OMaria Istri Rasa Simpanan

OMaria Istri Rasa Simpanan
Bram terlepas Mikha mau diperkosa


__ADS_3

" Bentar ya Mas?"


Mikha berdiri lalu melepaskan bajunya hingga tinggal pakaian dalam saja.


" Mas, aku cantik kan? Kamu benar-benar tidak adil mas, tidak pernah sekalipun kamu memberiku kesempatan untuk memperlihatkan tubuh indah ku ini."


" Kenapa mas? kenapa tatapanmu begitu kamu marah?"


Mikha mengangkat dagu Bram agar mengarah kewajahnya, Bram sangat benci melihat penampilan Mikha yang hanya memakaikan pakaian dalam saja.


Tapi apa yang bisa diperbuat oleh Bram yang kini sedang tidak berdaya itu karena ikatan tali yang sangat erat ditubuhnya, sangking eratnya hingga membuat kulitnya sampai memerah.


Bram juga begitu marah dengan sifat Mikha yang menurutnya sangat curang, Bagaimana bisa Mikha membius Bram ketika ia sedang tertidur pulas,dan mengikatnya dengan kejam bagaikan tawanan saja.


Mikha menduduki Bram kembali, ia mulai mendekatkan wajahnya pada wajah Bram.


" Mas, aku cium kamu ya?"


Bram mulai menggeleng-gelengkan wajahnya agar menjauh dari wajah Mikha.


" Kenapa sih mas? kamu mau ngomong apa hah? mau dilepaskan ya lakbannya? ok aku lepaskan tapi sebelumnya ada satu syarat yang harus kamu lakukan, kamu harus melayaniku malam ini bagaimana? Kalau kamu mau kedip mata kamu 2 kali "


Bram langsung mengedipkan matanya dua kali.


" Okey, berarti kamu setuju, Sini mas aku lepasin."


Mikha pun mulai melepaskannya lakbannya perlahan.


" Phuiiihh ! " Bram langsung meludahi tangan Mikha.


" Ya ampun ! jorok banget sih kamu mas? "


" Mikha ! apa yang kamu lakukan sekarang memberiku alasan yang lebih kuat untuk menyingkirkan kamu dari hidupku."


" Haha mas, mas,, kamu pikir kamu bisa melakukan apa yang kamu mau seperti dulu?"


" Kamu pikir aku tidak bisa? " Tersenyum sinis.


Disaat Mikha melongo melihat Bram yang begitu percaya diri, diluar sana salah satu bodyguard minta izin pada temannya untuk keluar sebentar.


" Bro gue pamit bentar ya mau beli minum, haus nih! " ucap bodyguard yang memakai topi hitam.


"Gue juga haus, jangan lupa bawain satu oke?" Tanya bodyguard gondrong.


" Oke ! " Lalu ia pergi dengan niat terselubung yang dimilikinya.


Kini Mikha hanya memiliki satu bodyguard gondrong saja yang sedang sibuk memainkan handphonenya.


Bram tiba-tibamelepaskan tali yang melilit tubuhnya dengan perlahan dan terlihat tali itu terbuka dengan begitu mudahnya.


" Mas, bagaimana kamu bisa membukanya ? " Tanya Mikha dan langsung terduduk diatas kasur Karena syok dengan wajah yang masih melongo.

__ADS_1


" Kamu fikir aku siapa? apa aku laki-laki biasa? apa sedangkal itu kamu mengenalku?"


" Aku minta maaf mas, maafin aku ya? aku tidak bermaksud jahat kok sama kamu."


" Tidak apa-apa Mikha." Bram menghampiri Mikha yang cuma memakai celana dalam dan BH nya saja.


" Mas makasih ya karena kamu nggak marah sama aku? " Melihat Bram tersenyum Mikha jadi merasa sangat senang.


" Untuk apa aku marah, malah aku sangat bersyukur? " Bram mulai menyentuh rambut Mikha dari belakang.


" Bersyukur kenapa? pasti kamu senang banget kan bisa bersama aku disini, kalau tau gini udah dari dulu aku nyulik kamu mas."


" Mungkin inilah waktu yang terbaik Mikha, berapa usia kandungan kamu?" Bram mulai mengelus punggung Mikha perlahan.


" Satu bulan Mas, kalau mas mau ena ena sama aku nggak papa kok, aku siap walaupun lagi hamil."


" Kamu yakin Mikha? boleh aku tau siapa ayah dari anak ini? "


" Yakin mas Bram, sudah lama aku ingin merasakan kejantanan kamu, maaf mas aku hamil anak dari temanku, aku nggak sengaja, waktu itu aku lagu mabuk, yang terlihat dimata ku wajah kamu mas, hingga aku sampai terpancing untuk melakukannya, tapi kalau kamu mau aku akan menggugurkan anak ini secepatnya."


" Iyakah?"


" Iya mas, nanti rahim ini diganti dengan benih kamu saja."


" Oh bagus kalau gitu."


" Hehe iya donk mas, aku lebih senang mengandung anak kamu daripada anak orang lain."


" Maksud kamu mas? eh, eh, mas ! apa yang mau kamu lakuin." Kedua Tangan Mikha ditarik oleh Bram dari belakang.


