
"XIN XIN".
Teriak wang su dan dirinya langsung berlari ingin memeluk xin xin. Namun naas salah satu pemberontak menusuk punggung wang su.
"NIANG". Teriak xin xin.
Wang su memeluk xin xin dengan punggung yang masih mengeluarkan banyak darah. Xin xin hanya terdiam,tubuhnya kaku.
Sedangkan wang su dirinya telah lemas dan hampir terjatuh,untungnya xin xin sadar dan langsung memeluk dan memangku ibunya.
"Hahh..kau akan selamat". Ujar wang su sambil tersenyum tipis,lalu wang su menutuo matanya.
Xin xin masih terkujur kaku. Matanya memerah karena menangis,namun wajahnya masih menampakan datar.
Xin xin meniduri ibunya dengan pelan di atas tanah. Dirinya lalu berdiri dan menatap garang kearah para pemberontak yang kini telah bersiap menyerangnya.
Dengan cepat tiga orang berlari dan siap menghunuskan pedangnya kearah xin xin. Namun dengan cepat xin xin menggeser tubuhnya dan membuat pedang yanga walnya dituju untuk dirinya malah menghunus udara.
Xin xin dengan cepat memegang kerah belakang dari hanfu yang digunakan pemberontak itu dan dengan cepat membanting semua yang mencoba menyerang nya tadi.
Sisanya xin xin hajar dengan ganas. Bahkan ada yang kepalanya hancur karena diinjak oleh xin xin.
Lalu ada yang dengan sadisnya jantungnya diambil paksa oleh xin xin.
Xin xin ternyata telah menyadari pemberontakan dan menyiapkan senjata jari besi.
Musuh terakhir dan satu satunya yang xin xin sisakan,yakni pemberontak yang tadi menusuk ibunya. Xin xin dengan pandanga kosong menhampiri pemberontak yang kini duduk bersimpu karena sudah pasti ajal nya mendekat.
Xin xin dengan santainya memegang kepalanya dan memutarnya hingga terbalik dan pastinya tulang leher yang patah.
Xin xin membinasakan semua penjahat dengan ganas,dirinya sudah bermandi oleh darah,nafasnya terasa sesak. Jika saja dirinya mau bergerak lebih dulu tanpa bersantai pasti kejadian ini tak terjadi. Ibunya bahkan menerima tusukan demi dirinya yang sebenarnya tak perlu dilindungi.
Xin xin hanya menatap datar kearah tumpukan mayat yang tergeletak di setiap sisi dirinya. Warna merah darah telah bercampur dengan tanah. Xin xin pun sama dirinya telah bermandikan oleh darah.
Dirinya tak peduli akan tatapan dari semua orang yang kini bahkan terlihat sangat pucat pasi.
Huangzhen menclba mendekati adiknya yang masih menggenggam rambut kepala sipemberontak yang ia patahkan.
Xin xin terus memandang kearah pemberontak itu dan tiba tiba xin xin melempar dan langsung menginjak dengan keras kepala itu hingga hancur.
__ADS_1
Huangzhen yang telah berada dibelakang xin xin hanya menatap sedih adiknya.
Ia tau ibunya sudah pasti meninggal. Tapi mau bagaimana lagi,mareka tidak ada yang tau akan ada pemberontakan dan mengakibatkan banyaknya orang tewas termasuk ibunya sendiri.
Huangzhen akan bersiap memegang pundak xin xin. Namun xin xin lebih dulu pergi menuju ibumu yang telah terbujur kaku.
Dirinya yang menyebabkan ibunya mati bukan??.
Apakah ia benar benar pembawa sial?.
Xin xin masih setia melihat ibunya. Lalu xin xin pergi dari sana dan meninggalkan sisa rombongan yang masih terkejut.
"Mei mei kau mau kemana?".
"Mei mei..itu bukan salah mu".
Huangzhen bertanya pada xin xin dan meyakinkan dirinya kalau bukan dirinya lah yang bersalah.
Tapi reaksi xin xin tetap sama. Diam dan terus berjalan.
"LI XIN XIN AKU PERINTAHKAN AGAR DIRIMU DIAM DITEMPAT SEKARANG". Teriak huangzhen karena semua ocehannya diabaikan oleh adiknya itu.
Xin xin merasa,kenapa dirinya bisa bodoh dan terlalu bermain main. Ia bahkan lupa iunya disini,karena berharap pertarungan yang seru. Tapi naas bukannya mengasikkan malah membaca bencana baginya.
