
" Nggak kok mas, Maria masih sanggup satu ronde lagi " Tersenyum manja kearah Bram setelah itu dia kembali mengguyurkan tubuhnya dengan pancaran air shower.
" Ha ha kamu menantang ku lagi Maria? Semakin lama kamu jadi semakin kuat ya sayang,, " Bram juga ikut berdiri dibawah shower itu.
Dengan kedua tangannya Maria membilas batangnya Bram yang sudah lengket karena cairan putih.
" Kamu masih mau? " Tanya Bram serius.
" Tidak mas, nanti mas telat ke bandara ! "
" Nggak apa kalau kamu masih mau ! "
" Ah mas ini nafsuan banget "
"Bagaimana aku tidak bernafsu, umur sudah hampir 28 tahun lebih tapi baru kali ini aku merasakan lubang hangat "
" Ha ha Yakin Mas ? "
" Yakin sayang kalau enggak mana mungkin aku juga nyari perawan seperti kamu, mas awalnya masih perjaka tingting kok sebelum akhirnya kamu merenggutnya dari mas " Bram tersenyum nakal dan langsung Memeluk tubuh Maria yang polos dengan dua tonjolan besarnya itu, hingga terasa seperti ada sesuatu yang sangat kenyal mengganjal didadanya Bram.
" Ah mas sudah ah,, nanti mas telat ! " Maria merasa sesak terhimpit oleh pelukan Bram.
" Iya sayang ku yasudah, aku ingin cepat-cepat bisa satu kamar sama kamu tanpa ada yang menggangu " Ucap Bram sambil mengelap tubuh Maria dengan handuknya sendiri.
" Iya mas, tapi terdengar tidak mungkin " Jawab Maria dengan sedikit pasrah.
" Cepat atau lambat aku akan menjadi milik kamu seutuhnya sayangku " Kecup Bram dikening Maria, lalu iya menarik pinggang Maria dalam pelukannya sambil dibawakannya kedalam kamar.
" Semoga saja, yasudah Maria pakai baju dulu ya mas? "
" Masih baju kemaren? Si Rendi belum bawain baju kamu,, Seharusnya kemaren dia langsung ambil baju kamu ke kos, dan Malamnya bisa langsung di antar " Bram terlihat kesal sama Rendi sambil ia memakaikan celana dalamnya.
( jangan dibayangin batang Bram yang terlihat ) wkwk.
__ADS_1
" Iya mas tidak apa-apa, tadi malam kan hujan"
" Kan ada Mobil? " Jawab Bram singkat karena ia tidak tega melihat pujaan hatinya yang masih memakaikan baju kemaren ditubuhnya.
" Mungkin dia ada kesibukan lain, tidak apa-apa kok sayang " Jawab Maria yang sudah memakai baju yang tadi malam dikeringkannya di kipas angin.
Bram langsung berjalan ke arah brangkasnya yang ada didalam lemari, Maria tidak tau apa yang di lakukan Bram, karena posisi Maria berdiri tepat dibelakang punggungnya Bram dengan Jarak 3 meter.
" Ini sayang pergunakan semuanya untuk keperluan kamu, suruh mang Jo supir mama untuk mengantarkan kamu ke mall " Bram membuka telapak tangan kanan Maria dan ia meletakkan segepok uang lembaran Merah yang masih terikat rapi.
" Tidak Mas jangan, tidak usah nanti mereka pasti akan bertanya-tanya darimana aku mendapatkan uang ini ! Aku tidak mau mendapatkan banyak masalah lagi karena kelakuan ku, aku ingin hidup tenang disini disampingnya mas Walaupun hanya sebagai pembantu, Jadi biar Maria tungguin Rendi saja ya mas? " Maria menggenggamkan kembali uang itu kedalam tangannya Bram.
" Iya juga ya, yasudah,, nanti saja waktu aku pulang dari kota akan aku bawa kamu ke mall untuk membeli semua keperluan kamu " Bram kembali mencium kening Maria dan setelah itu iya melanjutkan lagi memakaikan bajunya.
" Mas aku pamit keluar dulu ya, bahkan tadi aku tidak sempat merapikan meja makan karena langsung kemari " Pinta Maria yang kini sudah memakaikan rambut palsu dan gigi tonggosnya kembali.
Bram kembali mendekati Maria.
" Maria,, sayang, istriku? kamu yang sabar ya,, secepatnya aku akan membawa kamu dimana seharusnya kamu tinggal, dan aku akan berusaha untuk memberikan kebahagiaan yang seharusnya kamu dapatkan dari seorang suami " Bram memeluk Maria kembali dan mencium keningnya, ketika Bram ingin menurunkan ciumannya wajah Bram jadi tertahan berada tepat didepan bibirnya Maria.
