
" Maria, aku sangat bahagia melihat kamu diperlakukan sebaik itu sama dia, aku bahagia melihat kamu begitu nyaman dalam pelukannya." Dimas menatap Maria dan Bram dari jarak jauh dengan penuh ke ikhlasan, bagianya Kebahagiaan Maria nomor satu, sedangkan hatinya sendiri bisa nomor dua.
" Sudah sayang, hapus air mata kamu ya? sekarang sudah ada aku disini, jadi tidak akan ada yang berani untuk menyakiti kamu lagi, aku mengakuinya kejadian yang baru saja kamu alami semua itu karena keteledoran ku, aku minta maaf ya sayang. " Bram memegang Kedua bahu Maria lalu memapahnya untuk duduk di kursi.
" Iya mas, sebenarnya aku juga sangat teledor, hingga aku lupa untuk mengunci pintu. " Maria duduk di samping Bram dengan mata yang sedikit melamun.
" Mba? ini air minumnya. " Ucap ibu-ibu yang sedang menggendong seorang anak kecil sambil memberikan minuman yang dipegangnya kepada Maria.
" Maaf Bu, kok ngasih ke saya? " Tanya Maria.
" Oh iya, tadi ada pria tampan yang berdiri disana nitip ini ke mba. " Ibu-ibu itu menunjukkan tangannya kearah dimana tempat Dimas tadi berdiri.
Maria dan Bram langsung mengarahkan pandangannya kesana, tapi mereka tidak melihat sosok pria tampan seperti yang ibu itu bilang barusan.
" Terimakasih ya buk? " Ucap Maria tanpa sedikitpun terlihat penasaran, karena dia memang sudah tau siapa pria tampan yang dimaksudkan ibu itu.
" Iya sama-sama. " Jawab si ibu dan ia langsung pergi dari sana.
" Hayoo,, siapa pria tampan itu? apa dia kenalan kamu." Tanya Bram dengan sedikit menggoda karena rasa cemburunya.
" Dia anaknya bi Ita mas. " Jawab Maria singkat .
" Oh iya,, ! Maria ikut aku kedalam sekarang, aku mau memberikan pelajaran terhadap mang Jo. " Ajak Bram dengan wajah geram, ia terlihat belum puas sebelum ia bisa membalaskan mang Jo dengan tangannya sendiri.
" Tidak mas, mas bisa dapat masalah nanti dari polisi, Anak bi Ita saja hampir mendapatkan masalah karena telah memukuli mang Jo, Untungnya dia mempunyai alasan untuk Membela diri."
Jelas Maria khawatir melihat amarah diwajah Bram.
" Tidak sayang, ikut saja dengan ku, kalau soal polisi aku bisa mengurusnya."
" Mas, bukan itu yang aku mau sekarang, ada hal lain yang lebih penting. " Jawab Maria dengan wajah yang terlihat begitu mengaharapkan sesuatu.
" Apa sayang? katakan saja jangan di tahan. " Tanya Bram karena sedikit lupa.
__ADS_1
" Itu lho mas Janji mas yang itu, masak mas lupa? Mas bilang aku ini istri mas kan? "
" iya sayang ku, kamu istriku apa kamu masih belum percaya hah? " Bram langsung mencium kening Maria.
" Percaya mas kalau mas punya alasan yang masuk akal dan bisa Maria percayai, cepat donk mas kasih tau sama aku bagaimana ceritanya. " Desak Maria yang tidak sabar.
" Kamu masih ingat sayang? kapan terakhir kali kamu menyuruh Rendi untuk mencari laki-laki kaya yang mau membeli kegadisan kamu? "
" Eum Iya ingat mas, terus? " Wajah Maria terlihat mencoba untuk mengingatnya.
" Ceritanya mulai dari situ ! " Bram pun langsung menceritakannya kepada Maria.
.... Dua Minggu Yang lalu ....
" Kenapa bengong Ren, lagi ada masalah apa memangnya cerita saja sama gue? " Tanya Bram pada rendi yang sedang membolak-balikkan sendoknya saat makan siang di kantor.
" Hah, ini lho Bram,, lagi bingung nih mikirin teman gue yang satu kampung sama gue. " Jawab Rendi dengan wajahnya yang masih terlihat tidak bersemangat.
" Kenapa Bingung, cewek apa cowok? " Tanya Bram penasaran.
" Hah masak? Coba lihat ada fotonya."
" Nggak ada Bram, gue gak pernah ada kesempatan buat ngajak dia foto. "
" Kalau foto di di akun facebook atau Ig milik dia kan ada? " Bram terlihat penasaran dengan wajah cewek yang paling cantik di kampung Rendi seperti yang ia katakan itu.
