
"LI XIN XIN BERHENTI". Teeiak seorang gadis. Dan saat xin xin berbalik ternyata itu adalah Li wei na atau bisa disebut sebagai adik sepupu nya. Li wei na masih berumur 15 tahun yang berarti masih berada dibawahnyasatu tinggkat.
Xin xin mengangkat sebelah alisnya seakan bertanya.
"Kau sombong sekali dasar sampah tak berguna, baru belajar keluar dari kediaman namun telah berani menghina keluarga mentri kelautan dasar sombong dan tak tau malu". Ucap sombong wei na sambil menyilangkan tangannya didada.
Xin xin hanya diam. Apa masalahnya jika keluarganya adalah mentri kelautan,ssdangkan dirinya jendral besar dikerajaan, pikir xin xin.
Merasa diabaikan wei na geram dan bersiap melayangkan tangan kanannya,namun belum sampai pipi xin xin tangan wei na malah diputar balik hingga tangan wei na menghadap belakan dan xin xin tepat dibelakang nya.
"Jangan bermain dengan ku jika tidak ingin tangan kotormu ini ku potong". Ucap xin xin penuh penekanan dan mengeluarkan aura pembunuhnya.
Setelah membisikan wei na, xin xin langsung mendorong wei na dan berbalik berjalan menuju kekediamannya untuk beristirahat.
Dilain sisi,wei na memegang pergelangan tangannya yang diplintir oleh xin xin. Ia mengusap lengannya sambil menatap tajam punggung xin xin yang semakin jauh.
"Akan ku balas perbuatanmu". Gumam wei ni lalu berbalik menuju kediamannya.
Xin xin membuka pintu kamarnya dan langsung menghempaskan tubuhnya keatas kasur, untung saja ia bukan anak yang terlupakan,seperti kebanyakan novel yang menceritakan tokoh utama bertransmigrasi ketubuh seorang sampah yang dikucilkan.
__ADS_1
Xin xin harus bersyukur karena keluarganya yang sekarang sangat baik bahkan tempat nya tinggal sekarang tak kalah jauh dengan kediaman kerajaan.
Xin xin berbaring sebentar sebelum bangun dan berjalan mengendap endap menuju tempat pelatihannya. Xin xin telah membangun sebuah markas dekat hutan dimana tak sembarang orang bisa masuk karena kabutnya yang beracun sedangkan tak ada yang tau dibalik kabut itu ada hutan indah. Xin xin yang berusaha membuat berbagai macam obat bahkan racun untuk membuat perisai tubuh agar bisa melewati kabut beracun itu.
Xin xin yang berjalan diantara atap rumah penduduk sekitar beberapa menit sampai didepan hutan kabut racun itulah nama yang penduduk berikan untuk hutan ini. Xin xin dengan santainya masuk tanpa mengonsumsi obat yang ia racik karena darahnya saja telah bercampur dengan racun.
Setelah berjalan beberpa menit xin xin melihat sebuah bangunan yang terang didekat sungai. Xin xin sengaja membuat markasnya dekat sunai untuk membuat baling baling yang berguna menjadi pembangkit listrik tenaga air.
Awalnya xin xin ragu karena pada jaman ini mareka menggunakan lilin dan batu cahaya dimana sesuai namanya batu ini mengeluarkan cahaya namun tak begitu terang.
Xin xin dengan otak cerdasnya mencoba membuat lampu dan berhasil walau sempat beberapa kali gagal dan juga xin xin membuat lampu dengan bahan seadanya yang mana itu sangat susah dicari bahkan xin xin sempat frustsi namun akhirnya usahanya membuahkan hasil.
Dikediaman ini ada sekitar 100 orang yang dimana diluar 11orang bawahan asli xin xin hanya 25 yang sudah terlatih dan dan sisanya masih berlatih.
"Hah dimana ketua kelompok king's team,jendral's team, dan doctors, ada yang ingin ku samapikan". Ucap xin xin dan langsung saja xin xin pergi menuju ruangan khusus tempatnya.
Beberapa saat pintu diketuk lalu terdsngar suara dari balik pintu meminta ijin.
"Masuk". Ucap xin xin.
__ADS_1
Dan pintu terbuka dimana disana terdapat ketua masing masing kelompok diantaranya. Yuwen ketua king's team,Jian ketua jenderal's team, dan Fei ketua dari doctor's.
"Ada apa Queen". Tanya yuwen sambil membungkuk.
"Aku akan pergi kekerajaan Hao dan laian akan ku tugaskan terus melatih calon anggota baru dan jangan lupa sebarkan tentang organisasi kita pada rakyat,aku ingin saat aku kembali dari kerajaan organisasi kita telah berkembang pesat dan bila ada yang ingin masuk dalam organisasi kita jangan sembarang memasukannya,uji mareka,aku tak berniat memasukan sembarang orang yang berniat hanya sebagai main main". Jelas xin xin.
"Baik Queen". Ucap mareka serempak.
Xin xin mengangguk lalu pergi kembali kekediamannya. Setelah sampai xin xin menengok kekanan kekiri seperti mencari sesuatu.
"Ehh tu uler kampung pergi kemana dari tadi kok gak keliatan ye". Ucap xin xin sambil melipat tangannya didada.
"Aku disini,untuk apa kau mencari ku,temben". Ucap xiao bi. Xiao bi datang dari arah jendela kamar xin xin.
"Ehh uler kampung nongol juga,abis dari mana? Gak nyuri ayam tetangga kan?". Tanya xin xin penasaran.
"Enak saja menuduh ku sembarangan,aku ini naga suci dan keturuna terakhir dan kau menuduhku mencuri,tanpa mencuri pun seluruh hewan juga bersedia menjadi santapan ku yang suci ini". Ucap xiao bi sombong. Dan tak terima dituduh mencuri.
Xin xin hanya memutar mata malas lalu berjalan kearah kasurnya dan merebahkan tubuhnya sambil menatap kebawah kearah xiao bi.
__ADS_1
"Aku kan hanya bertanya bukan menuduh". Balas xin xin lalu tidur tanpa melihat kearah xiao bi.