
"Kau lumayan pintar untuk seorang gadis berumur 16 tahun". Ucap pangeran hao cun yang tiba tiba berada disebelah kiri xin xin.
Xin xin langsung saja memegang dadanya menenangkan jantungnya yang hampir meledak karena terkejut.
"Elahhh ehh oncong busuk lu udah kayak tukang kreditan tau gak sihh ,tiba tiba muncul mintak uang kreditan panci yang gak jadi - jadi dibayar". Omel xin xin panjang lebar.
Sedangkan pangeran hao cun hanya menatap xin xin bingung.'apa itu oncong dan tukang kredit?? Apa itu nama orang yang xin xin suka atau apa??'.
"Apa itu oncong dan tukang kredit?? Apa itu nama laki laki yang kau sukai??". Tanya hao cun.
Xin xin hanya bisa melongo sambil menganga. WTF...hah xin xin tak bisa berkata kata lagi.
"Serahhhh gue pusing". Ucap xin xin lalu melambai dan pergi.
Sedangkan dipesisir pantai ada lebih dari 100 orang yang berasal dari kerajaan hao maupun kerajaan dari pihak jepang yang akan membantu memperbaiki kapal milik kerajaan dari negara sakura tersebut.
Hari menjelang sore namun tak membuat para prajurit mengeluh dan terus melakukan tugas nya yaitu memperbaiki kapal layar milik nsgara tetangga atau kaisar hirohito.
Xin xin pun merasa bosan hanya diam menunggu dari pinggir pinggir pantai. Lalu xin xin memikirkan sesuatu dan melirik kekanan dan lalu kekiri hingga ia menjadi terkejut lagi.
Bagaimana tidak..si encong busuk sedang tersenyum manis yang dimana bukanya membuat xin xin senang malah menjadi merinding seakan akan senyuman hao cun adalah mala petaka baginya.
Lalu xin xin ingat sebentar lagi akan menjelang malam dan tentunya waktunya makan malam. Xin xin jadi ingin makan mie ayam. Atau jagung bakar dengan saus pedas dan sebotol kecil coca cola. Heyy buknnya itu lezat apa lagi saat berada dipantai. Tapi itu dulu.
Sekarang?? Mana bisa ia mendapatkan coca cola..jangankan coca cola,kopi hitam saja pasti tak tau..hahh kehidupan itu memang sulit.
__ADS_1
Xin xin beranjak dan pergi menelusuri pantai hingga kepemukiman warga sekitar. Dipemukiman itu pastinya hanya bekerja sebagai nelayan dan sudah bisa dipungkiri hanya ada rumah dengan perahu kecil dan jala pancing untuk menangkap ikan.
"Nona...maukah kau membeli jagung yang tua ini??". Ucap seorang kakek tua yang dimana ada sedang mendorong gerobak dengan ukuran sedang dan dibantu seorang pemuda yang mungkin umurnya lebih tua dari xin xin.
"Mnnn begini nona aku akan menjual murah jika kau mau membeli banyak..bagaimaan??". Tawar kakek itu lagi.
Xin xin lalu memikirkan apa yang akan ia buat dengan jagung yang begitu banyak.
"Maaf nona..kakek ku sudah seharian berjualan namun tak ada yang membelinya..mnn mungkin karena sskarang musim semi dimanan jarang ada yang membeli jagung..jadi jika nona tidak berkenan maaf jika kakekku sedikit memaksa". Ucap pemuda itu lalu berniat pergi sambil memompang tubuh kakeknya.
"Ehhh tunggu..tunggu..siapa suruh kalian pergi hah?? Aku bahkan belum selesai bicara..tadi itu aku sednag berlikir akan diapakan jagung jagung ini..dan sekarang aku tau..... mnnn jadi berap harga semua jagung anda kek??". Ucap xin xin sambil bertanya untuk membeli semua jagung dalam gerobak kayu yang didorongnya.
Kakek itu tersenyum senang sedangkan pemuda menatap ragu." Haha nona kau sangat baik kalau kau mau ,mmnn bagaimana jika satu koin emas?". Tawar kakek itu.
"Huss diamlah ini juga demi pengobatan ibumu,apa kau tak mendengar penjelasan tabib dan juga sisa uangnya kita gunakan untuk membeli makanan hangat..sebentar lagi akan musim dingin". Jelas kakek itu kepada cucunya.
Xin xin mengambil kantung uangnya yang biasa ia selip dipinggang sebelah kanan dan mengambil sekitar enam keping emas dan melihat lagi kantung uangnya.
"Mnn lumayan banyak sihh apalagi ada uang perak ama perunggu..mnn lumayan berat.. apa kasik aja ya semua??". Batin xin xin.
Lalu ia mengambil sapu tangan yang biasanya dibawa ning mei. Masih inget kan ama ning mei??.
Xin xin duduk diatas pasir pantai dan meletakkan sapu tangan berwarna putih itu didepannya dan mengambil kantung uangnya lalu mengeluarkan semua uangnya diatas sapu tangan putih polos tersebut.
Kakek dan pemuda itu bingung. Apa yang akan dilalukan oleh nona bangsawan yang sedang membeli semua jagung mareka.
__ADS_1
Dari mana mareka tau xin xin seornag bangsawan?? Sudah pasti dari pakaian yang xin xin pakai..mana ada rakyat yang bisa membeli pakaian dengan kualitas sutra terbaik walaupun hanya mengenakan yang polos tanpa hiasan.
Xin xin lalu melihat uangnya sekitar ada 20 keping emas, 50 keping perak dan sekitar ada 100 keping perunggu.
Xin xin mengambil 15 belas keping emas lalu memasukan nya lagi kedalam kantung uang miliknya dan membungkus sisanya uangnya yang berada diatas sapu tangan itu lalu berdiri dari atas pasir.
"Ini". Ucap xin xin sambil menyerahkan sapu tangan putih yang mengembung, jangan ditanya lagi isinya apa.
Kakek itu bingung sebentar lalu tersadar maksud dari xin xin." Maaf nona kami memang miskin tapi kami tak mengemis". Ucap kakek itu.
"Nona kami memang miskin tapi kami juga memiliki harga diri". Amuk pemuda itu.
Xin xin menatap bingung." Aku kan hanya membayar jagung kalian". Ucap xin xin polos.
"Uang mu terlalu banyak nona". Jelas pemuda tersebut.
"Mnn tak apa..bukanya itu bagus kau bisa membayar obat untuk ibumu dan mambeli makanan untuk misim dingin dan juga sisa uangnya kalian bis abuat usaha agar tak perlu berkeliling seperti ini lagi". Jawab xin xin.
Pemuda itu melirik kakek nya sebentar lalu kembali menatap kearah xin xin. "Mn bagaimana pun uang yang nona berika terlalu banyak, jika bisa boleh mnn saya menukar uang nona dengan jasa yang akan saya beri". Tawar pemuda itu.
Xin xin melihat pemuda yang pastinya melebihi tinghinya itu. Kulit coklat gandum dengan tubuh yang..yahh tak sedang? Tak kurus maupun gemuk. Wajah yang bisa dibilang lumayan untuk seorang pemuda biasa.
"Siaoa nama mu?". Tanya xin xin.
"Nama saya....
__ADS_1