OMaria Istri Rasa Simpanan

OMaria Istri Rasa Simpanan
Akhirnya penyamaran Maria terbongkar juga


__ADS_3

" Ternyata benar kecurigaan ku selama ini? sengaja aku langsung ikut pulang karena aku tau kalian pasti akan macam-macam kalau lagi berduaan dirumah, tega kamu ya mas? kupikir setelah aku hamil kamu akan berubah!." Bentak Mikha yang terlihat begitu marah hingga wajah putihnya pun seketika memerah.


" Kamu lupa kejadian setelah 2 bulan kita menikah? kalau kamu ingat pasti kamu juga tidak akan lupa bagaimana status kamu dan aku sekarang, Kamu itu bukan istriku lagi Mikha." Ucap Bram setelah menyandarkan dirinya didepan wastafel sambil menyilangkan kedua tangan didada bidangnya itu.


" Mas coba jelaskan hal itu padaku , aku belum mengetahui apa alasannya sehingga kamu mengatakan bahwa Mikha itu bukan lagi istri kamu." Maria terlihat masih sangat penasaran dengan status Mikha.


" Diam kamu wanita jelek, jangan coba-coba ikut campur urusanku dan mas Bram ! " Mata Mikha semakin melotot karena amarahnya yang semakin memuncak.


" Sayang dengar baik-baik ya biar aku jelaskan sekarang selagi Mikha juga ada disini" Ucap Bram santai pada Maria.


" Sayang? phuiiihh,, ! " Mikha langsung meludah kekirinya setelah mendengar panggilan sayang dari Bram untuk Maria.


" Wanita sejelek itu kamu panggil sayang iih amit-amit, aku yakin kamu sudah diguna-guna sama si Maria wanita kampung itu, kamu harus tau mas orang kampung itu banyak sihirnya." Jelas Mikha yang sok tau dan sok menasehati Bram.


" Maria? " panggil Bram dengan lembut sambil memegang Kedua tangannya Maria.


" Setelah 2 bulan pernikahan ku dan Mikha, aku memergoki dia lagi check-in di hotel dengan mata kepala ku sendiri, dimana waktu itu aku dan Rendi sedang bertemu dengan klienku disana, dia masuk hotel sambil bergandengan tangan dengan seorang laki-laki, bahkan Mikha sendiri tidak mengetahuinya kalau aku melihat mereka, awalnya Rendi ingin menghampiri mereka berdua tapi sengaja aku melarangnya, kamu tau kenapa Maria? karena aku tidak mencintai Mikha, aku ingin Mikha meneruskan berhubungannya itu dengan laki-laki tersebut."


" Tapi mas? " Mikha mencoba untuk memotong pembicaraannya Bram, ia langsung menghampiri dan memegang lengannya Bram.

__ADS_1


" Diam kamu Mikha jangan memotong pembicaraanku dan jangan pernah menyentuhku seperti itu ! " Bram langsung melepaskan pegangan Mikha dengan begitu kasarnya, hingga membuat langkah Mikha sedikit mundur kebelakang.


" Mas jangan seperti itu ya! dia lagi hamil takut nanti kandungannya kenapa-kenapa, mas nggak usah kasihan sama Mikha, tspi ingat saja sama janinnya yang nggak bersalah." Ucap Maria untuk membuat Bram agar tidak tambah emosi sambil menarik-narik pelan lengannya Bram.


" Maria kamu percaya kan denngan semua perkataan ku barusan, di hotel itu detik itu juga Rendi dan beberapa klienku menjadi saksinya kalau aku langsung menceraikan Mikha, dan setiap hari ketika aku bertengkar dengan dia dan mama aku terus mengucapkan kalau Mikha itu bukan lagi istriku, bukan satu dua kali malah sudah puluhan kali aku mengatakannya, hanya saja dia yang kurang peka, bahkan kalau seperti itu ucapan ku berkali-kali dia sudah jatuh talak tiga sayang ." Jelas Bram kembali dengan begitu lembut sambil memegang kedua tangan Maria.


Maria hanya mengangguk pelan mendengar penjelasan Bram artinya dia sudah percaya bahwa Mikha bukan lagi istrinya Bram.


" Mas, aku tidak ada hubungan apa-apa sama dia, kami kesana hanya karena ingin memenuhi undangan teman saja yang lagi buat party di hotel itu, waktu itu kami check-in bukan untuk kami berdua tapi ada teman-teman yang lain juga." Mikha mencoba untuk menyakinkan Bram kembali.


