NAUGHTY EMPRESS

NAUGHTY EMPRESS
RUMAH BARU


__ADS_3

Perjalanan kembali dimulai,kini sudah masa mendekati kerajaan Hao,hubungan Xin Xin dan Hao Chun juga sudah membaik,dalam artian mereka sudah saling tambah mengenal satu sama lain.


Xin Xin terduduk diatas kuda berwarna putih dan berada tepat disebelah Hao Chun yang menunggang kida berwarna hitam.


"Apa kau lelah?". Tanya Hao Chun sambil melihat kearah Xin Xin .


Xin Xin melirik dan menggeleng pelan.


"Aku hanya ingin tidur diatas ranjang empuk dengan pijatan pada pinggangku". Ujar Xin Xin sambil menutup mata seakan membayangkan betapa nikmatnya pijatan pada pinggangnya yang sudah hampir patah.


Hao Chun dengan inisiatifnya mendekati dirinya lebih dekat dengan Xin Xin dan mengusap surai Xin Xin lembut.


"Lagi sebentar , setelahnya kau bisa tidur sepuasnya". Ujar Hai Chun.


Xin Xin mengangguk ringan,lalu kembali memacu kudanya agar cepat kembali,kerumah nya..atau rumah baru nya.


Kerajaan yang akan menjadi tempatnya menyandang nama namun bukan tempat baginya berlindung.


Kerajaan yang sudah dia tebak akan penuh dengan drama perebutan tahta dan kebun bagi "Lotus putih".


Lotus putih : depan baik belakanganya busuk


Walaupun dirinya belum pernah yang namanya menginjakan kakinya di kerajaan atau istana,dalam artian tinggal lama.


Bahkan dulu hanya sekali dirinya berdiri,itupun hanya berdiri dibagian halaman Kerajaan Wei saat lomba antar kerajaan terdahulu.


"Putra mahkota,sebentar lagi rombongan akan memasuki pintu perbatasan kerajaan". Ujar salah satu jendral bawahan Hao Chun.


Xin Xin yang mendengar mendadak menjadi gugup,entah kenapa dirinya sedikit merasa khawatir.


Apa nanti dirinya akan disukai oleh keluarga kerajaan?


Atau malah dirinya akan dikekang karena menjadi wanita calon penerus kekaisaran?


Hao Chun yang melihat Xin Xin berkeringat dingin seakan tau isi otak istri kecil nya itu,dengan lembut mengusap surai Xin Xin pelan seakan akan memberi tau bahwa semua akan baik baik saja.


Xin Xin tersenyum kecil,tapi hatinya tak bisa diajak berkompromi,jantungnya seakan berdetak dua kali lebih cepat,nafasnya memburu seperti seluruh oksigen dibumi akan habis jika dirinya tak cepat mengambil nafas.


+-+-+-+-+-+-+


Sekarang didepan Xin Xin sudah menjulang tembok perbatasan negara Hao,Xin Xin menghentakkan kudanya,disusul Hao Chun dan bawahannya yang lain.


Memasuki pemukiman rakyat yang sudah ramai,karena kedatangan karena yang memang ditunggu tunggu.


Para rakyat berjejer rapi di pinggiran jalan sampai pasar kota kerajaan Hao.


Karena semua disambut dengan meriah,Xin Xin hanya menampakan wajah datar,padahal jantung dan nafasnya sangat memburu,jantung yang berdebar kencang seperti telah berlatih begitu keras,nafasemburu seakan dirinya telah berlari ratusan kilometer tanpa berhenti.

__ADS_1


Semua rakyat bersuka cita akan kedatangan putra mahkota kerajaan ,apalagi kabar angin yang menyatakan bahwa putra mahkota mereka membawa istri yang tentu akan menjadi ibu negara selanjutnya.


Semua orang berkumpul ingin melihat siapa wanita paling beruntung dan hebat karena bisa meluluhkan hati putra mahkota mareka yang terkenal akan julukan 'hati beku'.


Alias tak memiliki perasaan bahkan pernah ada berita yang menyatakan bahwa putra mahkota alias Hao Chun adalah seorang naga belok.


Naga belok : gay


Perjalanan menuju kerajaan atau istana utama lumayan lama karrna luas kerajaan yang tak kecil.


Apalagi jalanan yang ramai,karena rakyat yang penasaran.


Xin Xin menggunakan cadar yang diberikan oleh Hao Chun sebelum memasuki wilayah kerjaan.


Y walau sudah ada beberapa orang yang melihat,dan karena alasan tersebut Hao Chun menyuruh Xin Xin menggunakan cadar.


Dasar makan cuka. Batin Xin Xin


Makan cuka : cemburu


Menghentikan kuda dengan sedikit cepat agar cepat menuju kerajaan Xin Xin yang berada disebalah Hao Chun ikut menghentikan kudanya menyamai suaminya.


