
" Jangan terlalu aneh-aneh ya mas "
" Nggak kok tenang saja, nahh gimana kalau yang ini, aku jamin deh,, kalau kamu memakai rambut krebo ini penampilan kamu pasti akan berubah seratus persen ha ha " Bram tertawa senang sambil memegang rambut krebo palsu di tangannya .
" Gak mau ah, udah seperti sarang semut, mas saja yang pakek " jawab Maria sambil mengerutkan keningnya karena tidak suka.
" Plisss,, Maria, tolong di tes pakai dulu ya, aku penasaran pengen lihat kamu pakai ini, mau yah,, plisss? " Pinta Bram sambil menarik-narik lengan Maria dengan sedikit merengek.
" Pokoknya nggak mau, titik ! " Jawab Maria judes dengan muka ngambek, sambil melipatkan kedua tangan lalu membuang wajahnya dari Bram.
" Kamu yakin nggak mau, mas benaran ngambek ini "
" Diihh mas ini kok main ngancam gitu sih, saharusnya kan aku yang ngambek bukan mas, yasudah sini ! " Maria langsung mengambil rambut palsu krebo itu dari tangannya Bra, ia pun memakainya dengan wajah terpaksa.
" Nah gimana? "
" Uwow bagus banget ! " Jawab Bram sambil menahan tawanya.
" Bagus apaaan,, " Karena penasaran Maria pun melihat wajahnya kecermin. Dan betapa terkejutnya ia setelah melihat wujudnya yang sekarang.
" Ya ampun mas,, tega amat sih sama aku? "
" Bagus kan sudah mirip dengan Shaun the sheep, ha ha ha " Bram langsung tertawa dengan begitu lepas, ia terpuaskan melihat penampilan Maria yang sedang memakaikan rambut palsu krebo itu.
" Iya,, lucu ! Yasudah aku mau pulang, batalkan saja rencana penyamaran kita " Maria pura-pura ngambek padahal ia sangat bahagia melihat tawa Bram.
" Maria,, sayang,, jangan ngambek gitu dong, aku minta maaf ya kalau sudah sangat keterlaluan sama kamu " Pinta Bram sambil menggenggam tangan kanan Maria dengan kedua tangannya.
" Baik lah, tapi ada syaratnya ! "
" Apa sayang, semuanya akan ku turutin "
" Sini mas ikut aku " Maria pun beranjak dari situ untuk mencari perlengkapan yang lain .
" Nahh ini dia,, coba mas pakai ya, awas kalau nolak " Sambil menunjukkan gigi palsu dengan ukuran panjang dan besar yang terlihat tonggos itu.
" Maria,, kamu yakin nyuruh mas pakai benda itu apa nggak ada yang lain, yakin nih kamu nggak kasihan lihatnya? nanti kalau aku pakai gigi tonggos ini pasti mulutku nggak bisa di tutup, trus air liurku juga bakalan ngalir sendiri ! "
" Essstt, nggak boleh ngomong gitu mas, nggak sopan ! Mas sadar nggak,, kata-kata mas barusan bisa membuat orang yang giginya seperti itu jadi tersinggung dan sakit hati, kita harus belajar menghargai orang lain "
" Iya deh maaf aku salah lagi,, yasudah aku pakai ya? " Bram langsung memakaikan gigi tonggos itu ke dalam mulutnya.
" Bagaimana Maria,, " Tanya Bram dengan penampilan barunya setelah memakai kan gigi palsu tersebut.
__ADS_1
" Eumm biasa saja, mas masih tetap terlihat tampan ! "
" Kamu yakin? " Tanya Bram penasaran sambil bercermin.
" Ha ha ha tampan kan mas, sudah mirip pemain film warkop DKI "
" Iya tampan,, kamu sudah puas kan " Tanya Bram dengan tersenyum lebar sambil menunjukkan gigi tonggosnya.
" Hehe kita seri mas, yasudah,, Maria ambil yang ini "
" Hah, gigi tonggos ini,, kamu yakin? "
" Seratus persen yakin mas "
" Baiklah aku tidak keberatan, karena pakai apapun juga kamu tetap cantik " Jawab Bram dengan gombalannya.