Ibunya didunia ini. Ibunya yang menyayanginya walaupun ia sebenarnya hanya memakai jiwa anaknya.Sifat nya yang nakal pun selalu dimaafkan.
Lalu apa dirinya ini?? Seharusnya dirinya langsung membantu tapi malah dirinya lah penyebab kematian ibunya.
Lalu apa sekarang?? Dirinya bahkan tidak pernah mendapat kasih sayang ibunya dimasa lalu (masa depan) karena orang tuannya yang selalu sibuk akan perusahaan dan ketenaran.
Bukan nya ingin menjadi anak yang manja atau apa pun itu. Tapi dirinya hanya ingin keluarga yang memang benar benar biasa saja. Jika di beri harapan,xin zin memilih memilih memiliki keluarga kecil namun bahagia.Dimana orang tuannya selalu ada.
Sirinya dulu bahkan dulu pernah sengaja menabrakan dirinya kemobil orang yang sedang melaji di jalan raya agar orang tuannya datang.
orang tuannya memang datang taoi itu hanya sebentar,orang tuannya bahkan hanya mengusap kepala nya lalu pergi setelah membayar ruangan khusus dengan fasilitar yang pastinya terbaik.
hanya itu saja lalu mareka kembali lagi mengurus perusahaan masing masing,lalu xi xi datang. Xin xin berpikir dengan adanya xi xin pasti orang tuannya akan berubah. Tapi apa,setelah xi xi lahir,dirinya dan xi xi dititip ke panti asuh maupun di sewakan pengasuh.
Hanya itu,dan selalu itu.
__ADS_1
Spakah dirinya salah menginginkan kasih sayang,dikantir dan dirumah maupun diluar itu. Dirinya, xin xin selalu memasang wajah tersenyum dan senyum.
Semua semua yang diluar sana selalu berpikir,Betaoa bahagiannya kehidupan dirinya. Tapi tak ada yang tau betapa sengsaranya dirinya,menguruh semua pekerjaan diusia muda dan bahkan tak peenah berpacaran.
Jika ingin bertemu keluarga,pasti harus ada pesta pertemuan ataupun pesta kantor,lalu sisanya tidak ada yang namanya pertemuan.
Semua itu hanya lah setingan semata. Keluarga bahagia, kehidupan yang enak, Berlimpah harta maupun kasih orang tua.
Semua itu bohong.
Tak ada yang namanya keluarga bahagia.
Tak ada yang namanya kehidupan yang enak.
Dirinya dan xi xi bahkan kadang bisa bersama,biasanya xi xi lebih sering pergi keluar bersama pacarnya untuk menghilangkan kebosanan di istana megah keluarga Xi. Rumah yang besar tapi sepi. Tak ada canda tawa.
Sedangka dirinya,bahkan disaat umur nya masih 17 tahun sudah diwajibkna untuk belajar dan mengerti akan apa namanya bisnis.Bisnis dan bisnis.
Ayolah,remaja berumur 17 tahun,masa dimana mareka menjalani kehidupan bebas. Bermain,berpesta maupun jalan jalan bersama sahabat maupun pasangan mareka.
Tapi xin xin.Dirinya terjebak didalam ruangan.Ruangan dimana terdapat banyaknya tumpukan tumpukan berkas yang seakan tak akan peenah habis.
Dan bahkan dirinya bisa bebas hanya dengan julukan scorpio. Kelompok pembunuh buatan nya sendiri. Itulah mareka.
Itulah dirinya xin xin,dikeluarga mareka,keluarga XI mareka sedari kecil aka diajarkan mengenai senjata. Itulah dunia bisnis tak ada yang namanya jalur bersih.
Semua itu menggunakan jalur kotor.
Xin xin bahkan telah diajarkan menggunakan alat tajam sejak umur 5 tahun oleh kakeknya.
Kepala Keluarga XI.
Haiii lara pembaca ku yang terbormat...makasi ya udah mau mendukung ceritaku ini...bagi kalian yang udah baca jangan lupa y kasik jejak. Okok by by cuma itu aja sih yang mau mimin sampein.
Ohh iya aku bakalan up setiap hari tapi dalam seminggu aku ngambil cuti 2 hari aja y.
Jadi bisa dibilang aku bakalan up lima kali dalam seminggu..dan dua harinya aku buat nenangin jempol sama nyarik ide lainnnya.
om itu aja makasi dan tungguin mimin besok y...🤗🤗🤗🤗
__ADS_1