
wei bai zhi,putra mahkota kerajaan barat. Sekarang sedang duduk disebelah kanan xin xin. Xin xin diam tanpa niat membuka pembicaraan.
"Hahh apa kau selalu diam seperti ini?". Tanya wei bai.
Sunyi,tak ada jawaban sama sekali. Wei bai menengok kesebelah kiri ia melihat wajah xin xin yang cantik ditambah dengan cahaya mentari jingga yang terpantul lewat sungai mengenai wajahnya.
Hah..xin xin mendesah,lalu berdiri dan merapikan hanfunya sebelum kembali kearah tendanya.
Berniat mengajak kakaknya berburu. Xin xin maah melihat saudara dan ayahnya berkumpul bersama raja dengan penasihat dan beberapa juru masak.
Karena jiwa kepenasaran xin xin bangkit. Xin xin pergi menuju ayah dan gegenya.
"Ada apa ini?". Tanya xin xin.
Semua yang tadinya berunding langsung menatap kearah xin xin.
"Tak ada apa apa mei". Jawab huanzheng.
Xin xin memincingkan matanya merasa tak percaya.melihat kecurigaan anaknya gadisnya Li jang wan menjawab.
"Hah..kami kekurangan pasokan makanan dan jika kami mengirim beberapa prajurit kembali. Maka malam ini tak akan ada makan malam, dan juga hari hampir gelap tak mungkin melakukan perjalanan kembali ke istana". Jelas jang wan.
Xin xin menganggukkan kepalanya. Lalu berpikir sebentar.
"Apa saja yang tersisa di gerobak makanan?". Tanya xin xin.
"Maaf nona saya kepala juru masak. Di kereta makanan hanya ada beberapa daging mentah dan beberapa karung beras. Dan juga ada beberapa sayur dan rempah rempah". Jelas kepala juru masak.
Xin xin mengangguk,lalu berbipir akan membuat apa.
"Kalian para prajurit pergi berburu,lagi juga hari belum terlalu gelap. Aku dan juru masak akan membuat beberapa bumbu dan nanti hasil buruan kalian akan kita bakar bersama sedangkan untuk beras aku akan membuat masakan". Jelas xin xin.
__ADS_1
"Apa itu cukup?". Tanya raja wei.
"Tentunya akan cukupjika kalian bekerja sama,jika kalian bekerja sama aku yakin tak butuh waktu lama dan juga kita berada ditengah hutan dekat kerajaan hou dan pastinya banyak ada hewan liar. Kita hanya perlu BEKERJA SAMA". Ucap xin xin dengan menekan kata'kerja sama'.
Semua mengangguk setuju. Dan disinilah xin xin berada didapur sederhana yang khusus xin xin rancang.
"Baik semuanya bantu aku mengupas bawang dan meracik bumbu sesuai arahanku,mengerti?". Ujar xin xin pada beberpa pelayn yang bertugas didapur.
"KAMI MENEGERTI NONA". Jawab mareka kompak.
"Nona kita akan memasak apa". Tanya kepala koki.
Xin xin hanya tersenyum kecil melihat wanita yang sedikit rentan disebelahnya yang mendapatkan gelar juru masak terbaik dikota wei.
"Nyonya kau duduk tenang saja disini,biarkan aku yang mengatur semuannya". Ujar xin xin sambil membantu juru masak duduk diatas tikar jerami.
"Tapi..".
Xin xin telah berpikir akan membuat nasi goreng sederhana. Dan nanti setelah makan nasi goreng mareka akan memanggang hasil buruan ayah dan kakanya beserta hasil buruan prajurit.
Xin xin sibuk dengan masakannya tanpa menghiraukan beberapa pelayan yang meragukan keahliannya karena tak pernah melihat nasi yang digoreng jadi mareka sedikit ragu.
Xin xin menggoreng beberpa bumbu dan memasukan daging yang telah ia cuci dan potong kecil kecil, setelahnya ia memasukan nasi yang telah masak kedalam wajan. Aroma nasi goreng buatan xin xin tercium menyebar keseluruh perkemahan. Bahkan beberapa pelayan dan prajurit sampai meneteskan air liurnya.
