OMaria Istri Rasa Simpanan

OMaria Istri Rasa Simpanan
Teganya Dimas pada Maria


__ADS_3

" Dimas ! kamu tidak berniat untuk menyakitiku kan? " Memegang handuknya dengan kuat.


" Maria,, apa yang sebenarnya kamu cari dari Bram? "


" Dimas ! berhenti disana jangan mendekatiku."


" Maria,, tolong kasih kesempatan untuk ku juga, apakah karena aku miskin? atau mungkin wajahku tidak setampan Bram."


" Dimas? aku sudah sah menjadi istrinya mas Bram, tolong jangan mendekat lagi aku mohon."


" Maria,, kamu jangan menangis, aku tidak akan menyakiti wanita yang sangat aku cintai, aku bisa melakukannya seperti yang kamu suka, pelan dan perlahan saja,, mungkin dengan cara ini aku bisa mendapatkan kamu."


" Tidak Dimas kamu jahat ! "


" Maria? sayang,,? wajahku juga lumayan tampan, aku yakin kamu juga akan merasa senang melakukannya. "


" Aku tidak akan mengkhianati mas Bram suamiku." Ia menangis dan langsung berlari ke arah pintu kamar mandi lalu ia menarik gagang pintu dengan kuat untuk membukanya.


Dimas melangkah cepat untuk mengejar Maria, ia langsung meraih tubuh Maria yang hanya memakaikan handuk lalu mengangkatnya.


" Maria kamu mau kemana? "


" Turunin aku Dimas ! Turunin aku ! "


" Maria? aku sangat mencintai kamu, saat melihat Bram mengangkat kamu seperti ini hatiku sebenarnya tidak rela, tapi aku bisa buat apa karena Bram lebih berkuasa dariku. "


" Turunin aku Dimas aku mohon, cepatan turunin aku. "


" Semakin kamu melawan seperti itu, semakin aku merasa gemas melihat kamu Maria, aku bukan laki-laki jahat, tapi sebagai laki-laki normal aku tidak bisa menahan diri melihat tubuh kamu yang sangat montok ini dan begitu mulus, maaf Maria ! "


" Dimas, kamu mau kemana? aku mau dibawa kemana Dimas? Turunkan aku, aku mohon ! "


" Iya Maria, aku turun kan kamu. " Dimas menjatuhkan Maria keatas kasur hingga handuk yang menutupi tubuhnya tersingkap.


Dengan gerak cepat Maria mengambil handuk itu untuk menutupi tubuhnya lagi.


" Jangan ditutup lagi Maria. "


" Kamu mau ngapain Dimas? lepaskan tangan kamu itu dari handuk ku ! "


" Handuk ini yang harus dilepaskan Maria ! "


" Dimaass,, ! "


Dimas Langsung melempar handuk yang menutupi tubuh Maria kebelakang.


" Jangan Dimas ! jangan, aku mohon ! " Menutupi kedua dada bulatnya yang kenyal.


" Maaf Maria, aku yakin hanya dengan cara ini hati kamu akan luluh padaku."


Dimas mulai merayap mendekati Maria dengan perlahan.

__ADS_1


" Maria, jangan ditutupi ya? ini akan sangat indah jika kamu membuka kedua tangan mu seperti ini. "


" Lepaskan tangan aku Dimas, lepaskan ! Aku tidak ingin cintaku pada mas Bram ternodai." Tubuh Maria langsung direbahkan oleh Dimas dengan kedua tangannya yang sudah dalam genggaman Dimas, Maria menangis dengan keras tapi tidak ada yang mendengar.


" Maria, kulit kamu sangat halus, kedua bukit ini juga sangat sangat indah. "


Dimas mulai merayap kan wajahnya dari pusar menuju perut hingga ia membenamkan wajahnya diantara kedua bukit besar itu.


" Dimas aku tidak menyangka kamu bisa sejahat ini padaku. " Maria mengangkat dagunya dengan air mata yang terus mengalir dikedua pipinya.


" Maria, Aeuumss,, Aeummss,, Maria,, sangat nikmat sekali, aku benar- benar sudah nggak tahan. " Dimas terus memasukkan kedua bukit besar dan kenyal itu kedalam mulutnya dengan penuh secara bergantian.


Maria hanya Diam karena sudah tidak sanggup untuk mengeluarkan suara lagi, Rawut wajahnya terlihat bagaikan manyat hidup, datar, pucat dan mengeluarkan air mata yang deras.


" Maria, sebentar ya. " Dimas membuka resletingnya.


" Kamu pasti tidak akan merasakan sakit karena sudah terbiasa dengan Bram kan? "


" Tahan ya, pelan-pelan saja kok ! "


" Dimas, Masukkan saja. "


" Masukkan saja sesuka kamu, tapi besok kamu harus bersiap-siap untuk menimbun manyatku kedalam tanah. "


Seketika Dimas terhenti, tangannya yang sedang mengarahkan juniornya untuk mencari lobang juga dihentikannya.


