NAUGHTY EMPRESS

NAUGHTY EMPRESS
Melamar


__ADS_3

"Ohh inikah selir dari 'suami ku'?".


"Cantik,kau cocok menjadi selir 'nya' ". Ujar Xin xin sambil duduk dikursi yang memang disediakan untuk putri mahkota.


Sambil melihat suaminya menjalankan ritual pengangkatan seliar,Xin Xin memakan cemilan serta buah buah segar yang dibersihkan oleh Xoa bi disebelahnya.


"Kau tau Xiao bi,saat seorang pria memiliki kekayaan dirinya tak akan puas dengan satu wanita,tapi jika satu wanita memiliki seribu kekayaan dirinya tak membutuhkan satu pria pun di sebelanya". Ujar xin xin smabil menatap mata Hao Chun yang menatapnya.


Bagaimana tidak xin xin menjelaskan dengan suara yang lumayan besar atau mungkin memang sengaja dibesarkan agar semua mendengar.


"Ahhh..disini sangat dingin, padahal aku memakai jubah kebesaran ku dan itu lumayan tebal. Yi Fang ambilkan aku buah kering,kau tau saat ada pendatang baru kita harus menyambut dengan suka duka". Ujar Xin xin lagi.


Yi Fang mengambil simpanan buah kering,tapi keningnya sedikit berkerut,kenapa tiba tiba diistana ini banyak menyediakan huah kering,bahkan banyak pelayan yang masuk sambil membawa buah kering untuk setiap tamu.


"Aku merasa ada yang aneh,padahal diistana ini tak ada penyimpanan buah kering". Ujar Yi Fang sambil membawa semangkuk buah kering yang diambil dari salah sata pelayan.


menyerahkan semangkuk buah kering,Xin Xin dengan gembira.


"Putri kenapa aku merasa ada percikan cuka didekat mu". Ujar mentri perbatasan.


Xin Xin melirik lalu tersenyum.


"Bukan kan itu putri mu mentri? Dia cantik namun sayang hanya menjadi selir rendah,umm jika aku diposisi nya aku yakin ayahku akan merencanakan pembunuhan putri mahkota agar diriku bis anaik tahta". Ujar Xin Xin sambil mengigit buah keringnya dengan santai.


"Oh atau aku harus merencanakan pemberontakan?".


"CUKUP". Teriak Hao Chun.


Seseorang tersenyum dengan senang.


"Kau tak akan menyangka siala lawan mu putri". Ujar nya dalam hati.


"Ohh ayolah aku kan hanya bergurau,ihh kau sangat sensitif..SUAMIKU". Tekan Xin Xin.


Berdiri dan berjalan mendekati Hao Chun dengan selir barunya disebelah.


Merendahkan tubuhnya dan berbisik.


"Kau tau rasanya sangat nikmat saat bersetubuh dengan Putra mahkota,mikinya sangat besar". Bisik Xin Xin


Putri Bai Mei memerah,bagaimana bisa Putri mahkota begitu terbuka apalagi mengenai suaminya?


"Ahh sudahlah lagi pula ini adalah acara milik suami ku jadi aku tak akan ikut campur". Xin xin pergi setelah itu melambai pelan. Dan menghilang di balik pintu Aula.


Hening

__ADS_1


"Hmm lanjutkan acara pengangkatan selir". Ujar Hao Chun dingin.


Setelah beberapa menit acara berlangsung.


Hao Chun hanya menampakan wajah dingin.


"Putra Mahkota acara lengangkatan selir sudha selesai,sekarang waktunya..."


"Bawa dia kekediamannya". Potong Hao Chun,setelah mengatakan hal itu dirinya pergi meninggalkan penganti wanitanya di aual yang penuh dengan tamu.


"Ohh kasihan sekali selir baru kita ini,sudah ditinggalkan suami tanpa acara penyempurnaa". Ujar Hao Ming,putri ke empat dari selir Jiang Ying.


'Acara penyempurnaan sama dengan malam pertama ya'


Dilain tempat Xin Xin berjalan dengan pelan menuju ke kediamannya,setelah hampir sampai entah kenpa kaki nya terasa seperti jeli.


Xiao Bi langsung menahan tubuh Xin Xin yang hampir merosot kelantai.


Sesak


Entah kenapa tapi dada Xin Xin terasa sesak,nafas xin xin terasa berat.


Xiao Bi memeluk Xin Xin sambil menenangkan nya.


Xin xin yang berada Dipelukan xiao bi merasa sedikit tenang,dirinya berdiri sambil mengatur nafas nya pelan.


