
"Halo pak Budi? "
" Iya nyonya, kenapa ya? "
" Kamu tau tidak sekarang tuan muda lagi dimana, kenapa dia belum kemari ya sudah malam gini?"
" Tuan muda lagi didalam rumah nyonya. "
" Kamu yakin ? "
" Iya nyonya, soalnya mobil tuan muda saya lihat masih ada di garasi. "
" kalau begitu kamu temuin tuan muda sebentar kekamarnya, bilang sama tuan muda untuk cepat kemari . "
" Baik nyonya sebentar ya. "
" Eh tunggu pak Budi, jangan kamu matikan telvonnya. "
" Baik nyonya. "
" Gimana Tante? " Tanya maria.
" Lagi di cek sama pak Budi kekamarnya, apa mungkin Bram lagi ada tugas kantor yang harus dikerjakan? Huufft." Menarik nafas panjang untuk melepaskan sedikit kekhawatiran.
" Mungkin saja tante, Tante jangan khawatir ya? "
" Iya Maria. "
"Halo nyonya ! "
" Iya pak Budi bagaimana? "
" Tidak ada nyonya, kamar tuan muda kosong, bahkan sudah saya cek hampir keseluruh rumah tapi nggak ada"
" Apa, ya ampun kemana sih kamu Bram? Mikha kemana apa dia masih disana? "
" Kalau non Mikha sudah keluar nyonya tadi pas magrib, tapi saya kurang tau kemana. "
" Yasudah pak Budi kalau nanti Bram kembali tolong kasih kabar ya? "
" Baik nyonya. "
"Bram tidak ada dirumah Maria padahal mobilnya masih ada di garasi. " Ia memegang jantungnya yang terasa makin berdebar kencang dan meletakkan kembali handphonenya di atas ranjang.
" Tante jangan khawatir ya, mungkin saja tuan muda lagi disuatu tempat dirumah itu dan bisa jadi pak Budi belum melihat kesana, rumah tante kan Sangat besar." Maria memegang lengan mamanya Bram dengan pijatan lembut untuk membuat fikiran ibu mertuanya itu kembali rileks, padahal hatinya sendiri merasa mulai gelisah dan juga khawatir.
" Tante heran, kemana memangnya Bram pergi? "
" Sudah tante, sekarang tante makan dulu ya?"
" Tante tidak mau, rasanya sangat sulit untuk tante bisa mengunyah sesuatu."
" Tante,, jika nanti tuan muda tiba-tiba kemari, coba tante bayangkan kalau dia tau tante itu belum makan, pasti dia bakalan sedih banget kan tante, Tante makan dulu ya?"
" Tiga suap saja ya? " Mamanya Bram benar-benar terlihat sudah tidak bersemangat membuka mulutnya untuk makan.
" Nyonya,,nyonya lagi makan ya? ini ada bi Yam bawa jeruk, tadi bi Yam beli di jalan sama Dimas. "
__ADS_1
" Oh iya bi Yam terimakasih, Dimas mana?. "
" Masih disini nyonya. " Jawabnya sambil masuk mengikuti bi Yam.
" Dimas panggil saja Tante jangan nyonya,, Boleh saya minta tolong sama kamu? "
" Iya boleh, tante mau minta tolong apa? "
" Tolong Carikan Bram untuk Tante, Tante benar-benar merasa sangat khawatir, Naluri seorang ibu itu tidak pernah salah Dimas, walaupun Bram lagi marah sama Tante dan menjauh dari Tante biasanya perasaan tante tidak sekhawatir ini, semoga tidak terjadi apa-apa dengan Bram, kamu mau kan Dimas membantu Tante? "
" Apa? tidak mungkin tuan muda menghilang kan? "
" Tidak tau Dimas, sudah Tante tanyakan sama pak Budi katanya dia nggak ada dirumah, padahal mobilnya masih di garasi, Tante telvon-telvon nggak diangkat juga."
" Iya Tante biar aku saja yang periksakan kerumah, tapi sebelum itu aku pamit kekamar mandi sebentar ya? "
Dimas langsung berjalan masuk kekamar mandi, seakan ia tidak percaya kalau Bram menghilang, karena bukan itu yang menjadi kesepakatannya dengan Mikha.
" Halo Mikha, ini Dimas. "
" Iya tau, kenapa? "
" Mana Bram? "
" Mana ku tau ! "
" Mikha kamu jangan main-main, katakan dimana Bram sekarang, kamu kan yang terakhir kali ketemu dia? "
" Dengar ya Dimas ! Tadi itu aku memang ketemu sama Bram tapi bukan berarti aku yang terakhir kali ketemu sama dia , kamu jangan asal nuduh ! karena tadi aku langsung pergi dari sana. "
" Mikha ! aku tau bagaimana isi otak dari wanita licik seperti kamu ! Yang jelas jika aku tidak menemukan Bram maka kamu yang harus bertanggung jawab, dan kamu harus ingat, perjanjian kita awalnya bukan seperti ini. "
" Mikha, ini bukan soal Maria saja,, tapi ini demi ibunya Bram, apa kamu nggak kasihan ngelihat dia lagi sakit, aku yakin Bram lagi sama kamu. "
" Ahh, banyak bacot banget sih kamu jadi cowok, lebih baik kamu jangan menyeret ku dalam hal yang nggak penting untuk kamu ikut campur, atau jika kamu ingin Maria akan membenci kamu selamanya, karena kamu sudah bekerja sama dengan ku ! "
" Mikha, tapi perjanjian kita sebelumnya bukan seperti ini, hallo Mikha? hallo? Mikha? . "
"Ahhh sialan nih cewek dimatiin gitu aja ! "
Dimas langsung memasukkan lagi handphonenya kedalam kantong, dia kembali kekamar untuk menemui Maria, bi Yam, dan mamanya Bram.