" Maksud kamu Maria? "


" Jika kamu menodaiku malam ini, maka lebih baik aku menjadi manyat saja. "


" Iya Dimas, jika kamu melakukannya maka sama saja seperti kamu ingin membunuhku. "


Ia langsung mengambil handuk untuk menutupi tubuhnya kembali.


" Maria jangan berbicara seperti itu, aku minta maaf, aku khilaf!." Dimas turun dari ranjang dan melangkahkan kakinya berjalan mundur.


" Aku tidak mau melihat kamu lagi Dimas ! tolong pergi jauh dariku ! " Teriak Maria kencang dan penuh amarah dengan air mata yang masih mengalir.


Terlihat wajah Dimas sangat menyesal ia membuka pintu dan langsung berlari untuk keluar.


" Mas Bram kamu Dimana? Aku hampir saja menodai hubungan kita mas, aku tidak sanggup jika kamu merasa jijik padaku dan melepaskan aku. "


Dengan perlahan sambil menangis Maria turun dari kasur menuju kekamar mandi, ia langsung mengguyurkan tubuhnya dengan Air, Ia terus menangis tanpa henti memikirkan Dimas yang hampir saja menodainya.


Tiga puluh menit kemudian setelah ia siap memakaikan baju dan menyamar lagi, Maria langsung keluar menuju kamar Bram untuk mencarinya kembali.


" Mas, kamu dimana sih? "


" Semuanya terlihat rapi, apa mungkin mas Bram kesuatu tempat? "


" Mas ? " Maria melihat seluruh kamar Bram hingga kekamar Mandi tapi dia tidak menemukan apa-apa.

__ADS_1


" Aku heran, bagaimana mas Bram bisa hilang dari rumah ini sedangkan mobilnya masih ada digarasi, dan kedua satpam diluar juga tidak melihat Mas Bram keluar rumah. "


Maria mulai melangkahkan kakinya menuju Lemari Baju Bram.


" Tumben kuncinya masih ada dilemari."


Perlahan Maria memegang kunci itu untuk membukanya.


" Maria? kamu didalam kamar Bram kan? " Panggil Dimas dari luar.


" Ngapain lagi dia kemari? apa dia belum puas menyakitiku tadi? "


Untung saja Maria belum sempat membukakan lemarinya Bram kalau tidak ia akan menjadi sangat patah hati.


" Maria? aku mau berbicara serius sama kamu ! "


" Jangan mendekati ku lagi Dimas ! Tetap disana ! " Tunjuk Maria kearah Dimas.


" Tenang Maria, tenang dulu. " Dimas mengangkat kedua telapak tangannya sambil terus berjalan mendekati Maria.


" Tidak Dimas, tetap disana ! aku benci dekat-dekat sama kamu."


" Maria aku sangat menyesal atas apa yang aku lakukan tadi, aku janji tidak akan menyentuh kamu lagi sedikitpun, dan aku juga akan berjanji untuk menembus semua kesalahanku. "


" Iya ! Sudah ku maafkan, dengan syarat kamu harus jauh-jauh dariku, jaga jarak ! jangan pernah berbicara atau menatap kearah ku lagi. "


" Maria,, apa sudah sebenci itu kamu sama aku? " Dengan nada dan wajah yang terlihat penuh penyesalan.


" Iya ! " Matanya melotot kearah Dimas.


" Maria aku minta maaf, aku khilaf, tapi ada hal lain yang harus aku katakan sama kamu, lebih penting dan ini menyangkut dengan Bram. "


" Hah, apa maksud kamu Dimas. "


" Aku takut mengatakannya, takutnya nanti kamu tambah membenciku lagi. "


" Apa kamu dalangnya dibalik hilangnya mas Bram? "


" Bukan itu maksudku Maria, bukan aku yang membuat Bram hilang. "


" Jadi apa Dimas katakan saja, cepat katakan ! "


" Janji kamu tidak akan Marah padaku Maria?"


" Iya Dimas cepat katakan."


" Manurutku ini semua perbuatan Mikha. "


" Kenapa kamu bisa yakin? apa buktinya? aku lebih yakin kamu yang membuat Bram hilang agar kamu bisa melakukan hal tadi padaku, ya kan Jujur saja ! Kamu hanya membuat Mikha sebagai alasan saja ! "


" Tidak Maria, jadi dengarkan aku. "

__ADS_1


Halo Readers ku sayang, masuk grup Chat ya? nanti malam aku tunjukkan visualnya Bram yang super ganteng dan Maria.


Jangan sampai ketinggalan ya?


__ADS_2