" kamu pikir aku hanya laki-laki bodoh kalau melihat hanya sekedar melihat saja? aku sudah menyuruh Rendi untuk menyelidiki semuanya sampai tuntas, dan kamu bilang kalau kamu itu lagi hamil, maka aku bisa bersumpah seratus persen itu bukan anakku." Tegaskan Bram pada Mikha.


" Apa perlu kita tes DNA? sengaja aku tidak mempermasalahkannya karena mengingat kondisi mama, tapi kalau kamu memaksa dan tambah berulah lagi, aku bisa membuktikan kalau itu bukan anakku dan aku tidak akan segan-segan untuk menendang siapa saja yang tidak tau diri dari rumah ini." Jelas Bram dengan menekankan nada bicaranya sambil menunjuk kearah Mikha.


" Kamu masih aku perbolehkan tinggal disini karena aku mengingat kondisi mama, jadi tetap jaga sikap kamu sewajarnya jika kamu tidak ingin aku usir dari rumah ini. " Tegas Bram pada Mikha untuk terakhir kalinya.


Maria hanya bisa diam melihat perdebatan itu, dia tidak ingin menyela sedikit pun karena ia sedang menyimak sebaik mungkin apa yang baru saja dikatakan oleh Bram dan Mikha, Maria mencoba untuk melihat kebenaran dari semua masalah itu, tapi hatinya kini sudah sepenuhnya percaya terhadap suaminya Bram.


" Iya mas, aku tidak akan macam-macam lagi, hanya saja aku tidak bisa percaya kalau kamu menyukai wanita sejelek dia, aku yakin kamu sudah dikasih guna-guna sama maria." Kali ini Mikha memang sangat jujur kalau ia tidak bisa percaya bagaimana bisa Bram menyukai wanita sejelek Maria.

__ADS_1


" Wanita jelek kamu bilang? perhatikan baik-baik ! " Jawab Bram sambil tersenyum dan Bram mulai melepaskan satu persatu yang dipakai oleh Maria, mulai dari kacamatanya, rambut hingga gigi palsu yang tonggos itu.


Dan ya,, Mikha langsung terkejut dengan mulutnya yang menganga, dia terdiam seribu bahasa tidak bisa mengatakan apa-apa lagi setelah melihat wajah asli Maria yang begitu cantik.


"Jadi selama ini Maria sudah membohongi kami semua dengan penyamarannya." Hanya itu yang bisa keluar dari mulut Mikha, karena ia tidak bisa membantah betapa cantiknya Maria yang asli.


" Mas? " Panggil Maria yang khawatir dengan apa yang sudah dilakukan oleh Bram, ia takut jika Mikha akan membeberkan semuanya pada Mamanya Bram.


" Nggak apa sayangku tenang saja, tidak akan ada yang berani ikut campur lagi dengan urusan kita, jika memang ada berarti dia ingin aku tendang dari rumah ini." Bram langsung mengangkat Maria kedalam pangkuan tangannya.


" Mas nanti jatuh ! " Maria merasa sangat terkejut karena bram mengangkatnya, Tapi ia bisa merasakan kalau tubuh Bram begitu kekar dan kuat untuk menggendongnya seperti itu.


" Tenang sayang percayakan saja padaku." Bram sedikit mengecup Maria yang sudah ada didalam pangkuan tangannya, tanpa memperdulikan Mikha lagi ia terus berjalan menuju keruang tamu, Bram ingin membawa Maria masuk kedalam kamarnya.


Mikha hanya bisa diam melihat apa yang dilakukan oleh Bram, sedikitpun ia tidak berani untuk ikut campur lagi, dengan mulutnya yang sudah terkunci karena takut akan ancaman dari Bram, ia terus menatap cemburu dan benci kearah punggung Bram yang semakin menghilang dari pandangannya, tapi jauh didalam hatinya Mikha masih memeliki niat lain yang masih tersembunyi.


Bram terus berjalan sambil mengangkat Maria dalam pangkuan tangannya, Hingga tiba-tiba Bram dan Maria dikejutkan oleh Dimas yang sudah berdiri didepan Mereka.


Wah,, kasian Dimas ya readers?

__ADS_1


__ADS_2