" Santai aja ! "


" Mas ! Mas Bram ! kamu mau mengikat ku? "


" Iya ! Kamu fikir aku terkecoh dengan penampilan kamu? dan kamu pikir aku nafsuan melihat kamu? tidak Mikha kamu salah Besar." Bram melingkari tali dengan begitu kuat di kedua tangan Mikha lalu tali itu dililitkannya juga keseluruh tubuh Mikha yang hanya memakaikan baju dalam saja.


" Mas tolong lepaskan aku ! "


" Ternyata kamu gadis paling bodoh yang pernah aku temui."


" Maksud kamu mas? "


" Sedikitpun kamu tidak merasa heran melihat tali yang mengikat tubuhku begitu kuat bisa aku lepaskan dengan sangat mudah."


" Oh iya aku sampai lupa, kenapa talinya bisa lepas gitu ya mas? "


" Haha ternyata kamu memang bodoh Mikha, wanita licik yang sangat bodoh." Akhirnya Bram selesei mengikat seluruh tubuh Mikha.


" Sialan ! apa bodyguard ku yang melepaskannya? "


" Haha Akhirnya kamu punya otak juga.! " Bram semakin menertawakan Mikha.

__ADS_1


" Kurang ajar Mereka ! " Mikha sudah begitu emosi.


" Oh tidak ! tidak ! bukan Mereka berdua tapi salah satunya. " Sahut Bram sambil tersenyum.


" Memangnya diantara mereka berdua siapa yang sudah kamu suap mas? "


" Kamu lihat saja sendiri nanti, dan satu hal yang membuat aku sangat bersyukur sudah kamu culik Mikha, dengan kejadian ini hubungan kita yang sudah bercerai tidak perlu aku tutupi lagi sama mama, dan aku juga akan jujur tentang pernikahan aku dengan Maria pada semua orang."


" Mas ! aku mohon mas tolong maafkan aku ya? tidak apa-apa kamu jujur semuanya sama mama, tapi aku mohon izinkan aku untuk tinggal dirumah kamu ya Mas? "


" Haha Mikha, Mikha ! kamu jangan pernah sekalipun lagi menginjak kaki dirumah ku, mengerti ! kecuali hanya untuk mengambil semua barang punya kamu, dengar Mikha bagiku lebih baik memelihara 10 anjing gila daripada kamu. seharusnya kamu berfikir ! Sebatas aku tidak menjebloskan kamu kepenjara saja itu sudah lebih cukup, Benarkan? "


" Aku tidak peduli ! lagian kamu tidak punya bukti Mas, Hei siapa yang ada diluar cepat masuk ! " Dengan suara yang sangat keras Mikha memanggil bodyguardnya, Mikha masih belum tau, diantara kedua bodyguardnya itu, bodyguard mana yang sudah disuap oleh Bram.


" Ha ha panggil saja ! " Bram mengambil baju lalu ia memakainya dengan perlahan dan santai.


" Hei tuli cepat Masuukk ! " Kali ini teriakan Mikha benar-bebar kencang.


" Iya non sebentar ! " Sahut bodyguard gondrong dan langsung berlari menuju kamar Mikha.


Si bodyguard itu sangat terkejut melihat Mikha yang terikat diatas kasur dengan posisi duduk.


" Non kenapa? apa yang terjadi non? "


" Ternyata teman kamu satu lagi yang sudah disuap oleh mas Bram ! "


" Hah apa non? Maksud non gimana? " Bodyguard itu mengarahkan wajahnya melihat Bram dengan ekspresi yang sangat terkejut.


" Iya ! Lihat apa lagi kamu, cepat tangkap dia "


" Baik non ! "Dengan gaya yang sangat bersemangat bodyguard itu langsung berjalan cepat menuju ke arah Bram.


Sambil berjalan santai Bram hanya tersenyum melihat bodyguard itu mau menangkapnya kembali.


" Beraninya kamu menyuap temanku dan mengikat bos ku ! " Bodyguard itu mengepal tangannya dengan kuat dan siap meninju Bram.


Dengan begitu santai Bram menangkis tinjuan dari laki-laki yang berbadan besar dan berkulit hitam itu.


Satu tinjuan saja tubuh bodyguard Mikha langsung terhempas ke lantai, dengan cepat Bram mendekati bodyguard itu lagi dan memberikan tinjuan keras berulang kali ke wajahnya.


" Hari ini keberuntungan masih ada di pihak kamu. ! Ucap Bram pada bodyguard itu dan ia pun berlalu pergi dari sana.


" Hei ! tangkap mas Bram aja kok nggak bisa sih Lo? rugi badan besar tapi lembek kek ayam sayur ! " Teriak Mikha pada bodyguardnya.


" Mbak mana bayaran gue untuk 2 hari kerja, bayar 3 kali lipat hitung-hitungan untuk pengobatan wajah?" Tanya bodyguard itu dengan mukanya yang sudah babak belur.


" Bayaran? kerjaan aja nggak beres mau minta bayaran ! kemana otak Lo? "


" Yasudah kalau Mbak nggak mau bayar ! Jangan salah kalau gue perkosa Lo ! "


Bodyguard itu langsung mendekati Mikha yang hanya memakai pakaian dalam saja.

__ADS_1


__ADS_2