NAUGHTY EMPRESS

NAUGHTY EMPRESS
Keputusan Yang Sudah Bulat


__ADS_3

Hari terus berlalu, kini sudah genap satu bulan Sang Liang dihukum di aula leluhur.


Keputusannya yang berdiri gigih membuat dirinya bertahan, hukuman cambuk, jatah makanan yang terus berkurang, cacian dari keluarga, bahkan ancaman tidak pernah dirinya hiraukan.


Hanya satu yang dirinya inginkan, restu.


Hanya itu yang dia butuhkan tak ada yang lain.


"Kenapa kau begitu kerss kepala nak? apa bagusnya gadis pelayan itu hah? banyak nona muda yang ingin di peristri oleh dirimu, tapi kenapa harus pelayan yang ingin kau angkat menjadi istri utama? ". Tanya terus menerus nyonya Sang kepada putra nya yang bahkan sekarang sudah sangat buruk.


Badan penuh luka dan tubuh nya juga sedikit kurus, bahkan bagian bawah matanya sudah terlihat begitu jelas berwarna hitam, mempertanyakan dirinya kurang tidur karena terus memohon di aula leluhur.


Nyonya Sang begitu heran dan tak bisa membantu anaknya itu, seakan kepalanya terbuat dari batu yang begitu sulit untuk dibelah. Sangat sulit merubah keputusan putra satu satunya itu.


Pergi dari aula leluhur meninggalkan Sang Liang sendiri dengan tubuh yang masih sujud meminta permintaannya dikabulkan.


Nyonya Sang pergi meminta izin kepada Tuang Besar Sang untuk pergi mengunjungi istana, dengan alasan untuk mengunjungi Putri Mahkota dan sedikit berbincang.


Mendapatkan persetujuan, Nyonya Sang segera memesan kereta kuda untuk membawanya ke istana.


Tak lupa beberapa kali berhenti di toko yang sedang ramai dikalangan bangsawan maupun rakyat biasa, Nyonya Sang membeli beberapa perhiasan untuk diberikan kepada Putri Mahkota. Karna tidak mungkin dirinya berkunjung tanpa adanya buah tangan.


Itu akan membuat malu kediaman Sang dimata masyarakat.


Beberapa kali memilih dan mendapatkan pilihannya, yang menurutnya sesuai dengan selera nona muda pada umumnya, Nyonya Sang juga membeli beberapa kue yang terkenal untuk sedikit menunjukan rasa hormat kepada Sang Putri Mahkota.


Setelah berbelanja, dilanjutkan dengan kembalinya berjalan menuju istana.


Diperjalanan, kepala Nyonya Sang di penuhi dengan pertanyaan pertanyaan. Memangnya secantik apa pelayan milik Putri Mahkota hingga membuat putra nya sekekeh itu untuk menjadikan dirinya sebagai istri utama? atau apakah Putri Mahkota menjanjikan sesuatu? atau bagaimana? dirinya sudah akan menjadi gila karena putranya yang terus menerus meminta untuk melamarkan gadis pelayan itu.


Tak terasa perjalanan menuju ke istana begitu cepat, buktinya belum selesai semua pertanyaan dalam otaknya Nyonya Sang kereta miliknya telah sampai di depan gerbang istana.


"Dari kediaman? ". Tanya penjaga gerbang.


" Kami dari kediaman Mentri Sang, Nyonya utama ingin nenemui Putri Mahkota ". Jelas pelayan kanan Nyonya Sang.


" Bukti".


"Nyonya".

__ADS_1


" Token milik keluarga Sang". Balas Nyonya Sang sambil menuulurkan tangannya dengan token pengenal untuk ditunjukan kepada penjaga.


"Silahkan Nyonya Sang, maaf membuat perjalanan mu terhambat". Permintaan maaf Sang penjaga.


" Tak apa itu tugas mu". Balas Nyonya Sang anggun.


Dirinya tak heran jika untuk memasuki kerajaan begitu sulit, bagaimana pun keluarga istana adalah aset berharga siapaun yang memasuki istana akan dijaga ketat.


"Nyonya, kita telah sampai".


Mengulurkan tangannya lalu disambut oleh pelayan kanan nya untuk dibantu turun dari kereta.


Tepat di depan pintu istana, Nyonya Sang turun dengan perlahan dengan bantuan pelayan kanan miliknya, berjalan untuk menuju ke ruang aula menjumpai kaisar dan permaisuri dengan beberapa kata.


Selesai dengan berbincang sebentar, Nyonya Sang meminta izin untuk bertemu Sang menantu keluarga kerajaan, Putri Mahkota Xin Xin.


Berjalan menelusuri taman untuk menemukan kediaman milik Putri Mahkota, Nyonya Sang dituntun oleh salah satu pelayan milik permaisuri agar tidak kehilangan jejak, nyasar.


" Nyonya kita telah sampai ditaman kediaman milik Putri Mahkota". Jelas Pelayan


Nyonya Sang hanya mengangguk pelan. Matanya menelusuri pemandangan taman milik Putri Mahkota kerajaan Hao tersebut.


Indah, satu kata untuk mengartikan taman milik Putri Mahkota.


Bahkan ada air terjun buatan, baling baling yang berbuat dari bambu, itu juga ternyata berfungsi sebagai pengambil air lalu disalurkan menuju taman bunga disana.


Pinta, batin Nyonya Sang.


