NODA MERAH KEKASIH

NODA MERAH KEKASIH
MEMBUKA LEMBARAN BARU


__ADS_3

***


Seperti biasa, Clara yang mulai menata hidupnya kembali pagi ini sedang memasak untuk sarapan dirinya dan ayahnya. Clara begitu bahagia karena Darma benar-benar berubah, pria itu sangat menyayanginya sekarang.


Tak pernah lagi Darma memakinya sebagai wanita penghibur. Dan tak pernah lagi pria itu merampas uang atau pun memintanya. Darma justru yang kini memberinya uang dari hasil keringat pria itu.


"Ayah, sarapan sudah siap." Seru Clara sambil menata makanan di kotak bekal untuk dirinya dan ayahnya yang kini bekerja sebagai security di sebuah mall di kotanya.


Tak berapa lama Darma keluar dari kamarnya dengan sudah mengenakan seragamnya. Darma lebih terlihat segar dan lebih muda karena pria itu memotong rambut dan mencukur brewoknya. Clara sampai pangling melihatnya.


"Kenapa? Ayah jelek ya?" Darma memeriksa penampilannya sendiri barangkali ada yang aneh karena putrinya menatapnya tanpa berkedip.


"Bukan, tapi ayah sangat tampan kayak Lee Jong Seok," pujian Clara yang membuat tawa Darma meledak, lalu menggeleng-gelengkan kepalanya.


Clara ada-ada saja, masa menyamakan dirinya dengan aktor korea idolanya sejurus kemudian ia kedua sudut bibirnya melengkung ke atas, dan mengacak-acak rambut Clara. Gadis itu nyengir.


"Kamu ada-ada saja, ayah ini sudah tua. Masa kamu samain sama opa-opa Korea. Kalai istilah anak muda sekarang. Ojo mbok ko banding-bandingke, saing-saingke yo mesti kalah," ucap Darma kemudian keduanya tertawa. 


Padahal dulu jangankan tertawa dan bercanda seperti ini, ayahnya bicara dengannya cuma saat butuh uang saja, tapi sekarang Darma sangat hangat.


"Kata siapa ayah tua? Ayah masih muda dan tampan kok."


Lagi-lagi Darma tertawa mendengar ucapan anak perempuannya. Darma baru merasakan menjadi ayah ternyata sangat menyenangkan, apalagi mempunyai anak perempuan seperti Clara yang sangat berbakti kepadanya. 


Betapa ia sangat menyesal dengan sikapnya selama ini, pasti Clara sangat menderita karenanya. Ia akan membayar semua dengan mencurahkan semua kasih sayangnya pada Clara.


Tanpa disadari setitik embun menggenang di kedua sudut netranya.


"Kenapa tidak dimakan? Masakan Clara tidak enak ya?" tanya Clara dengan wajah sedih, padahal dirinya sudah berusaha agar ayahnya menyukai masakannya.


Darma tersadar dari lamunan sesaatnya lalu menggeleng.


"Bukan, masakanmu sangat enak. Ayah hanya …" Darma menjeda kalimatnya, dadanya terasa sesak setiap mengingatkan perbuatannya pada Clara.


Melihat wajah ayahnya yang murung Clara mengulurkan tangannya menggenggam tangan Darma.


"Sudahlah ayah. Jangan mengingat-ingat itu lagi! Clara sudah melupakan semuanya. Mari kita buka lembaran baru. Dan yang penting sekarang ayah sudah menyadari kesalahan ayah dan ayah mau berubah," ucap Clara tersenyum. Darma balas tersenyum.


"Aku sungguh beruntung karena Harnum melahirkan anak sepertimu."


"Clara juga beruntung punya ayah."


Keduanya kemudian berpelukan, merasakan kasih sayang satu sama lain.


Usai sarapan Clara bersiap-siap untuk pergi kuliah, ia akan berangkat bersama ayahnya dengan mengendarai sepeda motor yang Darma beli dengan cara mengangsur. Darma sengaja membelinya agar dirinya lebih mudah pulang dan pergi kerja.


"Clara, cepetan ayah telat nih ...!" 

__ADS_1


Darma berseru sambil mengikat tali sepatunya.


"Iya,sebentar …" sahut Clara dari dalam kamarnya, memasukkan keperluan kuahnya ke dalam tas lalu gegas keluar, ia tak mau membuat ayahnya menunggu terlalu lama.


"Cla …"


"Ayo kita berangkat!" Clara berdiri di dekat ayahnya, Darma mengangkat kepalanya dan tersenyum.


Darma berdiri lalu mengangguk. "Ayo."


"Eh, tunggu sebentar!" Clara berlalu menuju meja makan, mengambil 2 kotak bekal yang disiapkan tadi.


"Ini punya ayah, dan ini punya aku. Jangan lupa dimakan!"


"Iya, pasti ayah makan." Darma menyimpan kotak bekalnya ke dalam tas. "Yuk!"


Clara mengangguk lalu menggandeng lengan ayahnya keluar. 


Saat sudah naik ke boncengan Clara melihat mobil Yuan sedang menuju rumahnya.


'Mau apa lagi sih dia? Belum nyerah juga rupanya? Baiklah, aku mau lihat sampai mana dia berusaha?' batin Clara.


