
Bram juga semakin memeluk Maria dengan begitu erat untuk meredakan kesedihan Maria.
" Tidak apa-apa Maria, tidak apa-apa,, tidak akan ada yang terjadi sama kamu, aku berjanji akan selalu menjaga kamu, apapun yang terjadi tidak akan ada yang berani menyakiti kamu "
Dengan posisi Maria masih dalam pelukannya, Bram mencoba untuk mengutarakan keinginannya pada Maria.
" Maria,, "
" Iya mas,, "
" kamu memiliki dua pilihan, jadi kamu harus memilih salah satunya "
" pilihan apa,, "
" Pertama, Izinkan aku untuk selalu antar jemput kamu kemana pun kamu pergi, karena aku tidak mau Dengan alasan ingin mengantar kamu, si Dimas itu jadi bisa dekat-dekat sama kamu. pilihan kedua kamu akan kubawa bersamaku ke sebuah rumah rahasia, soal mama dan Mikha biar aku yang urus. "
Maria melepaskan pelukannya dari Bram kini mereka mulai berbicara dengan serius.
" aku tidak mau memilih keduanya mas "
" Bagaimanapun juga kamu harus memilih salah satunya, jika tidak,, maka kejadian di minimarket seperti tadi akan terulang lagi, aku tidak mau hal itu terjadi karena aku ingin selalu menjaga kamu ! "
" Kok mas bisa tau kejadian di minimarket? "
" Tadi aku kesana, makanya kamu harus memilih antara dua pilihan itu sekarang juga, biar aku bisa langsung mengambil tindakan "
" Aku tidak bisa memelih yang pertama, jika aku memilih mas mengantar jemputku bagaimana jika nanti istri dan ibu kamu memergoki kita karena sering berduan. Aku pilih yang kedua saja, bawa aku bersama kamu mas tapi jangan kerumah rahasia, aku ingin tinggal bersama mas, Mikha dan ibu , sebagai pembantu "
" What ? "
" Iya sebagai pembantu, aku akan menyamar sebaik mungkin lagian aku butuh pekerjaan baru,, tidak sulit kan? "
" Apa alasannya kamu ingin ingin menyamar sebagai pembantu? Maria,, aku bisa saja membawa kamu ke rumah besar dan mewah, disana akan kubuat kamu sebagai ratu "
" Aku tidak mau, jika aku berada di rumah rahasia itu maka mas akan mendapat masalah dengan ibu dan Mikha, karena aku yakin mas pasti akan menghabiskan waktu lebih lama bersamaku di rumah itu ketimbang mas pulang kerumah ibu "
" Iya juga sih baik lah Maria,, kamu ikut pulang kerumah ku saja tapi sebelumnya,,? " Tanya Bram menggoda sambil menarik pinggang Maria dengan kedua tangannya .
" Apa sih mas jangan nakal deh inikan di pinggir jalan! " Sambil tersenyum dan menarik hidungnya Bram.
" Yasudah yuk masuk mobil " Dengan cepat Bram menarik lengannya Maria dan menuju ke dalam mobil.
" Maria,, "
" Iya mas "
__ADS_1
" Mmmuaachh ! " Kecup Bram mesra dibibirnya Maria hingga membuat Maria tersipu malu.
Maria pun menarik kepala Bram dan membalas kecupannya.
" Mmmuaachh, makasih ya mas ? "
" Iya sayang,, " Kedua tangan Bram perlahan mulai meraba paha Maria.
" Mas, jangan dulu,, kita harus mencari perlengkapan untuk penyamaran Maria "
" Hehe Yasudah, nanti malam ya sayang " Tanya Bram menggoda.
" Apanya mas,, "
" Itu,, " melirik kearah bawah Maria.
" Mas ini nakal, yasudah kita jalan dulu mas "
" Baik lah sayang,, kita berangkat ya? "
Aku memang wanita yang sudah rusak dan tidak ada harganya lagi, apa salahnya jika sekalian saja, yang penting aku bisa terus merasakan kasih sayangnya Bram.
ucap Maria didalam hatinya.
" Ma,, bukannya sekarang waktunya pulang kerja ya, kok Bram belum keluar juga sih,, udah berapa jam kita tunggu disini " Dengan bodohnya Mikha dan Mamanya Bram masih menunggu Bram didepan kantor, tanpa mereka ketahui Bram sudah keluar kantor memakai mobil Rendi untuk menemui Maria.
