
" Kampung Maria kampung lho juga kan. " Tanya Bram yang terlihat sudah begitu siap untuk kekampung itu.
" Hah iya, tapi ngapain lho kesana, apa lho mau langsung ngasih uang ke ayah Maria secara cuma-cuma? " Rendi sudah dibuat semakin penasaran dengan keinginannya Bram.
" Yang jelas lho antar aja dulu gue kesana, nanti nyampe sana baru gue pikirin gimana yang terbaik. " Jelas Bram terlihat sambil memikirkan sesuatu.
" Okey, Kalau gitu sekarang lho ambil semua perlengkapan lho kerumah, setelah itu baru langsung kita berangkat, gimana? " Rendi mulai mengarahkan mobilnya ke arah jalan rumahnya Bram.
" Nggak usah males gue harus kerumah dulu, Kita langsung saja." Ucap Bram semakin serius.
" Siap ! " Ucap Rendi singkat yang sudah sangat percaya dengan keputusan dan pemikiran Bram yang juga merupakan bos nya itu.
Tanpa ragu Rendi langsung mengikuti permintaan Bram, ia mulai menyetir mobil menuju ke arah kampung halamannya dan Maria. Satu hal, Rendi sangat tau bagaimana kelakuan dan sifat indentik yang dimiliki oleh Bram.
Jika Bram sudah mengatakan A maka ia akan tetap melakukan poin A, dan tidak ada yang bisa menggoyahkan pilihannya itu, Terkadang Bram terlihat mengambil keputusan langsung dalam waktu singkat, tapi nyatanya keputusannya itu selalu bisa Bram pertanggung jawabkan dengan benar, sehingga Bram terlihat selalu tidak terkalahkan.
Karena apa yang Bram katakan, dan Bram perbuat itu sudah dia fikirkan secara matang-matang dengan segala konsekuensinya, walaupun pemikirannya itu ia dapatkan dalam waktu singkat, dan nyatanya Rendi selalu melihat pemikiran dan pilihan Bram dalam waktu singkat itu memang tidak pernah salah.
Namanya juga bos besarkan? jadi Bram harus pintar-pintar mengambil keputusan dalam waktu singkat tepat dan benar, Terutama di tempat kerjanya yang selalu memaksa Bram untuk bisa seperti itu, bahkan untuk urusan pribadinya saja Bram sudah mulai terbiasa mengambil keputusan dalam waktu singkat, Itu lah yang membuat Rendi melihat Bram selalu jauh di atasnya.
" Nanti lho mau mampir ke rumah gue dulu atau gimana? " Tanya Rendi untuk memecah keheningan karena Bram sedang melamunkan Maria.
" Langsung ke rumah Maria saja. " Jawab Bram singkat sambil menatap lurus searah laju mobil yang sedang menyusuri jalan.
" Baik ! " Jawab Rendi Singkat agar tidak menggangu lamunan Bram yang terlihat semakin serius itu.
Semakin lama jalan yang mereka lewati semakin terlihat indah, Bram mulai merasakan Udara yang terasa semakin segar melewati ruang pernafasannya itu, mungkin karena banyaknya pepohonan hijau yang mengilingi sepanjang jalan tanpa ada banyak rumah dan bangunan lainnya, sehingga membuat suasana di sepanjang jalan itu terasa adem damai karena jauh dari hiruk pikuk perkotaan.
" Matikan AC nya Ren sudah mulai hujan ! "
" Ha ha kedinginan lho ya? " Tanya Rendi.
" Gue mau ngerasain suasana dan udara yang asli dari tempat ini, sambil menikmati pemandangannya juga. " Bram mulai sedikit membuka kaca mobil itu, agar ia bisa merasakan hembusan angin yang berasal langsung dari alam yang terlihat begitu indah dimatanya.
__ADS_1
Untungnya diluar hanya hujan rintik-rintik saja, sehingga wajah tampan Bram yang mulai mengarah keluar jendela itu tidak begitu basah.
" Indah kan? Semakin keatas akan semakin indah Bram dan yang pastinya akan semakin dingin." Ucap Rendi sambil terus melajukan mobilnya mengikuti jalan yang terlihat semakin lama semakin menanjak keatas.
Mereka memang harus menyusuri jalan yang melewati beberapa bukit indah, karena perkampungan Rendi dan Maria bisa dibilang hampir berada dikaki gunung.
" Gue lebih betah disini kayaknya daripada waktu gue main keluar negri. " Ucap Bram.
" Ha ha iya gue paham ! dan gue yakin lho bakalan lebih betah lagi kalau ada Maria, pokoknya lho bakalan beruntung banget Bram karena lho bisa milikiin dia " Jawab Rendi.
" Ada hal lain yang masih menjadi keraguan gue ! " jelas Bram singkat.
" Jadi lho masih ragu? gue pikir lho ajak gue langsung ketemu keluarga Maria karena lho sudah sangat yakin sama Maria. " Kata Rendi pada Bram.
" Gue ragu apa Maria masih benar-benar perawan? karena gue berniat untuk menikahi dia. " Jelas Bram kembali.
" what ? bukannya lho cuman mau ngasih uang sama ayahnya doang. kok lho malah jadi mau nikahin Maria? " Tanya Rendi terkejut dan langsung menghentikan mobil itu di tengah jalan dibawah derasnya hujan.
