OMaria Istri Rasa Simpanan

OMaria Istri Rasa Simpanan
MARIA PERGI DENGAN DIMAS


__ADS_3

" Maria,, ! " Teriak Dimas yang berprofesi sebagai tukang ojek tersebut.


" hah, iya ! " Paling Maria kearah Dimas yang ada dibelakangnya dengan wajah yang putus asa.


Dimas langsung turun dari motornya dan memegang kedua bahu Maria.


" Hei Maria,, kamu kenapa, sepertinya kamu habis menangis ya "


" Nggak ! " Tatapannya masih kosong dengan mata yang sembab.


" Trus ngapain kamu jalan ke arah sana, mau bunuh diri " Tunjuk Dimas ke tengah jalan yang masih padat dengan kendaraan yang lalu lalang.


" Tolong antar kan aku ke suatu tempat ! " Tanpa menjawab apa yang ditanyakan oleh Dimas.


" Kemana? "


" Jalan saja dulu nanti aku kasih tau "


" Siap laksanakan, yasudah yuk naik " Dimas sangat bersemangat mendengar ajakan Maria, mereka pun langsung berangkat ketempat yang dimaksud oleh Maria.


Disisi lain Bram sudah sampai ke kantornya.


" Mah lihat, itu kan mobilnya mas Bram "


" Iya Mikha mama juga lihat "


" Bagaimana kalau Mikha samperin saja ma, biar jelas-jelas,, jadi Mikha tanyain langsung aja sama mas Bram, tadi itu dia habis darimana "


" Aduhh Mikha,, kamu gimana sih, santai dulu jangan gegabah donk, apa kamu fikir Bram akan mengaku segampang itu sama kamu, yang ada malah ide kamu itu hanya akan merusak rencana kita "


" Trus Mikha harus apa mah, masak kita harus nungguin dia sampai pulang kerja, hati Mikha udah nggak sabaran lagi mau tau apa yang sebenarnya terjadi "


" Harus sabar dan tenang dulu kalau memang kamu mau tau wanita itu siapa, coba kamu tarik nafas dulu lalu keluarkan pelan-pelan, mama jamin setelah itu kamu pasti akan merasa lebih tenang "


" Iya mah, Mikha tarik ini ya,, trus Mikha keluarin pelan-pelan kan, hhhhuuuff,, sudah ma, trus apa lagi yang harus Mikha lakuin? "


" Mikha,, Mikha,, kamu polos atau apa sih, jadi wanita itu jangan terlalu baik, biar punya kamu itu nggak semuanya di embat orang "


" Maksud mama apa sih ? "


" Tidak ada,, coba kamu diam sejenak untuk menyimpan tenaga, sekaligus biar kamu lebih tenang "


" Siap mah, apa saja akan Mikha lakuin asalkan mas Bram tetap menjadi milik Mikha "


" Iya nak, Mama janji tidak akan ada yang berani mengambil Bram dari kamu "

__ADS_1


Mamanya Bram jadi termenung melihat tingkahnya Mikha.


" Kasian Mikha,, kenapa sih Bram sia-siakan wanita sebaik dan secantik Mikha, dia menantu yang mama dan papa pilihkan untuk kamu Bram, jadi bagaimana pun caranya untuk menjaga amanah dari almarhum papa, maka mama akan melakukan apa saja untuk mempertahankan Mikha sebagai istri kamu Bram, apalagi dia sedang mengandung cucu mama yang pertama "


" Mah, kok melamun " Mikha melambaikan tangannya di depan wajah mama mertuanya.


" Ah, iya,, mama tidak melamun kok, jangan perhatikan mama, yang perlu kamu perhatikan itu Bram biar dia tidak hilang dari pantauan kita "


" Baik ma siap ! " Jawab Mikha lagi dengan sikap yang rada-rada polos.


Karyawan sekantor yang bekerja di perusahaan mobil elit tersebut, mereka sangat tercengang melihat tingkah bosnya hari ini yang terlihat begitu berbeda ia sangat bersemangat dan bahagia, tidak seperti biasanya Bram masuk kantor dengan wajah sangar dan tegas.


" Gimana Bram lancar kah " Sapa Rendi asisten pribadinya Bram sekaligus teman sekampungnya Maria.


" Maksud kamu apa ren? " Tanya Bram pura-pura nggak tau sambil menuju keruang kerjanya.