Semua prajurit ikut bergegas menuju kearah istana megah yang dipenuhi warna emas dengan dikelilingi batu rubi berwarna warni .


Apalagi di siang hari saat terkena sinar mentari maka istana akan memancarkan warna yang indah,itu yang Xin Xin dengar dari rumpian tetangga..maksudnya pelayanny yang berada dikediamannya dulu.


Kenapa dirinya saat lomba dulu tak memperhatikan Kerajaan Hao dengan begitu teliti y..tentu saja karena dirinya yang tak suka seperti gadis lainnya yang suka menjilat sana sini.


Pantas disebut kerajaan besar,terlihat dari luar saja sudah bisa terbayang betapa mewahnya nanti didalam.


Oh ayolah dirinya sudah pernah memasuki istana,tapi kenapa sekarang dirinya masih merasa gugup.


Hah..


Turun dari kudanya bersama yang lain,mareka memasuki bagian dalam istana,tiang penyanggah yang pasti kokoh nan megah menghiasi seluruh bagian istana.


"Mayan cuci mata". Guman xin xin .


"Kau bilang apa?". Hao Chun bertanya.


"Aku tak mengatakan apa apa".


"Tapis epertinya aku mendengars eseirang mengatakna kata'cuci mata'".


"Kau salah dengar".


"Baiklah,aku salah dengar".

__ADS_1


Mareka semua berjalan menuju aula istana dimana kaisar dan permaisuri telah berada diaula untuk menyambut mareka.


Pelayan dan prajurit penjaga bergilir melewati mareka dan tak lupa memberi salam hormat.


Hiasan hiasan kain yang hampir memenuhi setiap maupun langit langit istana,bagian atapnya.


Berjalan dan terus berjalan mendekati ruang aula,sekarang Xin Xin dan Hao Chun sudah berada didepan pintu aula.


"PUTRA MAHKOTA MEMASUKI RUANGAN". Teriak Kasim yang berada disebelah pintu ruang aula.


Hao Chun menatap tajam kasim tersebut.


"Apa kau buta kasim,atau kau sudah merasa hebat karena bisa menjadi seorang kasim dalam istana,bahkan calon ratu mu sendiri tak kau hormati ". Ujar Hao Chun dingin .


Xin Xin segera memegang lengan kiri Hao Chun untuk mencegah keributan.


"Maafkan hamba yang rendah ini putri mahkota". Ujar kaism tersebut sambil gemetar.


Xin Xin mengangguk kecil,lalu memberi Hao Chun untuk memasuki ruang aula yang sudah dibuka oleh dua prajurit penjaga.


Memasuki ruangan dengan menggenggam tangan Hao Chun,Xin Xin merasa sedikit terintimidasi oleh tatapan permaisuri alias ratu kerajaan Hao.


Bukannya bagaimana,tapi tatapan permaisuri. Hai sekaan akan menelanjangi dirinya,bahkan tatapan dari mata elang milik raja kalah jauh dengan milik permaisurinya.


Berjalan mendekati depan tangga kursi tahta,Xin Xin dan Hao Chun menunduk memberi salam penghormatan.


"SALAM KAMI KEPADA RAJA HAO DAN PERMAISURI KERAJAAN,SEMOGA DIBERIKAN KEHIDUPAN HINGGA 1000 TAHUN KEDEPAN". Ucap Xin Xin dan Hao Chun bersama.


"Bangun". Ujar Raja Hao dengan wajah yang masih datar.


xin xin memberi hormat?


Ayolah Xin Xin sudah memberi hormat karena bagaimana pun mareka berdua adalah orang tua dari suaminya yang sudah pasti akan bahkan sudah rei menjadi orang tuannya juga.


Dirinya memberi hormat karena status nya yang sekarang dimana dirinya melihat yang duduk di singgasana adalah orang tuannya bukan sebagai raja maupun ratu.


Ingat,dirinya Li Xin Xin salah Hao xin xin adalah orang yang tidak suka memberi kan salam hormat hanya karena Drajat.


Baginya yang memang patut di hormati adalah yang memang menurutnya menjadi panutan bukan hanya karena jabatan dan Drajat .


"Jadi ini nona yang telah dipilih oleh putra ku?".


...•••√••••√••••√••••√••••√••••√••••√••••√••••√••••√••••√••••√•••...


"Waktu akan terus berjalan,setiap detiknya akan sangat berharga,dan jika suatu saatnya tiba dan waktunya sudah selesai,semua akan berakhir,karena waktu tak akan bisa kau ubah,terima dan pikirkan lah waktu mu kedepan jangan hanya melihat kebelakang"


...MIMIN...

__ADS_1


Haii mohon maaf jika mimin jarang up..dan selamat bagi yang muslim menjalani ibadah puasa ,semnagat ya dan juga bagi orang hindu selamat menjalani hari raya galungan dan kuningan.


Intinya mimin mengucapkan maaf karena terlambat up


__ADS_2