
"Nama saya Huan nona". Ucap huan sambil menggabungkan tangannya dan mengepalnya lalu membungkuk sesikit. Seperti orang yang sedang memberi hormat.
Xin xin mengangguk." Mnn kalau begitu... carikan aku bahan bahan ini...". Ucap xin xin.
.
.
.
.
.
.
Xin xin yang telah memberi intruksi pada huan pun meminta untuk mengantar terlebih dahulu jagung jagung yang xin xin beli menuju pinggir pantai dekat tempat perbaikan kapal.
"Sudah cukup disini saja..tedima kasih untuk bantuannya..dan kakak huan mohon untuk mencari barang yang aku pinta tadi". Ucap xin xin
Huan mengangguk lalu membungkuk sedikit dan pergi mencari barang barang yang dibutuhkan oleh xin xin. Dilain tempat huan yang sedang mencari barang, beda lagi dengan xin xin yang sedang membersihkan jagung dan tentunya dibantu kakek yun. Kakek huan.
"Nona akan kau apakan jagung jagung ini?". Tanya kakek yun.
"Kakek yun aku akan membuat seauatu yang pastinya tak pernh ku lihat dan pastinya tak pernah makan. Mumpung jagung jagungmu masih muda aku akan membuat hidangan yang enak dan pastinya hangat". Jelas xin xin.
Huangzhen maupun hau cun dan yang lainnya tengah sibuk dengan perbaikan kapal. Tak luput dari hao cun maupun huangzhen yang membantu.
Pastinya akan ada bunga bunga yang awalnya kuncup mendadak bermekaran dipesisir pantai hany untuk melihat dua sejoli yang sedang telanjang dada dengan tubuh basah terkena air laut,menambah kesan seksi.
Tubuh kedua sejoli itu memang hemmmm menggoda para bunga cantik. Hmm xin xin pikir jika ini dijaman moderen pastinya akan menjadi hal biasa. Namun melihat wajah kedua pemuda itu...mungkin...mareka akan kontrak sebagai model atau artis yang pastinya akan menjulang tinggi didunia intertaimen.
Xin xin lalu kembali melanjutkan membersihkan jagung jagung yang tersisa. Setelah beberapa saat huan datang dengan berbagai barang.
"Nona apa benar ini yang kau minta?". Tanya huan.
Xin xin meneliti terlebih dahulu barang barang yang dibawa. Mnn ada dua buah bambu berukuran sedang. Sekilo bubuk cabai. Lalu ada madu. Air bersih,garam dan pastinya minyak sayur untuk mengganti kan mentega.
Xin xin mengangguk puas." Kak huan kau bantu kakek yun membersihkan jagung dan aku akan membuat bumbu oles untuk jagung ini nanti". Jelas xin xin lalu pergi tanpa menunggu jawaban.
__ADS_1
Xin xin menmbuat bumbu yang banyak. Xin xin berpikir untuk memgajak semua prajutir makan jagung bakar bersama. Yap jagung bakar ala xin xin.
Setelh cukup lama xin xin selesai membuat saus oles. Dan juga semua jagung telah bersih. Xin xin meminta huan untuk membuat tusukan dadi bambu. Dan pastinya masih atas intruksi dadi xin xin.
Setelah semua siap xin xin dengan dibantu kakek yun membuat api unggun yang lumayan besar dan pastinya sulit karena angin pantai yang lumayan kencang.
Hari sudah menjelang sore dan pekerjaan memperbaiki kapal pun lumayan cepat terkerjakan karena dibantu banyak orang.
Xin xin yang telah menusuk semua jagung pun siap memanggil semua orang untuk ikut dalam pesta jagung bakar miliknya.
"Hoiii kalian semua ayo istirahat". Teriak xin xin.
Lantas semua melirik kearah xin xin. Semua orang membersihkan diri mareka terlebih dahulu.
"Apa yang kau lakukan nona xin?". Tanya harumi.
"Ohh nona harumi sini sini..aku membuat pesta jagung bakar,ayo aku akan membakar jagung untuk dirmu yang pertama". Jelas xin xin sambil menarik tangan kanan harumi dan mendudukan nya diatas pasur tanpa alas.
Harumi hanya pasrah saat diseret oleh xin xin. Dan hanya diam duduk diatas pasir walau agak risih karena bagaimana pun ia adalah seorang bangsawan dimana para bangsawan sangat menjaga etika.