Dan benar saja, mobil itu berhenti di depan rumah Clara lalu pengemudinya keluar. Clara berpura-pura tidak melihatnya dan menyuruh ayahnya untuk segera menghidupkan mesin motornya.


"Ayah cepetan katanya sudah telat!" Clara menepuk pundak ayahnya, ia tidak mau bertemu dengan Yuan.


"Clara," panggil Yuan, tetapi Clara pura-pura tak mendengarnya.


Yuan hanya diam mematung melihat Clara pergi dengan ayahnya.


"Tadi siapa?" Tanya Darma, ia merasa seperti pernah melihat lelaki tampan itu tapi ia lupa dimana.


"Bukan siapa-siapa," sahut Clara, ia tidak ingin menjelaskan jika mereka pernah bertemu beberapa waktu lalu di rumah sakit, apalagi menjelaskan bahwa laki-laki itu telah menghancurkan masa depan anak perempuan satu-satunya. Itu hanya akan membuat ayahnya kecewa dan membuat luka hatinya kian bertambah.


"Tapi sepertinya ayah pernah melihatnya, tapi dimana ya?" Darma mencoba mengingat kapan dirinya bertemu dengan Yuan.


"Nggak, ayah nggak pernah ketemu. Cuma perasaan ayah saja." Clara benar-benar enggan membahas laki-laki yang sudah menghancurkan harga dirinya.


Darma melihat Clara dari spion, putrinya itu terlihat murung setelah bertemu laki-laki itu. Sepertinya ada yang tidak beres antara anaknya dan lelaki itu.


Sebagai ayah yang baik ia akan mencari tahu ada hubungan apa antara Clara dan Yuan? Mengapa Clara seperti menghindar dari bertemu dengan laki-laki tadi?


Setelah menurunkan Clara di kampus Darma langsung memacu kendaraannya menuju tempat kerjanya. Dan saat di lampu merah ia seperti melihat seseorang yang ia kenal sedang duduk di sebuah mobil tak jauh darinya. 


Darma terus menatapnya tanpa berkedip sedikit pun. Wanita itu masih terlihat sama, masih cantik seperti belasan tahun lalu. Hanya ada beberapa kerutan di sekitar kantung mata.


"Mungkinkah itu benar dia? Apa dia juga tinggal di kota ini? Tapi bagaimana dengan suaminya, bukankah mereka tinggal di luar negeri?" Darma tidak begitu yakin dengan apa yang dilihatnya. 20 tahun lebih mereka tak bertemu jadi ia juga sedikit lupa dengan wajah perempuan dari masa lalunya itu.

__ADS_1


"Franda."


***


Yuan yang kesal, marah, kecewa, akhirnya kembali ke rumahnya.Ia tidak bersemangat pergi ke ke kantor. Kerja pun percuma karena pikirannya benar-benar sedang kacau sekarang.


Melihat kakaknya kembali pulang membuat Dion heran dan hendak bertanya, tetapi melihat wajah Yuan yang terlihat sedang marah ia urung.


Yuan masuk ke kamarnya dan menutup pintunya dengan cara membanting pintu itu keras sampai Dion saja terperanjat.


"E busyet, nape lo, Bang? Kesambet lo?" Teriak Dion.


Selama ini Yuan tidak pernah marah, lelaki itu selalu ramah dan berbawaan riang. 


"Kenapa dia, kesambet jin jalanan kali ya?" gumam Dion lalu terkekeh sendiri. 


Tak berapa lama terdengar deru mobil masuk ke halaman, Dion beranjak untuk melihat. Ia yakin jika itu mobil papah dan mamah nya yang baru pulang dari rumah eyangnya setelah menginap beberapa hari di sana.


Dan benar saja, Dion melihat papa dan mamanya turun dari mobil. Dion tersenyum riang.


"Pah, mah …" Dion menghampiri kedua orang tuanya, meraih tangan mereka lalu menciumnya.


Papanya lalu menyuruh security mereka untuk mengambil oleh-oleh di dalam mobil dan membawanya masuk. Sementara Dion sudah menggiring mamanya masuk dengan bergelayut manja di lengannya, seperti anak kecil saja.


"Itu … mobil Yuan kok masih ada? Dia nggak ke kantor?" tanya sang ibu yang tadi melihat mobil anak sulungnya terparkir di garasi.


Mereka duduk di sofa ruang tamu berhadapan.


"Nah itu masalahnya, mah."


Dion lalu menceritakan apa yang terjadi pada kakaknya yang tiba-tiba pulang dan langsung 


membanting pintu kamarnya.


Ibunya hanya mengangguk paham.


"Mungkin lagi banyak masalah," lalu ucapnya.


Dion melongo tak percaya sebab, ia tahu betul perangai kakaknya Yuan yang sering bergonta-ganti pasangan selama di luar negeri karena mereka sering berkomunikasi lewat media yang lain.


"Atau mungkin Yuan lagi berantem sama pacarnya," imbuh ibunya.


"Maksud mama Adelia?"


Bersambung


Jangan lupa vote, sub, review, kasih gif kalau kalian suka ceritanya.

__ADS_1


Makasih semuanya


__ADS_2