
" Jangan disini donk mas, dikasur aja ya? "
" Nggak mau ah, pengen disini aja. " Bram langsung merebahkan Maria keatas sofa.
" Kok gitu sih mas, kan enakan di kasur luas. "
" Aku mau ngerasain sensasi yang berbeda sayang ! " Mengangkat kaki Maria.
" Mas iih kok gitu sih ! "
" Biar kek di film-film. " Tersenyum nakal kearah Maria.
" Hayo mas, jadi ketahuan kan kalau mas sering nonton film itu. " Maria sudah terbaring diatas sofa didepan Bram.
" Hehe, cuman satu kali sayang ditunjukin sama Rendi." Bram menarik celana kecil itu dengan cepat dan melemparkannya kesamping kanan.
" Mas kamu juga donk? "
" Apanya sayangku? "
" Bukain semuanya biar sama. "
" Jelas dong, Bram junior juga udah nggak tahan nih mau nyari lobang hangat. " seketika Bram Membuka sangkar hingga burungnya lepas.
" Hehe mas, keluar tuh kepala burung mas. "
" Kamu mau sayang? **** sayang ! Hisap juga ! " Perintah Bram langsung menyodorkan burungnya.
" Eummm mau mas,, semakin hari rasanya burung mas semakin besar ya? "
" Aghr,, heummm ,, iya sayang, apalagi selalu diurut pakai bibir dan lidah kamu " Bram seketika mengerang nikmat.
" Untung mulutku elastis mas, walaupun udah semakin gede masih tetap masih muat gini, Aum,, um,, um,, um,, " Maria mengulum lagi Burung beo Bram hingga penuh di mulutnya.
" Enak ya sayang? gak tau aku gimana cara ngegambarin enaknya, pokoknya enak banget " Ucap Bram sambil setengah berdiri didepan Maria.
" Um, Um, Um, " Jawab Maria dengan mulutnya yang sudah tersumbat burung beo Bram.
" sudah sayang, aku mau kebawah. " Bram mencabut burung itu dari mulut Maria.
" Burung mas mau nyari lobang hangat, Mana ya lobangnya? " Menarik Maria di kedua kakinya lalu diangkatkannya dengan kedua tangan.
" Coba mas cari saja. " Maria mulai menggigit ujung jarinya sambil memejamkan mata.
" Nah ini dia, kenapa gitu sayang ekspresinya? takut sakit ya? " Bram sudah siap mengarahkan Burung beonya yang besar dan berurat itu kearah lobang didepannya.
" Hmm bukan mas. " Jawab Maria lirih karena ia sudah bersiap menerima serangan dari burung beo Bram.
" Mulai ya? "
" Mas ! "
" belum masuk sayang "
" Cepatan mas ! "
" Tapi burung mas mau main-main diluar dulu sebentar sayang, nungguin lantainya becek dulu baru langsung masuk, biar lobangnya nggak lecet."
" Mas jangan lama-lama diluar ya udah nggak tahan."
" Yasudah sini. "
" Mas ! "
" iya sayang ! "
__ADS_1
" Mas,, lebih kuat ya? "
" Udah nggak sakit lagi mas, otot bibir ku udah lentur. "
" Yakin mas, lebih kuat ya nekan burungnya."
" Mas kuatin ni ya? Eummm,, "
" Lagi mas ! "
" lebih kuat lagi sayang ? "
" Heu, eum mas, biar lebih kerasa"
Akhirnya terdengar seperti Suara mangga yang jatuh kedalam air.
Plups,, plups,, plups,,
" Lebih cepat ya mas? "
" Iya sayang, tahan ya? "
" Heu eum mas ! "
Bram seketika mempercepat laju burungnya dengan tekanan yang lebih kuat.
Akhirnya burung Bram keluar masuk kedalam lobang dengan begitu cepat.
Hingga terdengar seperti suara mangga jatuh kedalam air yang terus menerus.
Plups ! plups ! plups ! plups ! plups !
" Mas ! Mas ! "
Bram bahkan tidak sempat menjawab panggilan Maria, karena ia sedang menggarahkan tenaga penuh untuk menggoyangkan lobang sempit itu dengan burungnya.
Suhu tubuh keduanya semakin panas dan mengeluarkan bulir-bulir keringat yang penuh nikmat.
Hingga Maria berteriak dengan begitu kencang.
" Duhh Maass ! "
" Aku udah mau keluar juga ni sayang ya? "
Bram kembali mengayuh burungnya dengan begitu cepat dan kuat hingga akhirnya ia berteriak.