"Jangan pura-pura lupa seperti itu lah Bram, itu lho ehem,, ehem,, Maria ? " tanya Rendi dengan membisikkan kata terakhir yang di ucapkannya itu, yaitu nama Maria "


" Oh,, kalau itu sih super lancar tapi jangan dibahas disini, bagaimana kalau ada yang mendengar. "


" haha siap, tapi ada yang mau aku tunjukin sama kamu, coba deh kemari sebentar "


Bram pun mengikuti langkahnya Rendi, dari lantai atas tempat kerjanya Bram, Rendi menunjukkan Mikha dan Mamanya Bram yang sedang duduk disebuah restoran yang ada didepan kantornya Bram.


" Itukan mama sama istri kamu "


" Ngikutin kamu kali, karena aku lihat mereka sudah sampai dari setengah jam yang lalu sebelum kamu kemari "


" Oh ya,, ya,, pendapat kamu memeng Sangat benar " Puji Bram akan pemikiran Rendi.


" Apa mereka curiga sama kamu " Tanya Rendi penasaran.


" Entahlah, oh ya ren, aku boleh minta tolong sama kamu "


" Apaan ngomong saja, pasti aku turutin semuanya daripada nanti aku di pecat, haha " jawab Rendi menggoda.


" Boleh kita tukaran mobil untuk seharian ini?" Tanya Bram serius .


" Uwow keren! sangat-sangat boleh, serius kan ini " Rendi sangat senang karena bisa memakai mobil elitnya Bram seharian penuh.


" Mana kuncinya? "


" Sekarang juga? Oh iya, bos kan bebas mau pulang kapan saja, pokoknya kamu tenang saja semua pekerjaan biar aku yang urus "


" Iya lah harus, kalau kamu memang mau di naikin gajinya "

__ADS_1


" Haha siap " Jawab Rendi bahagia sambil tertawa kencang.


" Yasudah aku duluan ya " Pamit Bram dengan terburu-buru .


" Oke siap "


Kini Bram keluar kantor dengan memakai mobilnya Rendi, ia mencari waktu yang tepat dimana mamanya dan Mikha lagi lengah tidak memperhatikannya dan langsung masuk kedalam mobil.


Bram berniat mau menjemput Maria ketempat kerjanya, ia langsung menuju kesebuah minimarket dimana Maria di hina oleh teman-temannya .


Sedangkan Maria ia sudah tidak ada di mini market itu, Kini Maria dengan Dimas sedang berada di pinggir danau dengan pemandangan yang begitu indah.


" Maria,, kenapa dari tadi kamu hanya diam saja, apa yang kamu fikirkan, boleh gak kamu berbagi masalah dengan aku " Tanya Dimas dengan lembut, karena ia tidak ingin mengganggu Maria yang sedang melamun ke arah danau.


" Tidak Dimas "


" Eum yasudah tidak apa-apa "


" Dimas,, boleh aku di tinggal sendiri "


" Maaf Maria aku nggak bisa ninggalin kamu sendirian disini "


Setelah mendengar jawaban Dimas, Maria kembali mematung, Dimas pun tidak berani mengganggunya lagi, ia hanya bisa menemani Maria dengan keadaan diam.


Bram langsung masuk setelah sampai ke minimarket tadi, ia melihat kesegala arah tapi ia tidak menemukan Maria, yang ada hanya dua gadis yang tadi menghina pujaan hatinya.


Sedangkan para gadis itu sangat terpesona melihat Bram yang sangat perfect itu.


" Ada yang bisa kami bantu,, " tanya salah satu mereka dengan tersipu malu.


" hmm iya " Jawab Bram singkat.


" Mas mau cari apa ya "


" Teman kerja kalian yang satu lagi kemana "


" Siapa yang mas maksud, hanya ada kami berdua "


" Mungkin yang dia maksud si wanita j4lang tadi " jawab gadis yang satu lagi .


" Siapa yang kalian maksud sebagai wanita ****** " Tanya Bram dengan serius.


" Maria si gadis kampungan, Mas ini siapanya Maria ya "


" Mendengar hal itu Bram menjadi sangat geram dan marah, dengan wajah sangar yang menakutkan Bram langsung menghampiri mereka berdua "

__ADS_1


" Tidak begitu terdengar, Siapa yang kalian maksud tadi? " Tanya Bram dengan sangat Marah dan ingin memberikan pelajaran Terhadap mereka.


__ADS_2