NAUGHTY EMPRESS

NAUGHTY EMPRESS
Gitar


__ADS_3

Xin xin melotot melihat xiao bi yang...


"Ehhh uler kampung elu dikawinin saha...napa tiba tiba jadi punya empat kaki elahh udah kayak kadal jalanan aja..... ohhh pantesan ya lu gue carik dari sebelum berangkat ehh gak ketemu..jadi elu ena ena..trus sekarang apa, lu lagi bunting tapi ditinggal gituu... ogah gue ngerawat..lu pergi aja carik tuhh majikan baru sapa tau lu mau diambil jadi peliharaan". Ucap xin xin saat melihat xiao bi yang ukurannya tiba tiba bertambah besar dan juga ia memiliki empat kaki,warna xiao bi pun berubah yang awalnya hitam sekarang menjadi putih keperakan itupun sekarang ia bersisik.


Tidak seperti awal pertemuan xiao bi yang memiliki warna hitam dan tidak memiliki kaki membuat xin xin heran.


Xiao bi hanya memutar mata malas." Heii aku ini sedang masa pertumbuhan". Jelas xiao bi.


"Emmbehh... masa pertumbuhan,emang lu mau jadi apa cobak..mau tumbuh seberapa gede lagii. Ukuran awal aja udah nyusahin sekarang mau nambah gede lagi". Bantah xin xin.


"Terserah kau mau percaya apa tidak. Setidaknya aku sudah memberi tau dirimu dan juga aku ini naga jadi tentu saja aku akan berkembang biak menjadi naga suci". Jelas xiao bi bangga.


"Elehh serah dah.......ohh ia lu masih bisa jadi kecil kan? Hello mana mungkin kan gue bawak eluu yang sekarang segede tiang listrik pinggir jalan". Ujar xin xin sambil berkacak pinggang.


Xiao bi mengangguk. "Masih kok tapi gak terlalu sering". Ucap xiao bi.


"Ohh bagos bagos ya udah lu pergi dah gue mau tidor dulu..babay". Ucap xin xin lalu berbalik menuju tendanya dan tidur.


o0o


Esok paginya kelompok kerajaan barat melanjutkan perjalanan. Perjalanan menuju lerajaan Hou tinggal beberapa jam saja. Setelah berjalan cukup lama,gerbang menuju kerajaan Hou terlihat.


Hari semakin terlihat menyejuk pertanda hampir sore,rombongan kerajaan barat telah sampai di pasar kerajaan Hou. Xin xin yang menatap sekeliling dan tanpa sadar seperti melihat sesuatu disalah satu kedai. Bukan sembarang barang,itu barang yang sama seperti dimasa xin xin dulu. Gitar. Ya xin xin melihat gitar berwarna coklat muda.


Xin xin berhenti dan turun dari kudanya lalu berjalan menuju kekedai yang menjual gita itu.

__ADS_1


"Mei mei kau mau kemana?". Tanya huangzhen.


"Mn aku mau membeli sesuatu kau pergi saja duluan nanti aku susul". Ujar xin xin tanpa menoleh.


Huangzhen dan lainnya tetap melanjutkan perjalanan tanpa xin xin. Xin xin yang telah sampai didepan kedai itu disambut oleh seorang kakek tua.


"Ada yang bisa kakek tua ini bantu nona?". Tanya kakek tua itu ramah.


"Mnn aku ingin membeli ini". Ucap xin xin sambil menunjuk kearah gitar berwarna coklat muda.


"Ohh kau ingin membeli benda itu,,kakek tua ini akan menjual dengan harga lima keping perak saja". Ucap kakek itu lagi.


Xin xin mengambil uang dikantung uangnya yang ia selipkan di pinggang sebeh kananya. Xin xin mengambil satu keping emas lalu menyerahkannya pada kakek itu dna tanpa basa basi mengambil gitar itu dan sedikit mencoba apa suara dari gitar itu bagus atau tidak. Dan setelah mencoba ternyata suaranya sangan pas dan bahkan lebih bagus dari jamannya dulu.


"Nona uang mu terlalu banyak yang tua ini tak memiliki sisanya". Ujar kakek tua itu.


"Yang tua ini akan berbicara... dulu ada seorang pemuda miskin didaerah sini..ia bilang ia mendapatkan mimpi mengenai benda ini dan membuatnya..namun suatu hari ibu pemuda itu sakit dan membutuhkan uang lalu ia menjualnya pada beberpa kedai namun tak ada yang menerimanya, yang tua ini melihat ia begitu putus asa lalu membeli benda aneh ini dan memajangnya. Dari yang tua ini tau pemuda itu telah menikah dan meningal beberapa tahun yang lalu karena sakit dan istri beserta anaknya masih tinggal didekat daerah ini dan menjadi pengemis". Ujar kakek tua itu panjang lebar.