" Keluar sayang, Huufft ! Aghrr ! " Erang Bram begitu kuat setelah burungnya menyomprot cairan kental yang berwarna putih.
" Uuhh mas? "
Kedua tubuh itu serentak kejang-kejang hingga akhirnya mereka berpelukan erat.
Bram merasa sudah begitu lemah dan langsung merebahkan tubuh kekar berotot itu kedepannya.
" Makasih ya sayang? " Ucap Bram sambil mencium bibir Maria.
" Sama-sama mas, makasih juga ya udah buat aku puas hingga terkulai gini hehe " Maria membalas kecupan Bram.
" Iya sayang ku, semoga usaha kita kali ini membuahkan hasil sayang ya? "
" Hasil yang bagaimana mas? "
" Aku mau baby yang imut dan mungil. " Bram kembali memeluk Maria dengan kuat seakan dia benar-benar berharap untuk cepat memiliki momongan.
" Hehe iya mas sayang semoga saja, tapi bukannya lebih baik nunggu situasinya sudah berpihak sama kita dulu."
__ADS_1
" Nggak mau, pokoknya mau secepatnya punya baby sama kamu sayang." Ucap Bram manja terdengar bak anak kecil saja.
" Hehe iya mas aku mengerti, tapi kalau kita belum dikasih kepercayaan untuk itu gimana?" Maria mengelus pelan kepala Bram dengan penuh kasih sayang.
" Pokoknya kita usahain lagi, aku siap bertempur setiap hari untuk meghasilkan bibit unggul sama kamu. "
" Mas ihh nakal ! " Maria menggigit bahu Bram karena gemas sambil memeluk suaminya itu dengan begitu erat.
" Sayang? "
" Iya mas kenapa? "
" Jangan buat aku cemburu lagi ya? "
" iya mas aku usahain ya? "
" Janji? "
" Eum. iya mas, janji ! tapi mas harus janji juga."
" Janji apa sayang? "
" Mas nggak boleh marah lagi seperti tadi pokoknya. "
" Nggak kok sayang, tadi itu mas nggak Marah,, cuman ngambek aja dikit."
" Tapi mas diemin aku, cuekin aku. "
" Nggak sayang, mas itu kalau lagi berusaha buat nenangin hati ya gitu,, tiba-tiba jadi diam sendiri tapi nggak marah, dengan kata lain aku lagi ngumpulin energi positif dulu baru bisa senyum kembali, kamu paham kan sayang maksudku? "
" Hehe iya mas paham sekali. "
" Kamu memang istriku yang terbaik, dan teristimewa."
" Eumm mas ini gombal sekali, mas boleh minta sesuatu nggak? boleh ya,, " Ucap Maria.
" Mas jawab donk, boleh kan Maria minta sesuatu.? "
" Hah ! iya sayang ,, maaf aku hampir terlelap dalam mimpi, kamu ngomong apa ya barusan? "
" Hehe mas ini? " Maria kembali memeluk suaminya itu yang masih tertidur dalam pelukannya dengan semakin erat.
" Mas aku mau minta izin sama mas, mas mau kan ngasih izin buat aku masuk kekamar mas kapan pun aku mau, ya yang pastinya ketika tidak ada orang yang melihat. "
" Boleh ya mas? Ketika mas lagi di kantor dan aku lagi kangen sama mas sesekali aku bakalan ngehirup wangi mas dikamar. "
" Mas, jawab donk boleh ya? "
" Mas? Mas? "
" Mas nggak dengarin omongan aku barusan ya? "
" Hah ! iya sayang apa? "
" Boleh kan mas? "
" Boleh sayangku, apa yang nggak sih buat kamu, semuanya boleh kok, aku cinta kamu selamanya ya? Iya lov u sayang ku. "
" Hehe makasih mas, cintaku,, sayangku. "
" Oh iya , kalau kamu terasa berat kita pindah ke kasur aja sayang ya?
" Nggak kok mas sama sekali nggak berat, bobok aja nggak papa. "
" yasudah sayang, kalau gitu aju tidurnya agak kesamping sedikit ya biar kamu lebih leluasa waktu bobonya."
__ADS_1
Akhirnya Mereka berdua tertidur pulas diatas sofa, sedangkan Maria ia tidak akan tau kalau ia akan sangat menyesal karena pernah meminta izin untuk sering-sering masuk kekamar Bram.
I lov u readers ku tersayang, kutunggu lagi komentarnya mmmuaachh.