesal,xin xin mengambil pisau dan menancapkannya tepat disebelah lengan Li jang Man.


"Aku beetanya kenapa aku harus mengajari anak laki laki kalian?". Tanya xin xin lagi.


Sedangkan Jang Man kini benar benar layaknya patung,bahkan bergetar sedikit pu tidak,seakan jika dirinya bergerak maka kepalanya akan terlepas dari tubuhnya.

__ADS_1


"I..i..it.it.itu..begini,ja..ja.jadi..kami.se.semua..."


"Jelaskan secara cepat". Ujar xin xin rendah dan menambah suasana dingin dalam ruangan.


Huangzhen yang bisa dibilang sedikit mengerti sifat adiknya langsung membantu pamannya berbicara.


"Xin xin jadi begini kedua paman ingin kau mengajari anak laki laki mareka dalam hal pertemput karena teknik dalam penyerangan mu itu luar biasa". Ujar Huangzhen.


Dahi xin xin berkerut


"Memangnya kalian tau dari mana teknik penyeranganku sehebat apa yang kalian bicarakan sekarang?". Tanya xin xin.


Sunyi


Tak ada jawaban,xin xin menjadi gemas sendiri akibat tingkah semua yang berada didalam .


"Aku sedang bertanya,jika aku menanyai sesuatu,aku tak suka jika ada yang mengabaikannya".Ujar xin xin dengan nada membentak lalu mengakhirinya dengan nada rendah.


Sunyi


Hah !!! Xin xin menghembus nafas kesal.


Dirinya lebih memilih menghabiskan nasi dalam mangkuk makanannya dan mengabaikan yang lain.


Selesia makan xin xin menaruh sumpitnya diatas mangkuk dengan anggun,setelahnya mengelap bibirnya dan meminum airnya dengan tenang dan setelah selesia dirinya berdiri.


Semua sepupu xin xin baik yang laki laki maupun duo cabe keriting pun ikut berdiri,dan langsung meninggalkan ruang makan untuk pergi menuju tempat berlatih.


"Hah..kakak kenapa anak gadis mu bisa menjadi Seperti dewa yama?". Tanya jang man,adik jang wan,ayah xin xin.


"Aku sempat menyesalh dulu tak mau mengangkatnya menjadi anak dikediaman ku". Sekarang Hang zhen yang berucap,kakah jang wan.


"Aku saja sebagai ayah,masih memikirkan apakah dirinya benar benar anak ku". Uajr jang wan lesu.


Dilain sisi,kediaman.


Semua pergi menuju ketempat berlatih.


Disana xin xin dengan santainya memakan buah anggur yang sudah dikupas oleh xiao bi.


Dan tentunya lima orang lagi dibelakanganya,xin xin melirik semua yang telah datang,xin xin mengangguk puas.


"Kau". Ujar xin xin sambil menujuk salah satu anak laki laki entah itu siapa xin xin tak peduli.


"Maju dan lawan pelayanku". Ujar xin xin santai sampil menunjuk liuliu.

__ADS_1


Semua terbengong selain xin xin dan enam sengkawan.


"Aku ingin memintamu mengajari kami berlatih,apa susahnya mengajari kami,kenapa kau merendahkan kami dengan bertempur dengan seorang pelayan". Amuk pemuda yang tadi ditunjuk xin xin.


Xin xin menghentikan acara maknnya lalu berdiri,dengan kecepatan kilat sampai didepan pemuda yang ya walaupun tingginya lebih dari pada xin xin.


Xin xin memegang kerah depan dari pakaian yang digunakan pemuda tersebut,membuat pemuda otu menunduk karena tarikan xin xin.


"Kalau aku bilang lawan,maka lawan,MENGERTI". Ujar xin xin dengan penekanan diakhir kalimat.


Lalu setelah itu dirinya kembali duduk ditempat semula,duduk dengan anggun dan melanjutkan makan anggur.


Pemuda yang tadinya dengan wajah masam sekaligus takut,maju kearena dimana sudah terdapat liuliu dengan pedang milik xiao bi. Ya walaupun xin xin tau kalau liuliu ahli dalam jarak jauh.Namu pertempuran yang xin xin inginkan jarak dekat maka harus terjadi.


Pemuda yang tadinya memasang wajah masam kini tersenyum meremeh kan kepada liuliu.


"Jangan marah pada ku jika kau terluka,ini permintaan tuanmu". Ujarnya.


liuliu hanya menatap datar.


"MULAI". Teriak xin xin.


liu liu dengan cepat mengibaskan pedangnya dan langsung dihindari oleh pemuda yang bisa dibilang salah satu sepupunya.


"Liuliu luka ditubuh seorang pria itu wajar". Ujar xin xin dengan santai,dirinya tau jika liuliu sengaja hanya menebaskan pedangnya tanpa minat melukai.


Liuliu tersenyum yang membuat sepupu xin xin itu kini berkeringat dingin.


"Hah". Triak liuliu,dan dengan ganas menyerang sepupu xin xin yang kini berusaha menghindar dengan luka yang ya,lumayan banyak.


"Cukup". Ujar xin xin lalu berdiri dari tempatnya,tepat sebelum pedang liuliu menempel dileher sepupunya.


Xin xin berjalan mendekati sepupunya yang penuh luka dan keringat. Sedangkan liuliu dirinya hanya mengatur nafas ya bisa dibilang juga dengan keringat yang membanjiri.


"Kau tau,untuk menjadi pelayanku tidak mudah,jika kau tidak bisa mengalahkan pelayanku,maka juga tidak pantas untuk aku mengajarimu,setidaknya lukai saja sedikit bagian tubuhnya,maka akan ku terima". Ujar xin xin lalu pergi kembali memakan buah yang kini berbeda,buah jeruk.


"Kalian berdua masih mau?". Tanya xin xin pada kedua sepupu terakhirnya.


Keduanya saling pandang memandang sedangkan duo ciwi,sesang membantu sepupu mareka yang kalah dengan seorang pelayan.


"Kami...."


"Apa apaan ini". Ujar seseorang,xin xin menileh dan menatap biasa saja orang tersebut.


Haiiii,,para pembaca mimin,mimjn mau kasik infonih,kalo kalian suka fiksi sejarah bertemakan kultivasi,bisa nih cek akun nya mimin,soalnya mimin buat ceeita mengenai kultivasi.

__ADS_1


ok itu aja jangan lupa like,commen dan follow akun mimin.Makasi


__ADS_2