" Apa salahnya gue nikahin dia? " Tanya Bram santai.
" Berapa jam lagi sampai kerumah Maria? " Tanya Bram tuju poin tanpa menanyakan masalah apa yang dimaksud Rendi.
" Kita baru jalan 2 jam mungkin sampai sana setelah magrib, agak jauh sih. "
Sahut Rendi kembali.
" Yasudah lanjut saja dulu, gue mau langsung lamar Maria sama ayahnya. " Jawab Bram lagi dengan santai kini matanya mulai menatap layar handphone.
" Wah Bram kayaknya nggak semudah itu deh, Maria dia bukan mau nikah sama lho, dia itu cuman mau jual kegadisan dia doank, kalau harus nikah sama lho sih udah lain lagi itu masalahnya, gimana kalau dia nggak mau terikat sama lho Bram, bukannya lebih baik lho omongin dulu tuh sama Maria, ya kalau dia setuju buat nikah sih nggak masalah. " Jelas Rendi sambil menyetir kembali mobilnya.
" Tenang aja itu udah gue pikirin matang-matang ! " Ucap Bram santai sambil terus menatap layar handphonenya.
" Gue belum ngerti Bram, coba lho jelasin dulu jalan fikiran lho yang aneh itu yang sulit dipahami sama semua orang termasuk gue ! ha ha sorry. " Tanya Rendi dengan begitu jujurnya.
__ADS_1
" Maria mau menjual diri seharga seratus juta kan? nah, gue malah akan beli kegadisannya itu buat gue harganya lebih dari seratus juta, tapi atas nama sebagai mahar, gue nikahin dia dulu setelah itu baru gue ambil apa yang sudah menjadi hak milik gue, nggak ada yang salahkan dengan cara gue, jadinya Maria nggak berdausa, gue juga nggak harus berzina. " Bram terus memberikan penjelasan dengan gaya duduknya yang santai dan mata masih fokus menatap layar handphonenya.
" Kalau soal dia nggak mau terikat sama gue itu gampang, setelah gue bisa bersama dia untuk satu malam maka setelah malam itu dia bebas, asalkan dia bisa menjamin kalau dirinya itu perawan. " Jelas Bram kembali.
" Kalau dia sudah nggak perawan gimana? lho masih mau main sama dia." Tanya Rendi serius karena dia tidak bisa memastikan sendiri keperawanan Maria, walaupun Maria sangat bisa di percayai olehnya.
Karena pada dasarnya memang seperti itu, hal yang paling sensitif dan paling tersembunyi dari seseorang, hanya orang itu sendiri yang mengetahui detilnya dengan pasti.
" Nggak ! " Jawab Bram padat jelas dan singkat.
" Lah gimana donk, gue gak bisa mastiin keperawanan dia? " Rendi terlihat semakin Panik karena tidak ingin mengecewakan teman sekaligus bosnya itu.
" Ya, kalau gue masukin dia los aja gitu ! langsung gue cabut dan langsung gue tinggalin dia disana. " Jawab Bram lagi dengan gaya coolnya.
" Wah gawat lho Bram, masak lho gak bisa mikirin perasaan wanita lagi enak-enaknya juga lho tinggalin, lagian lho kan juga enak, kenapa nggak lho nikmati aja? "
" Jijik gue bekas orang ! " Jawaban yang singkat tapi nggak bisa di ganggu gugat.
" Artinya langsung lho cerain Maria gitu? Trus maharnya gimana? " Tanya Rendi yang sama sekali tidak bisa membaca jalan fikirannya Bram.
"Iya, langsung talak 3 ! 150 juta yang akan gue kasih sama ayah Maria sebentar lagi, yang ini gue ikhlaskan buat pengobatan dia. dan 100 juta yang mau gue kasih langsung sama Maria pada malam gue dengan dia, itu gue batalin gue ambil kembali, ya kalau dia terbukti tidak perawan." Jelas Bram detil.
" Wah keren Lho Bram, gue nggak bisa ngbantah lagi rencana lho, karena bagaimanapun juga hasilnya nanti, yang jelas lho sudah bantuin ayah Maria 150 juta secara cuma-cuma, ya gue cuman bisa berharap semoga Maria masih perawan biar dia dapat 100 juta lagi ha ha ha. " Jawab Rendi sambil tertawa lepas.
" Eumm semoga saja dia masih perawan. " Jawab Bram singkat.
" Kalau orang yang dikelilingi banyak uang kayak lho gampang ya alur hidupnya, bisa ngelakuin apa aja semaunya. Nah,, kita sudah sampai Bram itu Rumah Maria yang paling ujung dan asing dari rumah lain."
*Halo readers ku tersayang lov u buat kalian, terimakasih ya karena masih setia ngikutin kisah Maria..
Dan terimakasih juga buat semua komentar kalian.
Adakah yang sudut pandangnya berbeda dari Bram? apa menurut kalian yang Bram lakuin itu sudah benar? atau bagaimana pendapat kalian dengan karakternya Bram.
__ADS_1
Terimakasih banyak ya untuk semua Jawaban kalian, lov u sekali lagi untuk kalian semua mmmuaachh, salam hangat dari Elvi author kalian yang paling manis, semoga hari kalian menyenangkan,, See you.