NAUGHTY EMPRESS

NAUGHTY EMPRESS
Uwu


__ADS_3

Pemuda dengan pakaian lusuh dan bertambal dimana mana itu kini pergi mengarahkan lokasi rumahnya.


Dia dengan semangat berjalan untuk menjemput adiknya.


Xin xin melihat daerah sekeliling,kumuh,kotor,jelek dan kata kata jelek lainnya.


Itu sangat cocok untuk daerah disekitar xin xin sekarang.


Banyak rumah yang terbuat dari tanah yang bahkan sudah hampir roboh ,jika xin xin lihat mungkin ada satu desa. Atau sekitar 100 kepala keluarga yang menetap.


Daerahnya memang luas,namun sangat kumuh dan benar benar jelek.


Xin xin sempat berpikir,kenapa dirinya tak tau ternyata didaerah tempat tinggalnya ada tempat tak layak seperti ini.


Bagaimana sih sistem kerajaan. Batin xin xin.


Tanpa sadar,ternyata xin xin telah sampai di rumah,ralat lebih mirip tenda.


Tembok yang bolong,atap yang hanya setengah,bahkan xin xin bisa memperkirakan isi dalam rumah,tenda ini.


"liu'er". Teriak pemuda yang tadi diselamatkan xin xin.


Tak berselang lama,keluar gadis kusam sekitar berumur 8 tahun. Badanya kecil.kulit yang coklat,pasti karena tak mandi berhari hari. Batin xin xin.


Baju compang camping,dan yang membuat xin xin tertarik adalah gadis kecil itu menggunakan tongkat yang terbuat dari kayu yang sudah hampir lapuk.


Xin xin hampir menangis,betapa kasian nya mareka semua.


Xin xin hanya terdiam tak bergerak.


"liu'er,kakak tadi ditolong oleh nona dermawan ini,lalu dia bilang akan mengajak kita makan direstoran xi xi 'itu' ". Ujar Pemuda yang masih belum xin xin ketahui namanya.


Luliu'er atau gadis kecil itu melirik xin xin sebentar.


"Mao gege,kau ini jangan terlalu berharap". Ujar gadis kecil itu,lalu pergi sambil menepuk pundak pemuda yang dipanggilnya mao


Mao menunduk sedih,entah apa yang sedang dipikirkannya.


Tak selang beberapa lama,bau harum tercium entah dari mana,xin xin yang mencium aroma sedap itu sudah tau jika orang orangnya sudah datang dengan pesanannya.


Sekitar tiga puluh orang berjalan sambil menjaga sesuatu didalam kereta,yang pastinya itu makanan.


Terdalat enam kereta dan dipastika semua makanan.


"Salam nona". Ujar yun ou,pegawai serta juru masak di resto xi xi.

__ADS_1


Xin xin mengangguk,lalu semua menurunkan tikar dan menaruhnya diatas tanah dan langsung menyisunya agar lebar,setelah tikar selesai,semua menata makanan diatas tikar yang ukurannya jangan ditanya seberapa luas.


Mao menganga,sedangkan banyak yang keluar dari rumah mareka masing masing dna berkumpul disekeliling tikar berisi makanan.


"Tadaaaa,sudah siap". Uajr xin xin.


"Silah kan". Tambah xin xin.


Mao yang awaknya ragu pun berjalan keatas tikar,sebelum menginjak tikar berbulu berwarna merah yang dilasang yun ou dna lainnya.


Mao terlebih dahulu melepas baju nya untuk mengelap kakinya, Entah apa yang dimaksud.


Mao beejalan dan mengambil satu biji buah anggur dan memakannya.Mao menangis,xin xin mengerutkan alisnya.


"Ini sangat enak". Ujar mao sambil mengusap air matanya.


Xin xin menghela nafas,dia pikir ada yang salah.


"Kenapa diam,ayo makan". Uajr xin xin saat meliahat yang lain hanya terdiam menatao makanan.


Semua orang naik dan duduk diatas tikar,tam lupa sebelum naik mareka melakukan hal yang sama seperti mao. Membuka baju atau menggunakan kain untuk mengelap kaii marena.


Semua naik dan dengan lahap memakan semua hidangat yang disediakan.Semua memakannya dengan sangat lahap.


