OMaria Istri Rasa Simpanan

OMaria Istri Rasa Simpanan
Siapa yang tiba-tiba masuk ke kamar maria


__ADS_3

" Dimas? " Panggil Maria pelan dengan nada yang terdengar agak terkejut.


Mendengar panggilan namanya, laki-laki tampan itupun membalikkan badannya ke arah wanita yang memanggilnya.


" Maaf mba kenapa mba tau nama saya " Tanya Dimas yang tidak dapat mengenali wajah Maria yang sedang menyamar.


" Khuk,, khuk,, hah iya,, pernah dengar aja. " Jawab Maria setelah berbatuk dua kali, untuk mengubah suaranya agar terdengar sedikit berbeda, sehingga Dimas tidak bisa mengenali wanita yang di cintainya itu.


" Dengar dari siapa mba,, pasti ibu pernah ceritain tentang aku ya sama mba ? " Tanya Dimas lagi tanpa sedikitpun menaruh rasa curiga.


" Ibu? memangnya siapa ibunya Dimas,, tidak mungkin bi Yam kan,siapa dong perempuan dirumah ini yang kemungkinan punya anak sebesar Dimas,, oh jadi Dimas anaknya bi Ita? kalau bukan bagaimana,, pokoknya aku tidak boleh salah jawab nanti bisa-bisa penyamaran aku terbongkar " ( suara hati Maria )


" Mba,, kenapa bengong? eh ngomong-ngomong aku boleh ambil minum disini kan ba, haus nih ! "


" Boleh silahkan, sebelumnya aku minta maaf? kamu ada keperluan kah sepagi ini kemari. " Membuka kulkas untuk mengambil es batu .


" Iya mba aku disuruh ibu kemari buat ngambil hp dia yang ketinggalan, jadi harus dapat sepagi ini karena penting sekali, katanya mau nelvon orang buat bayar hutang biar nggak kelewat tanggal gitu." Dimas Menuangkan airnya kedalam gelas.


" Ketinggalan dimana hpnya? "


" ketinggalan dikamar mba, kasihan ya mba teman ibu yang satu lagi,, siapa ya namanya? oh iya bi Yam ya kalau nggak salah. "


" Hah kenapa mangnya dengan bi Yam? "


Apa mungkin Dimas tau tentang apa yang terjadi dengan bi Yam tadi malam" (Suara hati Maria)


" Aku lihat bi Yam lagi kurang sehat mba." Jawab Dimas santai sambil meneguk air di gelasnya.


" Iya, makanya aku nyuruh bi Yam untuk istirahat aja hari ini. " Meletakkan es batu satu persatu kedalam mangkuk besar.


" Ya sudah ya mba aku pamit dulu ya, soalnya ibu sudah nunggu dari tadi, terimakasih airnya. " Meletakkan gelas kembali.


" Sebentar ! " Panggil Maria.

__ADS_1


" Iya mba kenapa? "


" Dulu kamu sering kemari? " Tanya Maria.


*Apa Dimas nggak tahu kalau ini rumahnya mas Bram? mas Bram sama Dimas kan pernah bertengkar kemaren itu di pinggir jalan gara-gara aku. ( Suara hati Maria* )


" Tidak mba baru kali ini, dulu sih sering ngantar ibu tapi cuman sampai jalan aja, sebenarnya prinsip aku ni ya mba, aku sangat malas masuk kerumah orang kaya yang besar seperti ini. " Dimas menjelaskan hal itu dengan wajah yang melamun di akhir kalimat.


" Kenapa memangnya? " Tanya Maria.


" Aku benci sebenarnya sama orang kaya mba, bukan karena aku iri ya,, aku sangat benci khususnya sama orang kaya yang sombong dan bertingkah semaunya. " Dimas masih saja melamun seakan sedang memikirkan sesuatu.


" Memangnya ada orang kaya yang seperti itu? " Tanya Maria tambah penasaran.


" Ada lah mba banyak, aku pernah tuh bertemu sama laki-laki super kaya kalau dilihat dari mobilnya, tapi laki-laki itu juga super nggak tau diri mba. "


" Nggak tau diri bagaimana? " Tanya Maria lagi yang sudah tambah penasaran.


" Terus? " Kini Maria sangat serius mau mendengarkan cerita Dimas.


" Ya itu mba, si laki-laki sombong itu tiba-tiba datang dan mengaku kalau wanita yang aku cintai itu adalah istrinya, padahal aku tau persis mereka itu belum menikah. "


" Bagaimana kamu tau? bisa jadi mereka memang sudah menikah kan. "


" Nggak lah mba, aku setiap hari mengantarkan pujaan hatiku itu ketempat kerjanya, tidak ada hari yang tidak pernah aku mengantarkannya kesana, dia pun selalu mengaku kalau dirinya itu masih jomblo, dan aku percaya dia nggak bohong mba, tapi masak esoknya ada laki-laki yang langsung datang dan mengaku sebagai suaminya, tanpa ada angin ataupun hujan dalam satu hari sudah jadi suami istri kan aneh mba. " Dimas bercerita panjang lebar dengan wajah yang masih larut dalam lamunannya.


