
" Ha ha mbak tenang aja ya? setelah ini bayaran ku sudah aku anggap lunas semuanya ! "
" Jangan kurang ajar kamu ! apa kamu tidak tahu sedang berurusan dengan siapa hah? "
" Ha ha maaf aku tidak tau mbak, yang aku tau sekarang ada bidadari yang sangat mulus dan seksi didepanku." Tangannya mulai meraba-raba keseluruh tubuh Mikha.
" Hei sampah ! bajing4n ! jangan menyentuhku seperti itu." Mikha merasa sangat jijik melihat laki-laki gondrong yang acak-acakan itu mulai menikmati kulitnya.
" Mbak tau nggak? aku sering menonton film-film wik wik peran perempuannya itu cantik kek mba dengan pakaian seksi seperti ini." Dengan perlahan dia mulai mengendus-endus kulit Mikha seakan siap untuk dinikmati.
" Hei stop,, stop ! aku akan bayar kamu dua kali lipat sekarang juga, cash. " Mikha berteriak kencang dengan tubuh yang masih tidak berdaya karena ikatan tali.
" Tapi aku lebih tertarik sama mbak daripada uang mbak, ha ha mana mungkin aku menukar kenikmatan ini dengan uang, kapan lagi coba aku bisa menikmati barang sabagus ini., dibayar lima kali lipat pun aku tidak mau mbak." Dia langsung merebahkan tubuh Mikha yang masih terikat tali itu keatas keranjang.
" Jangaann ! aku lagu hamil." Mikha mulai berteriak memohon sambil menangis.
" Peduli amat kamu hamil ! lagian aku sangat yakin, kamu sendiri saja tidak bisa memastikan siapa yang udah nanam benih dirahim kamu itu, Haha pasti bapaknya banyak kan? aku juga bersedia menjadi salah satu dari mereka."
laki-laki itu langsung merebahkan posisi tubuh Mikha hingga menjadi seperti posisi orang sujud, dan dia sudah mengambil ancang-ancang dari belakang untuk memasukkan tongkat keras itu kedalam goa kecil Mikha.
" Laki-laki bejat Kamu ! benar-benar bukan manusia, setelah ini aku akan buat perhitungan pada kamu iblis."
" Bukankah semua ini kamu sendiri yang sudah menciptakannya? apa yang aku lakukan sekarang adalah karma dari perbuatan kamu sendiri, jadi santai saja ya dan nikmati tiap dorongan dari batang ku." Si bodyguard itu menarik rambut Mikha dengan tangannya dari belakang
Kini Mikha benar-benar sudah tidak berdaya lagi disaat iya mulai merasakan tekanan hebat yang memaksa masuk kedalam goa kecilnya.
Dia terus Menekan-nekan batangnya supaya bisa masuk semuanya kedalam, sedangkan Mikha harus menahan nafasnya setiap kali menerima serangan dari laki-laki yang pernah menjadi bodyguardnya itu.
" Sungguh nikmat ! tidak sia-sia aku begadang dari kemaren." Dengan begitu bersemangat ia terus mendorong dan menarik mundur batangnya hingga butir-butir keringat mengalir dan membasahi tubuh keduanya.
Setelah Lima belas menit lamanya ia mengurut-ngurutkan batangnya dengan bibir bawah Mikha, tiba-tiba rasa nikmat yang mengalir dibatangnya itu memuncak hingga membuat tubuhnya terhentak-hentak keatas Mikha, itu semua memberi tanda kalau si bodyguard sudah sampai akhir batas nikmat.
" Hadeeuhh nikmatnya ! apa perlu aku menculik kamu dan kubuat sebagai tahananku untuk mendapatkan rasa nikmat ini setiap hari."
__ADS_1
" Tidak aku mohon ! tong lepaskan aku ! aku janji akan tetap membayar kamu." Wajah Mikha sudah begitu memerah dan rambutnya sudah acak-acakan.
" Haha tidak usah mbak, sepertinya ideku lebih berharga dari uang kamu, lagian siapa yang bisa percaya dengan wanita licik seperti kamu."
" Tidaaakk ! lebih baik aku mati saja, bunuh saja aku sekalian." Mikha terus menangis dan terlihat diwajahnya mulai melahirkan kebencian dan dendam yang sangat besar."
" Aku tidak peduli kamu akan mati atau nggak, tapi untuk bulan ini kamu akan menjadi pemuas nafsuku tiap malam, setelah itu akan kulabulkan permohonan kamu untuk mati." Kelihatannya laki-laki itu memiliki niat membunuh Mikha untuk menghilangkan jejak bejatnya.
