
" Hei, kalian lagi ngomongin apa sih " Tanya Maria yang baru saja kembali dari kamar mandi.
" Tidak sayang, kita pulang sekarang ya? " Jawab Bram berusaha mengalihkan pembicaraan.
" Baik mas, kamu gimana Rendi mau pulang juga "
" hah iya, kalian duluan saja ya " Rendi berusaha menutupi rasa kasihannya terhadap nasib Maria.
" Pamit ya Ren, lo jangan lama-lama bengong disini oke? nanti lo bisa-bisa kerasukan arwah janda perawan " Tepuk Bram di bahunya Rendi.
" Iya Ren, aku pamit juga ya " Pamit Maria sambil berjalan mengikuti langkah Bram.
" Sip ! " Jawab Rendi singkat sambil mengedipkan matanya.
Tidak lama kemudian, Bram dan Maria pun sampai kerumah.
" Bram sudah pulang ma,, itu mobilnya ! "
" Iya nak, biar mama saja yang ngomong sama Bram kamu diam saja ya ? "
" Baik ma,, "
Tidak menunggu lama setelah Bram turun dari mobil, mamanya Bram langsung mengutarakan ke inginan Mikha.
" Bram, mama ingin minta bantuan sama kamu "
" Apa mah? "
" Tolong kamu antarkan Mikha ketem,, "
Perkataan mama jadi terputus karena shok melihat Maria yang baru saja ikut turun dari mobil, memang penampilan Maria sembilan puluh sembilan persen sudah berubah.
Rambutnya yang panjang kini sudah di tutupi dengan rambut palsu yang sebahu, dan ia pun memakaikan kacamata cewek cupu, di tambah lagi dengan gigi tonggos yang benar-benar sudah mengubah wajah aslinya Maria.
" Kenapa ma, kok bengong gitu " Tanya Mikha setelah melihat ekspresi mama yang aneh .
" Itu siapa Bram ? "
" Oh ini,, kenalin ma ini Maria " Bram memperkenalkan Maria yang kini sudah berdiri di sampingnya.
" Ngapain dia disni Bram " Dengan seksama mama memperhatikan wajah Maria.
" Iya mas, ngapain wanita jelek ini disni " keburukan Mikha mulai terlihat.
" huss,, jangan ngomong seperti itu Mikha, jaga sikap ingat keadaan kamu sekarang, kamu lagi hamil,, pamali ! nggak boleh seperti itu "
__ADS_1
Maria langsung terperanjat saat mendengar kalau Mikha sedang hamil.
" Ya ampun mas, ternyata istri kamu sudah hamil , kalau memang dia hamil walaupun kamu tidak mencintainya tetap saja dia sudah berhasil menjadi istri kamu, sedangkan aku apa mas aku bahkan tidak hamil jadi untuk apa sebenarnya aku disini, aku bukan siapa-siapanya kamu, berarti sekarang posisiku hanya sebagai wanita simpanan mu mas, bahkan aku patut di cap sebagai pelakor ! " ( Suara hati Maria )
Maria jadi terdiam sambil menatap ke arah Mikha, mungkin sekarang dia jadi merasa bersalah karena sudah hadir antara Bram dan Mikha.
" Trus ngapain dia kemari mas ? " Raut wajah Mikha sangat sinis melihat penampilan jelek Maria.
" Mikha ! tolong jaga sikap kamu ya, jangan uji kesabaran ku,, " Tunjuk Bram ke wajah Mikha.
" Mahhh,, " Mikha langsung menyembunyikan badannya di belakang mamanya Bram karena ketakutan.
" Bram, tidak boleh seperti itu dia istri kamu,, apalagi dia sedang mengandung anak kamu "
" Apa mah,, anak aku? hei Mikha jelaskan yang sebenarnya sama mama " Bram semakin terlihat marah dan geram.
" Sudah-sudah jangan di bahas lagi,, Maria? kamu ada keperluan apa ya Disni " Mama berusaha bersikap baik pada Maria didepannya Bram.
" Cari pekerjaan Bu ! " Jawab Maria sambil menunduk.
" Iya mah, mulai hari ini Maria jadi pembantu dirumah kita " perjelas Bram dengan tangan kirinya langsung memeluk bahu Maria.
" Mah, kok Bram peluk-peluk cewe jelek itu sih? " Bisik Mikha yang masih bersembunyi di belakang mamanya Bram karena begitu kesalnya.
" kamu diam saja Mikha biar mama yang urus ! " Bisik mama.
