OMaria Istri Rasa Simpanan

OMaria Istri Rasa Simpanan
Akhirnya Bram dan Maria sah


__ADS_3

" Bagaimana maksud nak Bram? " Tanya ayahnya Maria penasaran.


" Pak Slamat harus jujur, sebenarnya pak Slamat senang tidak kalau Maria harus menikah dengan laki-laki itu? " Tanya Bram yang mulai serius.


" Tidak nak Bram. " Jawab ayahnya Maria.


" Kalau begitu jika saya berhasil menyelesaikan masalah itu apakah bapak mau memberikan restu pada saya untuk menikahi Maria? " Tanya Bram untuk memastikan.


" Saya sangat merestui Karena kelihatannya nak Bram itu orang baik, hanya saja jika Maria kabur lagi bagaimana? " Tanya ayah Maria khawatir.


" Tenang saja pak, saya tidak akan memaksakan Maria, saya akan memberikan kebebasan pada Maria untuk bisa memelih, apakah dia mau dengan saya atau tidak." Ucap Bram lagi hingga membuat ayah dan ibu Maria merasa lebih lega setelah mendengarnya.


" Terimakasih nak Bram, ibu merasa Tuhan telah menjawab doa-doa ibu selama ini, ibu sangat bersyukur, ini sebuah keajaiban bagi ibu " Ibu Maria langsung mengusap air matanya dengan senyuman.


" Sama-sama Bu, saya minta maaf sebesar-besarnya karena besok sore saya harus langsung pulang kekota, jadi sebelum itu saya minta kesediaan pak Slamat dan ibu supaya hadir dimesjid dalam proses untuk melangsungkan ijab Kabulnya." Ucap Bram jelas tanpa bertele-tele.


" Tapi nak bagaimana dengan keluarga pak Rahman, mereka kan belum resmi bercerai." Tanya ibu Maria.


" Tenang Bu, soal keluarga pak Rahman saya sendiri yang akan mengurusnya besok, masalah Penghulu dan sebagainya itu biar saya dan Rendi juga yang akan mengurusnya, pak Slamat dan ibu cukup hadir saja di masjid. " ucap Bram kembali menjelaskan.


" Iya nak Bram kami mengerti, berarti kami hanya harus hadir saja kan? " Tanya ayahnya Maria ingin memastikan.


" Iya pak, Bu, kalau begitu saya dan Rendi izin pamit dulu ya? "


" Iya pak, Rendi juga pamit ya. "


" Baik nak silahkan. "


Bram dan Rendi langsung keluar dari rumahnya Maria, setelah itu mereka menuju kerumah Rendi untuk beristirahat.


" Bram? lho yakin bisa nyelesainnya secepat itu. " Tanya Rendi yang sudah merebahkan tubuhnya atas ranjang disamping Bram.


" Bisa, Masalah yang timbul karena uang akan mudah terelesaikan juga dengan uang." Jawab Bram.

__ADS_1


" jadi tugas lho besok jam 8 pagi antar kan gue dulu kerumah haji rahman setelah itu lho langsung jemput penghulu kerumahnya dan bawakan dia kemesjid." Ucap Bram kembali sebelum akhirnya wajah tampannya itu terlelap dalam tidurnya.


" Okey, siap laksanakan. " Jawab Rendi yang ikut memejamkan matanya juga.


Keesokannya jam 8 pagi setelah Bram bersiap-siap ganti baju dengan memakaikan baju Rendi, Bram langsung di antar oleh Rendi kerumah mertuanya Maria.


Awalnya Bram disambut sebaik mungkin oleh keluarga itu, karena mereka melihat penampilan Bram yang tidak seperti orang biasa, ia terlihat seperti pemuda tampan yang kaya dan sukses.


Bram dipersilahkan duduk di ruang tamu dalam rumah yang tergolong mewah dikampung itu, tapi tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan rumah Bram dikota.


Disana hanya ada ibu mertua dan suaminya Maria, sedangkan haji Rahman sedang tidak ada dirumah.


" Gampang sekali kamu menyuruh anak saya untuk menceraikan Maria." ucap ibu mertuanya Maria yang terlihat sangat galak itu.


" 30 juta kan? saya akan membayarkannya beserta bunga dua kali lipat." Ucap Bram tanpa bertele-tele.


" Eum, iya sih, tapi, bagaimana jika orang-orang kampung pada nanyain? " Ibu mertuanya Maria langsung tergoyahkan setelah mendengar penawaran dari Bram.


