OMaria Istri Rasa Simpanan

OMaria Istri Rasa Simpanan
Wah, apa Bram menghilang?


__ADS_3

Beberapa jam kemudian.


" Maria? "


" Iya sebentar. " Memindahkan tangan Bram yang melingkar diatasnya.


" siapa sayang? " Mata Bram masih terasa berat untuk menatap Maria efek belum sepenuhnya terbangun.


" Kurang jelas mas, tapi keknya seperti suara Dimas deh." Maria memakaikan bajunya sedangkan Bram sudah terlelap kembali bahkan ja tidak sempat mendengar nama Dimas dari Maria.


" Kenapa Dimas? " Maria sudah keluar dari kamar Bram dan menutup pintunya kembali.


" Kita bisa kerumah sakit sekarang Maria? "


" Kenapa kamu terlihat terburu-buru seperti itu ? "


" Aku mau ngantar bi Yam sebentar kekantor polisi, sedangkan Mikha mau pulang kerumahnya dia bilang ada hal penting, jadi nyonya nggak ada yang temanin."


" Gimana sama mas Bram? dia masih tidur nyenyak kasian kalau harus deibangukan mungkin masih capek pulang dari kota. "


" Ah, iya,, nggak usah dibangunkan nggak papa, nanti dia bisa nyusul belakangan. "


" Dimas bentar ya aku mau kedapur dulu." Maria berjalan menuju kedapur mau mengambil benda untuk penyamarannya yang dilepaskan oleh Bram tadi didapur.


" Halo Mikha. " Dimas langsung menelvon Mikha.


" Gimana? "


" Rencana sedikit berubah dari rencana awal."


" Maksud kamu? "


" Bram nggak jadi ikut, dia masih tidur dikamarnya. "


" Bagus donk, itu malah lebih mudah lagi."


"*maksud kamu gimana? apa yang akan kamu lakuin? "


" Pokoknya tugas kamu urus Maria saja, kalau mas Bram sudah menjadi tugasku*.


" Oke, Kalau gitu aku dan Maria mau berangkat sekarang. "


" Oke, serahkan Bram sama aku. "


" Dimas, kita jalan sekarang? " Panggil Maria.


" Iya, lebih cepat akan lebih baik biar aku bisa langsung mengantar Bi Yam kekantor polisi. " Dimas langsung menutup telvon dari Mikha.


" Kamu jemput aku pakai apa? "


" Itu pakai mobil nyonya yang ada diluar aku parkir dipinggir jalan. "


" Oh iya Dimas, Makasih ya? "


" Untuk apa? "


" Karena kamu telah menolongku dari mang Jo. "


" Maria, aku rela melakukan apa saja agar bisa membantu kamu, walaupun itu memiliki resiko besar untuk diriku sendiri.


" Jangan ngomong seperti itu Dimas. "


" Kenapa memangnya Maria? "

__ADS_1


" Kita masuk kemobil dulu ya? " Maria dan Dimas langsung memasuki mobil itu.


" Maria? jujur,, sedikitpun aku tidak sanggup jika kamu harus terluka."


" Jangan ngomong seperti itu lagi Dimas, karena menurutku, akulah yang sudah membuat kamu terluka. "


" Maria ! kamu jangan merasa bersalah gitu." Spontan Dimas langsung memegang tangan Maria.


" Kita pergi sekarang ya? " Dengan cepat Maria menarik tangannya dari Dimas, lalu ia duduk diam dan menatap lurus ke depan.


" Benar ya kalau kamu itu sudah menjadi istrinya Bram? " Dimas langsung menyetir mobilnya.


" Iya ! "


" Bagaimana bisa? "


" Bram pergi kekampung untuk menikahi ku, dan ayahku sendiri yang sudah menikah kan aku dengan Bram."


" Apa? Memangnya bisa menikah seperti itu tanpa sepengetahuan kamu dan tanpa kehadiran kamu disana? "


" Menurut hukum dalam agama kepercayaanku bisa. "


" Yasudah, aku percaya ! tapi,, jika kamu sudah menjadi istrinya Bram kenapa kamu harus hidup seperti ini? "


" Dimas? maaf. Boleh kita jalan saja,? ceritanya kapan-kapan saja ya karena terlalu panjang."


" Iya maaf aku mengerti, lagian kita mau sampai kerumah sakit. " Sahut Dimas untuk terakhir kali karena setelah itu dia hanya bisa ikut diam seperti Maria.


Disisi lain Bram masih tertidur pulas dan Mikha tiba-tiba masuk kamarnya.


" Mas Bram? "


" Emm Maria kamu sudah kembali? " masih menunutup kedua matanya.


" Eummmmm,, " Bram hanya mengubah posisi tidurnya tanpa menyadari siapa yang datang.