"Mei mei/xin xin". Sapaan bersama dari belakang. Xin xin menengok dan melihat ayah dan kakanya menyeret tiga rusa berukuran besar,lalu beberapa prajurit membawa ayam hutan dan dan ada juga yang mendapatkan rusa namun dengan ukuran sedang. Raja wei mendapatkan beberapa burung liar.
Xin xin melihat itu dengan mata berbinar ,ia telah berpikir akan membuat daging panggang atau barbeque. Xin xin yang telah menyelesaikan nasi gorengnya menyuruh pelayan menyajikannya. Lalu sisa pelayan disuruhnya membersihkan hasil buruan.
"Apa ini,kenapa nasinya berwarna merah?". Tanya raja wei yang diangguka beberapa prajurit dan pelayan yang lenasaran.
"Ini nasi goreng,aku yakin kaisar belum pernah makan,cobalah". Ujar xin xin sambil mengambil mangkuk dan menyajikannya.
__ADS_1
Kaisar wei awalnya ragu,namun tetao mencoba."wahhh ini enakk sangat enank dan juga rasanya agak pedas". Puji kaisar wei.
"Baiklah kita akan makan nasi goreng ini dulu dan untuk hasil buruan aku akan memanggangnya nanti setelah selesai makan". Jelas xin xin dan semua mengangguk.
Semua keluarga kerajaan ,mentri dan tentunya jedral atau ayah xin xin berkumpul diatas tikar berbulu yang berwarna merah.Sedangkan para pelayan,prajiurit dan tabib mareka makan diatas tikar jerami.
Semua makan dengan lahap apalahi dua kue cubit yang sedari tadi pergi menggoda para pangeran kerajaan wei.
Setelah makan,xin xin meminta tolong beberapa pelayan untuk memotong kecil daging buruan yang telah di bersihkan dan setengah pelayan disuruhnya mencari bambu. Xin xin berniat membuat tusukan untuk daging dengan bambu tersebut.
Xin xin membuat bumbu sederhana. Setelah memotong kecil daging giliran xin xin menyuruh memitong sayuran yang ada, setelah itu xin xin menyuruh beberapa prajurit memotong bambu sesuai intruksi xin xin.
Setelah selesai semua xin xin menunjukan bagaimana cara membuat barbeque dan menyuruh menusuk daging dan sayur secara silang.
(Daging,sayur,daging,sayur. Gitu lohh ngerti kan,author susah ngejelasin soalnya jadi ngerti ngertiin aja).
Semua pelayan menurut dan membuat seperti apa yang xin xin lakukan. Setelahnya xin xin membuat tungku api yang dimana ia menggunakan wajan dan diatasnya ia menggunakan alat saring yang terbuat dari besi,seperti alat pemanggang.
Semua orang berkumpul dan melihat xin xin memanggang. Awalnya mareka merasa aneh karena melihat sayur yang akan dipanggang. Beberapa saat aroma tercium begitu menggiurkan apa lagi saat xin xin mengolesi daging dan sayur itu dengan bumbu sederhananya.
Semua makan berdampingan seakan tak ada kasta yang membedakan dan pastinya itu ulah xin xin yang sengaja membuat tungku api yang sedikit agar bisa bersama.
Semua makan dengan bahagia walau ada beberapa mentri dan pejabat yanga walnya enggan beesama pelayan karena statusnya namun ujung ujungnya mareka bungkam dan makan bersama karena mencicipi makanan enak yang xin xin buat.
Malam itu bisa disebut malam yang indah dan juga melelahkan bagi xin xin. Namun ia senang dapat membantu. Ia merasa seperti hidupnya sedikit terisi dan tak terlalu'kosong'. Xin xin yang sedang duduk didepan tenda nya dikejutkan dengan teriakan.
"Tuannnn". Suara teriakan dari arah balik pepohonan.
Xin xin seperti hafal dengan suara itu pun berjalan kearah balik pohon didepannya.
Xin xin melotot melihat xiao bi yang....
__ADS_1