" Tante aku pamit dulu ya? biar aku cek dulu apakah Bram ada dirumah. "
" Iya Dimas, kamu bawa Maria pulang sekalian biar dia bisa masak untuk pak Kasim dan pak Budi, bi Yam tinggal disini saja temani tante, karena tadi pagi dia sudah buat jadwal sama dokter untuk diperiksakan kesehatannya malam ini, ya kan bi Yam? "
" Benar nyonya, tidak apa-apa kan Maria, jangan takut sama pak Kasim dan pak Budi ya? bi Yam bisa menjaminnya kalau mereka itu orangnya baik tidak macam-macam seperti mang Jo. "
" Maria mengerti bi, yasudah tante Maria dan Dimas mohon pamit dulu? "
" Jangan lupa langsung kabarin tante kalau kalian sudah ketemu sama Bram. "
" Baik tante." Sahut Dimas singkat hingga akhirnya mereka keluar dari sana dan terus berjalan menuju mobil.
Maria menjadi sangat pendiam, ia bahkan terlihat berjalan dengan tatapan kosong, mungkin karena sangat khawatir dengan keberadaan Bram yang masih belum jelas Dimana.
Bahkan Maria langsung masuk mobil ia duduk lurus tanpa berbicara sedikitpun dan tanpa menoleh lagi kearah Dimas.
__ADS_1
" Maria, jangan takut ya? Bram pasti baik-baik saja, dia laki-laki tangguh dan smart, jelas tidak gampang bagi orang lain jika ada yang mencoba untuk menyakitinya. "
" Iya. " Jawab Maria singkat dan meneruskan lagi lamunannya.
" Maria? aku janji untuk berusaha menemukan Bram, tapi aku mohon kamu jangan sedih gitu ya? .
" Dimas? sebelumnya terimakasih dan aku juga minta maaf, tapi boleh tidak kita jalan saja tanpa banyak ngomong? "
" Boleh, aku minta maaf jika sudah mengganggu kamu. "
Tidak sampai setengah jam akhirnya mereka sampai kerumah, terlihat pak kasim berdiri disamping gerbang yang sedang dibukakan oleh pak Budi.
" Dimas aku turun disini. " Maria langsung turun dari mobil.
Sedangkan Dimas langsung menuju garasi tanpa bisa ngomong apa-apa lagi pada Maria.
" Pak kasim? pak Budi? aku mau masak dulu ya,, kalian belum makan kan? "
" Hehe sudah kok non, kami kira non Maria dan Bi Yam nggak bisa pulang karena harus jagain nyonya, jadi kami beli saja nasi bungkus tadi. " Jawab pak Kasim.
" Oh Yasudah nggak papa, kalau gitu Maria mau masuk dulu ya? "
" Iya non silahkan. " sahut pak Kasim kembali.
" Eh sebentar, apa tuan muda sudah ada dirumah? "
" Belum non, kami benar-benar tidak melihat tuan muda, terakhir kali kami melihat tuan muda pulang dengan non Maria tadi siang, dan tuan muda langsung masuk kedalam rumah, tapi kami tidak pernah melihat tuan muda keluar dari rumah." Jelas pak Budi dengan Detil.
" Oh iya pak, terimakasih. " Dengan perasaan yang sangat kecewa dan khawatir Maria langsung berjalan menuju kekamarnya.
Sebelum kekamarnya Maria sempat mampir dulu untuk masuk kedalam kamar Bram, ia mencari suaminya itu tapi nggak ada, dan sekilas kamar bram masih terlihat sama seperti yang dia tinggalkan tadi.
Maria keluar lagi dari kamar itu dan berjalan menuju kekamarnya, Ia membukakan bajunya lalu mengambil handuk untuk menutupi tubuhnya yang montok.
" Maria? " Panggil Dimas dari luar kamar.
" Iya Dimas ada apa ya? "
" Bisa kamu bukakan pintu sebentar? "
" Tapi Dimas, aku sudah bersiap untuk mandi. "
Dimas hanya diam diluar tidak menjawab apapun lagi setelah mendengar jawaban Maria.
" Dimas? " Panggil Maria kembali dan menuju kearah pintu.
Sebenarnya Maria tidak ingin berfikir buruk terhadap Dimas, karena dialah orang yang sudah menyelamatkannya dari mang Jo.
" Dimas, Kamu masih diluar? " Maria membukakan pintu dan mengeluarkan sedikit kepalanya untuk melihat Dimas.
Dengan sigap pemuda tampan itu menolak pintunya sekuat tenaga, tanpa permisi ia masuk kedalam kamar Maria dan langsung mengunci pintunya lagi.
" Dimas, kamu mau apa? " Teriak Maria.
Dimas tidak menjawab pertanyaan Maria, hanya tatapan tajam matanya yang terus memperhatikan Maria.
Halo readers ku sayang,, jangan lupa masuk grup chatnya ya? nanti disana author akan mengenalkan kalian dengan wajah Bram yang tampan dan juga Maria.
__ADS_1
Terimakasih untuk semua like dan komentar kalian. love u..