
""Mnnn itu aku belajar dari...". Ucap xin xin menyela,ia bingung harus bilang apa ,ia saja belum terlalu tau mengenai dunia barunya.
"XIN XIN". Teriak seseorang dan xin xin langsung merasakan pelukan hangat seorang wanita sambil menangis tersedu sedu.
Wang su atau ibu xin xin memeluk xin xin begitu erat. Selepasnya wang su langsung meneliti memutar balikan badan xin xin.
"Kau...kau baik baik saja kan sayang ?, kau dari mana saja hah semalaman ?, apa kau tak tau niang disini sanat khawatir akan dirimu ?, apa kau sudah akan ?, kau tidur nyenyak semalam ?, ap..". Wang su bertanyaa seakan xin xin telah pergi berhari hari. Namun xin xin hanya tersenyum saat melihat ibunya sangat cerewet , bahkan belum selesai satu pertanyaan pertanyaan lain akan muncul.
"Niang..hei ..niang aku baik ok,tak ada yang terluka,aku kemarin tersesat dihutan dan aku sudah makan dan tidur ditengah hutuan". Jelas xin xin sambil menghapus sisa sisa buliran sungai kecil yang terus mengalir disela sela mata ibunya.
Wang su langsung sa memeluk xin xin menyalurkan kerinduannya. Sedangkan xin xin membalas pelukan ibunya sambil mengusap lembut punggung ibunya yang bergetar karena terisak.
Sedangkan jang wan atau li jang wan ayah biologis li xin xin hanya mengusap surai xin xin lembut.
"Kau tau , kau berhasil membuat niang mu hampir bunuh diri karena menghawatirkan mu,ia bahkan tak mau makan apapun semalaman". Jelas jang wan.
Xin xin langsung saja sedih,ia tak habis pikir semua orang menghawatirkannya padahal ia hanya 'sampah', eitss tapi dulu sebelum dia xin xin menempqati tubuh ini.
Setelahnya semua masuk kedalam kediaman dan xin xin ia mengajak keluarganya makan bersama. Setelahnya ia meminta izin untuk pergi kembali kekediaman teratai,kediaman xin xin.
Setelah sampai dan membuka kamarnya ia melihat ning mei tengah menangis dipojok kamarnya dekat ranjang miliknya. Xin xin berjalan mendekat.
__ADS_1
"Hei apa yang kau lakukan ning mei ?". Tanya xin xin,ming yun langsung saja mendongak dan melihat junjungnya dan langsung memeluknya erat.
"No ..hiks..na.hiks kema..hiks a kau..hiks pergi...hiks nubi..hiks pikir .hiks kau pergi ..hiks meninggalkan hiks nubi sen hiks diri. Hiskkkkk". Ucap ning mei sambil menangis.
Xin xin hanya mengelus punggung pelayan kecilnya itu.
Setalah selesai menangis ning mei langsung saja melepas pelukanya dan bersujut. "Ma..maafkan nu..nubi nona..nubi tak sengaja memeluk nona". Ucap ning mei terbata bata.
Xin xin hanya tersenyum lalu membantu pelayan kecilnya itu berdiri. "Hei ayolah aku ini teman bukan tuan". Ucap xin xin sambil menghapus air mata ning mei.
Ning mei mengangguk patuh,setelahnya xin xin meminta untuk menyiapkan pemandian untuk nya. Xein xin terdiam diatas ranjang sambil menunggu ning mei menyiapkan air. Xin xin memegang kalung giok yang diberikan hantu cogans yang ia tolong saat di hutan . Lalu ular kampung itupun langsung melepas lilitanya dilengan xin xin.
Xin xin bahkan lupa akan ular kampung itu. Dn syukurnya kakaknya tak datang dan bertanya mengenai dari mana ia belajar bahasa asing,tak mungkin kan ia bilang"aku belajar dari masa depan". Ok ia akan dicap gila sudah sampah dan sekaranng gila. Jangan sampai predikatnya bertambah menjadi smapah yang gila.
"Aku ini betina". Ucap Xiao bi.
"Beneran lu cewek,kalo seandainya elu berubah jadi manusia bisa gak ?". Tanya xin xin lagi.
Xiao bi mengangguk." Kalau berubah tentunya aku bisa ..tapi kau harus menjadi lebih kuat dulu baru diriku bisa berubah". Jelas xiao bi
Xin xin hanya ber'o'ria." Emaang gue harus sekuat apa lagu cuy ?". Tanya xin xin.
__ADS_1
"Nona air pemandian telah siap". Ucap ning mei dan langsung saja xiao bi bersembunyi didalam selimut xin xin.
"Oh sudah siap,, mmnn kau bisa pergi ningg mei aku akan membersihkan diri sendiri". Jelas xin xin lembut.
"Baik nona ". Ucap ning mei dan langsung keluar dari ruangan xin xin.
Xiao bi yang keluar dari balik selimut menatap xin xin garang. Sedangkan xin xin tak mengerti apa arti tatapan itu menaikan sebelah alisnya seakan bertanya' apa'.
"Kau berbicara lembut pada orang lain padahal dirimu itu sungguh tak terkendali saat bersama diriku". Jelas xiao bi.
"Ohh ya jelas gue itu kan sebagai putri seorang jendral harus anggun dan buat apa cobak gua baik ama uler kampung kayak elu gak ada faedah". Jelas xin xin sambil berdiri dan menuju pemandiannya.
Xin xin yang berada didalam pemandiannya tak sadar jikalau ada cahaya yang disebabkan oleh xiao bi didalam kamarnya.
"Kau akan mengerti nona, suatu hari nanti kau akan mengerti". Suaranya sehalus kain sutra. Dia adalah xiao bi sang naga satu satunya didunia.
Ya dirinya sebenarnya sidah bisa berubah,namun tak mau memberi tau xin xin.
Jangan lupa tinggalkan jejak👍👍👍👍
__ADS_1
.
Xiao bi👆