OMaria Istri Rasa Simpanan

OMaria Istri Rasa Simpanan
WAH MARIA DAPAT PAKET DARI SIAPA?


__ADS_3

" Tidak mungkin ! Mana mungkin Mikha mau ketemu sama kembaran ku Mario "


Maria berjalan menuju kekamarnya sambil terus berbicara pada dirinya sendiri.


" Inikan kota besar, pastilah banyak yang namanya Mario ! Aku yakin kakak kembarku itu pasti sibuk kerja untuk ngumpulin uang buat pengobatan ayah, jadi wajar jika dia tidak sempat memberi kabar selama lima bulan ini, sayangnya dia tidak memakai handphone, padahal aku ingin sekali memberitahukan padanya kalau aku sudah kirim uang buat operasi ginjal ayah, jadinya kak Mario kan bisa langsung pulang ke kampung " Kini Maria sedang merapikan bajunya dalam lemari, tapi fikirannya tidak bisa untuk tidak memikirkan Mario.


" Non Maria? " Panggil bi Yam dari luar.


" Iya bi sebentar ! "


" Cepat non diluar ada cowok ganteng yang lagi nungguin non ! "


" Siapa ya bi ? " Tanya Maria yang sudah berada di samping bi Ita.


" Tidak tau, pokoknya cowo itu gantengnya kebangetan, Gantengnya itu lho non sudah numpuk diwajah sudah wajib di zakatin "


" Ha ha bibi ini bisa aja, apa iya dia seganteng itu " Tanya Maria sambil berjalan menuju keluar.


" Iya non benaran ganteng banget, 10, 15 sama tuan muda Bram pokoknya "


" Siapa yang 10 siapa yang 15 bi?"


" Ya jelas donk non, tuan muda Bram yang 15, tidak akan ada gantinya " Jawaban Bi Yam membuat Maria tersenyum lebar.


" Buat apa ya bi dia mau ketemu aku,, "


" Itu lah non bibi juga heran, maaf nih ya non padahal bibi kan lebih cantik dari non Maria, jadi bibi nanya gini sama cowok itu, Gimana kalau bi Yam aja, dia malah jawab maaf saya tidak ada keperluan sama bibi, gitu non jawabnya bikin hati bibi bisulan, dia mah nggak tau non kalau bi Yam ini kan bibit unggul. "


" Ha ha iya bi benar banget, nggak tau ya dia kalau bibi ini dulunya kembang desa "


" Sekarang masih kembang desa juga kok non kalau bibi pulang kedesa, Nah itu dia non yang pakai topi hitam " Tunjuk bisa Yam ke arah laki-laki yang berdiri membelakangi mereka di samping pintu.


" Maria kesana dulu ya bi? "


" Oke bibi ikut juga donk ! oh iya non bentar dulu, non senyumnya jangan terlalu lebar ya biar non tambah cantik, siapa tau dia memang jodohnya non ! "


" Ha ha ha bibi itu bisa aja " Maria terus berjalan menghampiri laki-laki tersebut.


" Nah ! nah ! nah ! jangan ketawa gitu dong non, gigi non kelihatan diluar semua, ah si non ini di nasehatin bukan dengar dulu malah langsung kesana aja " Bi Yam terus mengoceh sambil mengikuti langkah Maria.

__ADS_1


" Siapa ya? " Tanya Maria pada laki-laki itu.


" Maaf, apa benar ini nyonya Maria? "


" Iya saya Maria, ada apa ya? "


" Eh kok manggil nyonya sih? bibi aja yang sudah hampir dua puluh tahun tinggal disini nggak ada tuh yang manggil nyonya sama bibi, Maria baru dua hari disini malah udah ada yang panggil-panggil nyonya ! " Ocehan Bi Yam kembali diacuhkan oleh Maria dan laki-laki itu.


" Maaf nyonya bisa tanda tangan disini, ini ada titipan iPhone dari suami nyonya. "


" Apa? kamu sudah punya suami Maria,, kok nggak bilang-bilang sih sama bibi. "


" Sini saya tanda tanganin tapi jangan panggil nyonya. " Maria langsung paham sewaktu dibilang dari suami nyonya pasti itu pemberian dari Bram.


" Iya nyonya terimakasih banyak, saya pamit dulu. "


laki-laki itu tersenyum kearah bi Yam dan Maria sebelum akhirnya ia di berlalu pergi.


" Sama-sama " jawab Maria singkat.