Seperti meringankan pekerjaan pelayan, alat itu membantu menyiram tanaman lebih cepat dan tak memerlukan tenaga manusia.


"Oh, bukankah ini Nyonya utama kediaman Sang? ada apa Nyonya utama mengunjungi taman kecil milik Putri ini ". Ujar Xin Xin sambil menatap Nyonya Sang yang sedari tadi mentao taman miliknya.


" Oh? astaga, salam Putri Mahkota, semoga dirimu diberkahi kehidupan panjang umur serta berkah yang melimpah ". Salam Nyonya Sang setelah sadar bahwa Putri Mahkota berada didepannya.


Ingat, pada zaman ini kedudukan lah yang diutamakan, walaupun Nyonya Sang lebih tua puluhan tahun dari Xin Xin tapi kedudukan milik Xin Xin membuat Nyonya Sang harus menunduk tak lupa memberi salam,serta ucapan berkah.


" Oh ayolah Nyonya utama, dirimu tak perlu sebegitu hormatnya, aku tak gila hormat dari orang orang". Jelas XinXin sedikit risih dengan salam itu.


Ahh jika saja dirinya bisa merubah peraturan dunia di zaman ini, pastinya dirinya yang harus memberi hormat.

__ADS_1


"Ada apa Nyonya mengunjungi kediaman ku dihari ini? ". Tanya Xin Xin mengembalikan topik pembicaraan.


" Oh maafkan yang rendah ini Putri, diriku hanya ingin membicarakan beberapa kata dan juga hanya kunjungan biasa saja". Balas Nyonya Sang.


"Ahh hanya kunjungan biasa ternyata, diri ku pikir itu akan menjadi kunjungan yang berbeda". Xin Xin sedikit berbalik untuk pergi menujukan kediaman miliknya, di sepanjang jalan Xin Xin sudah mempersiapkan jawaban yang akan diberikan untuk menjawab semua pertanyaan yang berada di kepala Nyonya Sang.


Berjalan beberapa langkah, Xin Xin tak langsung membawa Nyonya Sang ke kediaman pribadi. Dirinya membawa Nyonya Sang beserta kelompok pelayannya menuju taman belakang kediaman Xin Xin, lebih tepatnya kolam teratai milik Xin Xin yang secara khusus dirinya rancang.


" Maaf Nyonya Sang, tapi dirimu hanya d perbolwhkan membawa dua pelayan saja untuk mengikuti ke daerah gasebo tengah teratai". Yi Fang menghentikan Nyonya Sang karena takut akan membawa lebih dari batas pelayan yang di berikan.


Nyonya Sang melirik kearah pelayan kanan miliknya, memberi isyarat dengan matanya. Melihat isyarat dari sang tuan, pelayan kanan melirik kebelakang dan mengambil satu pelayan kecil untuk mengikuti dirinya ke gazebo teratai, untuk melayani tuan nya.


Menduduki bangku gazebo yang berbentuk bulat, ditengah nya terdapat meja kecil yang sama memiliki bentuk lingkaran.


diatasnya tersaji teh, yang masih hangat, bahkan oenyajian nya begitu unik karena bara nya masih berada ditengah meja.


Anehnya sisi lain meja tidak ada yang terbakar.


Yi Fang menywduh dan menyajikan teh dengan aroma nawar, tak menyengat tapi terasa menenangkan.


"Silahkan Nyonya Sang, minum lah teh dari kediaman ku ini, jika tidak sesuai dengan selalu maka aku meminta maaf". Sapa Xin Xin.


Nyonya Sang tersenyum lembut.


" Aiyo Putri Mahkota, kau tak perlu sebegitunya memperhatikan yang rendah ini, semua yang tersaji dikediaman mu pastilah yang terpilih dari yang lain". Sambung nya.


"Jadi apa dirimu menyetujui, permintaan putramu, sudah sebulan dirinya disiksa itu tidak akan lucu jika dirinya mati mengenaskan". Ujar Xin Xin cept.


Teh yang awalnya dihiruos ecara perlahan lalu diminum dengan tenang kini tersembur kembali keluar.


Nyonya Sang terkejut, bagaimana bisa? maslaha keluar hanya terjaga begitu rapi, siap ayang brani membocorkan masalah keluarga besar miliknya.


" Kau tak perlu khawatir, aku memiliki mata di setiap bahkan diseluruh kerajaan yang berada dibawah naungan Hao". Jelas Xin Xin yang sudah menebak isi kepala milik Nyonya Sang.


Hiii gaes mimin kembali, mimin cuma mau bilang, karna mimin libur sampek tgl 2 Januari mimin bakalan rajin up, kalian jgn lupa harus rajin comen, sukai cerita mimin dan jgn lupa kasik hadiah dong.


1 bunga mawar aja cukup kok gk perlu banyak banyak, tpi klo banyak juga gpp🤣


btw mimin mau nanyak jih kalian gk ada gitu mau ngasik mimin nama? kayak sebutan pembaca buat author gitu..

__ADS_1


siapa kek, kasik yg unik dan lucu gpp lah,, yg paling banyak dijawab comen namanya terlucu itu bakalan mimin jadiin nama sebutan buat episode seterusnya.


btw nanti mimin mau kasik giveaway nih klo cerita mimin udh tembus 700 k.. giveaway nya gk mahal mahal y mimin gk kaya.


__ADS_2