NAUGHTY EMPRESS

NAUGHTY EMPRESS
Selamat jalan


__ADS_3

"Cerita mu itu,sepertinya aku kenal". Ujar xin xin.Dan menyadarkan xaio bi yang kini tengah berkeringat dingin.


"Hahaha..itu tak mungkin..memangnya kau bisa mengenal tuan ku dari mana?? Kejadian itu juga sudah sangat lama". Elak Xiao bi.


Xin xin menatap xiao bi curiga,lalu dirinya mengangkat bahu,acuh.


Xin xin membelakangi xiao bi,dirinya masih terbaring diatas ranjang kayu itu.


"Heyy..sudahlah aku yakin ibumupasti bisa melihat mu didunia atas sana". Ujar xiao bi yang berusaha menenangkan xin xin.


Tubuh xin xin kembali bergetaar. Xiao bi menjadi sedikit iba akan tuannya.


Malam hari.


Xin xin terbangun..ternyata dirinya tertidur karena banyak menangis.


Xin xin berniat keluar dari tendanya,namun sebelum itu sebuah tangan kokoh nan kekar memeluk pinggang ramping xin xin.


Xin xin tak terkejut sama sekali,karena telah mengetahui lengan milik siapa yang dengan kurang ajarnya memeluknya.


"Hao chun lepaskan tangan mu". Ujar xin xin malas.


Hao chun bukanya melepas pelukannya malah menambah erat dipinggang xin xin, Hao chun menyenderkan kepalanya dipunda xin xin.


Xin xin hanya diam,dirinya sedang tak berminat untuk berkelahi.


"Kau sudah makan?". Tanya hao chun setelah beberapa menit terdiam.


Xin xin menggeleng memnag sedari pagi dirinya tak saraoan maupun makan siang,apalagi makan malam karena tadi dirinya baru terbangun.


Klik


Suara jentikan jari dari Hao chun dan beberapa detik datang beberapa pelayan membawa nasi dan lauk pauk serta satu mangkuk sub besar.


Semua tersaji di atas meja makan ditenda xin xin. Xin xin masih diam dalam pelukan hao chun.


"Ayo". Ujar hao chun sambil menarik xin xin untuk duduk. Namun xin xin duduk diatas paha hao chun.


Xin xin hanya diam tak bergerak,seakan dirinya hanyalah boneka,boneka yang digerakan oleh hao chun.


"Ayo makan xin'er". Ujar Hao chun pelan dan penuh kasih sayang.


^^^('er : biasa digunakan untuk memanggil lebih akrab atau panggilan sayang)^^^


Xin xin hanya diam,dirinya menbuka sedikit bibirnya. Jujur saja xin xin tak berselera makan.


Hao chun sedikit tersenyum lalu menyuapi xin xin dengan talenta dan lerlahan lahan.

__ADS_1


Hao chun telah mendengar kabar tentang kematian dan buasnya xin xin membunuh para perampok.


Huangzhen yang memberi tau dirinya,dan bisa dibilang hao chun sedikit iba akan perasaan xin xin yang bahkan kini mareka dua hari menginal dihutan.


Dan kaisar wei serta kasim lainnya sudah memutuskan untuk kembali kekerajaan besok pagi.


Sedangakn untuk Li jang wan,ayah xin xin dirinya hanya bisa melihat tubuh kaku istrinya yang diselimuti kain putih.


Dirinya memohon kepada kaisar wei agar bisa mengubur jasad istrinya dipemakana keluarganya. Awalnya semua orang berupaya mengubur jasad istrinya didalam hutan,namun dirinya berupaya keras agar jasad istrinya bisa dimakamkan dipemakanman keluarga nya.


Disisi lain xin xin kini menangis dalam diam.Hao chun yang masih memangku dan menyuapi xin xin menjadi panik.


"Apa ada yang sakit? Kenapa kau menangis?". Tanya Hao chun berturut turut.


Xin xin menoleh dan melihat wajah Hao chun.Xin xin menangis lebih keras eengan mulut yang berisikan makanan.


"Angku mebunuh ibhu khu". Ujar xin xin sambil menagis tersedu sedu.


Hao chun menghapus air mata xin xin dengan sebelah tangannya yang bersih.


"Bukan kau yang menbunuhnya, tapi orang jahat..dan kau sudah membunuh orang jahat itu". Jelas Hao chun.


Xin xin hanya mengangguk namun dengan air mata yang terus mengalir.


Hao chun memeluk tubuh kecil xin xin, seakan hao chun takut xin xin nya akan pergi.