" Iya silahkan aku terima kasih mu banyak-banyak." Jawab bi Yam sambil mengedip-ngedipkan matanya pada laki-laki tampan itu.


" Kalian lagi ngapain disini? " Tanya bi Ita.


" Ini lho ta, non Maria dapat kado dari suaminya di kampung. " Bi Yam bantu menjawab pertanyaan Maria.


" Kado apa memangnya Maria ? " Tanya bi Ita.


" iPhone Ta " Bi Yam greget selalu pengen jawab pertanyaan bi Ta.


" Aku tidak nanya sama kamu ya Yam ! Benar ya Maria kamu itu di kasih iPhone sama suami kamu? "


" heu eum bi " Jawab Maria tersenyum.


" Wah hebat donk, pasti suami kamu banyak uangnya, terus kenapa kamu harus bekerja sebagai pembantu?" Tanya bi Ita heran.


" Nggak banyak kok bi, mungkin dia sengaja nabung buat ngasih kado sama Maria, Yasudah ya bi Maria mau masuk kamar dulu." Maria langsung pamit untuk kekamarnya.


" Iya silahkan " Jawab bi Ita dengan wajah bengong karena tidak habis fikir Maria dapat kado semahal itu dari suaminya.

__ADS_1


" Ta aku mau masuk juga ya "


bahkan bi Ita tidak menjawab pertanyaan dari bi Yam karena lamunannya.


Maria yang sudah masuk kekamarnya langsung senyam-senyum melihat paketan di tangannya, ia langsung membuka kotak tersebut, dan ternyata di dalam kotak itu benar-benar ada hp dengan bentuk yang terlihat begitu mewah.


" Eumm mas Bram, aku kangen banget sama kamu, padahal baru tadi pagi kamu pamit untuk keluar kota. " Ucap Maria sambil memeluk hp itu dan mencium, senangnya bukan karena hp itu mahal, tapi dengan adanya hp itu Maria merasakan kehadiran Bram.


" Maria ! Maria ! " panggil bi Yam lagi dan langsung menerobos kamar Maria yang tidak terkunci itu.


" Kenapa lagi sih bi ? " Tanya Maria heran.


"Nyonya besar Maria,, badannya panas tinggi, ayo ikut bibi kekamarnya sebentar."


" Iyakah bi kok bisa ya padahal tadi pagi tante sehat-sehat saja " Maria dengan terburu-buru berjalan menuju kekamar mamanya Bram.


" Tidak tau non, barusan baru bibi cek kekamarnya, bibi lihat nyonya sudah pucat dan badannya panas dingin. "


" Ada obatnya nggak bi? "


" Tidak Maria, makanya bibi minta kamu untuk jagain nyonya sebentar, bibi mau ke apotik. "


" Ya sudah bibi ke apotik sekarang, biar Maria langsung masuk kedalam jagain tante."


Maria melihat diatas ranjang mamanya Bram sudah terbaring lemah dengan mata terpejam, Maria langsung mendekatinya perlahan.


" Maaf ya tante jika Maria tidak sopan. " Iya meletakkan tangannya di dahi mamanya Bram.


" Ya tuhan panas sekali, bagaimana ini kalau mas Bram tau? dia pasti akan sangat gelisah. " Ucap Maria panik.


" Mah ! maaf ya mah tadi aku keluar gak sempat minta izin sama mama " Ucap Mikha dengan suara yang sedikit kencang karena memanggil dari jauh.


" Ssssst,, tolong non Mikha kecilin sedikit suaranya tante lagi istirahat ! " Suara Maria yang sedikit berbisik.


" Hei ! ngapain kamu disini? sengaja ya masuk kesini waktu mama lagi tidur, pasti mau mencurikan ! " Tuduh Mikha dengan tatapan curiga.


" Non Mikha bahkan tidak tau kalau mama mertua non itu lagi sakit, karena non asyik keluyuran saja di luar, pulang-pulang malah seenaknya menuduhku mau mencuri seperti itu, maaf non aku juga bisa berkata lancang seperti non, jika non Mikha menghargai saya maka saya akan menghargai non. " Sahut Maria tegas, mungkin Maria berani bersikap seperti itu karena Bram mengatakan pada Maria kalau Mikha itu bukan lagi istrinya.


" Lancang kamu Ya! " Mikha langsung mengangkat tangannya ke wajah Maria.

__ADS_1


__ADS_2