NAUGHTY EMPRESS

NAUGHTY EMPRESS
Putri shopia


__ADS_3

Esok hari nya kerajaan hao masih merayakan perayaan hari bangkitnya kerajaan atau bisa dibilang hari dimana kerajaan hao menjadi pemimpin dipelosok daerah.


Xin xin akan menginap selama seminggu. Karena memang perayaan itu terjadi satu seminggu full dalam setahun.


Xin xin yang paginya kini tengah berjalan jalan,tanpa sengaja melihat nona dari kerajaan alexsandria,orang yang xin xin tatap saat bernyanyi pada pesta ulang tahun kaisar.


Xin xin mendatangi nona tersebut. Nona tersebut sedang melamun dipinggir sungai buatan dan duduk dibatu yang memang sengaja untuk dijadikan sebagai kursi batu.


Xin xin terus berjalan dan memegang sebelah kiri pundak nona tersebut. Xin xin sempat sedikit merasakan tubuh nona itu menegang kaku,kaget.


Nona itu menengok dan tersenyum tipis. Ia lalu berdiri dan sedikit menunduk,memberi salam ala ala bangsanya.


( disini anggap aja mareka ngomong pakek bahasa asing).


"Ada apa nona?". Tanya nona tersebut.


"Apa yang membuat dirimu sedih? Oh aku sampai lupa perkenalkan aku xin xin, li xin xin nona dari kediaman jendral li,kerajaan barat". Jelas xin xin sambil membungkuk seeperti sedang memperkenalkan dirinya ala bangsawan barat, ala ala eropa.


"Aku putri ke empat dari raja alexsandiria. Putri shopia alexsandria". Ucap putri shopia.


Xin xin mengangguk lalu memegang tangan kanan putri shopia dan mengajaknya duduk kembali kearah batu yang tadi diduduki shopia.


"Nona..boleh putri ini bertanya satu hal?". Tanya shopia.


"Tentu..kenapa tidak asalkan aku bisa menjawab dan tidak menggangu privasiku". Jelas xin xin.

__ADS_1


"Saat kemarin malam kau bernyanyi..apa maksud dari lagumu itu?..kenapa aku merasa kau sengaja menyanyikannya". Tanya shopia penasaran.


Xin xin tersenyum tipis. "Kau tau saat seseorang menyaksikan pesta yang membuat orang itu risih ada dua hal.


Yang pertama,orang itu tak suka keramaian atau memang tak suka dengan penjilat. Kedua orang itu pasti memiliki masalah yang berat sampai tak bisa menutupinya sebaik apapun". Jelas xin xin.


Shopia menunduk." Kau tau nona xin..aku menyukai seseorang..dan kami ternyata jugasaling mencintai..tapi..". Ucap shopia namun agar ragu...ia takut xin xin sama seperti yang lain dan menganggap cintanya itu hanya sebuah penyiksaan dan kesalahan.


"Tapi kau dan dirinya berbeda status,benar bukan?". Sambung xin xin..ohh ayolah ia sudah sering melihat adegan seperti ini dikehidupannya walau pun sudah masa moderen,namun karena sifat manusia yang serakah mareka akan mengorbankan cinta anak mareka hanya demi saham.


Putri shopia mengangguk pasrah. Xin xin menggenggap kedua tangan putri shopia yang menggunakan sarung tangan khas bangsawan.


"Kau tau kata orang, pilihan orang tua adalah yang terbaik..tapi terkadang pilihan orang tua juga pasti salah..tak ada manusia sempurna didunia ini..yang  ada hanya mareka yang mempertahankan atau menyerahkan. Kau tau..dulu aku pernah berpikir untuk pergi jauh dan mengelilingi dunia..aku akan pergi dan belajar banyak hal tanpa ada nya sebuah tali yang mengikat tubuh dan jiwa ku,aku hanya ingin terbang keangkasa dan melihat bulan..dan aku tak pernah menerima adanya pemaksaan


Kau tau putri terkadang menentang keinginan orang lain lebih membuat mu bahagia..apalagi status..seorang putri hanya untuk raja itu yang mareka katakan..tapi jika ada pilihan mareka ingin pergi dari sangkar emas yang orang  sebut istana hanya untuk rakyat biasa..karena perasaan tidak akan pernah berubah..menjadi keras kepala dan tak patuh bukan berarti melawan tapi mencari jati diri dan kehidupan". Ujar xin xin panjang lebar lalu berdiri dan pergi dari taman tersebut membuat putri shopi sendiri dan terbengong.


o0o


Xin xin terus berjalandan melihat sekumpulan nona bangsawan sedang mengadakan jamuan teh di taman khusus untuk jamuan para bangsawan wanita.


"Ohh apa ada yang mengundang nona dari kediaman li ini". Ujar seorang gadis berhanfu kuning terang. Xin xin bahkan harus mengangkat sedikit tangannya karena silau dari hanfu itu yang terkena sinar mentari.


"Nona li kami tak mengundangmu kenapa kau datang". Ujar lagi seorang nona bangsawan yang menggunakan hanfu biru laut.


Xin xin hanya diam tak menyahut dan terus berjalan hingga melihat salah seornag bangsawan dari negri jepang dengan pelayan nya yang mengarah kearah jamuan.

__ADS_1


"Maaf aku terlambat..tadi aku harus mengurus sedikit masalah". Ujar nona dari negri jepaang itu yang tentunya menggunakan bahasa negrinya yang membuat semua nya sedikit bingung.


"Apa kau nona dari negri sakura itu? Aku dnegar negri mu banyak sekali ditanami pepohonan sakura..aku ingin sekali kenegrimu". Ucap xin xin yang menggunakan bahasa jepang.


Nona itu menoleh dan tersenyum manis.


"Tentu saja nona, kau tau nona aku sempat terkejut saat mengetahui kau bis amenggunakan bahasa negri ku". Ucap nona itu lagi.


"Kenapa tidak..aku selalu belajar dan berkeinginan untuk menjelajah berbagai negara, pastinya aku harus bisa berbahasa mareka". Jawab xin xin dengan senyum ramah.


"Tentu saja..aku suka gadis sepertimu,maksudku aku suka cara mu berpikir". Jelas nona itu lagi.


"Namaku Harumi reina". Ucap harumi.


"Namaku li xin xin". Ucap xin xin.


"Bisa ku tebak arti namamu "Harumi" kecantikan musim semi dan "Reina"  permata, benar kan?". Tanya xin xin.


Harumi mengangguk dan tersenyum." Benar sekali nona xin". Ucap xin xin.


Lalu mareka memilih pergi dan mencari taman terdekat untuk bisa bercerita berdua saja.


"Oh iya nona xin aku terkesan saat pertunjukan mu kemarin malam,apa aku bisa meminta satu pertunjukan darimu?". Tanya harumi.


"Tentu saja kenapa tidak". Jawab xin xin.

__ADS_1


"Nona xin aku sedari tadi mencarimu". Ucap seseorang.


Xin xin menengok dan tercengang melihat penampilan.....


__ADS_2