Xin xin meras asedikit iba dengan istri pemuda itu. "Kek apa aku bisa menitipkan sesuatu,kalau bisa kau berikan koin ini untuk istri dan anak dari pemuda yang kau sebut tadi". Ucap xin xin sambil menyerahkan lima keping koin emas kepada kakek tua itu.


"Kakek bisa mengambil dua kalau mau namun tolong beri lebih pada wanita dan anak dari pembuat benda ini". Jelas xin xin lalu pergi menuju kudanya sambil menenteng gitar yang baru saja ia beli.


Xin xin memacu kudanya dnegan cepat untuk mencari rombongan nya dna xin xin melihat rombongannya tak terlalu jauh dan dengan cepat memaju kudanya agar bisa bersama kakanya.


Xin xin dengan sedikit kesusaha karena memegang gitar ditangan kirinya dan memegang kekang kuda di tangan kananya.

__ADS_1


Huangzhen yang melihat adiknya yang berada disebelah kananya sedikit heran melihat benda aneh yang dibawa adiknya namun ia hanya diam.


Beberapa saat rombongan kerajaan wei sampai didepan gerbang kerajaan Hou. Ssmua rombongannya masuk dan memberi hormat pada kaisar Hou. Kaisar yang menunggu didepan pintu masuk bersama istrinya atau permaisuri kerajaan hou.


Kaisar yang mengenakan jubah kebesarannya yang dimana berwarna kuning keemasan dipadukan dengan gambar burung phoenix berwarna hitam menuambah kesan gagah dan berwibawa dari dirinya walau wajahnya yang tak muda lagi dan rambut yang berwarna sedikit putih.


Lalu permaisuri kerajaan hou. Wanita dengan hanfu berwaena merah dipadukan emas membuat dirinya anggun dan juga terkesan berwibawa. Wajah nya yang masih cantik walau terdapat beberapa lipatan pada wajahnya tak membuat ia kehilangan keanggunanya.


Lalu dibelakang kaisar ada tiga wanita cantik dan bisa dibilang masih muda sekitar berumur empat puluhan dan terdapat tiga pemuda ditambah empat gadis yang sudah pasti adalah selir dan putra putri kerajaan hou.


Setelah beberapa patah ucapan rombongan xin xin dibawa untuk beristirahat. Yang xin xin tau jika pesta kerajaan akan diadakan malam ini dan xin xin melihat keliling taman kerajaan waktu yang masih sore. Sebelum masuk kedalam kamar tamu yang disediakan.


Setelah sampai xin xin memilih langsung merebahkan dirinya diatas kausur empuk yang disediakan dikamar yang ia tempati.


"Tuaannnnn...". Rengekan seseorang yang sudah pastinya xin xin tau siapa pemiliknya. Xiao bi, ya itu adalah xiao bi.


Xin xin melirik kearah jendela dekat kasurnya. Disana xiao bi datang dan mendekat kearah xin xin yang masih setia diatas kasurnya.


"Xiao bi lu tau gak tadi ya gue liatada benda yang asalnya tuh dari jaman gue trus pas gue tanyak dagangya tu orang bilang katanya yang ngebuat ini dapet mimpi..mnn menurut lu itu apa ada orang lain selain gue yang dari masa depan balik kemasa lalu?". Ujar xin xin sambil bertanya.


Xiao bi merangkak keatas kasur dan membaringkan diriniya disebelah xin xin setelah sedikit mengubah bentuk tubuhnya menjadi sekecil ular biasa.


"Mnn itu tak mungkin..mungkin saja ia adalah orang yang beringgkarnasi karena orang yang beringkarnasi adalah orang yang mati dan lahir ksmbali dengan dikarunia sedikit ingatan dari masa lalunya ssdangkan dirimu...kau aadalah jiwa yang berpindah tanpa terlahir dan dengan ingatan yang sempurna dari masa lalu". Jelas xiao bi panjang lebar.


Xin xin mengangguk lalu memejamkan matanya dan menyelam kedalam mimpi untuk menunggu waktu malam tiba.

__ADS_1


"Kau akan bertemu dengan nya lagi... entah takdir mempermainkan kalian atau memang cinta kalian yang begitu erat hingga bahkan langit tak dapat memisahkan kaliam ,bahkan hingga didunia fana". Gumam xiao bi pelan.


__ADS_2