" Tapi nak, kita kan sudah cukup pembantu,, sudah ada bi ita dan bi yam "
" Mah, sekarang Bram akan membagi tugas untuk mereka bertiga, bi ita tugasnya membersihkan seluruh rumah Sampai halaman, dan bi yam dia harus cuci baju dan apa saja yang perlu di cuci, sedangkan Maria dia hanya boleh memasak saja tidak boleh di suruh yang lain, tidak ada yang boleh membantah karena Bram yang akan membayar mereka bertiga" Bram menjelaskannya dengan begitu detil dan menekankan intonasi kalimat terakhirnya ke arah Mikha.
" Ya sudah nak mama mengerti, sekarang biar mama yang tunjukin kamarnya Maria "
" Baik mah, Bram juga mau masuk dulu mau mandi, Maria kamu ikut mama ya ? " suara Bram memang agak berbeda terhadap Maria terdengar lebih lembut.
Sehingga membuat mamanya merasa heran, Apa lagi dengan Mikha yang semakin emosi .
" Maria kamu ikut Tante ya "
" Iya,, " jawab Maria sambil menunduk dan mengikuti langkah mamanya Bram.
" Eh tonggos, itu barang lo kemana, kok cuman bawa diri aja, jangan berharap di beliin baju dari suami aku ya? " Raut wajah Mikha terlihat begitu kesal .
" Mikha jangan seperti itu, kenapa kamu jadi emosian nggak boleh kek gitu ya nak "
" Nggak papa bu " Jawab Maria dengan pasrah.
__ADS_1
" Eh, eh, eh, kamu cari muka ya dari mama nggak usah sok baik, kalau memang kamu baik mana mungkin kamu tadi menikmati pelukan Bram, sudah tau suami orang seharusnya langsung kamu lepas tuh pelukannya Bram, aneh juga mas Bram kok mau sih peluk cewek jelek seperti kamu "
" Mikha ! " Bentak mama dengan suara tinggi.
" Iya mah maaf, mungkin karena Mikha lagi hamil jadinya cepat emosi seperti ini. "
" Iya nak Mama mengerti, tetap saja kamu harus menjaga sikap demi kandungan kamu "
" Baik ma " Jawab Mikha sambil melototin Maria.
" Oh iya Maria, ngomong-ngomong perlengkapan kamu kemana "
" Besok di antar sama saudara bu, tadi Maria buru-buru "
" Mikha, tolong kasih baju kamu satu yang cocok buat Maria ya "
" Nggak ah ma, Mikha nggak sudi berbagi baju sama dia " Kini Mikha terlihat semakin kesal.
" Mikha,, kamu mau jika Bram sendiri yang akan membawa dia untuk beli baju baru "
" Ogah ! , yasudah nanti aku kasih bajunya, awas saja kalau kamu pergi sama Bram " Tunjuk Mikha dengan kasar ke wajahnya Maria, yang dari tadi hanya menunduk saja sambil mengiyakan perkataan mamanya Bram.
" Maria, kamu satu kamar dengan bi Ita dan bi yam ya "
" Baik Tante " Sahut Maria lembut.
" Mah, mana boleh seperti itu, kamar itu kan sempit, bi ita sama bi yam pasti tidak mau berbagi kamar dengan dia " Mikha sengaja membuat Maria untuk tidur sendiri agar dia tidak betah karena sendirian di kamar.
" Benar juga ya, kenapa mama bisa lupa sih, kalau begitu kamu kamar yang sebelahnya saja ya Maria? "
" Baik tante, yang mana saja boleh " Jawab Maria kembali dengan suara lembut .
" Yasudah sudah sekarang kamu boleh masuk ke kamar itu, kalau mau mandi di dalamnya ada kamar mandi "
" Iya tante, terimakasih? "
" Iya sama-sama "
Mamanya Bram dan Mikha berlalu pergi dari sana, dengan wajah Mikha yang begitu marah dan gregetan akan kehadiran Maria.
Karena kecapean Maria langsung menghempaskan tubuhnya ke atas kasur dengan posisi terlentang.
" Huufft,, sungguh hari yang panjang dan melelahkan ! banyak hal yang sudah terjadi hari ini, Padahal baru semalam aku menjual kegadisanku pada mas Bram, tapi hari ini aku sudah berada di rumahnya. "
" Maria,, " panggil Bram dengan suara agak kecil dari luar kamarnya Maria.
__ADS_1
Mariapun langsung bangun dan membukakan pintunya
" Mas Bram, ngapain kesini? "