NAUGHTY EMPRESS

NAUGHTY EMPRESS
Berubah


__ADS_3

Hao cun tersenyum tipis." Tentu saja nona xin". Jawab hao cun.


Xin xin hanya menganguk kecil lalu kembali mengarahkan tatapannya kearah acara tari dari penari bayaran.


Acara berlangsung sempurna,namun tidak dengan xin xin ia merasa seperti ingin beristirahat,padahal ia tak merasa lelah. Entahlah xin xin juga tak tau.


Setelah acara pertunjukan empat keahlian. Kini acara makan malam dan ini yang menambah kesan bosan, bagi xin xin.


Ruangan yang tadinya ramai kini berubah menjadi sunyi. Meja makan berbentuk persegi panjang penuh dengan berbagai hidangan makanan. Mulai dari makanan utamanya hinga buah buahan segar maupun yang telah dikeringkan.


Xin xin merasa bosan karena mendengar  pidato yang panjang kali lebar kali tinggi seperti pidato kepala sekolah yang entah bagaimana bisa sambung menyambung jadi satu,seperti pipa Rucika.


Ok lanjut.


"Baiklah setelah sedikit kata kata mari kita lanjutkan dengan makan malam. Semoga para tamu menyukainnya". Ucap kaisar hao.


Selanjutnya giliran xin xin yang berdiri dan menerjemah perkataan kaisar hao kepada beberapa kerajaan luar.


Setelahnya semuanya makan,para pemuda makan dengan berwibawa dan para gadis makan dengan anggun.

__ADS_1


Xin xin merasa sumpek dengan adegan dimana para gadis makan dengan anggun. Sedangkan xin xin ia makan dengan apa adanya.


Bahkan saking kesalnya ia makan hingga mulutnya full dengan makanan,dan membuat kedua pipinya full.


Banyak yang memperhatikan xin xin yang tampak lucu dan bersikap apa adanya. Tak terkecuali hao cun tentunya.


Xin xin makan dengan lahap tanpa memperdulikan tatapan gemas para pemuda dan tatapan garang para gadis.


Xin xin mah masa bodo yang penting perutnya kenyang lalu bisa tidur dengan nyaman,peduli setan ama ciwi ciwi penggoda yang dimana mukak putih leher item ya gak item item amat sih tapi tetep aja  beda.


Setelah selesai makan malam semua para tamu laki laki dihidangkan minuman sedangkan para perempuan dihidangkan teh. Xin xin yang tak terlalu menyukai tek ditambah bergabung bersama grup ciwi ciwi yang pekerjaannya hanya ngegibah para  pangeran tampan membuat dirinya lebih memilih pergi dan berjalan entah kemana sambil membawa sebotol guci arah yang ia curi dari salah satu pelayan.


Semua pertanyaan berterbangan dikepala xin xin seakan akan ingin berubah menjadi tirnado.


Xin xin berjalan hingan ia sampai disalah satu taman  buatan ,dimana taman itu terbagi menjadi dua dan dipisahkan oleh sungai yang tenang tanpa arus ditengahnya, dan disambung oleh sebuah jembatan kayu melengkung,sinar rembulan memantul dikarenai air sungai.


Xin xin berjalan dan tepat berada di tengah tengah jembatan,lalu xin xin duduk diatas jembatan sambil mengayunkan kakinya yang tak terkena air karena jarak yang lumayan atas dadi sungai.


Xin xin diam dan meminum araknya sambil menatap rembulan,ia merasa ada yang kurang seakan kejadian ini pernah terjadi dan dimana ia merasa pelukan hangat dipinggangnya. Xin xin menggelengkan kepalanya pelan. Apa ia mabuk sampai menghayal yang tidak tidak?.

__ADS_1


Xin xin diam ia melihat kearah sungai dibawahnya dna mendadak ia melihat dirinya yang bermandikan darah dan menangis saat melihat seorang pemuda yang dimana terdapat pedang yang menembus dadanya tepat didaerah jantung.


Xin xin merasa hatiny sakit ia tanpa sadar menangis dalam diam,ia melihat dimana bukan hanya ia dan pemud aitu saja, xin xin juga melihat dimana saat ia memilih mengambil batu jiwa pemuda itu dan melemparnya kearah sebuah portal,mungkin xin xin juga tak tau.


Lalu xin xin melihat diriny yang mengambil sebuah belatih dan menancapnya tepat diaraj jantung dan melempar dirinya didalamportal yang sama namun naas seorang pemuda lainnya mengambil sedikit jiwanya dan melemparnya kearah portal lain.


Xin xin tersadar lalu menghapus air matanya. Apa itu tadi? Apa itu kilasan film atu apa?. Dan kenapa ia memiliki rambut berwarna putih dan pemuda itu memiliki rambut hitam dan kenapa wajah pemuda itu tak bisa xin xin lihat seakan sengaja diblur.


Xin xin pusing,xin xin berjalan kearah kamarnya dan mendapatkan seorang gadis yang memiliki tanduk putih diantara kepalanya.


"Siapa kau?". Tanya xin xin.


Gadis itu hanya tersenyum kecil. "Apa kau tak mengingat diriku..'tuan'..". Ujarnya.


Xin xin menyeritkan alisnya." ULER KAMPUNG".



xiao bi

__ADS_1


__ADS_2