OMaria Istri Rasa Simpanan

OMaria Istri Rasa Simpanan
APAKAH AKAN KEPERGOK


__ADS_3

Bram menatap Maria dengan penuh cinta dan hasrat yang terus menggebu.


" Seandainya aku bisa memperlakukan kamu sepenuhnya seperti istriku, maka aku akan bangunkan kamu lagi Maria, aku mau kamu untuk melayani ku sekali lagi, tapi dengan keadaan kamu yang sekarang aku tidak bisa melakukannya, apalagi kamu perlu menyimpan tenaga untuk besok, karena besok kamu harus melakukan tanggung jawab kamu sebagai pembantu. " Dengan lembut Bram memindahkan rambut yang menutupi dahinya Maria.


Setelah beberapa lama menatap Maria yang masih terbaring lelah, Bram pun kembali kekamar sendiri untuk melanjutkan tidurnya.


Tepat jam enam subuh bi ita yang sedikit lebih muda dari bi Yam itu, ia berjalan dengan sangat terburu-buru dan sedang menuju kekamar Maria, wanita yang terlihat galak tersebut langsung membangunkan Maria dengan menggedor-gedorkan pintu kamarnya tanpa henti.


" Maria bangun ! Maria! bangun Maria ! " Bi ita terus saja memanggil Maria dengan suara yang sangat lantang.


" Maria? cepat bangun sudah siang ! kamu fikir ini rumah kamu seenaknya tidur sampai siang, Bangun ! Bangun ! " Bi ita berteriak dan mengetuk pintu lebih keras lagi.


Ia terus mengetuk pintu kamar Maria hingga akhirnya pintu itu terbuka sendiri, karena tadi malam pintunya tidak di kunci oleh Bram setelah ia keluar.


Maria terlihat sudah bangun dari tidurnya, Ia menutupi badannya dengan selimut milik Bram. Sebenarnya ia sudah bangun dari tadi tapi tidak langsung membukakan pintu, karena ia lagi sibuk memakai rambut dan gigi palsu untuk penyamarannya.


" Ternyata kamu sudah bangun ya? kenapa tidak menyahutku dari tadi " Melototin Maria.


" Maaf bi, Maria baru saja bangun kok " Dengan kedua tangan yang sedang menarik selimut menutupi dadanya.


" Sebagai wanita apa kamu tidak pernah di ajarkan untuk bangun pagi-pagi oleh ib,, Astaga ! "


Ucapan bi ita tiba-tiba terputus ketika Menyadari bahwa selimut Bram lah yang sedang menutupi tubuh Maria.


" Maria! bukannya itu selimut tuan? bagaimana bisa itu ada di kamu "


" Di pinjamkan sama tuan bi " Sambil sedikit menunduk.


" kamu orangnya begitu merepotkan orang lain Ya, Ternyata bukan hanya aku yang harus repot pagi-pagi buat bangunin kamu kemari,, tapi tuan juga? benar-benar tidak tau diri, kalo non Mikha sampai tau kamu akan mendapatkan masalah besar . "


Maria langsung turun dari ranjang dengan memegang selimut didadanya sambil berlari menuju bi ita.


" Bi, tolong ya bi jangan bilang apa-apa sama non Mikha " Pinta Maria dengan menarik-narik lengannya bi ita.


" Aku pikir-pikir dulu ! Astaga Maria, ternyata kamu tidak pakai apa-apa selain selimut itu. " Jawab bi ita bengong melihat dada Maria yang hampir terlihat.


"Iya bi maaf, baju Maria cuman satu sudah Maria cuci, itu lagi Maria keringkan di kipas, jadi Maria minta tolong ya sama bibi supaya bibi tidak ngadu ke non Mikha, nanti Maria akan masak enak pokoknya. "


" Itu memang sudah kewajiban kamu ! "


" Terus Maria harus bagaimana juga "

__ADS_1


" Lakukan sesuatu yang bisa menguntungkan aku "


" Contohnya bi ?


" Kamu harus buat kopi spesial untukku setiap pagi "


" Siap bi ! " Mengangkat tangannya setinggi kepala sebagai tanda hormat.


" Jangan cuma siap-siap aja, bangun harus lebih cepat jangan nambahin kerjaan aku buat bangunin kamu "


" Iya bi, besok Maria akan lebih cepat bangun pagi kok "


" Bagus ! eh satu lagi,, jangan lupa tambahkan susu kedalam kopinya "


" Baik bi beres pokoknya ! "


" Yasudah ! " Jawab Bi Ita yang masih berdiri karena sedang bengong melihat kulit Maria yang terlihat begitu cantik dan halus, berbanding terbalik dengan wajahnya yang jelek.