Mikha yang sudah terbaring lemas dengan tubuhnya yang masih terikat tidak menjawab apapun setelah mendengar ucapan mantan bodyguard itu yang ingin membunuhnya.
" Aku keluar dulu ya mbak, terimakasih untuk permainan kali ini nanti malam kita akan melakukannya lagi, jangan coba-coba berusaha untuk kabur karena pintunya akan kunci rapat dari luar, yang ada kamu akan kurantai kalau berulah." Ancam laki-laki itu.
si bodyguard badan besar berambut gondrong itu langsung keluar dan mengunci pintunya.
Mikha langsung berusaha untuk bangun, dengan tangan yang masih terikat tali dari belakang, dan ia langsung mencoba meraba-raba kedalam tas dengan posisi membelakangi tas, akhirnya ia berhasil mengambil handphonenya.
Handphone itu langsung di jatuhkannya kelantai dengan posisi terlentang, dan dia berusaha menekan dan menggesek layar handphone itu dengan ibu Jari kaki lalu mencari nama Mario.
Mikha menekan panggilan keluar untuk Mario dan membesarkan suara laspikernya.
" Halo? iya Mikha , kenapa apa yang terjadi?"
" Mario ? kamu dimana ? tolong aku Mario, aku disekap dan mau dibunuh."
" Mikha, kamu lagi dimana, kasih tau aku, aku akan langsung kesana." Ucap Mario yang merupakan kakak kembar Maria.
" Aku lagi,, auw ! " Teriak Mikha.
" Mikha kamu kenapa? halo sayang? Mikha ! tolong jawab aku."
Ternyata Mikha sudah kena tamparan keras bodyguard itu hingga terjatuh kelantai.
" Hampir saja aku keteledoran dan meninggalkan handphone ini didalam." sibodyguard langsung mengambil handphone dari lantai yang masih aktif panggilan dengan Mario.
__ADS_1
" Ada apa? Jawab aku Mikha kamu lagi dimana apa yang terjadi? " Sibodyguard mendengar pertanyaan itu dari Mario sebelum akhirnya dia mematikan handphone nya.
" Dasar wanita bodoh ! kalau kamu mencoba berulah lagi awas ya ! akan kulemparkan kamu ke jurang." Si bodyguard menendang Mikha yang sedang terkapar dilantai sebelum akhirnya ia keluar dari sana dan kembali mengunci pintu.
Mikha semakin terlihat sangat marah kini wajahnya bagaikan monster yang tidak bisa dikendalikan.
Tiba-tiba ia melihat ada sebuah pisau kecil yang terletak diatas lantai dekat ranjang.
Mikha langsung menggulingkan tubuhnya perlahan untuk mendekati pisau tersebut.
Dengan posisi tangan yang masih terikat dari belakang ia mencoba untuk meraih pisau itu.
Kini pisaunya sudah dalam genggamannya, perlahan ia mencoba untuk memutuskan tali yang mengikatnya.
tali itu sangat sulit diputuskan, kini dia memakaikan tenaga yang lebih kuat untuk menyayat tali itu.
" Auw sakit ! Auw ! " Ia berteriak kesakitan bahkan pisau itu sampai menggores pinggangnya.
" Aku akan membuat perhitungan dengan kamu iblis sialan." Ia menangis sambil terus berusaha keras untuk memutuskan tali itu.
Dan akhirnya tali itu terputus juga, dengan sangat terburu-buru agar tidak ketahuan Mikha melepaskan tali dari tubuhnya lalu kembali memakaikan baju.
Dia mengambil tas dan keluar lewat jendela dengan memecahkan kacanya, la melangkah begitu cepat menuju kemobil.
Mikha menyetir mobil itu dengan begitu kencang, dengan wajah yang begitu marah dan penuh dendam dia langsung mengejar si bodyguard.
Dengan jarak dua menit Mikha langsung melihat bodyguard yang sudah memperkosanya tadi, dan kebetulan sibodyguard hanya berjalan kaki.
Melihat bodyguard itu didepannya Mikha tersenyum sangat licik.
" Sudah saatnya kamu keneraka Iblis sialan."
Mikha langsung menambah kecepatan mobil itu hingga mencapai kecepatan tinggi, dia menancap gas mobilnya untuk menabrak sibodyguard.
__ADS_1
Braaakkkk !
Benturan keras dari mobil Mikha membuat tubuh sibodyguard terhempas jauh kedalam semak.