NAUGHTY EMPRESS

NAUGHTY EMPRESS
Selir


__ADS_3

seminggu setelah kabar pemberontakan sekaligus ajang perdebatan Xin Xin dan Hao Chun. Kini hubungan keduannya semakin memburuk,ditambah pemberontakann yang di lakukakn kerajaan Wei semakin mengganas.


Xin Xin sebagai pihak Wei juga turut dipertanyakan oleh banyak mentri, Hao Chun yang semakin sibuk dan Xin Xin yang juga turut menyelidiki kasus kerajaan tempat nya tinggal.


Tempat Xin Xin lama maksudnya.


"Salam Tuan". Ujar seorang yang berlutut didepan Xin Xin yang sednag duduk dimeja rias sambil di sisiri okeh Xiao Bi.


"Apa ada berita bagus?". Tanya Xin Xin pelan sambil terus menatap dirinya di depan kaca.


Orang itu terdiam. Xin Xin menghela nafas pelan.


"Kau adalah ketua dari general's team,Jian. Aku bahkan sudah mengangkat dirimu menjadi ketua sebelum hari pernikahan ku. Dan sampai sekarang kau belum menjanjikan hasil apa pun?". Bentak Xin Xin.


Xin xin merendahkan dirinya menghadap kearah Jian.


"Kau dan anggota tim mu harapan ku sekarang". Ujar xin xin sambil menatap kearah Jian.


"Maaf nona,aku mengecewakan dirimu". Jian kecewa pada dirinya sendiri karna tak dapat membantu tuannya.


Xin xin menghela nafas berat. Bodohnya dirinya menyalahkan bawahannya yang bahkan tak tau apa apa.


"Maaf jian,aku sedang menjalani tahap tak baik,kau pasti tau keadaan kerajaan Wei sekarang". Ujar Xin Xin sambil mengusir halus Jiang.


"Xiao Bi, panggil Ning mei kemari".


Xiao Bi pergi keluar kebagian belakang kediaman phoenix,atau kediaman Xin Xin sekarang. Menyelipkan gulungan kecil disisi kaki burung merpati putih lalu melepasnya terbang.


"Hah..kejadian ini persis seperti dulu,aku berharap kehidupan kali ini berjalan lancar". Ujar Xiao bi.


Lalu dirinya pergi kebagian tempat tidur pelayan untuk memanggil yang lain mempersiapkan makan malam untuk Xin Xin.


Didalam kamar. Xin Xin berpikir keras mengenai pemberontakan yang terus dilakukan oleh kerajaan Wei.


Dirinya juga mengetahui jika banyak mentri yang meminta keadilan dengan menghukum dirinya karna dianggap penghianat.


Berdiam diri di kamar memang bukan gayanya,namun untuk sekarang itu harus karna beberapa alasan yang memaksanya untuk diam.


Dihalaman depan,Sisi Huangli sedang berjalan jalan menikmati udara malam,Sang liang yang tak sengaja melewati kediaman Phoenix dan melihat,langsung menghampiri secara perlahan.


"uhmm".


Sisi Huangli berbalik lalu menatap polos,sambil mengintrogasi lewat tatapannya.


"Ahhh salam tuan muda". Ujar sisi huangli sambil mmebungkuk hormat.


"Ahh tak perlu terlalu formal,kau bisa memanggil ku gege lian". Ujar Sang Liang sambil tersenyum manis.


"Ahh baiklah kalau begitu,gege lian aku akan pergi kekediaman tuan ku dulu,dadah". Ujar Sisi huangli sambil melambaikan tangannya.

__ADS_1


Sang liang memegang dada nya,jantungnya terasa berdebar sangat kencang. Senyum dibibirnya semakin mekar,rasanya seperti diriinya akan pergi ke alam atas.


Inikah yang dinamakan cinta pada pandangan pertama?


Disisi lain di halaman Yi Fang sedang berjalan jalan dihalaman depan kerajaan,dirinya baru kembali dari pasar untuk mmebelikan buah kering untuk Xin Xin.


Nie Jiang yang mendapatkan tugas pemimpin penjagaan tak sengaja melihat Yi Fang pun langsung berlari mencegah Yi Fang bejalan mejuju kediaman.


"Uhmm...kau baru kembali dari mana?". Tanya nya.


Yi Fang hanya melirik tanpa minat menjawab,jika saja tak ingat posisi nya sekarang,masa bodo dirinya menjawab.


"Apa kau tak bisa melihat kedua tanganku berisikan apa?". Tanyanya.


"Tentu saja aku melihat,dan itu buah kering". Jawab Nie Jiang.


"Jika kau memang pintar kau pasti tau jawabannya tanpa ku beri tau". Ujar Yi Fang lalu pergi meninggalkan Nie Jiang yang masih berfikir.