" Aku ingin menikmati bibir kamu untuk terakhir kali sayang, tapi,, "
" Kenapa berhenti kan Maria tidak melarangnya "
" Gigi palsu itu,, bisa di lepaskan dulu "
" ha ha iya mas, mas ini ! "
Setelah Maria Melepaskan gigi palsunya kini terlihat bibir ranum yang bulat dan seksi tepat didepan wajahnya Bram, Tidak menunggu lama, Bram langsung mendekatkan bibirnya dengan bibir Maria, ia mencium bibir Maria dan langsung mengemut-emutnya, terdengar desahan dari mulutnya Maria yang menghembuskan nafas kecil dari bibir itu memasuki rongga mulutnya Bram.
" Ah mas,, "
Maria Juga ikut menghisap lembut ujung lidah Bram yang terasa manis itu.
__ADS_1
" Makasih ya sayang, mas mau berangkat dulu,, " Bram sudah melepaskan tempelan bibirnya pada Maria setelah dua menit lamanya mereka menikmati ciuman itu, dan Bram kembali mencium kening Maria.
Mungkin sudah belasan kali Bram mencium kening Maria pagi ini, mungkin efek dari pengantin baru, ya,, walaupun hanya mereka yang tau kalau mereka adalah pengantin baru.
" Iya mas, mas harus hati-hati diluar kota jaga diri baik-baik, oh ya mas Maria mau pamit keluar dulu ya, sebelum mereka curiga dengan Maria karena sudah terlalu lama tidak kelihatan " Melepaskan tubuhnya dari pelukan Bram dan berjalan keluar menuju kearah pintu.
" Iya istriku, aku akan sangat merindukan mu " Ucap Bram dengan perasaan yang terasa berat karena harus jauh dari Maria untuk seminggu lamanya.
" Iya mas " Jawab Maria yang sudah siap untuk menutup pintu kamar Bram kembali.
" Huufft, rasanya hatiku terasa berat juga untuk jauh dari mas Bram, padahal baru dua hari aku bersama dia, andaikan aku benar-benar istrinya dan memiliki hak penuh atas dia, mungkin aku sudah minta untuk ikut."
Maria kembali melanjutkan langkahnya menuruni anak tangga satu persatu dengan hati yang waspada, sambil sesekali ia mencuri-curi pandang ke segala arah untuk memastikan bahwa tidak ada yang melihatnya.
Dan akhirnya dia merasa lega juga, setelah kakinya benar-benar menginjak lantai ruang tamu rumah mewah itu.
" huufft untung saja ! "
" Hei Maria ! dari mana saja? cepat bikin kopi untukku,, " Tanya bi ita yang baru saja masuk dari luar rumah dengan wajah yang memerah karena kecapean.
" Baik bi, tadi Maria lagi sama bi yam didapur lihat dia cuci piring, kopinya nanti aku bawa kemana ya bi? " Tanya Maria dengan sedikit gugup karena hampir saja ketahuan.
jika saja bi ita sempat melihat Maria di atas tangga Maka ia Pasti akan curiga kalau Maria habis dari kamarnya Bram, Karena kamar yang terpakai di lantai atas itu hanya kamar Bram.
" Bawakan saja kehalaman belakang, karena aku masih harus menyapu disana, Tuan Bram benar-benar tidak adil dia padaku " Ketus bi ita dengan wajah kesal.
" Kenapa ya bi? "
" Masak dia ngasih pekerjaan rumah yang paling berat buat aku, kamu sih enak cuman masak doang, dan si Yam juga lumayan enak karena cuman cuci baju sama cuci piring doang, kalau baju sih ada mesinnya tinggal colok aja, lah aku? setelah jam 6 subuh tadi aku bangunin kamu, aku langsung tuh nyapu rumah Segede ini, nyapu halaman depan seluas itu, belum selesai juga Sampai jam segini, sekarang masih harus nyapu belakang lagi, bisa kamu bayangkan coba bagaimana capeknya aku. "
" Iya bi yang sabar ya ! "
" kamu enak nyuruh aku sabar karena kerjaan kamu cuman segedek upil, dari tadi kamu sudah punya waktu luang yang banyak buat leha-leha kesana kemari, nah aku? mau bernafas aja belum sempat,, "
__ADS_1
" Ehem ! ada apa ini bi ita? Terdengar seperti ada keributan,, apa bi ita menyakiti kamu Maria? " Tanya Bram yang lagi berjalan menuruni tangga Sambil menarik kopernya.