Ketika Bram dan Maria sedang memilih perlengkapan untuk penyamaran Maria, Mikha dan Mamanya Bram malah sudah kewalahan mengikuti Rendi.
" Mah,, ini Bram kok masih mutar-mutar terus sih dari tadi? Mikha sudah capek mah nyetirnya,, " Mikha pun langsung menghentikan mobilnya.
" Yasudah jangan di ikutin lagi, kepala mama juga sudah pusing, mama yakin Bram pasti sengaja mutar-mutar di tempat yang sama karena dia tau kita lagi ngikutin dia dari belakang. "
" Yang benar Ma, kalau Bram tau pasti nanti dia bakalan Marahin Mikha "
" Tenang saja biar mama yang urus, Yasudah kita pulang sekarang mama sudah capek "
Melihat Mikha dan Mamanya Bram tidak mengikutinya lagi Rendi langsung tertawa lepas karena merasa menang.
" Ha ha ha, kewalahan kan kalian ngikutin gue, makannya Rendi jangan di lawan, padahal gue masih sanggup untuk bawa kalian jalan-jalan sampai nanti malam " Ucap Rendi dengan begitu angkuhnya.
Rendi segera menelvon Bram untuk melapor.
" Halo bos "
" Eum gimana, sudah Beres? "
" Beress bos,, sekarang Mikha dan mamanya bos sudah pulang, makanya Rendi jangan di lawan,, gue buat mereka mutar-mutar terus ngikutin gue sampai kualahan, ha ha ha "
" Bagus, nanti kamu aku kasih hadiah "
" Wah bos tidak apa-apa, aku ikhlas bantuin bos, yasudah bos ini mobilnya aku antar kemana "
" Eumm ketempat biasa, kita makan siang dulu, kamu juga ikut sekalian,, "
__ADS_1
" Benaran bos,, wahh bos memang yang terbaik baik "
" Nggak usah bas bos bas bos, Panggil Bram ! "
" Ok Bram, ha ha lo ini galak amat, yasudah aku meluncur sekarang ya "
Rendi pun menancap mobil Bram langsung menuju ke sebuah restoran dimana Bram sering makan siang.
Sedangkan Bram dan Maria baru saja selesai memelih perlengkapan untuk penyamaran Maria.
" Telvon dari siapa mas "
" Itu lho teman kamu, Rendi,, asisten pribadi ku "
" Oh iya mas, apa tidak apa-apa kalau dia tau kedekatan kita "
" Tidak sayang tenang saja, seratus persen aman, Rendi berada di pihak kita "
Bram dan Maria terus berjalan menuju ke mobil yang ada di parkiran. Dengan posisi Bram meraih tangan Maria dan menggandengnya. Maria pun terlihat senang dengan perlakuan Bram terhadapnya.
" Syukurlah mas, Maria juga tau kalau Rendi memang bisa di percaya "
" Iya sayang,, sekarang kita makan siang dulu ya "
" Dimana mas? "
" Di restoran langganan aku, disana Rendi juga sudah menunggu kita "
" Mas, perasaan aku kok jadi deg-degan sama takut gini ya waktu ingat mau tinggal di rumah mas, apalagi satu atap dengan Mikha istrinya mas "
" Yasudah sayang kamu masuk mobil dulu biar jadi lebih tenang "
" Iya mas " Maria dan Bram langsung masuk kedalam mobil.
" Sudah mas, perasaan Maria masih tetap sama seperti tadi,, hhhufft ! " Jelas Maria dengan begitu polosnya.
" Masa,, ? " Tanya Bram manja dengan tingkah yang sudah berbeda, apalagi tatapan matanya seperti mau menerkam saja.
" Hah ! iya mas " Sahut Maria karena terkejut.
Bram langsung menarik Maria lalu menciumnya, Bibirnya memainkan bibir Maria dengan begitu ganas,, setelah satu menit menikmati ciumannya barulah Bram melepaskan bibir Maria dengan perlahan.
" Gimana sayang,, masih terasa takut, kalau masih aku tambahin lagi vitaminnya " Tanya Bram menggoda Maria.
__ADS_1
" Tidak mas sudah enakan.. " Jawab Maria dengan nafas yang masih belum beraturan.
" Yang benar, mas masih punya dosis yang paling tinggi lho, yakin gak mau di tambah? "