"Ahhh dari pasar malam. Ehhh kemana dirinya pergi?".


"Maaf tuan muda,pelayan tadi telah pergi sedari tadi". Ujar salah satu prajurit dibelakang Nie Jiang.


"Aisshh memang tak bisa ditaklukan dengan hanya kata kata". Ujar Nie Jiang sambil tersenyum manis.


"Beri tau prajurit untuk memberi kabar pada pihak dapur untuk membuat Buah kering yang banyak lalu sebarkan untuk pelayan dan prajurit lainnya.. bilang itu atas perintah ku". Suruh Nie Jiang kepada prajurit tadi.


ΠΠΠΠΠΠΠΠΠΠΠΠ


∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆


Pagi menjelang,Xin Xin bangun dengan perasaan kacau,menjelang dua minggu lebih dirinya tak hisa tidur dengan tenang,ditambah lagi Hao Chun yang tak pernah mengunjunginya.


Hanya bangun,mandi,makan..hanya itu pekerjaannnya sekarang,mengetahui keadaan dunia luar dari bawahannya,tanpa melihat langsung.


Tok...tok..tok..


suara ketukan pintu menyadarkan xin xin.


"Masuk".


Xiao bi dan yang lain masuk sambil membawa baskom berisi air untuk mencuci wajah Xin Xin.


"Apa ada berita lain pagi ini?". Tanya Xin Xin sambil membilas wajahnya.


Xiao Bi diam sambil memberikan handuk untuk mengeringkan wajah Xin Xin.


Xin Xin menatap kearah Xiao Bi tajam,meminta jawaban atas pertanyaan nya tadi.


"Hari ini diputuskan Putra mahkota akan mengambil selir dari anak mentri pertahanan atau perbatasan kerajaan". Ujar Xiao Bi datar.

__ADS_1


Xin Xin terdiam sebentar,lalu tersenyum.


"Kapan acaranya?".


"Hari ini".


Terdiam kembali sambil menatap cermin didepannya.


"Bukan kah aku sebagai istri sah harus menyambut selir suami ku? Bawakan pakaian baru dan dandani aku". Ujar Xin Xin.


Xiao bi dan yang lain hanya diam dna mengikuti perintah Xin Xin tanpa sepatah katapun. Saat itu menjadi saat paling diam selama karir mareka menjadi pelayan Xin Xin.


Dulu mareka akan bercanda sambil tertawa keras,mengjiasi wajah masing masing selucu lucunya,dan tertawal epas.


Dipagi hari diawali sarpan bersama dna ditutup makan malam bersama juga, kadang menyelinap keluar ekdiaman untuk bermain dipasar.


Namun sekarang seakan akan itu hanya mimpi,sekarang semua nya sunyi,tak ada canda tawa maupun saling mencoret wajah,tak ada sarapan maupun makan malam bersama.


Tak ada acara kabur kepasar untuk bermain.


Bagaikan mimpi yang indah,dimana akan hancur saat terbangun dipagi hari,itulah situasi sekarang


Memakai baju kebesarannya ,Xin Xin tanpa senyum sedikitpun di bibir yang sedang diberi pewarna merah itu.


Tak ada rona merah kebahagiaan di kedua pipi yang kini tampak tirus.


Berdiri,sambil menatal diri sendiri didepan cermin besar,menatap dirinya dengan tatapan kosong,xin xin berjalan menuju aula dimana tempat dimana awal dirinya memasuki kerajaan dengan senyum bersama Hao Chun yang menjadi suaminya.


Sekarang tempat itu akan dirinya masuki dhegan wajah datar smahil melihat wanita lain yang akan mendapat gelar baru,gelar yang akan menjadikan dirinya berbagi suami.


"Apa kau yakin akan menuju aula?". Tanya Xiao bi.


"Apa aku pernah menarik ucapanku?". Balas Xin Xin.


Melewati tiang tiang penyanggah kerajaan,xin xin berjalan anggun layaknya tak ada masalah. Berjalan dna terus berjalan hingga sampai didepan pintu aula,dimana didalam sudah berkumpul ornag orang dna juga pastinya suaminya yang akan memiliki istri ke dua.


"PUTRI MAHKOTA MEMASUKI RUANGAN". Teriak kasim disebelah pintu keluar masuk Aula.


Pkntu dibuka,Xkn xin menginjakan kaki kanannya terlebjh dahulu,menatal langsung kedepan dimana suaminya berdiir dengan seseorang disebelahnya.


Tersenyum manis,melihat suaminya yang bahkan hanya menatap datar seakan tak mah memberi sedikitpun penjelasan.


"Ohh inikah selir dari 'suami ku'?".


Hiiiii gae..mimin kembali bersama kalian


Ummm klo yg like sampek 200 mimin up deh...


yok biaskaan membaca dan juga like🎎

__ADS_1


__ADS_2