Sedangkan xin xin ia sendiri sibuk dengan jagung dan bumbu bumbu buatannya. Aroma harum dari jagung bakar menyebar luas,membuat semua orang yang berada disekitar pantai menjadi tergoda akan aroma jagung bakar yang tercium oleh hidung mareka.
Harumi akui ia memang tergiur,tapi ia bingung bagaimana cara memakannya. Mengetahui kebingungan temannya xin xin lalu memakan jagung bakar lainnya yang telah ia bakar.
"Begini cara makannya..kau langsung saja gigit". Jelas xin xin
Pertama tama harumi ragu. Ingin mencoba tapi,cara yang digunakan xin xin terkesan kalangan bawah. Para bangsawan akan makan dengan etika.
Namun karena terus melihat xin xin yang makan dengan lahap tanpa memperdulikan etika ,harumi mencoba. Gigitan pertama.
Mata harumi langsung melebar saat merasakan , rasa jagung yang manis dan bumbu buatan xin xin yang terasa agak pedas walau ada rasa manis juga dari madu.
Sungguh rasa yang luar biasa." Mnn ini enak sekali xin xin". Ucap harumi sambil melanjutkan makannya.
Xin xin hanya terkekeh kecil. Lalu melepas jagung bakar miliknya dan membakar jagung lainnya.
"Kakek yun,kakak huan,cobalah!". Ujar xin xin sambil menyerahkan dua jagung bakar.
"Tidak nona,kami diam membantu saja sudah cukup". Tolak kakek yun halus.
__ADS_1
"Tidak..bagaimana kalian akan membuka usaha jika tidak tau rasa dari dagangan kalian hmm?". Ujar xin xin.
Dengan ragu namun tetap,akhirnya kakek yun dan huan mengambil jagung itu dan mencicipinya. Sedangkan xin xin pergi fan membakar lebih banyak jagung.
Prajurit prajurit yang membantu telah berkumpul dan beristirahat dipinggir pinggir pantai. Mareka sebenarnya ingin meminta tapi masih menyadari status.
Xin xin mengambil jagung yang telah dibakar dan menaruhnya diatas nampan rotan yang tadi dibeli huan. Lalu membawanya kearah para prajurit beristirahat.
"Haii kakak kakak semua...silahkan..ini jagung bakar buatan..nona muda dan tercantik diseluruh kerajaan wei". Ujar xin xin sambil terkikik kecil.
Sedangkan para prajurit hanya tersenyum canggung. Antara ingin mengambil jagung bakar atau tidak. Takut saat diketahui oleh raja mareka maka kepala mareka akan hilang detik itu juga.
"Ambil saja aku membakar banyak..dan tenang kepala kalian akan aman..aku berani jamin". Ucap xin xin meyakinkan mareka semua.
Oh ya ampun kehidupan jaman dulu memang ,apa- apa penggal kepala. Batin xin xin.
Semua berbaris dan mengambil satu jatah. Dan juga xin xin berpesan jika ada yang kekurangan bisa ambil atau membakar sendiri.
Banyak yang berdecak kagum akan sikap xin xin yang tidak memandang status. Biasanya para anak anak petinggi mana mau memasak bahkan melyani mareka yang hanya orang biasa.
Jangankan memasak,mendatangi dapur saja tidak akan pernah.
"Xin'er..apa yang kau buat?". Tanya huangzhen setelah membersihkan tubuhnya. Disebelah nya ada putra mahkota hao cun dengan gaya khas dingin dan wajah datarnya.
Namun entah kenap xin xin melihat malah setiap hao cun didekatnya maka pemuda itu selalu tersenyum. Walau hanya senyum tipis namun terasa menyeramkan bagi xin xin.
"Tentu saja jagung bakar..... inih coba". Jawab xin xin sambil menyerahkan jagung bakar buatannya.
"Untuk ku?". Tanya hao cun.
Xin xin mendelik lalu berdecak.ck. " kalau kau mau bakar sendiri". Jawab xin xin.
Lalu semua para penguasa yang telah berganti pkian pun tiba dan ikut dalam pesta jagung bakar milik xin xin. Ya walau kesan pertama agak aneh namun setelah mencoba.
Mnnn jangan ditanya bahkan xin xin baru mendapat satu potong yang lain lebih dari tiga.
Semua makan dengan ceria. Bahkan sampai lupa akan namanya status sosial. Mareka berpesta ria bersama malam itu.
Hingga.
__ADS_1
"TOLONG". Teriak seseorang.