..


" Dimas, Tante sudah makan kan,, kamu dan bi Yam gimana. "


" Tante sudah makan, aku dan bi Yam nanti saja makannya waktu mau kekantor polisi, kamu sendiri sudah makan kan Maria? "


" Hah, iya. " Jawab Maria singkat setelah itu langsung turun mobil dan berjalan menuju kerumah sakit.


" Maria? " Dimas berjalan disamping Maria.


" Iya. " sahut Maria singkat.


" Apa kamu bahagia hidup seperti itu, apa kamu tidak merasa tertekan ? "


" Maaf Dimas? bisa tidak kalau kita jangan bahas itu dulu. "


" Aku tidak ingin merusak kebahagiaan kamu , tapi aku mohon Maria kalau kamu butuh bantuan jangan pernah sungkan untuk minta tolong padaku ? "


" Sudah Dimas, jangan bahas itu sekarang kita masuk dulu. " Ucap Maria pada Dimas sambil membukakan pintu kamar mamanya Bram.


" Tante belum tidur? "


" Belum Maria, Tante lagi dengarin curhat bi Yam."


" Oh iya, bi Yam harus kekantor polisi kan? bibi berangkat sekarang biar proses interogasinya cepat selesai, tante Maria saja yang jagain."


" Baik non, yasudah nyonya,, saya pamit dulu sama Dimas ya nyonya? "

__ADS_1


" Ya bi, kalian cepat kembali ya ? " ucap mamanya Bram.


Dimas dan bi Yam langsung keluar dari kamar itu.


" Tapi tante bukannya Dimas harus pulang kerumahnya dulu, dia sudah dari tadi pagi bersama kita. " Ucap Maria.


" Tidak Maria, Dimas sekarang sudah menjadi keluarga kita, dia sudah menjadi supir pribadiku. "


" Tapi tente bukankah lebih baik tante bicarakan dulu dengan tuan muda Bram? "


" Maria? kamu lihat sendiri kan apa yang sudah dilakukan mang Jo? mang Jo itu supir pilihan Bram, jadi kali ini biar tante sendiri yang akan memilih supir untuk tante sendiri. "


" Iya tante,, Aku paham ! yasudah sekarang tante istirahat sebentar ya? "


" Tante mau nungguin Bram dulu Maria, kok dia nggak ikut kamu dan Dimas tadi? "


" Tadi tuan muda nyenyak sekali istirahat dikamar tante, jadi kami biarkan saja tuan muda meneruskan tidurnya mungkin dia sangat capek baru pulang dari kota. "


" Iya Maria kamu benar sekali, tante tunggu saja mungkin sebentar lagi dia sudah datang."


" Begini saja tante, sekarang tante istirahat juga, nanti waktu tante bangun tuan muda juga sudah ada Disini. "


" Iya Maria baiklah, kalau begitu tante tidur dulu ya? kamu tidak apa-apa kan di tinggal sendiri? "


" Iya Tante nggak papa kok tante istirahat aja ya."


Beberapa jam kemudian,, Tepat jam 8 malam.


" Tante sudah bangun? "


" Iya Maria ini sudah jam berapa ya ? sepertinya tante tidurnya lama sekali. "


" Jam 8 malam tante. "


" Berarti sudah tiga jam donk Tante tidurnya. "


" Nggak papa kok tante itu biasa karena pengaruh obat biar tante cepat sembuh. "


" Maria, Bram kemana? " Terlihat tatapannya mengarah kesegala arah untuk mencari keberadaan Bram anak laki-lakinya.


" Belum, tante nggak usah khawatir mungkin tuan muda lagi dijalan menuju kemari."


" Kenapa ya tiba-tiba perasaan tante jadi nggak enak gini, Coba deh Maria kamu telvon Bram sebentar. "


" Aku lupa bawa handphone tante, Tante tenang ya? Tidak akan terjadi apa-apa kok sama tuan muda. "


" Maria tolong ambil handphone tante sebentar ya, tante simpan didalam tas itu. "


" Baik tante, pokoknya tante harus tenang dulu jangan khawatir. "


" Sini Maria handphonenya ! "


" Ini tante, aku yakin tuan muda Bram akan baik2 saja."


" Sebentar ya tante telvon dulu. "


Tiga menit kemudian,,


" Bagaimana Tante ? "


" Bram tidak menjawab, sebentar tante coba lagi. " Ia semakin terlihat khawatir.


"Tidak ada jawaban juga Maria bagaimana ini telvonnya aktif, tante telvon pak budi dulu ya, coba tante tanya dia. "

__ADS_1


" Iya tante. " Maria juga terlihat menjadi sangat khawatir.


__ADS_2