OMaria Istri Rasa Simpanan

OMaria Istri Rasa Simpanan
Flashback pernikahan Bram dan Maria (part2)


__ADS_3

" Yang mana? " Tanya Bram pada Rendi.


" Yang rambutnya lebih panjang itu, warna kulitnya juga jauh lebih putih. " Rendi menunjukkan ke arah salah satu diantara tiga gadis yang ada didalam super market didepan mereka.


" Eumm tidak begitu kelihatan. " Ucap Bram sambil kembali menatap lekat wajah seorang gadis yang berambut panjang yang dimaksud Rendi tadi yaitu Maria.


Bram dan Rendi berada didalam mobil yang mereka parkirkan didepan super market tempat Maria bekerja, bahkan Bram sudah tidak mau membuang tatapannya dari Maria, dari balik dinding super Market yang terbuat dari kaca transparan itu Bram terus memperhatikan Maria yang sedang menata barang satu persatu ketempatnya.


Sangking terpesonanya Bram akan kecantikan alami dari gadis desa itu, ia bahkan tidak sadar kalau dirinya sudah memperhatikan Maria begitu lama.


Bahkan Bram juga sampai lupa bahwa masih ada Rendi disampingnya yang tersenyum-senyum melihat tingkahnya Bram yang belum pernah ia lihat sebelumnya.


" Gimana Bram,, masih belum kelihatan juga?" Tanya Rendi menggoda karena ia tau Bram hanya mencari alasan untuk bisa menatap Maria lebih lama.


" Hah iya ! kelihatan sih cuma nggak begitu bisa di kenali karena dari jauh. " Jawab Bram mengelas dengan tingkahnya yang sudah tidak karuan.


" Yasudah ! kita samperin saja Maria kesana, biar aku kenalin sama dia, gimana? " Jawab Rendi menantang Bram untuk langsung ketemu sama Maria.


" Jangan deh Ren gue belum siap ! " Bram jadi keceplosan, jawabannya menggambarkan kalau hatinya itu mulai tertarik pada Maria.


" Hah ha ha ha,, hah ha ha ha " Rendi langsung terpingkal-pingkal menertawai Bram didalam mobil.


" kenapa lho? " Tanya Bram serius.


" Belum siap kata lho? hah belum siap? ha ha ha,, ha ha ha. " Rendi tidak bisa menghentikan tawanya saat mendengar kata-kata Bram yang mengatakan iya belum siap.


" Belum siap apaan, memangnya mau ijab qobul sampe-sampe lho nggak siap gitu, atau lho mulai grogri sama Maria? hah iya, lho mulai grogri kan sama Maria ngaku aja dah lho ! "


" Bukan itu ! lho pikir gue cowo apaan sampai gue harus grogi sama cewek kampung kek gitu ? " Bram mencoba untuk menutupi rasa yang mulai menggelitik di jantungnya.


" Terus apa? " Tanya Rendi lagi.


" Maksud gue itu bukan belum siap, tapi gue memang nggak mau ketemu sama dia. " Ucap Bram yang sudah tidak menatap Maria lagi, ia sudah mengalihkan pandangannya dari Maria.

__ADS_1


" Yakin lho? " Tanya Rendi serius.


" Iya serius, kita pulang sekarang ! " Jawab Bram lagi dengan singkat.


" Okey ! " Rendi langsung memutar balik mobilnya untuk kembali ke arah kantor.


Rendi bisa merasakan kalau Bram mulai tersentuh hatinya setelah melihat Maria, jelas terlihat dari sikap Bram yang mulai duduk terdiam menatap lurus searah mobil berjalan, tanpa sepatah kata pun lagi Bram terus melamun dengan sikunya yang ia sandarkan pada pintu mobil, dan kedua jarinya itu yang terus mencubit-cubit halus keningnya.


Dari tingkah Bram yang ia lihat disampingnya itu, Rendi sangat paham kalau Bram sekaligus teman dan pemilik perusahaan tempat ia bekerja itu sedang dilanda rasa dilema yang dalam.


" Kayaknya gue udah jadi buat ngasih Maria sama om-om deh, biarlah walaupun sebenarnya gue nggak tega,, setidaknya Maria bisa membantu pengobatan ayahnya. " Ucap Rendi mulai memecahkan keheningan untuk memancing perasaan Bram.


" Sudah ada om-omnya? " Tanya Bram singkat dengan nada serius sambil menatap lurus ke arah depan.


" Sudah ! lho kenal kan pemilik pabrik batu bata terbesar di kota ini? " Tanya Randi pada bram Sambil terus menyetir mobilnya.