" Ah yasudah Bu, iya kan saja bukannya itu yang memang ibu inginkan hutang bapak dan ibu akan terlunaskan, lagian aku tidak mau terikat lagi sama wanita tidak jelas itu, sudah lama aku menceraikannya secara sepihak, untuk apa cantik kalau aku tidak bisa menikmatinya, lebih baik aku terlepas dari Maria dan bisa membawa pacarku yang sekarang secara bebas kemanapun ku pergi. " Jelas Suami Maria yang menyetujui permintaan Bram.


" Baiklah, tapi kapan kamu mau membayar hutang kami? " Tanya mertuanya Maria lagi.


" Detik ini juga, tapi dengan satu syarat, dia harus ikut bersamaku kemasjid untuk menjadi saksi bahwa dia sudah menceraikan Maria, setelah itu aku akan langsung menikahi Maria kembali. " Jelas Bram.


" Apa? kamu mau menikah hari ini juga? " Ibu mertuanya Maria terkejut seakan tidak percaya.


" Nggak papa Bu, lebih baik aku juga hadir disana, biar orang kampung percaya kalau aku sudah menceraikan Maria." Ucap suami Maria lagi.


" Mana nomor rekening ibu, biar saya transfer uangnya sekarang lewat internet banking." Pinta Bram tanpa mau basa-basi.


Setelah transaksi itu berhasil, artinya Bram juga sudah berhasil menyelesaikan masalah keluarganya Maria.


Memang permasalahan itu sangat cepat terselesaikan, alasan pertama karena Bram memiliki banyak uang dan alasan kedua karena suami Maria juga sudah ingin menceraikan Maria.

__ADS_1


Bram sangat beruntung, kalau jodoh memang takkan kemana.


Tidak lama kemudian, Rendi sudah kembali lagi untuk menjemput Bram, ia langsung membawa Bram ke masjid untuk ijab Kabul, tidak lupa juga mantan suami Maria juga ikut sebagai saksi.


" Siapa saja yang sudah hadir disana Ren? " Tanya Bram yang sudah berada bertiga dalam mobil itu, yaitu Rendi Bram dan mantan suami Maria.


" Penghulu, kepala desa, orang tua Maria, kita dan beberapa orang kampung lainnya yang aku ajak sebagai saksi. " Ucap Rendi sambil tersenyum.


" Oke bagus, sebelum ijab Kabul berlangsung, pertama harus ada pengumuman dulu kalau aku ingin menikahi Maria, pengumuman kedua kamu harus bersaksi kalau kamu sudah menceraikan Maria. ! " Ucap Bram lagi sebelum akhirnya mereka sampai kemasjid.


Sedangkan suaminya Maria hanya manggut-manggut sebagai tanda setuju.


Disaksikan semua orang yang hadir termasuk penghulu dan orang tua Maria, mantan dari suaminya Maria langsung mengumumkan kalau iya sudah menceraikan Maria.


" Saya yang bernama Azhar Bin Rahman, dengan ini saya mengatakan secara sadar dan tanpa paksaan, bahwasanya saya sudah menceraikan Maria binti slamat, dan perlu kalian ketahui saya sudah lama menceraikan Maria secara agama, sehingga Maria sudah melewati masa Iddahnya dengan saya." Ucap Azhar laki-laki yang sudah menjadi mantan suami Maria.


" Karena itu juga ibu-ibu dan bapak-bapak, karena Maria sudah lama melewati masa Iddahnya maka sekarang Maria akan dinikahi oleh teman saya dari kota yang bernama Bramantyo." Ucap Rendi dengan keras sambil menunjuk kearah Bram.


Semua orang kampung menjadi tercengang melihat kearah Bram pemuda tampan yang duduk dihadapan mereka.


Maria yang selama ini mereka Anggap wanita biasa-biasa saja akhirnya di nikahi oleh pemuda tampan yang terlihat kaya itu.


Akhirnya mereka semua terdiam tanpa bisa mengatakan apapun lagi, dengan tertib mereka langsung menyaksikan ijab kabul yang dilakukan oleh Bram dengan pak Slamat sebagai wali nikahnya Maria.


" Bagaimana sah? " Tanya penghulu pada semua orang yang hadir disana.


" Sah, sah ! " Jawab Rendi dengan cepat, hingga yang lain juga langsung mengikutinya.


~


" begitu lah ceritanya sayang, kamu itu sudah sah secara agama menjadi istriku sekarang dan selamanya. " ucap Bram sambil mencium keningnya Maria, setelah ia bercerita pada Maria selama hampir 2 jam lebih dikantor polisi tersebut.


**Halo readers ku tersayang, terimakasih ya yang sudah menyadarkan author ini , kalau tidak author akan semakin larut dan berlama-lama dalam flashbacknya pernikahan Maria dan Bram.

__ADS_1


love u untuk kalian semua, dan salam hangat dari author kalian Elvi, see you**..


__ADS_2