 


" Gege apa kau tak percaya lada istri mu?" TanyaSang Liang kepada Hao Chun yang e berada disebelah kanan nya.


"Aku akan terus berusaha mencari titik balik dari kasus ini,dan tentunya untuk membuktikan ketidak bersalahan dari istriku". Balas Hao Chun.


Nie Jiang mengangguk mendengar perkataan Hao Chun.


"Aku berniat melamar Sisi minggu depan". Ujar Sang Liang sambil menatap kedepan.


Hao Chun dan Nie Jiang menatap ke arah Sang Liang berada.


"Bukankah itu terlalu cepat?". Tanya Nie Jiang


Menggeleng pelan Snag Liang menjawab.


"Aku sudah sering memperhatikan 'dirinya', dia polos dan lucu selain itu aku memang berniat melamarnya dengan cepat,karna aku sering melihat dirinya digoda oleh beberapa prajutir bahkan ada dari kediaman mentri ingin menjadikan dirinya selir,jadi aku ingin bergerak cepat sebelum si kecil ku diambil orang". Ujar Sang Liang dengan tekad yang kuat.


"Hmm kau enak wanita mu polos sedangkan aku? wanita ku begitu ganas dan dingin seperti istri orang disebelahku ". Sindir Nie Jiang kepada Hao Chun yang tepat disebelahnya.

__ADS_1


"Hahah kau harus berusaha keras untuk itu dan kemungkinan kau akan menikah saat umurmu bertambah". Ejek Hao Chun pada Nie Jiang.


Nie Jiang menatap malas kearah Hao Chun dan Sang liang yang tertawa mengejek.


"Jadi bagaimana dengan kasus saudara mu itu?" Tanya Nie Jiang serius.


"Aku hanya perlu mendapatkan bukti utama kerja sama 'dirinya' dan selir Jiang Fei,setellahnya akan ku bongkar segala kebusukan milik mereka". Dengan tegas Hao Chun menjawab smabil mengepalkan tangannya.


"Baik lah kami hanya bisa membantu sedikit..ohh dna jangan lupa kau harus memberikan hadiah yang sangat istimewa disaat hari pernikahan ku". Ujar Sang liang kepada kedua temannya.


"Aiss kau ini seperti telah direstui saja,jangan lupa kau harus melewati singa betina untuk mendapatkna anak nya". Balas Nie Jiang.


Acara pembicaraan tersebut terus berlanjut hingga malam memisahkan mareka bertiga, dan kembali ke posisi seharusnya.


Hao Chun kembali ke kediamannya tanpa mengunjungi selir baru nya.


Berbeda dengan Sang Liang yang pergi menuju kediaman Putri Mahkota.


"Apa ada Putri Mahkota didalam?". Tanya Snag Liang kepada prajurit yang menjaga kediaman Xin Xin.


Prajurit memberi salam lalu menjawab pertanyaan Sang Liang.


Sebelum berbicara pintu kediaman Phoenix terbuka didepan pintu berdiri Sisi Huangli yang hendak pergi menyiapkan makan malam.


"Ohh gege Lian,apa yang kau lakukan dikediaman Phoenix?" Tanya Sisi Huangli sambil menatap Snag Liang.


Sang Liang menatap pujaan hatinya tulus.


"Aku mau menemui Putri mahkota. Ala dia ada didalam?". Balas sang Liang.


Sisi Huangli menganggu lucu, Snag liang rasanya sudha tak tahan ingin menculik Sisi Huangli yang lucu.. Bagaimana tidak ,dirinya' sisi huangli' berkepang dua apalagi dengan wajah bulat dan wajah polosnya.


Memegang dada nya yang berdebar Sang liang rasanya hendak memakan mahluk kmut didepannya sekarang.


"Akan ku panggilkan Putri sekarang,gege bisa tunggu diluar sebentar". Ujar Sisi Huangli lalu pergi menuju dalam.


beberapa menit berlangsung,Sang Liang menajdi gugup,entah kenapa dirinya seketika sesikit takut bertemu calon permaisuri dimasa depan itu.


Pintu terbuka Liu Liu keluar lalu memberi hormat.


"Tuan muda bisa masuk kedalam dan berbicara dengan Putri mahkota" Ujar Liu Liu.


Memasuki kamar kediaman Xin Xin dan melihat Xin xin alias outri mahkota sednag duduk santai dimeja snatainya bersamaan dengan meminum secangkir teh.


"Keluar" Ujar Xin xin. Xiao bi dan yang lain menunduk hormat lalu keluar meninggalkan Xin Xin dan Sang Liang berdua.

__ADS_1


"Katakan"


__ADS_2