" Pak tua gendut si perut buncit? " Tanya Bram lagi dengan nada cuek tapi terdengar sedikit mulai khawatir.


" Nah itu dia, lumayan kan uangnya juga nggak kalah buncit ? " Jawab Rendi serius padahal ia hanya ingin memancing Bram saja, Karena pada dasarnya ia juga tidak rela, jika Maria gadis idaman didesanya itu menjadi hidangan pencuci mulut untuk om-om tua jelek.


" Yakin banget, gimana nggak yakin? setidaknya gue bisa membantu Maria, lagian itu memang sudah permintaannya. " Jelas Rendi lagi.


"Memangnya lho bisa tega ngeliat Maria dinikmati sama laki-laki tua jelak itu? " Jawab Bram lagi, di setiap jawabannya menggambarkan kalau Bram mulai khawatir dengan Maria.


hahaha akhirnya ngaku juga kan lho Bram kalau lho itu juga nggak tega ngeliat Maria dinikmati sama orang lain. *B**atin Rendi*


" Jangankan dibilang tega, ngebayangin aja gue nggak sanggup, tapi dengan hati terpakasa nanti malam juga gue harus ngenalin mereka, kalau nggak secepatnya nanti Maria bisa telat ngirim uang buat pengobatan ayahnya dikampung." Jelas Rendi lagi pada Bram yang hampir membuat Bram makin terpancing untuk mengungkapkan perasaannya.


" Hhm,, buat gue aja ! " Akhirnya dengan Jawaban singkat Bram langsung mengutarakan keinginannya setelah ia pendam dari tadi.


" Lho serius Bram ? " Tanya Rendi senang.


" Serius kalau lho memang sudah rela Maria buat gue. " Jawab Bram sok cool untuk menyembunyikan perasaan malunya.

__ADS_1


" Wah Bram thanks banget ! dibanding sama laki-laki tua lain gue sangat rela kalau Maria buat lho aja, bahkan Maria bisa ngelayanin lho nanti dengan senang hati tanpa merasa terpaksa karena ketampanan lho itu. " Rendi sangat senang mendengar jawaban Bram, ia juga tidak ingin menertawakan Bram lagi, agar Bram tidak merubah kembali perkataannya karena perasaan malu.


Sebenarnya alasan yang membuat Bram menyembunyikan perasaannya karena ia tidak ingin ditertawakan oleh Rendi, Bram sadar ia sudah terlanjur menertawakan Maria sebelum ia melihat gadis itu langsung dengan matanya sendiri, Dan kini Bram langsung ingin memiliki Maria gadis cantik yang berhasil menarik hatinya.


" Haha Lho bisa ngaku juga kan kalau gue super tampan. " Bram tertawa lepas dengan wajah merona bahagia.


" Ya,, ya, gue ngaku ! " Jawab Rendi sambil tersenyum ringan.


Bram mulai terlihat bahagia alasannya bukan sama sekali karena pengakuan Rendi yang mengatakannya tampan, tapi karena ia merasa sangat senang hampir bisa memiliki Maria, wanita super cantik dimatanya, dan cantiknya itu cantik alami tanpa polesan make up.


Bahkan Bram belum sepenuhnya menyadari akan perasaannya, bahwa perasaannya bukan hanya sekedar suka tapi dia memang sudah jatuh cinta pada padangan pertama.


" oke kalau gitu nanti malam gue atur jadwalnya buat lho sama Maria, dan lho siapin aja uangnya seratus juta. " Ucap Rendi bersemangat.


" Nggak usah terburu-buru Ren, gue akan ketemu sama Maria kalau gue sudah siap." Ucap Bram serius.


" lah gimana donk? Maria butuh uang cepat." Tanya Rendi dengan wajah sedikit terlihat panik.


" Secepatnya? " Tanya Bram santai.


" Iya secepatnya. " Jawab Rendi.


" Putar balik mobilnya jangan kearah kantor ! " Perintah Bram pada Rendi.


" kemana,, ke super Market? " Tanya Rendi dengan wajah terkejut.


" Bukan ! kita kekampung Maria. " Jawab Bram serius.


" Apa? "


**Halo readers ku tercinta, Terimakasih ya untuk semua komentar kalian, mau itu komentar baik ataupun kritikan aku akan sangat merasa senang, aku cinta kalian semua love u so much mmmuaachh..


Bagaimana episode kali ini, jawab Ya?

__ADS_1


Semoga hari kalian menyenangkan, salam hangat dari Author kalian Elvi.. See you**..


__ADS_2