" Kenapa kamu tidak percaya, untuk menikah itu kan tidak membutuhkan waktu yang lama, 2 atau 3 jam sudah selesai itu ijab Kabulnya, jadi bisa jadi mereka memang sudah menikah kan? " Setelah Maria mengerti kalau yang di ceritakan Dimas adalah dirinya dan Bram , ia mencoba untuk sedikit membela Bram.


" Tidak mba aku yakin, aku ini bukan laki-laki bodoh yang bisa percaya gitu aja, hanya saja aku tidak suka dengan cara laki-laki sombong itu. " wajah tampan Dimas terlihat mulai kesal.


" Caranya yang bagaimana? " Tanya Maria kembali.


" Setelah hari itu aku bahkan tidak tau dimana keberadaan Maria lagi, aku juga mencari ketempat kosnya,teman kosnya santi juga nggak tau dimana keberadaan Maria, sudah aku cari dia kemana-mana tapi tidak pernah ketemu juga, aku yakin pasti Maria sudah dibawa sama laki-laki sombong itu " Jelas Dimas dengan wajah yang begitu khawatir.

__ADS_1


" Oh jadi wanita itu namanya Maria? " Maria pura-pura nggak tau untuk menyempurnakan penyamarannya.


" Iya mba dia namanya Maria, wajahnya itu secantik namanya, seharusnya laki-laki sombong itu harus bisa bersikap jantan dan adil dalam memperebutkan hati seorang wanita, Jangan seenaknya pakai acara culik Maria segala mentang-mentang dia bisa melakukan apa saja."


" Dimas,, kalau kamu yakin Maria sudah dibawa sama laki-laki itu, ikhlaskan saja dia, lupakan saja mereka, mungkin mereka memang sudah bahagia berdua. "


" Gak segampang itu mba, karena aku nggak tau dimana keberadaan Maria, aku tidak bisa memastikan sendiri kalau Maria itu memang bahagia, bagaimana kalau Maria di perlakukan semena-mena sama dia, itu yang membuat aku merasa selalu tidak tenang, aku tidak mau terjadi apa-apa sama Maria, karena aku sangat mencintai dia mba, tapi kalau memang mereka sudah bahagia, aku mundur ! " Ucap Pria tampan itu dengan tegas .


" Iya Dimas aku mengerti. " Jawab Maria singkat.


" Yasudah ya mba aku pulang dulu, baru ketemu mba sudah curhat panjang lebar, mbanya sih nanya melulu nggak putus-putus, sudah terlambat 15 menit ini bisa-bisa ibu sangat marah, aku pamit ya mba " Laki-laki tampan itu berlalu pergi dan meninggalkan Maria sendirian disana, tanpa ia tau apa yang akan terjadi terhadap Maria.


Bagaimanapun juga aku mengakui kalau Dimas itu adalah laki-laki yang baik dan sangat tulus mencintaiku, hanya saja dia tidak bisa menyadari kalau aku ini wanita yang buruk untuknya, aku wanita yang sudah menjual kegadisanku pada Bram hanya demi uang, Semoga laki-laki tampan dan baik seperti Dimas bisa mendapatkan wanita yang lebih baik. (Suara hati Maria)


" Ya ampun, sampai lupa es batunya sudah hampir mencair. " Dengan langkah yang terburu-buru Maria langsung menuju kekamar mamanya Bram.


" Tante? " Panggil Maria pelan karena melihat mamanya Bram sedang tertidur.


" Maaf Ya tante, Semoga Tante bisa cepat sembuh " Maria meletakkan kain dingin yang ada dalam es batu itu keatas dahi mamanya Bram.


Setelah itu Maria langsung keluar dari sana dan kembali kekamarnya, ia baru saja teringat ternyata sudah dari tadi malam ia tidak melihat handphone pemberian dari Bram, takutnya nanti Bram sudah menelvonya berulang kali.


" Handphonenya kok tidak berdering,, apa mas Bram tidak menelvonku? yasudah lah aku mandi saja dulu." Maria meletakkan kembali handphonenya itu ke dalam lemari.


Maria membukakan semua bajunya, termasuk gigi dan rambut palsunya, lalu ia mengambil handuk untuk menutupi tubuh cantik dan mulus dengan kulit putihnya itu, sayangnya ia lupa mengunci pintu, dan ketika Maria berbalik badan ia sangat shok melihat ada seorang laki-laki yang berdiri dihadapannya.


......


**halo pembaca setia karya Elvi ? i love u so much untuk kalian... terimakasih ya sudah mengikuti kisah Maria, aku senang sama semua komentar kalian apalagi jika kalian mencoba untuk menebak tentang episode selanjutnya, pokoknya kalian best lah bisa selalu membuat aku tambah semangat.


oh iya,, kalian juga bisa follow Instagram aku ELVI YA YA, Disana kalian bisa menanyakan apa saja seputaran Maria.


Terimakasih... see you, semoga hari-hari kalian menyenangkan**.

__ADS_1


__ADS_2