Xin xin hanya menatap iba,apa mareka selapar itu? Bahkan makan saja seperti anak bayi,sangat belepotan. Batin xin xin.


Xin xin menatap biasa pada anak berumur 10 tahun tersebut.


"Kau tidak ikut?". Ujar xin xin.


Liu'er tersenyum.


"Kau tau kakakku yang bodoh itu sangat aku sayangi,dirinya bahkan tak mempermasalahkan kalau tubuhnya di pukul yang penting dirinya dapat membawa satu makanan untuk ku". Ujar liu'er sambil menatap kakaknya.


"Yah itulah kakak,mareka akan berkorban untuk keluarga yang mareka sayangi". Ujar xin xin,dirinya jadi ingat saat dulu masih bekerja untuk membuat xi xi senang.


"Hah,kakakku itu seperti idiot,entah kenapa aku bisa sangat menyayanginya". Ujar liu'er lalu berjalan dan mendekayi kakaknya dan membersihkan mulut kakaknya yang habis kotor dengan makanan.


Mao mengambil makanan sedikit lalu menyuapi liu'er dengan sangat hati hati,dan langaung menghapus kotoran yang menempel di sudut bibir adiknya.


Mao lebih mirip pelayan,selalu melayani adiknya dnegan sempura,bahkan saat menyuapi buah.


Mao sampai lupa untuk melanjutkan makannya yang terpenting Liu'er dapat makan.


Xin xin berpikir,hah inilah namanya keluarga,walau miskin namun saat bersama orang yang tersayang,bahkan istana pun akan kalah dengan rumah kumuh.

__ADS_1


Pundak xin xin ditepuk pelan,xin xin menengok dan melihat Hao chun dibelakangnya.


Xin xin menatap hao chun dengan sedih matanya sudah merah,hendak menangis.


Hao chun pun menatap heran xin xin,lalu menggelengkan kepalanya.


Xin xin rundu rumah nya dulu,dimana xi zi dan anggota scorpio nya dulu berkembang.


dimana dirinya diusili xi xi dan bercanda tawa bersama alex dan cristina.


Tapi sekarang? Dirinya memang memiliki keluarga,namun keluarganya diambil secara paksa oleh tuhan,dan itu karenanya dirinya.


Hao chun memeluk xin xin yang sudah tak tahan,air matanya turun dalam lelukan Hao chun.


Hao chun dapat mengerti perasaan xin xin,satu bulan belum cukuo untuk melulakan seseornag yang paling dicintainnya.


Orang pertama yang memeluknya setelah lahir,orang pertama yang mengajari tata krama pertama kalinya.


Dirinya saja yang seorang pangeran tak pernah bisa terpisahkan dari ibunda ratu atau ibunya sendiri.


Apalagi xin xin yang dimana ibunya telah berpulang.


Hao chun tau xin xin menangis dalam diam,tak ada isakan,namun tubuh xin xin bergetar dan hao chun merasa basah dibagian dadanya.


"Hei,dia sudah aman disana". Ujar Hao chun.


Xin xin menggeleng.


"Itu bukan karena dirimu,paham?". Ujar hao chun lagi.


Xin xin tetap menggeleng.


Hao chun mendorong xin xin kebelakang dan sedikit membungkukan badnaya mensejajarkan tubuhnya dnegan xin xin lalu menghapus air mata yang turun dari mata bulat xin xin.


Hidung merah,ingus yang sedikit keluar namun ditarik kembali.Imut. Namun sedikit menyakitkan.


Hao chun mengecuk jidat lalu naik keatas puncuk kepala xin xin.


Di belakang,para bawahan xin xin menyaksikan ke uwuan tuannya sambil menggigit sapu tangan.


"Tuan yang kejam". Batin mareka semua,yang dimana mareka smeua tak memiliki pasangan.


Hhaiiii maaf y mimin gk up udh lama banget soalnya mimin lagi fokus ke training,bagi yg smk pasti tau.


maaf y sekali lagi..mimin gk bakalan ulangi kesalahan seperti ini..suer deh

__ADS_1


ok lah jgn lupa like dan commen y kalo bis asih di follow juga akunnya mimin


__ADS_2