NAUGHTY EMPRESS

NAUGHTY EMPRESS
Rubah


__ADS_3

Xin xin mendelik tak suka pada gadis sebelah kakaknya itu. Huangzhen.


Kakaknya yang pas duduk didepannya yang dimana hanya dipisahkan oleh api unggun kecil untuk membakar jagung.


Kakek yun dan huan pun telah pergi karena ingin membawa ibu huan pergi berobat. Xin xin pun setuju dan tidak lupa membungkus beberapa jagung dan juga kembali mengatakan resep jagung bakar buatannya agar nanti yuan bisa membuka kedai sendiri.


.


.


.xin xin lama kelamaan bertambah kesal,apa lagi saat melihat gadis disebelah kakanya bertambah ganas dengan berani memegang lengan kakaknya walau pun hanya sebentar sebentar.


"Sepertinya kau akan mendapat kakak ipar dari wilauyah pesisir". Ejek hao cun yang berada disebelah kiri xin xin. Hao cun tak bodoh saat melihat xin xin terus menatap tajam kearah gadis yang ditolong kakak dari gadis yang ia sukai.


Sukai??? Ya bisa dibilang hao cun sudah menyukai xin xin dari awal pertemuan,ya walau xin xin agak kasar namun itulah daya tarik nya.


"Lebih baik kau diam atau aku akan menjahit mulut mu itu". Ujar xin xin tajam dan dingin.


"Aku kan hanya menyampai kan pendapat ". Ucap hao cun sambil terkikik kecil.


Xin xin hanya mendelik  malas. Dan kembali menatap tajam namun bedanya sekarang xin xin menatap tajam kearah huangzhen.


Huangzhen merasakan tatapan permusuhan dari adiknya pun menjadi sedikit terintimidasi


Huangzhen pun langsung berdiri berniat menghampiri adiknya namun lengannya dipegang. Huangzhen melirik dan mendapatkan gadis yang ia tolong tadi sedang memegang pengannya dengan tatapan polos.


Huangzhen dengan wajah datar menghentak tangannya yang dipegang dan berjalan menghampiri xin xin. Gadis tadi hanya megerut kesal namun tetap menampakan wajah yang tersenyum.

__ADS_1


Xin xin merasa muak melihat wajah gadis itu. Wajah yang bisa dibilang hanya kecantikandesa tak sebanding dengan dirinya. Hey bagaimana pun ia cantik ya.


"Mei mei apa kau sudah makan?". Tanya huangzhen mencairkan suasana.


Xin xin hanya menatap kakanya yang super tuampan itu dengan pandangan malas. Mengetahui adikya marah huangzhen pun duduk disebelah kanan xin xin lalu mengusap lembut puncak kepala adiknya.


"Hah seharusnya gege biarkan saja gadis itu dijadikan budak..lagi pula itu salahnya..kenapa harus ditolong, lihat...dia berlagak seperti anak anjing yang selalu menggoyangkan ekornya". Omel xin xin kepada kakaknya yang baik tapi acuh itu.


Huangzhen hanya tersenyum kecil." Heh bukannya dirimu yang ingin menolong gadis itu saat dikejar tadi". Sekarang giliran hao cun yang tiba tiba bicara.


CK. Xin xin berdecak kesal sambil menatap tajam hao cun. "Diam". Ucap xin xin.


Lalu xinxin kembali menatap kakaknya." Itu semua salah gege ,apa gege tak ingat kejadiannya?". Ujar xin xin.


Flasback


"TOLONG". Teriak seseorang.


Xin xin hanya diam tanpa niat menolong,karena sudah bisa menebak alur cerita kejadian.


Tapi beda halnya dsngan huangzhen,ia langsung beranjak dari duduknya dan menghampiri para pria yang mengejar gadis itu.


Merasa ada pertolongan,gadis kecil itu langsung bersembunyi dibelakang tubuh tegak milik huangzhen.


"Kenapa kalian mengejar gadis ini?". Tanya huangzhen.


Salah satu orang keluar. Bisa dibilang iya adalah yang paling tua dari semua pria yang ada.

__ADS_1


"Maaf tuan bisa kah kau melepas gadis itu. Dia telah membuat malu nama wilayah kami. Dan kami berniat menghukumnya". Ujar orang tua itu.


Xin xin dengan santainya duduk dan menonton seakan sedang menonton pertunjukan.


"Tapi kesalahan apa?? Ia hanya gadis kecil". Bantah huangzhen lagi.


"Dia itu mempunya banyak hutang dan sering mencuri uang dari rakyat desa ataupun pendatang..bahkan ia sering mencuri dari pendatang yang berniat menetap sebentar, sudah banyak orang yang menjadi korban". Jelas saah satu orang digerombolan itu.


"Ambil itu didalamnya terdapat 100 koin emas". Ucap huangzhen sambil melempar kantung uangnya kepada orang tua yang tadi pertama kali bicara.


"Baik..ini cukup untuk membayar hutang nya". Ujar orang tua itu lalu  pergi dengan gerombolannya.


.


.


.


Dan itulah yang terjadi hingga sekarang hadis itu tetap menempel pada kakaknya.


"Siapa nama gadis rubah itu?". Tanya xin xin.


"Daiyun". Jawab huangzhen.


"Lalu akan kau bawa kemana gadia itu gege?". Tanya xin xin lagi.


Huangzhen hanya tersenyum kecil.

__ADS_1


"Menurut mu tempat apa yang paling cocok?". Tanya huangzhen.


Xin xin tersenyum miring. Tempat?? Tentu saja tempat itu..


__ADS_2