" Jangankan akun sosmed, hp saja dia nggak punya,, dia terlahir dari keluarga yang kurang mampu Bram."
" Ouh gitu,, Jadi masalahnya apa Ren? apa cinta kamu sama dia bertepuk sebelah tangan? "
" Bukan Bram, gue sih rada-rada suka sama dia, cuman bukan itu masalahnya. "
" Ceritakan saja semuanya Ren mungkin gue bisa bantu. "
__ADS_1
" Gini Bram, sebenarnya dia itu minta bantuan sama gue, bantuan yang gak mungkin gue bantu, lho tau apa Bram ? dia minta gue jadi mucikari dia ! " Jelas Rendi dengan nada kesal.
" What?? coba ceritakan lebih jelas lagi Ren ! "
" Namanya Maria, dia wanita yang sangat cantik, kulitnya putih bersih mulus dengan bentuk tubuh yang indah, kalau dilihat dari tampilan wajah dan tubuhnya dia bak putri cantik yang terlahir dari keluarga kaya, Tapi kenyataannya bukan, dia hanya gadis kampung dengan jalan hidup yang sial dan memiliki segudang masalah. masalah terbesarnya Ayahnya Maria harus operasi ginjal, sedangkan kakak kembarnya yang laki-laki hilang tanpa kabar setelah minta izin kekota untuk mencari uang buat pengobatan ayah mereka. "
" Terus? " Tanya Bram pada Rendi yang semakin penasaran.
" Maria harus nyusul kekota buat nyari kakanya sekaligus buat nyari dana untuk pengobatan ayahnya, dia curhat sama gue, keluarga dia yang di kampung tiba-tiba nelvon, mereka ngasih tau kalau ayahnya semakin parah, Maria jadi tambah bingung, bahkan ia belum satu bulan kerja di supermarket, dan gaji satu bulannya itu pun nggak akan cukup buat bayar operasi. " Dimas berhenti sejenak menarik nafasnya.
" Terus, terus? " Tanya Bram semakin penasaran.
" Iya, dia butuh banyak uang secepatnya, dia bilang sama gue, Ren? bantuin aku donk,, jangan terkejut ya? Tolong cariin aku pelanggan kaya yang mau membeli kegadisanku, dia harus tampan, muda dan banyak uang, aku hargain kegadisanku ini seratus juta. " Cerita Rendi mempergakan kata-kata Maria dengan wajah serius.
" Itu cewe polos apa ****** ya, memang dia pikir dia itu secantik apa hingga nawarin persyaratan segitu?, sekarang banyak perempuan kota yang cantik mulus masih perawan harganya juga nggak segitu, bukan karena gue nggak sanggup ya, gue bahkan nggak tergiur sama *******, cuman lucu aja dengarnya haha " Cetus Bram dengan sedikit hinaanya.
" Bram tolong jaga omongan lho dengan baik, kalau lhi mengenal Maria maka lho nggak akan pernah menghina dia seperti itu, perlu lho tau Maria itu selama ini selalu menjaga dirinya dengan baik, dia bukan cewek nakal, hanya saja dia lagi butuh uang dan itu bukan untuk dia sendiri tapi untuk ayahnya, lho nggak bisa bayangin apa? bagaimana pengorbanan dia kekeluarganya. " Rendi terlihat begitu serius.
" Ok,, ok,, sorry, gue nggak ada maksud tadi buat ngehina dia, jadi yang ngebuat bingung lho apa? kan banyak tuh om-om yang kaya dan mereka ngiler banget lihat perawan bahkan sampai berani bayar mahal, kenapa nggak lho kenalin aja satu? " Tanya Bram lagi.
" Letak masalahnya ya disitu Bram, Gue nggak relaa ngasih cewek sebaik dan secantik Maria buat dinikmati sama om-om, bahkan kalau gue banyak uang nih, gue bakalan ngasih uangnya cuma-cuma buat Maria tanpa gue manfaatin dia."
" Hmmm,, seistimewa apa sih wanita yang bernama Maria itu dimata lho? " Tanya Bram penasaran.
" Lho mau lihat dia biar gue tunjukin dia ditempat kerjanya ! " Tawar Rendi pada Bram.
" Boleh, sekarang saja ! " Ajak Bram yang terlihat tidak sabar karena begitu penasaran pada Maria.
Akhirnya Rendi dan Bram pun langsung menuju ke supermarket dimana tempat Maria bekerja.
**Raiders ku tersayang mohon maaf ya cuman bisa sampai segini dulu, besok sambung lagi. akun cinta kalian...
terimakasih ya untuk semua komentar kalian yang membuat aku selalu semangat untuk up bahkan disaat lagi sakit kek gini..
__ADS_1
" Salam hangat dari author kalian Elvi Ya Ya,, see you, semoga malam kalian menyenangkan.