Xin xin hanya diam laku menganggukan kepalanya yang menempel pada dada Hao chun.


Esok pagi


Xin xin terbangun dengan badan yang bugar,entahlah dirinya seakan tak pernha tidur nyeyak eelama sebulan penuh dan baru kemarin mendapatkan tidur terenak.


Xin xin bahkan ingat kemarin malam dirinya meminta agar Hao chun mememaninya sampai tidur,entah apa yang membuat otak xin xin menjadi konslet hingga bisa meminta kepada Hao chun yang secara garis bawah adalah orang yang xin xin harus hindari.


Namun jika boleh jujur kemarin Hao chun memang sangat perhatian kepadanya,entahlah seakan perhatian ini sudah sering dirinya dapat,namun ada lerasaan yang sedikit berbeda.


Xin xin tak menghiraukannya,dirinya bangun dari ranjang kayu dan menyilangkan kakinya dikarpet bawah,lantai.


"Xiao bi siapkan air hangat aku ingin mandi". Ujar xin xin yang sudah lasti didengar xiao bi.


Dan benar saja 10 menit xiao bi datang bersama 5 serangkai yang kini menjabat menjadi pelayan nya.


Semua memasuki ruangan sambil membawa baki berisi air hangat. Setelah selesai semua berkumpul dan menatap xin xin dengan pandangan ingin menangis.


Xin xinjelas bingung lalu dirinya bertanya.


"Kalian kenapa?".Tanya xin xin.

__ADS_1


Semua langsung bersujut membuat xin xin kaget bukan main sampai dirinya loncat dan duduk diatas ranjang.


"Nona maaf kan kami,,kami tak bisa melindungi nona dan nyonya". Ujar mareka berbarengan diselingi tangisan.


Xin xin hanya diam,lagi dan lagi baru saja dirinya ingin melupakannya,tapi apa kejadian itu kembali terulang jelas dimemori otak xin xin.


Kilasan kilasan kejadian itu beroutar terus menerus layaknya kaset yang rusak.


Xin xin ingin menangis namun dirinya teringat pesan Hao chun sebelum dirinya terlelap.


" Kau itu gadis yang kuat,aku yakin ibumu akan santa bangga. Kau tau,kata orang tua dulu ,jika ada seseorang yang mati mareka akan menjadi bintang dan kita bisa selalu melihat msreka begitu juga kita yang bisa melihat mareka,namun kalau kita sedih 0benar menghilang". Jelas Hao chun panjang lebar.


Xin xin tersadar lalu menatap semua bawahannya yang masih berlutut.


Xin xin tersenyum,mungkin ini memang takdirnya,setidaknya ayah dan kakaknya tak menyalahkannya atau setidaknya masih menganggap dirinya keluarga.


"Bangun". Ujar Xin xin dengan sigap.


Semua yang bersujut bangun namunkepala mareka menunduk.


"Jika ingin menjadi bawahanku kepala kalian tak boleh kebawah namun langsung menatap kedepan". Ujar xi xin dingin.


Mareka 6 manusia sama kelompok mahluk gaib,Semuanya menatap xin xin dengan pandangan bersalah.


Xin xin memandang mareka garang lalu tersenyum dan tertawa.


"Hahahahah wajah kalian lucu sekali, heyy tenang oke,aku tak marah,mungkin memang benar ini yang dinamakan takdir. Ada kehiduoan baru disaat kematian". Jelas xin xin dengan senyum kecilnya.


Tiba tiba seekor kupu kuou berwarna biru dengan corak ungun datang menghampiri xin xin dan hinggap diatas kepala xin xin.


Xin xin hanya diam lalu tersenyum lebar,dan tanpa air mata. Ya walaupun air matanya sudah hendak tumpah namun xin xin menahanya.


Kuou kupu yang tadinya hinggap kini pergi menjauh menuju langit yang tinggi.


"Selamat jalan Niang". Ujar xin xin pelan sambil tersenyum lebar dan melambaikan tangannya.


Haiiii mimin balik lagi bersama xin xin.


cerita pendek.


Xin xin : Min..lu sebenernya itu orang kayak gimana sih?".


Mimin :" Gue manusia yang terlahir dari kecebong bapak gue,salah satu kecebong yang dengan pantang menyerah menembus perut emak gue biar bisa jadi bayi lalu besar dan bisa membuat cerita yang bisa dibaca dan bisa dileranin ama elu xin".


Xin xin :" Oke makasi min,😲".


ok makasi bagi yang udh mau baca ceeita mimin jangan lupa like commen bila ada saran dan kritik.Dan follow akun mimin y.

__ADS_1


__ADS_2