NAUGHTY EMPRESS

NAUGHTY EMPRESS
Pemberontakan


__ADS_3

Pagi telah tiba,saat nya bagi rombongan kerajaan wei kembali melanjutkan perjalanan.


Xin xin yang tengah bersiap siap dibantu oleh xiao bi dan para siluman miliknya sekarang.


Ya xin xin masih ingat saat tadi pagi ia terbangun dan sudah dilingkari oleh mareka yang bahkan sudah xin xin lupakan namanya.


"Tuan..bagaimana dengan gaun ini?".


"Perhiasan ini sangat cantik..pasti akan cocok jika tuan kita memakainnya".


"Tidak...tuan tidak boleh memakai pakaian itu..itu terlalu biasa".


Dan blablablablablablabla.


Masih banyak ocehan dari mareka semua kecuali xiao bi. Xin xin dengan biasa mengambil hanfu berwarna hijau daun dan merapikan rambutnya di bantu xiao bi dengan sedikit hiasan.


Xin xin dan xiao bi pergi dari tenda dan membiarkan para wanita cantik tapi berekor diam didalam dengan ocehan mengenaik pakaian dan hiasan apa yang akan ia kenakan.


"TUANNNN". Teriak mareka serempak saat megetahui tuan mareka (xin xin ) tak ada didalam ruangan.


Lima sekawan satu jurusan (siluman) itu pun keluar dari tenda yang sudah akan dibersihkan oleh pelayan lainnya.


Siang menjelang,perjalanan kembali kekerajaan wei entah kenapa begitu sunyi seakan tak ada siapapun.


Hanya hentakan suara kaki kuda dan kaki para prajurit yang menghiasi perjalanan kali ini. Xin xin yang pastinya berasal dari dunia dimana musik itu adalah hal yang wajib menjadi gemas.


Bagaimana mareka bisa bisa diam dalam berjam jam tanpa ada satupun yang berbicara.


Xin xin yang pastinya berada diatas kuda pun sedikit merinding,ayolah mareka sedang ditengah tengah hutan. Lalu suasana yang sunyi,bukankah itu akan menjadi suasana saat kita berada dipemakaman.


Xin xin turun dari kudanya dan memberikannya pada salah satu prajurit handal.


Xin xin berjalan kebagian tengah rombongan dimana itu khusus untuk kereta kuda putri atau nona bangsawan.


Xin xin mencari kereta kuda miliknya yang dimana ditempati oleh 6 sengkawan.


Siapa lagi kalau bukan sisi, yi fang, xiao bi dan 3 L ( Liu Liu, Lai Ning , Lai Nang ).


"Tuan". Teriak 5 sengkawan selain xiao bi.


"Bisa gak sih lu pade diem? Teriak kayak orgil tau gak". Omel xin xin.


Lima sengkawan hanya diam dan tertunduk.


Ini..ininih yang gak peenah disukain ama xin xin. Apa apa marah dilit nunduk..salh diikit nunduk. Kagak pegel apa tuh leher? Patah ****** lo pade. Batin xin xin mendumel.


"Xiao bi bawa gitarku kemari,aku sangat bosan diluar sana,mareka jalan udah kayak mayit gak ada ngomong..sepi bae". Oceh xin xin sambil mengambil gitar yang disodorkan oleh xiao bi.


Xiao bi yang sudah terbiasa dengan kelakuan xin xin pun langsung mengambil gitar milik xin xin yang ditaruh dibawah tempat duduknya. Dimana memang biasanya para pelayan menaruh barang milik majikannya.

__ADS_1


Xin xin menyerahkan gitar berwarna coklat itu kepada xin xin dan langsung disambar oleh xin xin dengan kecepatan kilat.


Sedangkan lima sengkawan sedang dibuat bingun.


"Xiao bi!! Mayit itu apa??". Tanya Yi Fang dan diangguki oleh empat orang lainnya.


"Ohh iya dan apa yang sedang dipefang oleh tuan..kenapa ia memutar mutar kayu tersebut?". Tanya Lai Nang.


Saat melihat xin xin sesang menyesesuaikan senar gitarnya.


Xiao bi hanya mengangkat bahu acuh,dimana tingkahnya itu membuat yang lain menatap datar padanya.


Xin xin malah acuh membiarkan semua orang didalam keretanya ribut . Sedangkan dirinya sibuk dengan gitar miliknya untuk bersiap bernyanyi.


Saat hendak memetik sinar gitarnya,tiba tiba saja keadaan diluar keretanya menjadi riuh.