" Iya ma,, maafkan Mikha "
Melihat Mikha dan Mamanya Bram masih menunggu, Rendi tertawa sendiri dari lantai atas.
" Ha ha,, kalian masih sanggup menunggu rupanya, sudah saatnya bagi Rendi yang ganteng dan dan super cool ini untuk bereaksi ! "
Rendi langsung keluar dari kantor, ia mengendap-endap sambil bersembunyi dibalik mobil karyawan lain yang sedang keluar untuk pulang, dan akhirnya ia bisa juga masuk kemobilnya Bram tanpa di ketahui oleh Mikha dan Mamanya Bram.
" Hhuuuff ! akhirnya lolos juga dari pantauan mereka " Ucap Rendi sambil bernafas lega.
Rendi yang merupakan asisten pribadinya Bram sekaligus yang mengenalkan Bram dengan Maria, kini ia mulai menyetir mobilnya Bram dengan begitu bersemangat, apalagi iya tau mobil itu harganya hampir setengah trilliun.
" uwow, keren,, jarang-jarang kan gue bisa bawa mobil sekeren dan semahal ini, berasa kota ini milik gue ha ha "
" Mah mah mah mah, lihat ! mobilnya bram keluar " Teriak Mikha tanpa tau didalam mobil itu bukanlah Bram melainkan Rendi.
" Hidupin mobilnya Mikha, kita jalan sekarang,, siap-siap dengan kecepatan tinggi pokoknya kita nggak boleh kehilangan jejak Bram, tau sendiri kan kalau Bram selalu cepat nyetir mobilnya.
" Siap mah,, ! " Jawab Mikha dengan tegas.
__ADS_1
" Rasakan permainan ku hari ini,, kalian akan kubawa untuk keliling kota ha ha " Rendi tertawa licik saat melihat ke arah spionnya, terlihat di belakang ada mobil Mikha sedang mengikutinya.
Dengan kecapatan yang sedang Rendi terus menyetir mobil itu sambil menikmati musik DJ yang keren, ia begitu menikmati musik tersebut hingga membuat kepalanya mengangguk-angguk dan menggeleng-geleng. Dan sesekali ia menatap spion yang masih terlihat mobil Mikha yang berada agak jauh di belakangnya.
"Mah tumben ya mas Bram bawa mobilnya selambat ini "
" Pokoknya jangan lengah, siapa tau nanti tiba-tiba Bram menancap mobilnya dengan kecapatan tinggi "
" Okey,, sekarang kita belok ya " Ucap Rendi sambil membelokkan mobil Bram ke arah kiri.
" Mah mah, mas Bram belok tuh "
" Mungkin Bram menuju ke arah perempuan itu "
" Mungkin ya mah "
Setelah beberapa menit menyetir lurus, kini Rendi pun membelokkan mobilnya ke arah kanan.
" Belok lagi mah,, ! "
" Ikutin aja terus Mikha, nggak usah rewel pusing mama dengarnya "
" Iya mah maaf,, "
Setelah beberapa kali mobil Mikha berbelok-belok mengikuti mobilnya Bram yang di bawa oleh Rendi, kini meraka keluar di jalan yang sama dimana pertama kali mereka masuk.
" Mah,, kok mas Bram kembali ke jalan ini, perasaan tadi kita masuknya lewat sini "
" Bram mungkin sudah lupa dimana rumah wanita itu " jawab mama Bram dengan wajah yang kelihatan sedikit agak lelah, akibat mengikuti mobilnya Bram yang hanya berbelok-belok saja dan akhirnya keluar dijalan pertama kali mereka masuk.
" Ha ha, belum kapok juga ya kalian " Ucap Rendi dan kembali memasuki jalan tersebut.
" Lho mah, kok Bram masuk lagi ke jalan ini "
" Ikutin saja Mikha, jangan banyak tanya,, sudah mama bilang mungkin Bram lupa dimana rumah wanita itu "
" Baik ma "
Kini Rendi kembali membawa Mikha dan mama Bram berbelok-belok di jalan tadi.
" Kita lihat, sampai kapan kalian akan sanggup mengikuti ku " Ucap Rendi dengan sedikit menantang dan tersenyum licik.
Disaat Mikha dan Mama dengan lelahnya mengikuti Rendi karena berfikir itu adalah Bram, Bram malah asyik berduaan di mall dengan Maria sambil mencari perlengkapan untuk penyamaran Maria.
" Maria,, aku tau apa yang harus kamu pakai untuk penyamaran "
__ADS_1
" Apa itu mas "