" Iya bi ya sudah, terus kenapa bibi masih disini nungguin Maria ganti baju ya? " Maria menggoda bi ita sambil tersenyum lebar menunjukkan gigi tonggosnya.


" Kok bisa kamu punya gigi sebesar itu, iih amit-amit ! " ia mengangkat kedua bahunya sambil mengerut dahinya, lalu iya keluar dari kamar Maria.


" Mah, tau nggak sih kalau si Maria itu belum bangun juga lho sampai sekarang, padahal tugasnya itu memasak. "


" Ah masa? itu kan Maria,, " Tunjuk Mamanya Bram ke arah Maria yang sedang berjalan menuju kedapur.


" Maria selamat pagi ? " Ucap Bram dari tangga sambil menurunkan langkahnya satu persatu.


Sikap Bram yang aneh sontak saja membuat Mikha dan Mamanya sendiri terkejut.


" Pagi juga tuan " Sahut Maria dengan kepala menunduk seakan-akan mereka tidaklah akrab.


" Bram, kamu jadi hari ini keluar kota? "


" Jadilah Ma, kenapa? " Tanya Bram sambil ikut duduk di atas sofa.


" Tidak Bram, mama hanya nanya saja,, berapa hari kamu disana? " Terlihat dari wajahnya mama seperti ada yang ingin di utarakan.


" Mungkin satu Minggu " Jawab Bram santai.


" Kamu pergi dengan siapa nak " Dengan suara yang semakin melembut.

__ADS_1


" Dengan Beberapa staf karyawan, kenapa memangnya?"


" Sebenarnya mama ingin meminta sesuatu sama kamu " Jantung mama sudah mulai berdebar takut permintaannya di tolak sama anaknya.


" Bilang saja ma, kenapa harus di tahan-tahan? "


" Janji ya jangan tolak permintaan mama ,, Kamu Mau kan membawa Mikha bersama kamu untuk pergi keluar kota, seingat mama kamu belum pernah tuh bawa Mikha kemana-mana "


Mikha sudah terlihat tersenyum bahagia menunggu jawaban dari Bram.


" Tidak ! " Jawab Bram singkat, ia bangun dari tempat duduknya lalu berjalan menuju ke ruang makan.


Sesampainya di ruang makan Bram melihat Maria yang sedang asyiknya menghidangkan sarapan di atas Meja.


Bram yang sudah berada di belakang Maria ia langsung memeluk pinggangnya dari belakang dengan begitu erat.


Sontak saja Maria terkejut dan melepaskan pelukan Bram.


" Mas, jangan di sembarang tempat dong! kalau mereka tau nanti gimana " Dengan suara yang agak berbisik.


" Iya sayang maaf, aku hanya lagi menikmati hubungan kita sebagai suami istri " Bram menarik kursi yang ada di meja makan itu untuk duduk.


" Oh iya, mas belum menjelaskan hal itu padaku. bagaimana bisa mas bilang kalau aku ini istrinya mas " Maria membukakan piring yang ada dihadapan Bram.


" Sabar sayang ya, tunggu aku pulang dulu dari kota baru aku jelaskan, tidak lama kok cuman satu Minggu " Bram kembali menarik Maria dengan begitu kuat untuk duduk di pangkuannya.


" Mas jangan donk, nanti kita ketahuan " Maria menarik-narik tubuhnya agar terlepas dari pelukan Bram


Semakin Maria berontak semakin erat pula Bram memeluknya dari belakang, ia mencium pundak Maria sambil sesekali membelai rambutnya.


" Sebentar sayang ! sebentar saja ya,,? " Pinta Bram dengan lembut.


" Mas, aku takut kalau kita ketahuan nanti bisa-bisa aku di usir dari sini " Ucap Maria dengan perasaan Panik, sambil kedua tangannya mencoba menarik kedua tangan Bram, yang melingkar di pinggangnya dengan begitu kuat.


Sedangkan mama dan Mikha mau menuju keruang makan juga.


" Mah, yuk ke meja makan nanti disana mama minta Sekali lagi ya sama mas Bram, kalau bisa mama nangis sekalian biar dia mau membawa Mikha bersamanya. " Bujuk Mikha pada mamanya Bram untuk membantunya.


" Ya sudah yuk kesana, akan mama coba lagi sampai Bram tidak bisa menolak "


Mereka pun langsung berjalan menuju kedapur.

__ADS_1


__ADS_2