"Belum jugak nyanyi udah riuh wae...ini gimana ceeitanya". Batin xin xin yang bingung.


Xin xin yang bersiap keluar pun dihadang oleh xiao bi yang ternyata sudah memegang pedang dan lima sengkawan sisanya yang membawa senjata masing masing.


Dimana Liu liu memegang panah,Lai ning dan Lai nang memegang belatih yang pastinya kembar hanya berbeda warna. Liu ning berwarna hitam dan lai nang berwarna emas.


Sisi Huangli membaca cambuk berwarna coklat kehitaman. Yi fang ?? Wanita itu terlihat tidak membawa apapun,tapi jika diperhatikan dengan jelas ternyata yi fang menggunakan jarum akupuntur yang telah diolesi racun. Terlihat dari warna jarum yang sedikit menghitam dibagian ujung.


Xin xin hanya mengangkat sebelah alisnya. Bisakah ia mengandalkan mareka semua??.


Baiklah xin xin dengan santainya mengambil bubuk teh dan menyaring teh sendiri lalu meminumnya dengan santai seakan tak ada kejadian apapun.


Terlihat yi fang dengan lincahnya menebar dan menusukkan jarumnya ketitik fital musuh yang langsung menyebabkan musuhnya mati dengan salah satu bagian menghitam lalu merambat dengan perlahan.


Lalu sikembar lai ning dan lai nang. Mareka berdua membentuk formasi melingkar dimana mareka didalam lingkaran para musuh.


Membuat musuh mareka merasa sengang kareka merasa bahwa mareka telah mengalahkan musuhnya,tapi sayangnya dengan cepat lai kembar berputar layaknya menari dengan tangan yang memegang belatih langsung menebas tubuh para musuhnya.


Sedangkan sisi ,ia dengan santai mengayunkan cambuknya mengikat lalu membawa musuhnya yang terikat kearah lai kembar yang sudah lasti berakhir mati tertebas.


Liu liu dengan santai diam diatas dahan pohon dan memanah orang yang berani mendekati kereta yempat xin xin bersantai.


Xiao bi??? Ia malahan maju membantu para prajurit dibarisan depan.


Sepertinya xin xin harus memecat xiao bi. Batinya nya


Menit berubah menjadi jam. Hampir 1 jam mareka semua bertarung. Entah dari mana tiba tiba datang segerombolan sampah yang tak ada habis nya ini.


Xin xin yang melihat kearah luar dengan sedikit menyibak tirai keretanya. Dengan jelas ia melihat banyak prajurit yang mati dan juga 6 sengkawan pun sudah hampir lelah. Apalagi persediaan panah milik liu liu sudah menipis.


Jarum milik yi fang pun sama. Xin xin hanya diam tak berkutik. Dia masih dengan kue kering ditangan nya dan menyuapi dirinya sendiri.


Setelah kue dimulut nya habis xin xin membuka tirai keretanya dan menunduk memunguti bebatuan kecil.

__ADS_1


Merasa cukup xin xin melihat kedepan. Dimana benar benar semua prejurit tersisa dikepung termasuk enam sengkawan.


Dengan santai xin xin duduk ditanah dan mengambil satu batu lalu mengarahkannya kesalah satu orang berbaju hitam yang pastinya pemberontak.


Dengan cepat xin xin menekuk jari tengah tangannya lalu menyentil batu kecil namun runcing kearah pemberontak.


Dan pastinya pemberontak yang terkena batu runcing dari xin xin langsung jatuh ketanah. Mati.


Dengan darah yang keluar dari hidung dan telinga.


Xin xin sengaja langsung menembak salah satu saraf penting namun membunuh.


Semua langsung menengok kearah xin xin yang sekarang terlihat seperti sedang bermain ditanah. Xin xin terlihat seperti orang idiot sekarang.


"Xin xin lari ". Teriak huangzhen.


Xin xin hanya menatap kakaknya datar. Lalu dirinya berdiri dan sedikit membersihkan hanfunya dari kotoran.


Xin xin berlari menuju arah gerombolan itu dan..


"XIN XIN".


Makasi bagi yang udah mau stay di cerita mimin ini.


Mimin ucapkan terima kasih sebanyak banyaknya🙏🙏


jangan lupa ya tinggalkan jejak karena jejak yang kalian tinggalkan untuk mimin amat sangat berharga.



Panah Liuliu



Pedang xiao bi



Belatih Liu nang



Belatih Liu ning



Cambuk sisi huangli


__ADS_1


Jarum Akupuntur Yi fang


__ADS_2